Sabtu, 29 Desember 2018

Kilas Balik 2018 dan Resolusi Catatan Yustrini 2019



Menuju akhir tahun 2018 dan menyongsong tahun 2019 ini saya akan mengulas balik tentang Catatan Yustrini. Dan yang pasti membuat resolusi buat Catatan Yustrini tahun 2019 nanti.

Selama tahun 2018 sampai hari ini, tanggal 28 Desember sudah ada 62 postingan. Jumlah ini lebih banyak dari tahun 2017 yang cuma ada 42 postingan. Tapi saya sadar betul bisa mencapai angka 62 itu karena dibantu dengan mengikuti challenge 30 hari dari Blogger Perempuan. Artinya jika saya tidak menyelesaikan tantangan itu, saya cuma punya 32 tulisan saja.

Saya percaya bila sesuatu dikerjakan dengan serius maka akan mendatangkan hasil yang tidak mengecewakan. Sama dengan menulis, jika dilatih terus maka akan makin terasah. Berikut hal-hal penting yang terjadi di tahun 2018 dalam bidang menulis blog:

1. Postingan pertama di awal tahun 2018 adalah Wisata ke Candi Prambanan & Candi Ratu Boko. Merupakan postingan yang mendapat kunjungan terbanyak tahun ini.

2. Membuat blog baru khusus review film & buku di bulan Januari.

3. Berhasil menjadi pemenang ke 3 lomba Blog & Vlog Campaign dari Nusaresearch. Mengisi Waktu Luang dengan Survey dari Nusaresearch.

4. Mulai terjun ke lapangan untuk menulis. Nggak secara sengaja hunting sih, cuma baru jalan-jalan terus jepret-jepret buka mata, buka telinga terus tuangin di blog jadi satu postingan deh!

5. Mulai bergabung dengan komunitas blogger di bulan Juli, diantaranya ada Komunitas Blogger Jogja dan Blogger Perempuan. Sebenarnya saya sudah mengikuti Komunitas Blogger Perempuan sejak tahun lalu tapi tidak aktif ikut dalam event yang sering diadakan. Baru kemarin saja ikut #BP30DayChallenge2018.

Di event ini saya mulai bisa berkenalan dengan blogger-blogger yang lain. Bahkan menambah teman di akun medsos saya yang tadinya cuma sedikit.

4. Event pertama yang diikuti saya selama jadi blogger adalah event produk sampo yang bekerja sama dengan KBJ. Event ini ada pada bulan November 2018.

5. Mulai aktif di Kompasiana bulan November, sampai saat ini baru ada 2 tulisan.

6. Mulai ikut grup WA Blogger Jogja dan ikutan BW blog dan akun sosmed.

Di tahun 2018 ini saya banyak dibukakan pemikiran bahwa menulis blog nggak cukup hanya duduk di depan komputer dan menulis. Sesekali perlu terjun sendiri untuk mencari bahan tulisan sangat diperlukan. Suami saya sering bilang, buku memang jendela dunia. Tapi jendela itu kan kecil sementara dunia itu luas maka kamu perlu membuka pintu, keluar dan temukanlah pemandangan yang kamu lihat dari jendela. Rasakan kamu memang  berada di tempat itu dan tuliskan apa yang kamu rasakan.

Dan rasanya memang beda nulis berdasarkan pengalaman dibanding hanya menulis dengan data cari di google. Beda feel nya.

Saya percaya apa yang terjadi kepadaku telah diatur oleh Tuhan, bisa masuk dalam dunia blog juga karena Tuhan. Meski begitu, resolusi juga sangat diperlukan supaya hidup lebih terarah.

Resolusi Tahun 2019:




1. Merapikan blog di awal tahun 2019 sekaligus membranding diri.
2. Lebih selektif dalam mengikuti lomba blog sambil belajar meningkatkan kemampuan menulis.
3. Rajin blogwalking ke blog teman-teman.
4. Rajin share ke sosial media supaya blog banyak pengunjung.
5. Belajar memotret supaya foto-foto di blog terlihat menarik.
6. Menulis dengan jadwal yang ditentukan.
7. Rajin mengikuti event yang diadakan komunitas.
8. Aktif menulis untuk 2 blog, Kompasiana, The Smarterway Community by ShopBack.

Udah itu aja. Kalo kebanyakan, takutnya nanti nggak jalan, keburu males duluan lihat daftarnya. Gimana sama kamu? Apakah sudah membuat resolusi blog di tahun 2019? Apapun itu saya doakan supaya segala rencana kamu yang baik dapat terlaksana di tahun 2019. Amin.

Selamat Tahun Baru 2019. 

Salam Damai,

YUSTRINI


Tulisan ini diikutsertakan dalam 2018 Year In Review Blog Challenge. 
#BloggerPerempuan

Dapat apresiasi E-money dan gantungan kunci. 

Kamis, 27 Desember 2018

Horeee! Ada Trans Jateng di Purwokerto!

Mencoba Naik Trans Jateng 


Sudah sejak pertengahan bulan Agustus 2018, bus Trans Jateng dioperasikan di Purwokerto, tapi saya baru berkesempatan mencoba pada bulan Desember ini. Mumpung suami lagi liburan, jadi saya ajak dia untuk menemani.

Halte BRT RS. Margono Purwokerto

Dari rumah kami berjalan kaki ke Halte RS. Margono, di sana kami menunggu cukup lama. Karena bus Trans Jateng yang melintas cukup penuh dengan penumpang sampai banyak yang berdiri. Ada 2 bus yang melewati halte tanpa berhenti. Sopir bus mengklakson dan kondekturnya mengatupkan tangan kepada kami sebagai tanda maaf tidak bisa mengangkut karena penuh. 

Bus Trans Jateng yang kedua menolak kami, huhuhu

Sekitar 45 menit kami menunggu sambil menahan malu karena beberapa orang yang lewat memandang kami penuh rasa iba. Bahkan ada tukang sampah yang menasehati kami agar naik angkutan kota saja.

"Numpak angkot bae, ngadang trans suee," itu kalimat bapak yang dilontarkan ke kami.

*terjemahan: "Naik angkutan kota saja, menunggu trans lama".

Kami cuma cengar-cengir mendengarnya, nggak tahu sih ni bapak, kami tuu mau ngicipin naik Trans Jateng. Bukannya pengen pergi ke mana, naik apa aja asal sampai sana. Bukan, tapi cuma mau naik bis muter-muter aja.

Akhirnya ada juga satu bus yang berjalan merapat ke halte dan berhenti di depan kami dengan menurunkan 1 penumpang. Sebelum naik, pak kondektur menanyakan kesediaan kami naik tapi berdiri atau mau menunggu bus selanjutnya. Daripada kelamaan nunggu bus yang belakang dan penuh lagi, kami putuskan untuk ikut yang ini saja.

