Rabu, 29 Januari 2020

Rainbow Cake


Hari masih pagi ketika rainbow cake milikku selesai dibuat. Cepat-cepat aku masukkan ke dalam box mini buatanku setelah memotongnya jadi tiga. Kusisihkan satu kotak untuk kuberikan kepada nenek Diana, tetangga sebelah. Dua kotak yang lain aku kemas dalam satu kantong plastik dan kuletakkan di atas meja makan.
(Cerpen oleh Yustrini)
"Jangan terlalu lelah," suamiku memeluk dari belakang. Ia sudah selesai bersiap hendak pergi ke kantor. Sejak menikah kami memang memiliki kesibukan yang berbeda. Suamiku ke kantor tiap pagi dan aku berbisnis rainbow cake tanpa di sengaja akibat hobiku yang suka beresperimen dengan rasa. Bagiku warna pelangi ada tujuh, walau sebagian ada yang berpendapat hanya enam. Tujuh warna berarti tujuh rasa. Tiap lapis memiliki rasa khas masing-masing yang bila digabungkan menjadi satu bisa menciptakan perpaduan rasa yang unik.

"Membuat tujuh lapis yang berbeda apalagi dengan rasa dan warna yang berbeda pula sangat menghabiskan waktu, Jihan..." ujar suamiku. Baginya aku cuma membuang waktu untuk apa membuat tujuh adonan kalau bisa sekali jadi seperti buatan rainbow cake lain pada umumnya.

"Tinggal masukkan pewarna dan perasa buatan saja, selesai sudah. Tidak rumit dan cepat," katanya lagi.

Aku menggeleng keras. Bukannya sok perfectionis tapi...

"Kau hanya ingin menghibur diri dengan semua ini. Tapi program bayi kita takkan cepat berhasil kalau kau terlalu lelah," potong suamiku cepat.

Hatiku sedikit terusik mendengar ucapan itu, hampir tujuh tahun pernikahan kami tanpa diwarnai kehadiran tangis bayi di antara kami membuat aku ingin menenggelamkan diri dalam kesibukan. Airmataku selalu menetes tiap kali melihat ibu-ibu seusiaku sibuk mengantarkan anak-anaknya ke sekolah di jam segini.

"Hari ini hanya dua box saja," sanggahku.

Suamiku mengangguk. Aku berbalik membenarkan dasinya dan mengantarnya sampai ke depan. Tersenyum geli mendapati wajah suamiku yang sedikit protes mendapat perlakuan dariku yang seolah ingin mengusirnya keluar. Tapi ia melirik ke jam dinding seraya menepuk jidat.

Astaga, aku sudah terlambat. Serunya. Ia segera masuk ke mobil namun tak lama ia keluar lagi untuk membuka pintu gerbang. Ia melakukan semuanya dengan panik. Sementara aku hanya terkekeh gelj melihatmya. Ah, suamiku selalu bisa membuatku jatuh cinta lagi untuk kesekian kalinya.

* * *



Menua itu pasti tapi sendirian di usia senja tentu tak mengenakkan. Terlebih jika tidak memiliki anak, sedangkan pasangan hidupnya telah menghadap Yang Kuasa terlebih dulu. Hal itu yang terjadi pada nenek Diana, tetangga sebelah. Ia hidup seorang diri tanpa siapapun menua bersama rumah yang juga sudah lapuk termakan usia. Terus terang aku merasa takut kalau nantinya aku mengalami hal yang sama seperti dia.

Nenek Diana tak pernah memiliki pembantu tetap, hanya pak Diman tukang kebersihan kompleks yang sesekali membersihkan halaman rumah sedangkan istrinya dua kali seminggu membersihkan bagian dalam rumah. Selebihnya tugas memasak dan mencuci dikerjakan sendiri.

Sukar kubayangkan di usia hampir sembilan puluh tahun masih mengerjakan tugas rumah sendiri. Namun apa yang bisa kubuat? Kalau ternyata nenek Diana tidak pernah suka dengan hasil masakan orang lain.

"Lidahku terbiasa dengan masakan jawa yang komplit bumbu rempah-rempahnya," jawabnya saat kutanya kenapa tidak membeli nasi gudeg yang dijual di warung-warung. Aku hanya menahan nafas ketika melihat masakan gudeg buatan nenek Diana. Ia hanya memasak gudeg sepanci kecil saja dengan bumbu rempah yang kuat. Kalau menurutku sungguh sangat tidak praktis dan membuang waktu.
(Cerpen oleh Yustrini)

"Nggak beda sama kamu, Jihan. Membuat rainbow cake untuk mengisi kekosongan, " tiba-tiba suara mas Pram bergema.

Kubuka lemari es, memeriksa persediaan makanan kami. Kurasa hari ini aku harus berbelanja ke pasar. Selesai. Semua yang kuperlukan sudah tercatat. Setelah memastikan semua jendela dan pintu terkunci rapat aku keluar menuju rumah nenek Diana mengantar rainbow cake yang tadi pagi kusimpan untuknya.

Kebetulan nenek Diana sedang duduk di teras depan bersama Yu Warni, istri Pak Diman. Beliau tersenyum ramah menyambutku.

