Minggu, 26 Mei 2019

Tips Sederhana Mengajari Anak Berpuasa

Keluarga saya adalah keluarga yang berbhineka tunggal ika, terdiri dari dua perbedaan etnis dan 4 agama. Beberapa menganut agama Islam, sebagian Kristen, selebihnya Katolik dan ada yang Kong Hu Chu.


Tetapi kami semua saling menghormati dan rukun satu sama lain. Bahkan seringnya jika ada lebaran dan natalan kami kumpul bersama untuk merayakan.

Berpuasa bagi keluarga kami tidaklah asing, karena selain Islam, agama yang lain juga melakukan puasa. Keluarga besar bahkan sudah mengenalkan apa itu puasa dari sejak kecil. Dan belajar untuk menghormati orang Islam yang melaksanakan puasa selama satu bulan.

Lalu apakah mengajarkan anak kecil untuk berpuasa itu susah? Sebagian orang tua mungkin tidak merasa kesulitan mengajarkab anaknya berpuasa. Tapi ada juga lho yang sampai emosi mengajarkan anak puasa, eh, anaknya nggak mau malah ngambek.

Jika di hari biasa anak susah jika disuruh makan, tapi pas disuruh puasa malah minta makan. Duh!

Hal ini juga pernah dialami oleh kakakku yang agak kesulitan mengajarkan anak puasa. Setelah saya cermati, kenapa ponakan nggak mau puasa, akhirnya saya mengerti. Dia lihat mamanya membuat banyak kue kering yang disukainya.

Nah, satu penyebab ketemu. Dia nggak mau puasa karena sudah ingin memakan kue kering. Dan anak kecil belum bisa menahan diri ya. Ajarkan dia untuk belajar menahan ingin makan kue dengan mengalihkan perhatiannya misal melakukan kegiatan yang disukai, tidur atau menonton televisi.

Yang kedua, berilah contoh. Percuma dong, mengajak anak puasa tapi orang-orang di sekelilingnya tidak ada yang puasa. Saya pernah menyaksikan sendiri, gimana tetangga saya melarang anaknya makan karena disuruh puasa sampai teriak-teriak. Padahal ibunya sendiri nggak puasa.

Mungkin ibunya sedang tidak puasa karena punya bayi atau sedang haid. Tapi alangkah baiknya jika si ibu mau makan jangan di dekat anaknya.

Ketiga, berilah pujian jika si anak mampu menahan lapar sampai setengah hari. Lalu berikan motivasi agar dia bisa berpuasa lebih lama di keesokan harinya.

Keempat, simpan makanan dan cemilan. Jangan biarkan anak terus melihat makanan. Kasihan kan dia menahan keinginan untuk makan.

Kelima, beri reward jika dia mampu berpuasa dua atau tiga hari, dia boleh makan makanan kesukaannya.

Keenam, jika anak belum bisa puasa tidak makan, tidak minum, ajarlah dia menahan diri untuk tidak makan makanan kesukaannya selama bulan puasa.

Ketujuh, anak kecil tetaplah anak-anak yang membutuhkan nutrisi untuk pertumbuhannya. Jadi pastikan saat berbuka, si anak mendapatkan nutrisi yang baik agar tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa.

Sekian tips

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.