Di dalam bus, kondektur langsung menanyakan tujuan kami dan mengenakan bea 8 ribu untuk kami berdua. Tiket yang diberikan berupa e-ticket. Belum ada mesin scan seperti di dalam bus Trans Jogja, mungkin belum bisa menerima pembayaran dengan kartu langganan.

Rute Trans Jateng Jurusan Purbalingga-Purwokerto

Dari halte RS. Margono bus berjalan melewati Jalan Gerilya, belok ke jalan S. Parman, Jl. Sudirman, Jl. RA. Wiryaatmaja, Jl. Gatot Subroto, Jl. Merdeka, Jl. Sudirman, Jl. S. Parman, Jl. Gerilya, Jl. Suwatio lalu ke Terminal Bulu Pitu.

Adapun Halte yang dilewati setelah Halte RS. Margono ada Halte Andhang Pangrenan, Halte RRI, Halte Pasar Manis, Halte SMA N 1 Purwokerto, Halte Bank Mandiri, Halte Rajawali, Halte Terminal Bulu Pitu.

Bus mulai lengang ketika sudah sampai di Halte dekat Rita Mall karena hampir semua penumpang tujuannya ke Mall. Kelihatannya yang tidak turun cuma kami deh :). Beberapa penumpang naik tapi nggak banyak, masih ada kursi yang kosong.

Poster himbauan bagi para penumpang
Trans Jateng ini dilengkapi dengan AC, alat pemecah kaca jika kondisi darurat, pengharum ruangan(ini penting buat mengusir bau tidak sedap), beberapa poster himbauan untuk memprioritaskan tempat duduk bagi penumpang lansia, wanita hamil dan anak-anak. Oya, di dalam Trans Jateng diatur supaya penumpang pria berada di bagian depan dan wanita berada di belakang. Sebagai wanita saya jadi merasa lebih nyaman, karena terhindar dari peluang terjadinya pelecehan seksual di dalam bus oleh oknum tak bertanggungjawab.

Sekitar pukul 11.50 kami turun di terminal Bulu Pitu Purwokerto yang adalah tujuan akhir dari Trans Jateng. Jalurnya baru ada satu yaitu dari Terminal Bukateja Purbalingga berakhir di Terminal Bulu Pitu Purwokerto. Di sini bus akan beristirahat sambil menunggu antrean keberangkatan lagi. Demikian juga yang dari Purwokerto akan beristirahat di Terminal Bukateja sebelum berangkat kembali. Selama istirahat ini, bus dicek dan dibersihkan.

Bus Trans Jateng yang baru beristirahat di terminal Bulu Pitu

Saat kami tiba, ada 4 armada bus yang ada di Terminal saat itu yang menunggu diberangkatkan. Setelah ada satu bus masuk dan menurunkan penumpang, satu bus yang sudah berada di terminal baru akan diberangkatkan, alurnya terus seperti itu. Kami ikut naik, tapi dapat tempat duduk karena penumpang tak sebanyak tadi. Rupanya yang pergi ke Purbalingga cuma sedikit. Di halte-halte BRT juga tidak banyak penumpang yang naik atau turun. Jadi nggak banyak berhenti.

Rute Trans Jateng jurusan Purwokerto-Purbalingga

Dari Bulu Pitu melewati Jl. Sultan Agung lalu tembus ke depan Depo Pelita, Jl. Jend. Sudirman lalu belok kiri di perempatan Klenteng Sokaraja ke arah Purbalingga. Di beberapa titik juga diberikan halte seperti depan SMP 1, depan Klenteng dan Bulog.

Kira-kira dalam 15 menit, bus Trans Jateng sudah sampai di Terminal Purbalingga. Penumpang pun mulai banyak yang turun di sini kecuali saya dan suami yang terus melanjutkan ke Terminal akhir Bukatteja.
Trans Jateng menuju ke Purbalingga sepi penumpang

15 menit kemudian bus sudah masuk ke terminal Bukatteja. Di sana sudah bejibun orang yang mau pergi ke Purwokerto naik Trans. Sampai di sini saya lemas, deg-degan nggak bisa pulang lagi, he he. Kalo terpaksa nggak kebagian bus, naik Grab atau Gojek aja tapi tentu saja duitnya berlipat-lipat lebih mahal. Alternatif terakhir naik bus biasa yang jauh dari kata "nyaman" wkwkwk.

Kami memutuskan untuk jalan-jalan sambil cari makan siang untuk mengumpulkan tenaga biar kuat berdesakan di Trans.

Suasana di terminal Bukatteja

Kota Bukatteja cukup sepi siang itu tapi keadaan terminal cukup ramai. Banyak orang yang datang ke terminal dengan berjalan kaki, ada juga yang naik sepeda motor tapi dititipkan terus naik trans, wkwkwk. Pada demam bis tayo eh, bis trans nih. Ya lebih irit uang dan tenaga plus aman juga daripada naik motor ke Purwokerto.

Selesai makan siang, saya ikut antre di halte. Wow, banyak banget yang antre mau naik. Saking banyaknya dua kali pemberangkatan bus saja nggak cukup, bwahaha.

Trans Jateng yang berada di Terminal Bukatteja 

Pemberangkatan bus dari terminal Bukateja ini nggak dipenuhin mengingat masih ada penumpang yang di jalan juga menunggu naik. Kasihan kan kalo mereka dilewatin terus, kayak jomblo menanti jodoh nggak datang-datang *oops inget masa lalu.

Kami menunggu sampai dua bus berangkat, haiya biar antre di atas halte kami nggak keangkut *ilmu pendorongannya kurang sip, kalah sama yang dipinggir he, he. Baru deh, di keberangkatan bus yang ketiga, kami bisa diangkut. Itu pun karena kami berada di depan sendiri, awalnya kami dapat tempat duduk namun ada penumpang yang lebih membutuhkan akhirnya kami berdiri. Tahukah kamu ternyata berdiri bergelanyutan di dalam bis itu susah. Walau ada pegangannya tetep aja, berayun-ayun kayak mau jatuh, hihihi. Biar pegel di tangan dan kaki, naik bis berdiri seru juga lho!

Setelah melalui perjalanan sekitar 20 menit kami sampai juga di Halte kami pertama naik. Yee, berhasil, akhirnya saya pulaaanggg.