"Mau ke mana Mbak Jihan sudah rapi jam segini?" sapa nenek Diana.

"Mau ke pasar, Nek. Oya, ada cake buatanku semoga nenek suka."

"Ah, apa pun itu Nak. Nenek selalu suka pemberianmu, hati-hati di pasar suka ada copet, Nak!" nenek Diana mengingatkan.

"Bicara soal copet aku ingat dompetku belum kubawa," gumamku. Aku bergegas kembali ke rumah.

Kubuka pintu rumah, ya ampun! Ternyata kompor yang kugunakan untuk memasak air lupa kumatikan. Aku mengucap syukur untunglah tidak terjadi apa-apa pada rumah ini.

Buru-buru mengambil dompet di kamar. Setelah memeriksa kembali semuanya dengan seksama aku keluar. Meski belum pernah rumahku disatroni maling tapi setidaknya aku mewaspadai kemungkinan yang terburuk. Ingat pesan di televisi, kejahatan terjadi bukan karena ada niat tapi juga karena ada kesempatan.

Menengok ke rumah sebelah, Yu Warni masih bersama nenek Diana. Sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah nenek Diana. Seorang pria tampan berjas rapi turun bersama seorang wanita cantik berpakaian modis menggandeng seorang anak perempuan manis. Gambaran keluarga idaman yang selalu ada dalam benakku.

Kulambaikan tangan ke arah mereka, nenek Diana mengangguk sambil menyerukan kalimat hati-hati di jalan.

***

Akhirnya aku menyelesaikan semua daftar belanjaku setelah beberapa kali salah masuk kios, aku emang belum terbiasa dengan pasar yang baru selesai dibangun ini. Mendadak ponselku berdering.

"Halo, kau ada di mana?" suara mas Pram terdengar panik.

"Di pasar, Mas. Ada apa? Kenapa kau?" sahutku.

"Mas baru di rumah sakit, teman kantorku meninggal sehabis melahirkan. Bayinya tampan dan sehat bagaimana kalau kita mengadopsinya?" tanya suamiku.

"Siapa yang melahirkan? Sintha?" aku membekap mulut. Tercengang sekaligus terkejut tidak menyangka akan mengadopsi anak secepat ini dari teman sendiri pula.

"Kita bahkan belum pernah bersepakat untuk mengangkat anak, Mas?" tanyaku.

"Baiklah, kita akan bicarakan lagi nanti di rumah," suamiku menutup pembicaraan.

"Tolong! Tolong...!" seorang wanita tiba-tiba berteriak histeris di tengah orang-orang yang berbelanja.

"Ada apa, Bu?" orang-orang segera mengerubunginya dengan berbagai pertanyaan.

"Tadinya saya senang bertemu teman lama saya, pak. Penampilannya saja keren, rapi, cantik. Eh, nggak tahunya dompet dan hp saya diambil. Saya baru tersadar setelah akan membayar ikan ini," cerita ibu itu.

"Ibu sih, tadi kelihatannya akrab banget sama wanita tadi. Ya saya nggak mengira dia tega sama teman sendiri. Dia itu sudah terkenal jadi pencopet ulung, tapi karena suaminya keamanan di sini jadi kami nggak bisa berbuat apa-apa," ujar si penjual ikan.

Soal copet nenek Diana sudah mengingatkan tadi. Ah, jaman sekarang orang tak lagi malu. Cantik tapi tukang copet? Aku memeriksa dompetku. Masih ada sisa uang.

"Ini, bu. Biar buat bayar ikan ibu," ujarku seraya menyerahkan lembaran berwarna biru kepada ibu yang kecopetan tadi.

"Wah, terima kasih bu. Semoga Tuhan memberikan apa yang ibu idamkan," ucap ibu itu senang.

"Sama-sama, ibu." aku tersenyum miris. Ya, semoga Tuhan memberikannya. Aku jadi ingat dengan ucapan Mas Pram tadi.

***

Kembali ke rumah. Kembali pada kesendirian. Dunia yang sunyi. Kulirik rumah nenek Diana. Menghela napas. Memutar kunci.

"Kapan kamu punya momongan? Lihat si Lastri nikah baru sebulan langsung tekdung. Kamu kapan? Mama ingin gendong cucu dari Pram," ucapan yang selalu keluar acap kali bertemu dengan mama mertua.

"Punya keturunan itu penting lho! Kalau tidak mau menyesal di masa tua. Sendiri tanpa keluarga. Suami nggak bisa selalu ada di dekatmu, Jihan!" itu kata ayah mertua.

Kutenangkan diri duduk di sofa sambil memejamkan mata.

"Mencari uang bisa ditunda, tapi anak jangan ditunda!" nasehat mama, "lihat nenek Diana tetanggamu. Itu contoh nyata masa depan orang yang tidak punya keturunan!"

Kuputuskan mengocok adonan kembali. Mengolah tujuh rasa berbeda di tiap lapisnya. Memanjakan setiap lidah menyecap kelezatannya. Mungkin inilah warna yang ada dalam hidupku.
(Cerpen oleh Yustrini)
Tiba-tiba pintu depan diketuk keras tak berirama menandakan pengetuknya sedanh mengalami masalah besar.

