Kamis, 09 Januari 2020

Resolusi 2020, Kurangi Sambat, Lebih Banyak Ucapkan Syukur


Mengeluh itu nggak ada gunanya. Tapi banyak dari kita suka mengeluh dan menikmati penderitaan di dalam keluhan itu. Jika beruntung nih, ada orang yang mendengar keluhan dan tergerak untuk mengasihani kita. Jika tidak ya, selamat menderita dalam keluhanmu ya guys!

Tak dipungkiri setiap manusia pasti senang apa yang namanya mengeluh atau bahasa Jawanya "sambat". Bahkan sempat jadi judul buku, "Nanti Kita Sambat Tentang Hari Ini". Aku sih, belum pernah membaca dan nggak tertarik buat baca, cuma suka lihat timelinenya berseliweran di linimasa Twitter-ku. Mau nggak mau sih jadi nge-klik dan nge-scrolling juga, wkwkwk.

Kembali ke masalah sambat ya... Sambat itu biasa! Wajar, alamiah dan senantiasa melekat pada tiap manusia yang masih hidup. Yang nggak wajar itu, kalo kita sambat trus disemprot sama emak-emak sebelah, "woi, capek dengerin omonganmu, wong kok sambat terussss!!!" 

Nah, itu tandanya sambatmu udah kelewatan batas. 

Jujur, aku pribadi masih suka sambat alias mengeluh. Kok, hidupku gini-gini aja ya? Kok, nggak pernah menang lomba blog, sih? Kok, pageview blog-ku cuma segini-gini aja? Kok, follower sosmed-ku nggak nambah-nambah? Kok, uang di tabunganku cuma dikit? dsb, dsb, dst...

Woiiiiii! Sadar Yus! Kalo mau naik level, kamu harus banyak belajar hal baru, nggak mudah tersinggung dengan omongan orang, mudah memaafkan. Kalo mau menang lomba blog, ikutlah lomba dengan sungguh-sungguh, kumpulin data dan fokus menulis. Masa nulis buat lomba, cuma asal-asalan tapi ngarep menang, kamu seriusss? 

Sama aja ngaku blogger tapi jarang posting blog, duh! Seriuskah kamu dengan hidupmu? Masa depanmu itu terlalu sayang untuk dilewatkan dengan menyia-nyiakan hari ini. 

Daripada mengeluh, lebih baik ucapkan syukur. Terima kasih Tuhan, Engkau masih memberiku nafas hidup hari ini. Dengan kehidupan yang Tuhan kasih ke kita hari ini artinya masih ada kesempatan untuk mengubah nasib dan mencapai cita-cita. 

Seperti yang dialami saya awal tahun ini. Seharusnya di awal tahun kami sudah bisa menempati tempat tinggal yang baru, namun karena banyak hal maka masih tertunda sampai hari ini. Mimpi untuk tinggal terpisah dengan mertua harus aku simpan dulu.

Oke, aku anggap ini adalah waktu dan kesempatan buat aku untuk menyiapkan rencana usaha yang akan kami mulai di tempat yang baru. Saatnya kami mendekatkan diri kepada Tuhan dan lebih sungguh-sungguh mengandalkan Dia dalam segala hal, mulai dari yang besar bahkan hal yang terkecil sekalipun.

Tempat baru adalah tantangan baru, masalah baru dan berkat baru. Sebelum dapat menentukan mau tidaknya tinggal di tempat itu, aku dapat rhema agar lihatlah berkatnya bukan penghalangnya. Karena sebesar apapun tantangan jauh lebih besar kuasa Tuhan. Jika Tuhan di pihak kita, siapakah lawan kita? Tidak ada!

Mumpung masih di awal tahun 2020 ini, aku mau mengucap syukur dan bersemangat kembali mengelola blog ini dengan lebih serius. Setiap usaha pasti akan menghasilkan buah. Aminn!

6 komentar:

  1. Informasi baru sambat:mengeluh. Ini gunanya kita sebagai penulis bebas. Tetap memberikan kontribusi pelajaran.
    Keren mba.

    BalasHapus
  2. Semangat mb... Semoga bisa nular ke akubyang kerap mudah ngeluh ngadapin segala hal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat! Ngeluh bikin capek, jadi bersyukur aja 🤗

      Hapus
  3. setuju mba sama palagraf awal.. jika mengeluh selamat menikmati penderitaan bertambah dengan keluhanmu sendiri, wkwk. setiap kejadian yang paling terburukpun pasti ada pelajaran baik yang bisa diambil didalamnya. bagaimana kita pandai2 berpikir positif dan bersyukur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes..mbak..harus dilihat selalu dari segi positif.

      Hapus

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.