Oya untuk rute dari Bukateja, Terminal-Jl. Raya Purbalingga Banjarnegara, Jl. Raya Bojong, Jl. Letjen S. Parman, Jl. Letkol Isdiman, Jl. Komisaris Noto Sumarsono, Jl. Jompo Kulon, Jl. Klahang, Jl. Letjend Suprapto, Jl. Jend. Sudirman Sokaraja, Jl. Suparjo Rustam lalu ke Halte RS. Margono.

Ada beberapa Halte yang saya ingat letaknya di tempat yang strategis yaitu Terminal Bukateja, Halte Jompo, Terminal Purbalingga, Halte MAN, Halte Bulog Klahang, Halte Klenteng, Halte SMP N 1 Sokaraja, Halte Orthopedi.

Naik Trans Jateng ini asyik sih, cuma jalurnya baru ada satu dari Terminal Bulu Pitu ke Terminal Bukateja, haltenya untuk wilayah Purwokerto masih sedikit. Saya rasa Trans Jateng ini cocoknya untuk warga Purbalingga yang mau berpergian ke Purwokerto. Ongkosnya pun murah 4000 untuk umum, 2000 untuk pelajar/mahasiswa dan veteran. Khusus hari libur, berlaku harga umum dan veteran saja.

Kalau untuk orang Purwokerto cukup sulit jika mau pulang pergi naik Trans, karena kebanyakan haltenya baru ada di satu sisi jalan aja. Misal dari Halte RS. Margono baru ada di sisi jalan yang dari arah Sokaraja, sementara jika saya ingin pulang dari arah Purwokerto harus transit 2 kali. Di terminal Purwokerto dan di SMP 1 Sokaraja turun,  menyebrang jalan, baru naik Trans yang jurusan Purwokerto. Ribet kan? Belum lagi haltenya masih berbentuk portabel. Jadi tiap turun kalo mau naik, ya bayar lagi. Nggak seperti Trans Jogja yang turun naik selama tidak keluar halte dan di situ ada petugasnya nggak usah bayar lagi.

Harapan saya semoga transportasi seperti Trans Jateng ini akan bertambah jalur dari Cilacap, Kroya ke Purwokerto supaya kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi yang aman, nyaman, murah dan bisa mengurangi angka kecelakaan dan kemacetan di jalan dapat terpenuhi. 

Rabu, 26 Desember 2018

Cara Mengganti Jadwal Tiket Kereta yang Sudah Terlanjur Dipesan

Natal tlah tiba, horeee saatnya liburaaann. Berkumpul sama keluarga tentu jadi moment yang sangat ditunggu oleh semua orang termasuk saya. Mudik termasuk suatu tradisi bagi Indonesia saat hari raya. Saya juga ikutan mudik keluar kota. Transportasi yang saya dipilih adalah kereta api, baru pilihan kedua adalah bus.

Kereta api adalah transportasi yang nyaman, aman dan cepat. Nggak butuh waktu lama untuk menempuh perjalanan dari Yogyakarta ke Purwokerto, hanya sekitar 4 jam saja lho! Cepat ya? Nggak heran kalo kereta adalah transportasi yang terus banyak peminatnya karena bebas macet beda kalo naik bus, wah bisa 7 jam hanya untuk Jogja-Purwokerto pas musim liburan begini. Pengalaman suami saya malah 10 jam waktu mudik lebaran.

Karena banyak peminatnya, sebaiknya beli tiket jauh-jauh hari dari jadwal keberangkatan. Bisa kehabisan lho! Nggak perlu datang ke stasiun buat beli tiket cukup secara online saja lewat aplikasi toko online atau KAI Access. Bayarnya bisa via ATM, toko seperti Indomaret/Alfamart atau mobile banking. Kalo males repot bisa minta tolong saya, he, he, he.

Tapi... setelah dibeli ternyata oh ternyata jadwal libur harus mundur berarti tiketnya percuma dong? Jangan khawatir sekarang bisa mengubah jadwal atau membatalkan tiket kereta kok! Syaratnya minimal 30 menit sebelum jam keberangkatan kereta.

Doc. Pribadi

Berikut pengalaman saya saat mengubah jadwal kereta di stasiun Purwokerto.

Ketika datang ke stasiun saya langsung tanya ke petugas dan bilang kalo saya mau membatalkan tiket keberangkatan kereta. Dia bilang saya harus ambil nomor antrian untuk loket pembatalan dan mengisi formulir dulu.

Doc. Pribadi

Setelah diisi saya mengantre di ruang yang sudah disediakan. Antrean cukup banyak, tapi karena keberangkatan saya bukan hari itu saya cukup santai. Akhirnya setelah menunggu sekitar setengah jam nomor saya dipanggil. Setelah dicek apakah kereta dan jadwal sudah sesuai dengan yang diinginkan, saya pun dimintai biaya sebesar 26 ribu yaitu 25% dari harga tiket. Lalu saya diberi tiket sementara dengan jadwal baru. Selesai.

Ternyata nggak sesulit yang saya bayangkan. Oya, jika kita mau mengubah jadwal salah satu penumpang tapi dengan satu kode booking, maka yang ditulis adalah nama penumpang yang akan pindah jadwal/batal berangkat.

Doc. Pribadi

Kalau ingin mengubah jadwal, maka kita harus mengisi bagian nama kereta pengganti. Kalau dibatalkan maka kita mengisi yang di bawahnya yaitu pilihan cara mengambil uang yang sudah dibayarkan, mau transfer atau tunai. Saya sarankan lebih baik pilih transfer bank daripada tunai karena pengambilan hanya bisa di stasiun asal keberangkatan saja. Waktunya pun dibatasi minimal 30 hari setelah pembatalan.

Setelah berhasil melakukan perubahan jadwal, saya lihat-lihat stasiun dulu. Dan baru menemukan informasi kalau perubahan jadwal kini bisa dilakukan melalui KAI Access. Ahh, telat kenapa nggak dari tadi coba? Waktunya kan nggak terbuang percuma buat antre.

Caranya tentu download aplikasi dulu di Google Play atau App Store dulu. Lalu buat akun KAI. Buka menu My Trips, pilih kode booking yang akan dilakukan perubahan jadwal. Pada menu E-ticket klik tombol "ubah jadwal" atau "pembatalan" sesuai keperluan. Catatan: hanya dapat dipilih jika kode booking berstatus lunas dan maksimal 24 jam sebelum waktu keberangkatan kereta.

Penumpang. Pilih nama penumpang, baca syarat & ketentuan kemudian centang untuk setuju. Lanjutkan proses ubah jadwal/pembatalan.

Kalau ubah jadwal lanjut ke cari tiket. Pilih stasiun asal, tujuan, tanggal dan klik "cari tiket". Pilih kereta sesuai dengan tanggal & waktu yang kamu inginkan. Konfirmasi Pemesanan, pastikan jadwal yang dipilih sudah sesuai.