"Mbak, tolong Mbak Jihan. Ibu... Ibu... Mbak!" seru Yu Warni.

"Tenang, Yu Warni. Ada apa?" Aku bergegas membuka pintu.

"Ibu Diana, Mbak. Dia pingsan!" sahut Yu Warni dengan wajah pucat.

"Apa?" aku berlari ke rumah nenek Diana.

"Rampok, mbak Jihan orang itu rampok!" kata nenek Diana setelah sadarkan diri. Ia masih berada di dalam kamar yang berantakan. Lemari baju terbuka lebar dan isinya berserakan tidak karuan. Semua benda yang ada di kamar itu tak satupun berdiri dengan rapi tanda bahwa penjahat itu tak mau meninggalkan barang berharga sedikitpun.

"Orang yang membawa mobil mewah tadi menghipnotis ibu, Mbak. Tanpa sadar ibu terus mengobrol dengan wanita dan anaknya. Sedang laki-laki itu menyelinap ke dalam rumah menggasak semuanya," jelas Yu Warni.

Lagi-lagi pelakunya orang yang berpenampilan kelas atas, sasarannya orang lanjut usia seperti nenek Diana. Batinku geram.

"Habis semua uang nenek, mbak! Kalung, gelang, anting, cincin dari almarhum bapak ludes! Mbak!" ujar nenek tersedu-sedu.

Kurasa tinggal sendiri di hari tua bukan ide yang baik. Segera kuhubungi suamiku, "Mas, aku setuju. Kita adopsi saja bayi itu."

Dan kudengar nada yang sangat bahagia dari ujung sana.

* * * *



This entry was posted in

Senin, 27 Januari 2020

Hati-hatilah Dalam Berkata-kata, Karena Itu Bisa Membunuh!

Ayub 19:2 (TB)  "Berapa lama lagi kamu menyakitkan hatiku, dan meremukkan aku dengan perkataan? 

Tahukah bahwa di dunia ini orang bisa dengan mudahnya ngomentarin (atau bahasa sekarang 'nyinyir') orang lain. Baik itu secara lisan maupun tulisan di medsos. Gawatnya nggak semua orang kuat dinyinyirin. Makanya sering kita dengar ada artis/aktor yang cukup terkenal tiba-tiba bunuh diri. Padahal bila dilihat hidupnya sudah mapan, semua kebutuhan terpenuhi dan materi berlimpah.

Lalu orang mulai bertanya, kenapa? Halo netizen yang maha benar, kebanyakan mereka itu bunuh diri akibat haters atau fans yang ngomentarin negatif terus.

Nggak peduli sih setiap manusia, entah terkenal atau tidak, selama masih hidup atau bahkan udah mati nggak akan lepas dari yang namanya omongan. Baik itu positif maupun negatif.

"Halah, udah nggak usah dimasukin ke hati. Ambil positifnya dan balaslah dengan prestasi," kalimat itu udah umum sekali didengar dan jadi sebuah jurus menangkal perkataan negatif yang seperti pedang tajam menancap di hati kita.

Tapi apa iya semudah itu?

Bagiku nggak mudah. Sangat tidak mudah. Banyak sekali orang komentarin negatif tentang diriku. Dan itu jelas nusuk banget di hati.

Seperti pas udah nikah, saudara-saudara selalu ngomong, 'bisa apa kamu?', 'penghasilanmu cuma dikit, nggak mungkin cukup buat ngidupin anak, belum kebutuhan lain', 'halah, paling keharmonisannya cuma sebentar aja', 'nggak mungkin kamu bisa tinggal di kota, beli rumah di kota tu mahal, kamu nggak sanggup', 'kamu kan nikah cuma buat nggantungin hidup sama suami, iya kan?' dst, dsb, dll...

Kalo udah gitu biasanya aku tutup telinga dan berdoa. Itu kalo lagi waras. Tapi kalo enggak, ya seringnya baper dan nangis seharian.

Solusinya paling aku agak menjauhi mereka. Nggak banyak cerita soal apa yang jadi masalah rumah tangga kami. Karena kebanyakan rumah tangga hancur bukan orang ketiga tapi akibat dikomentarin anggota keluarga yang lain. Duh!

Tutup telinga aja ketika mereka mulai membicarakanku di belakang. Nggak masalahin apa yang dipersoalkan mereka yang penting visi keluargaku terus berjalan.

Tips Mengatasi Komentar Negatif dari Orang Lain: 


Aku menuliskan ini bukan berarti aku sudah lolos dari ujian perkataan negatif orang. Tetapi sebagai pemacu diriku dalam mengatasi nyinyiran orang.

1. Jangan terlalu dipikirkan dan dimasukkan ke dalam hati

Pixabay.com

Ngomong itu gampang, melakukannya tidak mudah. Tenang mereka yang mengomentari belum tentu bisa jika diposisikan ke kamu.

2. Hidup itu cuma sekali


Kita cuma diberi kesempatan untuk melewati hari ini hanya sekali. Untuk apa menghabiskan waktu dengan memikirkan omongan orang. Aku tahu bahwa hidupku cuma sekali maka aku pastikan hidupku ini jadi berarti, bahagia dan luar biasa.

Aku punya kemampuan untuk berusaha menjadikan hidupku yang cuma sekali ini bisa bermanfaat dan jadi berkat bagi banyak orang.

3. Kita tidak bergantung pada mereka


Sekali lagi nggak masalah orang mau bilang apa, menghina kita sekalipun. Hidup kita tidak akan tergantung dengan mereka, yang memberi nafas hidup dan menciptakan kita adalah Tuhan. Hidup kita tergantung pada Tuhan, bila kita kurang pintar, kurang materi minta sama Sang Pencipta.

4. Ubah cara pandang kita terhadap diri sendiri


Siapa lagi yang bisa memandang diri kita berharga selain diri kita sendiri. Tuhan pun yang menciptakan kita manusia berkata, engkau ini berharga di mataKu. Sesuatu yanh berharga itu pasti disayang, dijaga, dirawat. Nggak ada orang yang membiarkan barang berharganya tergeletak begitu saja, pasti disimpan dan dijaga dengan baik. Begitu juga Tuhan terhadap diri kita.

5. Berdoa dan melepaskan pengampunan


Pembelaan Tuhan itu sempurna. Pernah suatu kali tetanggaku menghina televisi kami yang jelek, perkataannya bukan cuma sekali tapi berkali-kali dan itu sangat menyakitkan.

Saat itu yang kulakukan cuma berdoa sambil nangis, Tuhan dengarkan apa yang dikatakan tetanggaku? Belalah aku Tuhan. Aku tidak mampu tapi Engkau yang mampukan aku untuk melepaskan pengampunan.

Ya, aku cuma doa minta dibela Tuhan dan meminta agar hatiku bisa mengampuni orang itu. Dan apa yang terjadi?

Beberapa hari kemudian, entah kenapa televisi tetanggaku itu tiba-tiba rusak. Padahal barusan beli dan mereknya cukup bagus. Nggak sampai di situ saja, temannya kakakku meminjamkan televisinya untuk dipakai di rumah kami. Wow, Tuhan dahsyat kan?

6. Tetap bekerja mengukir prestasi, fokus pada tujuan akhir


Ada usaha pasti ada hasil. Dulu pas lulus SMA, karena nggak mampu kuliah aku menjalankan usaha toko kelontong dan terima pesanan kue ulang tahun. Waktu itu banyak orang berkomentar apa yang kulakukan adalah sia-sia.

Ngapain kamu usaha gitu? Kenapa nggak kerja aja ke luar negeri? Kenapa nggak merantau? Kenapa nggak berusaha cari beasisiwa? Dsb, dst...

Parahnya waktu itu aku justru tidak fokus dengan apa yang kukerjakan. Usaha tiap hari sih terus dilakukan tapi tiap hari juga mikir komentar orang. Lalu kepikiran pengem kuliah, pengen kerja di luar tapi takut nggak bisa pulang lagi, pengen ngelamar jadi PNS, dll.

Tapi semuanya nggak bisa kulakukan dan akhirnya aku cuma bisa nangis dan merenungi nasib. Kok nggak kayak si itu, si A, si B? Duh, hidupku miris banget sih? Cuma jadi bakul roti. Parah banget ya sebutannya? Padahal yang anaknya Pak Jokowi aja mau kok jualan pisang goreng, he, he.

Akhirnya nggak fokus pada usaha yang sedang aku rintis. Padahal kalo dilihat sekarang, seandainya dulu aku bisa fokus usaha mungkin aja udah berhasil. Tuh kan, akhirnya nyesel!

7. Bergabung dengan orang-orang yang tepat


Kegagalanku menjadi seorang pengusaha roti (ciee!) Bisa jadi karena aku nggak bergabung dengan para pengusaha lainnya. Aku berdiri sendiri di tengah orang-orang yang visinya berbeda.

Bertambah usia membuatku paham bahwa bila lingkungan tempat bergaul itu sangat memengaruhi hidup dan cara pandang. Saat itu benar aku ada di lingkungan tetangga yang membuka toko tapi tidak bergaul dengan mereka.

Kebanyakan mereka sudah sibuk dengan aktivitas. Yang datang ke toko adalah orang-orang pekerja kantoran, pegawai negeri dan buruh. Maka otomatis mereka menganggap profesi mereka yang terbaik dan saat itu aku masih imut-imut. Kebiasaan deh orang lebih tua itu menasehati orang yang lebih muda. Padahal visinya beda.

Oleh karena itu, lebih baik bergabunglah dengan komunitas yang sesuai dengan apa yang jadi visi kita. Kalo mau hidup kita berharga jangan pernah bergabung dengan orang-orang yang suka nyinyir atau bergosip.

Bersyukur sekarang sudah ada internet sehingga dengan mudah bisa menemukan komunitas yang cocok. Blogger dengan blogger, pebisnis online dengan pebisnis online, seniman dengan seniman.

8. Anggap perkataan orang itu sebagai cambuk agar kita lebih maju lagi


Orang yang dihina biasanya akan lebih sukses. Ini dikarenakan saat mereka dihina, bukannya melemah tetapi malah semakin kuat berusaha agar keadaan hidupnya berubah lebih baik.

Jadi jangan pernah membiarkan kata-kata orang lain memengaruhi hidupku dan hidupmu yang sudah baik ini.