Kalau pembatalan lanjut ke Akun Bank, untuk kepentingan refund atau pengembalian dana. Proses transfer ini dilakukan setelah hari ke-30 hingga hari ke-45 dan hanya melalui rekening bank ke salah satu penumpang dalam kode booking tersebut. Lanjut ke konfirmasi pembatalan. Pastikan tiket yang akan dibatalkan sesuai dengan yang kamu inginkan. Klik "konfirmasi dan lanjutkan" dan selesai, kamu berhasil melakukan pembatalan tiket.

Konfirmasi Pembayaran (ubah jadwal). Pada halaman ini akan ditampilkan harga tiket kereta baru, harga tiket sebelumnya, biaya perubahan jadwal dan total biaya yang harus dibayar. Biaya perubahan/pembatalan adalah sebesar 25% dari harga tiket yang lama. Jika harga tiket yang baru lebih tinggi maka harus membayar selisih harga tersebut. Jika  harga tiket baru lebih rendah, maka tidak ada pengembalian dana.

Wah, saya makin suka pakai jasa Kereta Api Indonesia nih kalau gini caranya. Harapan saya, semoga tahun 2019 akan ada fasilitas yang lebih baik dari PT. KAI baik sarana pemesanan tiket, pelayanan di stasiun, fasilitas umum dan kereta.




Rabu, 19 Desember 2018

Day 30: Target Blogging di Tahun 2019


Horeee akhirnya bisa sampai di hari terakhir #BPN30daychallenge2018. Terima kasih buat Tuhan Yesus yang memampukan saya untuk terus menulis di tengah kesibukan rutinitas harian yang lain. Terima kasih buat suami yang mendukung saya untuk tidak berhenti menulis dan menyelesaikan tantangan ini. Dan semua pihak yang telah mendukung saya menjadi blogger sampai hari ini.

Terima kasih buat yang sudah baca dan meninggalkan komentar di postingan #BPN30daychallenge semoga tidak bosan lihat update-an saya tiap hari. Terima kasih buat apresiasi kalian (udah, udah nggak usah kepanjangan ucapan terima kasih, ini belum terima Blogger Award kali!). Oops, maaf kalian sudah menghabiskan waktu buat baca tulisan nggak penting ini.

Sebagai blogger pemula tentu harus banyak-banyak belajar menyerap ilmu. Blogwalking ke rumah blogger yang sudah profesional merupakan salah satu cara untuk belajar. Dalam usianya yang mau masuk ke tahun ke-3 blog ini baru memiliki sekitar 133 postingan sampai hari ini. Termasuk sangat sedikit ya? Kalau dihitung rata-rata dalam setahun hanya ada 44 postingan saja.

1. Menulis lebih banyak dari tahun ini. Minimal mau posting seminggu 3 kali. Kalo ODOP seperti ini saya sadar isi artikel jadi kurang maksimal dan nggak kreatif karena ngerjainnya kayak dikejar-kejar deadline.

2. Meningkatkan DA/PA blog. Tadi barusan baca di C2Live jika jumlah DA/PA itu berpengaruh ketika mau ikutan event dari sebuah produk atau mau mencari kerjaan. Lalu apalah saya yang sampai hari ini cuma dapat angka yang sangat kecil.

3. Mau ngebranding diri dulu sebagai blogger dan mengelola blog lebih serius lagi. Yakin, Mau Jadi Blogger Full Timer? Ho, ho, ho. Iya karena hanya ini yang bisa saya kerjakan sekarang.

4. Belajar menulis dengan bahasa yang lebih tertata dan mudah dimengerti. Saya sadar masih sangat berantakan dalam menulis. Kadang saya juga nggak mudeng baca tulisannya sendiri. Huhuhu.

5. Mau banyak-banyak kenalan dengan rekan blogger, ikut event dan ikut lomba biar bisa belajar berkomunitas juga.

Selasa, 18 Desember 2018

Day 29: 5 Situs Favorit


Ini adalah hari ke-dua puluh sembilan #BPN30daychallenge2018, arghhh sebentar lagi selesaiii... Akhirnya saya hampir mencapai garis finish. Tapi ini bukan akhir saya nulis di blog. Justru dengan berakhirnya tantangan dari #BloggerPerempuan ini artinya saya harus mencari tema buat tulisan saya selanjutnya. Untuk itu saya perlu nih mendapatkan sumber inspirasi salah satunya dari situs website.

Menulis tanpa riset tentunya akan menjadi hoax atau sekalian aja bikin cerita fiksi. Padahal biar cerita fiksi jangan sampai memberi informasi yang keliru. Misal seorang anak kecil kok bisa mendonorkan darahnya ke orang dewasa nggak pake dites lagi golongan darahnya. Padahal kalo mendonorkan darah harus dicek semua, tinggi badan dan berat harus seimbang.

Berikut adalah 5 situs yang biasa saya kunjungi:

1. Wikipedia



Wikipedia ini merupakan sumber informasi yang bagus buat tulisan saya. Bentuknya seperti buku ensiklopedia, jadi nggak perlu susah cari referensi secara offline. Tinggal tulis kata kunci misal "Dinosaurus" udah deh tinggal klik keluar semua

2. C2live



Ini adalah situs yang saya sukai karena kasih informasi tentang lomba blog, profil blogger, tips ngeblog yang tentunya sangat bermanfaat buat blogger pemula seperti saya. 

3. Popbela


Situs Popbela memang pas banget buat wanita, selain ada tips tentang kecantikan juga ada tips hubungan, infotainment dll. 


4. Kompasiana



Kompasiana merupakan situs tempat berbagi opini dan informasi bagi para anggotanya. Di sini juga diadakan berbagai event menarik yang bisa semakin mempererat hubungan antar anggotanya yang disebut kompasianer. Ada juga lomba menulis artikel dengan berbagai macam hadiah seperti uang tunai, voucher dan jalan-jalan. Asyik ya?

5. IDN Times



Merupakan situs yang juga hampir mirip sama Kompasiana merupakan kumpulan artikel dari para anggotanya tapi harus melewati tahap kurasi dulu sebelum ditayangkan. Jadi kalo nulis belum tentu dipublish.

Karena melewati proses editor maka artikel di IDN Times ini cukup bermutu. Reward yang didapat penulis berupa poin yang nantinya bisa ditukar dengan uang tunai.

Senin, 17 Desember 2018

Day 28: 5 Situs Belanja Favorit



Siapa di sini yang belum pernah sekalipun belanja online? Dan siapa yang tergila-gila belanja online sampai nggak tidur karena mantengin diskon di Harbolnas kemarin? Wkwkwkw. Kalo saya kadang-kadang aja sih belanja online masih suka datang di toko offline sekalian cuci mata sama jalan-jalan. Tapi nggak dipungkiri juga jika saya sudah terpapar dengan radiasi demam belanja online di Indonesia. Nah mana situs belanja online favorit saya?

1. Mataharimall
kompasiana
Bisa dibilang saya sering belanja fashion di sini. Beberapa kali dapat promo yang lumayan buat beli baju dan tas. Enaknya belanja di Mataharimall itu karena ada toko offline-nya jadi sebelum transaksi bisa lihat dulu barangnya di toko. Sudah pas ukurannya belum, bahannya cocok nggak, warnanya gimana? Kalo dah cocok baru deh transaksi secara online.

Matahari Mall juga banyak kasih diskon kalo pas akhir tahun gini. Sering dapat kiriman email berisi voucher-voucher. Kalo pas butuh baju seneng aja, tapi kalo nggak pas butuh bikin ngiler pengen beli. Keuntungan lainnya kualitas barang pasti terjamin karena kebanyakan merek yang udah terkenal, bisa diambil di toko selain Matahari juga. Biasanya jadi bebas ongkir.

2. Tokopedia
Tribunnews
Ini situs belanja favorit aku sejak awal kenal toko online. Pertama beli adalah tiket kereta. Lumayan dapat cashback daripada antri beli di stasiun, pesan tiket di Tokopedia lebih cepat, lebih efektif dan efisien. Selain tiket kereta juga sering beli pulsa, beli barang yang murah sering dapat kupon gratis ongkir.

3. Bukalapak
Bukalapak
Baru kenal Bukalapak sejak ada mainannya, he he. Ngumpulin receh buat beli pulsa. Awalnya nggak tertarik sama Bukalapak karena isunya banyak pelanggan yang kena tipu penjual. Saya pernah sekali kecewa sama juga tapi untuk barang-barang yang lain oke. Hanya sebagai pembeli kudu waspada, cermati membaca deskripsi produk biar nggak salah pesan. Trus jangan tergiur sama barang yang murah banget dari harga aslinya. Promo Harbolnas kemarin lumayan banget bisa beli token listrik 20ribu cuma bayar 12 rupiah aja.

4. Shopee
Tribunnews
Shopee adalah situs belanja online yang sering saya pakai buat beli barang kebutuhan wanita. Pertama download karena diajak saudara untuk goyang Shopee. Pernah dapat koin sampai 100 ribu sekali goyang. Itu terbanyak tapi selanjutnya cuma recehan aja. Untuk tampilan aplikasinya bagus tapi loadingnya lama karena banyak pernak-perniknya.

5. Lazada
jurnalapps.co.id
Situs ini juga lumayan menawarkan barang yang banyak promonya, pertama gabung karena diajak pasangan. Tertarik dengan Lazada karena promonya. Sekali lagi promo. Lha apalagi yang bikin tertarik selain promo?

Minggu, 16 Desember 2018

Day 27: Simple, 5 Hal Kecil Ini Dapat Membuatku Merasa Bahagia



Apakah yang dapat membuat hati ini bahagia? Yang tahu adalah diri sendiri. Kebahagiaan itu mudah muncul, juga mudah hilang. Tak bisa diukur. Tergantung bagaimana kita merespon setiap kejadian dalam hidup itulah yang menentukan seberapa bahagiakah kita sebenarnya?

Waktu masih anak-anak hingga dewasa, saya berusaha mencari kebahagiaan. Buku-buku yang berhubungan dengan kebahagiaan pun selalu saya cari. Saat itu satu keinginan saya yaitu untuk mengetahui apakah definisi kebahagiaan itu dan bagaimana caranya untuk berbahagia?  

Entah kenapa saat remaja saya selalu berpikir bahwa kebahagiaan itu sangatlah sulit dicapai. Sepertinya di alam pikiran saya ini selalu hidup menderita. Mungkin aneh buat beberapa orang dan buat saya sekarang, seorang yang masih remaja bisa berpikir demikian. Padahal masa anak-anak & remaja adalah masa yang menyenangkan dan berbahagia. Orang juga bilang saya ini sulit sekali untuk tersenyum padahal jika melihat foto saat saya kecil, saya selalu tersenyum bahkan tertawa begitu lepas. 

Seiring waktu berjalan dan makin dewasa saya mengerti bahwa kebahagiaan itu sebenarnya sederhana. Saya tidak perlu memiliki uang banyak, usaha berhasil atau menang lomba blog untuk jadi bahagia. 

Bahagia itu sederhana.

Lewat 5 hal kecil yang terjadi belakangan ini saya juga bisa merasa bahagia:

1. Bisa bangun pagi, bertemu dengan orang-orang yang kita kasihi dan masih bisa beraktifitas dengan lancar. Hal paling sederhana dan sepele ini sering dianggap angin lalu karena kita sudah biasa begitu. Namun hari ini akan jauh berbeda jika diawali dengan mengucap syukur atas hari yang baru, rasanya kebahagiaan itu mengalir begitu saja.

2. Masuk ke dalam sebuah komunitas rohani. Saya sudah beribadah secara teratur di gereja tetapi begitu ke Jogja saya langsung diajak suami ikut Kelompok Sel (Komsel). Di Komsel ini saya banyak sekali belajar tentang bagaimana sharing, berbicara di depan sebuah kelompok, memimpin pujian, berdoa syafaat dan merasakan memiliki keluarga rohani.

3. Ikut event dan kopdar dengan para blogger Jogja. Selama ini suka menulis tetapi belum pernah sekalipun bertemu dengan orang yang sama-sama suka nulis atau blogger sekalipun. Puji Tuhan kemarin bulan November saya berkesempatan hadir di event sebuah produk shampo kemudian berlanjut mengikuti forum komunikasi BNN dan diskusi pameran foto Jogja yang Hilang. Di situ saya merasa bahagia karena tambah teman dan wawasan juga.

4. Menonton film yang bagus. Lewat film yang ceritanya bagus saya juga merasa bahagia. Nggak harus film di bioskop sih, tapi nonton film box office yang disiarkan ulang di tv pun saya merasa bahagia. 

5. Mengucapkan terima kasih dan menerima ucapan terima kasih. Kata yang sangat sederhana namun mengena. Walau orang kadang mengucapkannya sambil lalu. Tapi kata "terima kasih" ini cukup menenangkan buat orang yang memberi.