Mari ubah kata-katamu menjadi perkataan yang membangun bukan meruntuhkan




Suatu kali ada yang membagi sebuah renungan lewat WA. Di sana diceritakan ada seorang ibu dua anak kembar yang tanpa sengaja justru membunuh salah satu anaknya. Karena dituduh selalu pilih kasih.

Seorang ibu juga rentan stress, ketika ibu ini bekerja maka akan dikomentarin, 'kok tega sih ninggalin anak demi bekerja, memang gaji suami nggak cukup ya?'

Ketika jadi ibu rumah tangga, 'ih sarjana kok nggak kerja di rumah aja?', 'nggak pengen kaya ya?'

Seorang nenek bahagia tinggal sendiri di rumah lalu tetangga bilang, 'anaknya tega ya membiarkan ibunya sendirian di rumah'. Lalu nenek ini jadi sedih dan malah sakit-sakitan.

Banyak dari kita nggak sadar telah mengeluarkan perkataan yang tidak perlu dikatakan. Tahukah bahwa kata-kata itu tajam? Kata-kata begitu mudahnya mempengaruhi hidup seseorang, bisa membangkitkan atau meruntuhkan semangat.


Dunia ini diciptakan oleh Tuhan dengan perkataan. Tuhan berfirman, "jadilah terang, maka terang itu jadi."

Perkataan itu ada kuasanya. Jadi pergunakanlah perkataanmu sebagai alat untuk membangun orang lain. Sebagai orang tua janganlah mengutuki anakmu nakal tetapi berkati dengan berkata, 'anakku pintar, kamu hebat, kamu anak baik.'

Sebagai suami jangan berkata, 'istriku bodoh, jelek, gendut, tidak bisa apa-apa,' tetapi sebaliknya puji dia. Maka istrimu akan makin cantik, lembut dan baik.

Gunakan kata-katamu untuk memuji Tuhan dan juga memberkati sesamamu yang diciptakanNya.

Kamis, 23 Januari 2020

Pengalaman Unik Mandi Parfum Bak Putri Bangsawan


"Parfumnya tumpah po?" Tanya mama waktu berpapasan denganku, waktu itu aku baru keluar dari kamar.

"Enggak mah," sahutku.

"Kok wangi banget kayak putri dari Eropa?" Ujar kakak perempuanku.

He, he, aku geli ini pasti karena aku habis mandi parfum pakai Vitalis. Orang serumah jadi penasaran aku pakai parfum apa?

Rasa penasaran ini baru terjawab setelah suamiku ikut mandi pakai Vitalis juga. Dia memang suka ngasal pakai sabun mandi apa pun yang ada. Akibatnya orang serumah juga nanyain dia pakai sabun apa kok wanginya beda? Dan dijawab pakai Vitalis. Auto semuanya nggak percaya karena selama ini kan Vitalis adalah merek parfum.

Awalnya saya juga nggak percaya kalo Vitalis ini ada body wash-nya. Dan baru percaya setelah menemukan sendiri produknya di toko.

Perubahan yang Terjadi Setelah Mandi Keharuman dengan Vitalis Body Wash



1. Menjadi Jauh Lebih Percaya Diri

Hawa di Jogja ini makin panas meski sudah memasuki bulan Januari yang harusnya lebih banyak hujan. Nyatanya justru langit di kota ini malah selalu cerah bahkan tidak pernah meneteskan air dari langit.

Cuaca panas otomatis bikin badan jadi memproduksi keringat berlebih. Akibatnya ancaman bau badan tidak dapat dihindari.


Bagiku memiliki bau badan yang tidak sedap bisa menurunkan rasa percaya diriku. Apalagi jika hari Minggu atau Selasa jadwalku bertemu dengan teman-teman gereja. Bisa memalukan jika di antara mereka ada yang keceplosan bilang badanku bau atau menutup hidung. Parahnya jika ada yang bersin ketika bersalaman denganku. Wah, berarti bauku memang benar-benar tidak sedap.

Untunglah ada Vitalis bisa membersihkan keringat, kotoran dan debu serta wanginya lebih tahan lama.

Harumnya Vitalis membuatku lebih percaya diri jika bertemu dengan anggota keluarga yang lain maupun teman satu gereja.

2. Hubungan Rumah Tangga Lebih Harmonis

Sejak memakai Vitalis Body Wash, kami berdua jadi lebih lengket dari biasanya. Biarpun cuaca sedang panas-panasnya kami bisa betah duduk berdekatan. Padahal sebelum-sebelumnya kami jauh-jauhan sejak cuaca makin panas. Bahkan dalam satu kamar kami bisa tidur antara pojok sana dan pojok sini, ha, ha.

3. Lebih Semangat Menjalani Aktivitas

Mandi pagi memang sangat menyegarkan terutama jika mandi air dingin dengan Vitalis Body Wash yang wanginya tahan lama. Jadi makin semangat menjalani hari-hariku sebagai istri dan seorang blogger.

Wangi mewah bagaikan mandi parfum nyatanya sanggup membangkitkan semangatku yang kerap pudar.