Saya sendiri jika memberi sesuatu ke orang dan orang itu bilang terima kasih, rasanya ada suatu kebahagiaan tersendiri datang dari dalam. Demikian juga suami saya, simpel ketika saya mengucapkan terima kasih ketika diberi sesuatu dia juga merasa bahagia. 

Ya bahagia itu datangnya dari dalam melalui ucapan syukur dan jauhlah mengeluh. 

Sabtu, 15 Desember 2018

Day 26: 5 Produk Kecantikan yang Saya Gunakan



Puji Tuhan sampai juga di hari ke-26. Tema hari ini tentang produk kecantikan yang digunakan dan direkomendasikan. Sebenarnya nggak pas juga jika saya nulis soal produk kecantikan. Asal tahu aja saya tu orangnya nggak pernah dandan cuma pakai bedak aja, udah. Paling kalo kondangan baru deh pake lipstik tapi tipis aja. Tetapi sebagai wanita saya tetap pakai produk kecantikan minimal lulur, sabun muka, masker biar tetap terawat dan wangi kulitnya.

Nah apa saja produk kecantikan yang saya pakai? Ini dia 5 diantaranya:

1. Pond's Acne Solution Facial Wash
Shopee
Saya memakai sabun muka sejak dari SMP, awalnya bukan Ponds tapi merk-merk lain sejak ada Ponds saya baru mulai memakai. Suka gonta-ganti dengan merk yang lainnya tergantung yang murah apa, itu yang dibeli. Tapi kalo merk lain beli yang bukan anti acne jadi keluar jerawat banyak. Akhirnya mencoba setia dengan Pond's Acne Solution ini. Nggak sepenuhnya jerawat jadi nggak muncul, tapi kalo pakai Pond's lumayanlah bikin bersih wajah dari noda jerawat.

2. Pembersih All in One Sariayu Martha Tilaar


bacaterus.com
Biasanya saya pakai kalo sebelum pakai bedak, biar mantap sih kulitnya nggak berasa tebal karena kotoran. Pernah pakai yang dua kali tapi saya tipe orang yang nggak suka ribet maka pakai yang all in one. Baru pakai secara teratur dua tahunan ini. Masih antara rajin dan malas sebenarnya. Tapi kalo rajin ya mukanya jadi bersih maka diusahain selalu pakai setiap mau pakai bedak, sehabis dari bepergian dan sebelum tidur.

3. Krem Masker Jerawat Sariayu Martha Tilaar


IDN Times

Jerawat memang musuh utama buat kulit muka saya. Maka berbagai cara dipakai buat mengusir jerawat salah satunya dengan memakai masker jerawat ini. Saya merasa jerawat di muka lebih cepat kering setelah memakai masker. Kulit lebih cling, segar dan kencang. Harga masker ini pun murah sekitar 38 ribu untuk ukuran 100 gr.

4. Lulur mandi Purbasari


Female Daily
Dari dulu suka pakai lulur mandi yang dari Purbasari ini karena scrubnya nggak terlalu kasar, wanginya khas banget. Bikin tubuh jadi wangi dan menjaga warna kulit tetap cerah. Habis pakai lulur ini rasanya semua kotoran jadi rontok.

5. Bedak Pixy Two Way Cake


OLX
Saat ini sedang suka pakai bedak dari Pixy ini karena warnanya natural jadi nggak terlalu putih di kulit saya. Bikin cerah juga. Cocok di mukaku. Nggak terlalu paham juga sama bedak yang jelas jika dipakai nggak nambahin jerawat itu aja sih yang penting buat saya.



Jumat, 14 Desember 2018

Day 25: Kenangan Masa Kecil


Wah sudah sampai ke hari 25 ya teman-teman. Semoga para pengikut blog ini nggak bosan dapat notif terus tiap hari ya. Maafkan saya karena posting mulu tiap hari, hihihi. Memang sih setengahnya merasa ngos-ngosan karena nggak biasa nulis blog terus tapi sisi positifnya ada semangat buat menyelesaikan tantangan yang terlanjur saya terima.

Aku harus berlari sampai garis akhir! Nggak peduli jika ternyata saya malah jadi super sibuk dibandingin yang kerja di luar rumah wkwkwk. Trus jadwalnya kok pas barengan sama 3 event yang saya ikutin sekaligus. Ehm, ikutnya sih satu-satu tapi barengan sama ODOP ini jadi berasa tugasnya numpuk-numpuk. Tetapi dibalik itu semua saya merasa bersyukur karena dapat menambah ketrampilan nulis, gimana nulis sesuai tema yang sudah ditentukan, menulis dengan dibatasi deadline, bertemu dengan teman-teman blogger, ikut event yang sebelumnya belum pernah saya ikutin. Banyak manfaat yang saya rasakan dalam mengikuti #BPN30daychallenge2018 ini.

Mengikuti tantangan dari Blogger Perempuan sebenarnya sangatlah sulit bikin galau juga. Temanya itu lho, kalo menurut saya lebih kayak menguliti siapa saya sebenarnya. Termasuk tema hari ini Kenangan Masa Kecil. Saya harus bernostalgia lagi ke masa lalu, membuka album masa kecil yang setengahnya sudah saya lupakan. Entah bagian mana yang akan saya ceritakan, dari bayi, balita, usia TK atau SD.

Apakah kamu memiliki kenangan masa kecil yang masih kental dalam ingatanmu? Kalo iya, itu artinya kamu punya daya ingat yang sangat kuat. Kalo saya ingat tetapi samar-samar. Kita bahas hal-hal yang ada di masa kecil saya ya, apakah hal-hal ini ada juga di masa kecil kamu? Yuk kita cek!

1. Anak Mas


Foto: Vemale.com

Siapa yang kenal jajanan mie ini? Saya suka sekali waktu masih kecil. Selain Anak Mas ada Krip-krip, permen karet YOSAN, coklat dalam cup sekarang mungkin jajanan ini masih ada ya tapi tidak populer seperti dulu.

2. Boneka Susan


Foto: Anak Indonesia Ceria

Jaman saya masih kecil masih banyak lagu-lagu untuk anak-anak. Penyanyi cilik seperti Eno Lerian, Trio Kwek-kwek, Agnes Monica, Joshua jadi penyanyi favorit saya waktu kecil. Bersyukur masih bisa menikmati jaman lagu anak-anak berlimpah dan terus keluar yang baru. Kalo sekarang kayaknya jarang banget penyanyi anak-anak yang ngetren ya. Mereka malah kebanyakan jadi seperti seleb cilik aja di akun IG dan Youtube.

3. Ksatria Baja Hitam

Foto: Tribunnews
Kitaro Minami dan Belalang Tempur adalah hal yang sangat trend di masa saya anak-anak. Power Rangers juga wah saya sampai mengkoleksi poster dan kartu nama gambar personelnya lho!