4. Jadi Lebih Kreatif dan Produktif

Seorang blogger dituntut selalu kreatif dalam membuat konten (hmm, sebenarnya aku juga bisa menyebut diriku konten kreator). Kalau tidak, maka blognya akan kosong, sosial medianya juga nggak menarik, pengunjung sepi akibatnya job pun menjauh.


Persaingan dalam dunia digital makin ketat siapa yang kreatif dan terus produktif itulah yang akan bertahan.

Keharuman parfum dari Vitalis Body Wash memberikanku inspirasi untuk membuat konten dan mengaktifkan kembali ide-ide yang belum keluar.

5. Bermimpi Jadi Putri Bangsawan 

Seperti apa yang sudah disampaikan tadi di atas, bahwa dengan mandi keharuman Vitalis membuatku jadi lebih kreatif. Sampai-sampai aku bermimpi jadi seorang putri bangsawan dari Eropa yang akan pergi ke pesta dansa bersama pangeran (wuihh).


Lalu aku pun berandai-andai, seandainya dulu waktu menikah sudah ada Vitalis maka akan lebih spesial lagi momentnya. Tetapi masa itu sudah berlalu, masa kini harus mempersiapkan masa yang akan datang. Nggak terlambat juga kok untuk menikmati sensasi kelembutan dan semerbak wangi parfum saat mandi menggunakan Vitalis.

Cara asyik menggunakan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash


Ada dua macam cara menggunakan sabun kecantikan Vitalis, bisa dituang langsung di tangan bisa juga di spon mandi agar busanya lebih banyak. Usapkan ke tubuh yang sudah dibasahi.

Tetapi menurutku keduanya sama-sama asyik. Atau bisa juga mandi sambil berendam di bathup.

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash ini tersedia dalam 3 macam:

1. Fresh Dazzle


Warna sabunnya hijau muda dengan keharuman mewah diperkaya dengan ekstrak jeruk Yuzu dan Teh Hijau. Pengalamanku saat memakai varian ini cukup unik, karena aromanya menurutku cukup maskulin jadi bisa dipakai oleh kaum pria juga. Meski sebenarnya Vitalis merupakan sabun kecantikan yang dapat membantumu tampil glamor.

Setelah dibilas pun tidak meninggalkan rasa lengket atau terlalu kesat. Kulit tetap terasa lembab dan bersih dari kotoran.

Sensasi kesegaran sehabis mandi pun dapat, meski berkeringat lagi tetapi wangi sabunnya masih terasa.

2. Soft Beauty


Warna sabunnya ungu sesuai kemasan luarnya juga ungu tetapi lebih muda. Diperkaya dengan Alpukat dan Vitamin E, menjaga kelembaban dan merawat kulit agar tetap lembut dan elastis.

Kalo wanginya lebih cocok dipakai gadis remaja yang enerjik. Sensasi parfumnya tetap berasa mewah. Teksturnya kental dan busanya banyak, tidak meninggalkan rasa kering atau licin namun tetap lembab.

3. White Glow


Kalo yang ini pasti jadi favorit para wanita, selain warnanya yang cantik, wanginya itu lembut banget. Berasa manis kayak permen, wkwkwk.

Diperkaya ekstrak Licorice dan susu yang merawat dan menjaga kulit agar tetap bersih dan tampak cerah bersinar.

Vitalis, Pancarkan Pesonamu Raih Bintangmu


Setiap wanita pasti punya mimpi yang besar. Tetapi untuk mewujudkan mimpi itu pasti membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Bukan tidak mungkin jika seorang wanita bisa tetap mewujudkan mimpi meski sudah berkeluarga. 

Pesona kecantikan yang dianugerahkan Tuhan kepada wanita juga merupakan sesuatu yang wajib dijaga. Tak hanya cantik, wanita juga harus bisa menjaga agar badannya tetap wangi dan tampil glamor. 

Namun terkadang wangi parfum dengan body wash yang dipakai sering kali tidak sama malah menimbulkan bau yang aneh. Untuk itu Vitalis sangat mengerti kebutuhan para wanita sehingga dikeluarkan produk baru berupa body wash. 

Kini wanita Indonesia makin percaya diri dengan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash untuk meraih mimpinya. Kabar gembiranya nih, Vitalis Body Wash ini harganya cukup terjangkau di kalangan blogger kayak aku. Untuk kemasan botol, 100 ml dibanderol antara Rp. 10.000 s/d  Rp. 18.000 saja. Dan reffil 450 ml Rp. 20.000 s/d 28.000 saja. Jadi nggak perlu keluar uang banyak hanya demi mendapatkan sensasi keharuman parfum ala Vitalis.

Vitalis bisa dibeli secara online maupun offline. Aku mau pergi ke minimarket dulu ah, buat beli Vitalis Body Wash lagi...

Tentang Unza Vitalis


PT UNZA VITALIS adalah produsen produk perawatan kulit dan tubuh serta fragrance dengan merek-merek ternama antara lain, VITALIS, SUMBER AYU, IZZI, ENCHANTEUR, ROMANO, DOREMI, SAFI & BIO ESSENCE. Dengan berbagai pilihan merek dan didukung oleh distribusi yang kuat, saat ini PT UNZA VITALIS memimpin pasar Indonesia di kategori fragrance.

PT UNZA VITALIS adalah bagian dari  Wipro Consumer Care & Lighting Group, merupakan salah satu produsen dan pemasar produk perawatan tubuh terkemuka di Asia Tenggara dengan merek-merek yang difokuskan untuk jutaan konsumen di Asia. Wipro Consumer Care & Lighting Group memproduksi dan memasarkan lebih dari 24 merek unggulan di 50 negara diantaranya terdapat di Asia Tenggara, China, India dan sekitarnya. 

Senin, 20 Januari 2020

Teknologi Solar Panel

Sumber: DBS Bank
Energi baru ramah lingkungan semakin berkembang dan tak bisa dihindarkan. Dengan bermunculannya energi baru ramah lingkungan diharapkan mampu menekan penggunaan energi fosil yang ketersediaanya semakin terbatas. Melihat potensi tersebut, berbagai macam perusahaan teknologi mulai berlomba-lomba menciptakan produk berbasis energi yang ramah lingkungan. Peluang pengembangan sumber energi tenaga surya di Indonesia sangat besar. Terlebih letak geografis Indonesia menjadikan salah satu wilayah yang memiliki sumber energi terbaik di dunia.

Solar PV (Fotovoltaik) adalah metode pembangkit tenaga listrik dengan mengubah radiasi matahari menjadi arus listrik (DC) menggunakan semi konduktor yang menunjukan efek fotovoltaik. Solar PV atau sering disebut juga dengan solar panel atau panel surya terdiri dari sejumlah sel surya atau solar cell yang mengandung bahan atau material fotovoltaik (photovoltaics) yang disusun bersamaan dengan silikon monocrystalline, silicon polycrystalline, silikon amorf, telluride kadmium dan tembaga indium gallium selenide atau atau sulfida. Solar PV termasuk jenis photo dioda. Solar PV atau solar panel dapat bekerja untuk waktu yang cukup panjang hingga 25 tahun, tanpa memerlukan bahan bakar atau biaya operasional tambahan.

Sumber: Sewatama
Solar cell atau PV menghasilkan listrik arus DC dari sinar matahari yang dapat langsung digunakan untuk peralatan listrik DC atau untuk mengisi ulang baterai. Aplikasi praktis pertama Photovoltaics adalah satelit yang mengorbit listrik dan pesawat luar angkasa lainnya, tetapi sekarang sebagian besar modulfotovoltaik digunakan untuk pembangkit jaringan listrik tersambung setara PLN. Dalam hal ini inverter diperlukan untuk mengkonversi arus DC ke arus AC.

Indonesia mempunyai wilayah yang memiliki sumber energi matahari yang melimpah dan kita dapat memanfaatkannya sebagai sumber energi di rumah-rumah dan gedung dan saat ini di dunia kendaraan listrik dan energi tenaga surya sama-sama tengah dikembangkan. Dimana kendaraan listrik dapat memanfaatkan solar panel sebagai sumber energi listrik, teknologi ini sudah dikembangkan di sejumlah negara. Bahkan di beberapa negara mereka menggunakan teknologi ramah lingkungan dapat subsidi dari pemerintah. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa perusahaan jasa pasang solar panel salah satunya adalah Sewatama yang bergerak dibidang pengadaan dan pemasangan solar panel.

Jumat, 10 Januari 2020

Panduan Cara Klaim Asuransi Produk Gadget

Image: Pixabay.com

Di era teknologi yang super cepat perkembangannya ini, setiap orang dapat dipastikan memiliki handphone sebagai alat bantu komunikasi. Hal ini juga semakin dipermudah dengan banyaknya produsen handphone yang menjajakan produknya dengan harga yang relatif terjangkau dengan kualitas handphone yang sudah canggih. Mudahnya mendapatkan handphone ini membuat konsumsi handphone tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu komunikasi melainkan juga sebagai penunjang gaya hidup.

Antara merek hanphone satu dengan yang lainnya tentu berbeda tak terkecuali pada kualitas serta harga yang di banderol. Ini juga merupakan akibat dari segmentasi pasar yang dipilih oleh produsen. Karena pentingnya peran handphone dalam kehidupan manusia menyebabkan benda ini tak bisa lepas sedetik pun dari aktivitas sehari-hari.

Dengan demikian sangatlah wajar apabila benda ini rawan mengalami kerusakan atau menjadi benda yang diincar oleh sekelompok orang aksi kejahatan. Untuk melindunginya maka muncullah asuransi gadget. Asuransi ini seperti halnya dengan asuransi lainnya mewajibkan pemiliknya untuk membayar premi sesuai dengan besaran dan waktu yang telah disepakati sebelumnya. Namun, bagaimana cara klaim apabila terjadi kerusakan atau benda ini hilang? Berikut ulasannya.

1. Bawa handphone ke pusat layanan resmi

Setiap merek hanphone pasti memiliki pusat layanan resmi. Untuk itu, apabila terjadi sesuatu misal kerusakan segera bawa handphone ke pusat layanan resmi untuk pengajuan klaim.

2. Tunjukkan email sertifikat asuransi

Langkah kedua tunjukkan kepada petugasnya email sertifikat asuransi sebagai bukti bahwa Anda adalah peserta asuransi produk gadget. Apabila data sudah dinyatakan valid maka akan segera dilakukan penanganan.