4. Tabloid Hoplaa


Foto: Kaskus
Dari kecil saya suka membaca namun untuk beli majalah anak-anak masih terlalu mahal. Jadi saya beli tabloid, Hoplaa ini salah satu yang sering saya beli. Di situ saya bisa dapat poster tentang film-film seri yang saya suka seperti Power Rangers, Magic Knight Rayern sampai info lagu anak-anak. Cerpen dan komik bersambung juga jadi favorit saya.

5. Magic Knight Rayearth


Foto: Amazon.com
Cerita tentang tiga ksatria cantik bernama Hikaru, Fuu dan Umi. Dengan tiga warna berbeda merah, hijau dan biru film animasi ini jelas membuat saya yang masih kecil dulu jadi terpesona. Agak lupa sih dengan ceritanya. Tapi mirip sama Sailormoon.

Nah itu dia hal-hal yang menjadi kenangan masa kecil saya apakah kamu mengalami yang sama?

Kamis, 13 Desember 2018

Day 24: 5 Keinginan yang Masih Belum Tercapai

Setelah kemarin menyelesaikan tema tentang "Pilih Jadi Blogger Full Time atau Part Time?" hari ini masuk ke tema hari ke-24 tentang "5 Keinginan yang Belum Tercapai".


Sebagai manusia tentu kita punya banyak sekali keinginan. Saya juga, ingin begini, begitu, beli ini, beli itu, ke sana, kemari. Buanyak sekaliii. Namun setiap keinginan belum tentu mudah terwujud. Ada yang sekedar ingin trus langsung tercapai. Ada yang sudah lama nggak tercapai juga. Yang pasti harus sabar untuk menjalani setiap proses yang ada.

Saya juga punya keinginan yang lama sekali belum juga terwujud. Kalo menurut para motivator, tulis, gambarkan secara detail, afirmasi tiap hari, buat rencana dan wujudkan. Maka saya akan mencoba menuliskannya di sini sedetail mungkin. Sebenarnya keinginan saya banyak tapi yang diminta cuma 5 aja ya sudahlah mungkin biar nggak kepanjangan juga. Ini Dia 5 Keinginan Saya yang Belum Tercapai:

Baca juga: Ini Lho 4 Harapanku yang Menunggu untuk Diwujudkan di Tahun 2018

1. Memiliki tempat tinggal sendiri. 
Rumah itu dibeli dari hasil menulis, ini terinspirasi banget dari kisah-kisah para penulis novel yang berhasil membeli rumahnya dari pekerjaan menulis. Letaknya di lingkungan yang nasionalis tidak membeda-bedakan agama & suku. Bisa buat komsel (persekutuan doa), lingkungan yang sehat, orang-orang di sekitar adalah orang baik hati, suka menolong, tidak sombong dan rajin menabung (apa hubungannya sama tempat tinggal? wkwkwk).

2. Memiliki anak laki-laki dan perempuan.
Saya menginginkan anak laki-laki sebagai anak yang lahir pertama, dia sayang sama adik perempuannya yang lahir 3 tahun kemudian. Anak-anakku tumbuh sehat, kuat jasmani dan rohani. Bakat menyanyi dan main musik plus suka membaca dan menulis (he, he maunya).

3. Sering langganan juara lomba ngeblog.
Pengen ngerasain gimana berjuang buat memenangkan lomba seperti para blogger jawara dan mengecup hasil dari perjuangan itu. Wah, pasti spechless banget deh! Minimal keinginan saya untuk dapat hadiah berupa uang tunai bisa terwujud tahun ini. Rasanya pasti wow!

4. Pengen ganti theme blog yang mudah diatur.

Beberapa kali saya mengganti theme karena ingin mendapatkan tampilan blog yang bagus tapi belum ada yang cocok. Pengen ganti lagi takut malah merusak tatanan blog dan belum sempat juga buat mengatur ulang lagi. Mungkin kalo tahun baru nggak ada acara maka akan ganti theme.

5. Pengen jalan-jalan ke Semarang.

Ini keinginan udah lama banget dari dulu. Pengen rasanya jalan-jalan ke Lawang Sewu, ngicipin kuliner Lumpia Semarang, Mochi, dll. Ngerasain gimana suasana Semarang sebagai Ibukota Propinsi Jawa Tengah. Ke sananya pengen naik kereta dari Purwokerto ke Semarang, turun jalan-jalan dulu baru balik Jogja.


Rabu, 12 Desember 2018

Day 23: Hal yang Disesali Saat Ini

Tema hari ke-23: Hal yang Disesali Saat Ini.


Menyesal itu kata-kata yang biasa ditemui dalam hidup kita bahkan sering terjadi dalam keseharian kita. Entah menyesal karena tidak bisa melakukan sesuatu atau telanjur menyesal karena telah berbuat ini. Sampai hal terkecil adalah soal potong rambut. Ha, ha, ha siapa yang pernah menyesal karena potong rambut? Saya pernah nyesel banget, banget, karena motong poni sendiri. Hu, hu, hu. Nyeselnya sampai sebulan wkwkwk.

Apakah saya pernah menyesal yang sampai makjleb? Pasti pernah! Tapi saya tidak mau larut dalam apa yang namanya penyesalan terus-menerus. Saat ini saya boleh menyesal tetapi hal itu harus dijadiin pelajaran biar ke depan nggak seperti itu lagi. Kemudian apa saja hal-hal yang pernah bikin saya menyesal?

1. Nggak mengenal Tuhan dari sejak kecil.

Lahir di keluarga kristen ternyata tidak membuat saya jadi taat ibadah. Penyesalan saat ini adalah karena terlambat mengenal Tuhan jadi merasa orang yang serba telat dalam berkembang. Tapi Puji Tuhan sejak lulus SMA jadi lebih rajin beribadah dan sampai sekarang malah dituntun Tuhan untuk melayani di gereja.

2. Nggak nekat untuk mengikuti program khusus dari sekolah. 

Masa sekolah adalah masa di mana seorang anak belajar bukan saja secara akademis namun juga belajar untuk menjadi manusia yang mandiri. Dengan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dan program khusus yang nggak semua siswa bisa mendapatkannya. Takut capek adalah alasan saya saat itu dan malas jika harus meminta ijin pada orangtua. Karena saya berasal dari keluarga yang pas-pasan, ingin ikut kegiatan sekolah rasanya harus berpikir ribuan kali untuk mengeluarkan uang. 

Sekarang jaman sudah berubah. Banyak sekali peluang yang bisa didapat meski bukan dari program sekolah. Pelajaran yang saya dapat dari penyesalan ini adalah dukungan orang tua itu penting supaya anak tidak takut untuk berjuang mencari bekal untuk masa depannya. 