3. Kenali faktor penolakan klaim asuransi

Yang ketiga ini merupakan hal yang harus Anda perhatikan sebagai bentuk antisipasi apabila klaim Anda ditolak. Pastikan Anda sudah mengecek terlebih dahulu periode asuransi serta layanan yang diberikan oleh pihak asuransi sesuai dengan kesepakatan di awal.

Mengetahui secara pasti bagaimana klaim asuransi merupakan hal yang wajib bagi setiap pemilik asuransi. Namun, bagi Anda yang masih ingin memilih asuransi ini perlu memperhatikan dimana Anda mengajukan asuransi. Salah satu platform yang kini bisa Anda manfaatkan untuk pengajuan asuransi dengan mudah adalah Tanamduit. Di Tanamduit Anda bisa memilih asuransi sesuai dengan kebutuhan Anda. Selain itu pula Anda bisa memilih asuransi kesehatan premi murah yang sudah banyak digunakan dan terbukti terpercaya.

Dengan Anda mempercayakan pada Tanamduit, segala layanan yang mudah, aman, dan cepat bisa Anda dapatkan hanya melalui satu aplikasi. Informasi lebih lanjut bisa Anda cek di https://id.tanamduit.com/

Kamis, 09 Januari 2020

Resolusi 2020, Kurangi Sambat, Lebih Banyak Ucapkan Syukur


Mengeluh itu nggak ada gunanya. Tapi banyak dari kita suka mengeluh dan menikmati penderitaan di dalam keluhan itu. Jika beruntung nih, ada orang yang mendengar keluhan dan tergerak untuk mengasihani kita. Jika tidak ya, selamat menderita dalam keluhanmu ya guys!

Tak dipungkiri setiap manusia pasti senang apa yang namanya mengeluh atau bahasa Jawanya "sambat". Bahkan sempat jadi judul buku, "Nanti Kita Sambat Tentang Hari Ini". Aku sih, belum pernah membaca dan nggak tertarik buat baca, cuma suka lihat timelinenya berseliweran di linimasa Twitter-ku. Mau nggak mau sih jadi nge-klik dan nge-scrolling juga, wkwkwk.

Kembali ke masalah sambat ya... Sambat itu biasa! Wajar, alamiah dan senantiasa melekat pada tiap manusia yang masih hidup. Yang nggak wajar itu, kalo kita sambat trus disemprot sama emak-emak sebelah, "woi, capek dengerin omonganmu, wong kok sambat terussss!!!" 

Nah, itu tandanya sambatmu udah kelewatan batas. 

Jujur, aku pribadi masih suka sambat alias mengeluh. Kok, hidupku gini-gini aja ya? Kok, nggak pernah menang lomba blog, sih? Kok, pageview blog-ku cuma segini-gini aja? Kok, follower sosmed-ku nggak nambah-nambah? Kok, uang di tabunganku cuma dikit? dsb, dsb, dst...

Woiiiiii! Sadar Yus! Kalo mau naik level, kamu harus banyak belajar hal baru, nggak mudah tersinggung dengan omongan orang, mudah memaafkan. Kalo mau menang lomba blog, ikutlah lomba dengan sungguh-sungguh, kumpulin data dan fokus menulis. Masa nulis buat lomba, cuma asal-asalan tapi ngarep menang, kamu seriusss? 

Sama aja ngaku blogger tapi jarang posting blog, duh! Seriuskah kamu dengan hidupmu? Masa depanmu itu terlalu sayang untuk dilewatkan dengan menyia-nyiakan hari ini. 

Daripada mengeluh, lebih baik ucapkan syukur. Terima kasih Tuhan, Engkau masih memberiku nafas hidup hari ini. Dengan kehidupan yang Tuhan kasih ke kita hari ini artinya masih ada kesempatan untuk mengubah nasib dan mencapai cita-cita. 

Seperti yang dialami saya awal tahun ini. Seharusnya di awal tahun kami sudah bisa menempati tempat tinggal yang baru, namun karena banyak hal maka masih tertunda sampai hari ini. Mimpi untuk tinggal terpisah dengan mertua harus aku simpan dulu.

Oke, aku anggap ini adalah waktu dan kesempatan buat aku untuk menyiapkan rencana usaha yang akan kami mulai di tempat yang baru. Saatnya kami mendekatkan diri kepada Tuhan dan lebih sungguh-sungguh mengandalkan Dia dalam segala hal, mulai dari yang besar bahkan hal yang terkecil sekalipun.

Tempat baru adalah tantangan baru, masalah baru dan berkat baru. Sebelum dapat menentukan mau tidaknya tinggal di tempat itu, aku dapat rhema agar lihatlah berkatnya bukan penghalangnya. Karena sebesar apapun tantangan jauh lebih besar kuasa Tuhan. Jika Tuhan di pihak kita, siapakah lawan kita? Tidak ada!

Mumpung masih di awal tahun 2020 ini, aku mau mengucap syukur dan bersemangat kembali mengelola blog ini dengan lebih serius. Setiap usaha pasti akan menghasilkan buah. Aminn!