3. Kurang totalitas untuk menjadi wirausaha. 

Cita-cita saya adalah ingin memiliki usaha sendiri namun dulu ketika ada kesempatan saya justru tidak total dalam mengembangkan usaha itu. Merintis usaha memang tidak mudah butuh kesabaran dan ketekunan yang luar biasa. Melakukan eksperimen, riset yang nggak cukup hanya sekali. Gagal bukan berarti hancur dan tidak berhasil tetapi kesuksesan yang tertunda. 

4. Selalu mudah goyah dengan perkataan orang lain. 

Pada umumnya jika sudah lulus SMA maka akan kuliah atau bekerja. Tetapi saya malah melawan arus dengan nekat mengambil kursus membuat roti dan membuka usaha sendiri. Orang-orang di sekitar saya selalu bilang kenapa nggak merantau ke luar negeri malah usaha di desa? Kenapa di rumah saja? Kenapa nggak kuliah? Dst, dst. Perkataan mereka bikin saya down dan bertanya-tanya benarkah jalur yang saya pilih ini?

Jujur saya merasa capek dengan omongan orang. Sempat menyesal juga kenapa saya nggak jadi pekerja seperti kebanyakan orang-orang di desa saya ke luar negeri jadi TKW dan banyak uang. Tapi saya berpikir kembali untuk apa menyesal dengan pilihan untuk buka usaha sendiri? Toh saya tetap bisa bertahan hidup dari apa yang saya usahakan, toh saya tidak jadi peminta-minta. 

Menyesalnya kenapa membiarkan orang lain membuat saya merasa nggak pede. Coba jika saya pede dan yakin maka saya akan sepenuhnya fokus untuk mengelola usaha dengan maksimal. Mulai sekarang saya harus menguatkan hati supaya tetap bisa mencapai apa yang saya cita-citakan.

5. Menyesal nggak serius menulis dari dulu.

Menulis dan punya usaha adalah cita-cita saya sejak dulu. Saat ini dengan mudahnya semua orang bisa menulis. Seandainya dari dulu saya sudah serius menulis lalu belajar komputer mungkin levelnya bisa setara sama penulis Raditya Dika. He, he. Boleh dong berkhayal demikian? Saya benar-benar iri sama si Raditya Dika ini kan kami umurnya sama kok dia lebih berprestasi ketimbang saya? Itu karena saat dia mulai saya masih berputar-putar dan setengah-setengah untuk menulis.

6. Kenapa nggak sejak dulu saya gabung ke Blogger Perempuan?

Berkomunitas adalah hal yang menurut saya sangat penting agar bisa mengembangkan diri, menambah jejaring pertemanan dan bisa belajar ilmu yang baru. Tapi nggak sembarang komunitas ya, karena ada juga komunitas yang menjerumuskan kita ke dalam lembah kelam. Komunitas yang baik menurut saya adalah seperti komunitas Blogger Perempuan. Di sini saya banyak sekali mendapat ilmu baru juga banyak pandangan baru. Dari sini saya mulai berani untuk mengikuti event, yang sebelumnya cuma ikut lomba blog saja. Dan sekarang ikutan ODOP selama 30 hari rasanya seneng jadi bisa belajar untuk nulis postingan tiap hari, mengatur waktu dengan kegiatan yang lain, mengenal teman-teman blogger, dapat alamat blog baru buat bw juga. 

Nyeselnya kenapa nggak dari kemarin-kemarin masuk ke Blogger Perempuan? Hmm, bagi para blogger yang belum masuk ke sini ayo cepetan masuk nggak bakal rugi lho! 


Selasa, 11 Desember 2018

Day 22: Serius Mau Jadi Blogger Full Time? Ini Sisi Positif & Negatifnya

Halooo, ini tema hari ke-22. Jadi Blogger Full time atau Part time? Menarik sekali ya tema ini? Rasanya pengen blogwalking ke semua blog yang ikutan #BPN30daychallenge2018 ini deh!


Serius Mau Jadi Blogger Full Time?

Saya sendiri memulai bikin blog adalah sekitar bulan Februari 2016. Hampir 3 tahun ya? Awalnya saya cuma pengen menyimpan naskah-naskah cerpen kemudian mengikuti jejak kayak teman-teman yang sering menang giveaway kecil-kecilan sampai lomba ngeblog. Waktu itu saya tidak benar-benar menjadi blogger full time karena masih ada warung makan dan usaha kuliner lainnya. Di sela-sela kesibukan menyiapkan warung saya menulis.

Ternyata setelah pindah ke Jogja mengikuti suami kegiatan ngeblog saya makin aktif. Saya tidak lagi hanya mengisi waktu luang saat menulis di blog namun menjadi kegiatan yang rutin. Waktu yang dimiliki di Jogja benar-benar berlimpah karena tempat tinggal sekarang tidak memungkinkan untuk membuka usaha. Rencana untuk membuka usaha online pun masih ada di awang-awang alias masih impian.

Saya sempat ingin bekerja tetapi belum juga menemukan tempat kerja yang mau menerima, mungkin karena usia juga dan pengalaman kerja ikut orang tidak ada. Di bulan ini Puji Tuhan banget dapat kesempatan menghadiri sebuah event yang diadakan oleh sebuah produk shampo. Tak hanya pengenalan produk tetapi ilmu tentang personal branding membuat saya menjadi yakin ke mana sebenarnya Tuhan arahkan.

Sisi Positif Jadi Blogger Full Time

Menjadi fulltime berarti memang fokus kita ada di satu titik. Pekerjaan akan luar biasa hasilnya jika dikerjakan secara maksimal. Nah, menjadi Blogger Ful Time artinya hidup mati kita ada di situ. Kitalah yang bisa menjadikan Blogger sebagai sumber penghasilan.

Asyiknya jadi Blogger Full Time buat saya karena bisa mengatur jadwal kerja sendiri. Mau dari pagi sampai sore seperti pekerja kantor bisa, mau nulis malam hari ketika semua pekerjaan rumah tangga sudah selesai juga bisa. Mau nulis di rumah bisa, di taman, di mana saja bisa asalkan ada alat ketiknya dan jaringan internet yang kuat. Posting kapan saja bisa.

Menjadi Blogger Full Time juga bisa ikut setiap event yang diadakan saat jam-jam kerja seperti waktu ikutan Forum Komunikasi BNN kemarin. Kopdar dengan sesama blogger juga bisa. Ketika saya mulai mengenal blog banyak sekali yang saya pelajari. Paling tidak saya bisa terus belajar percaya diri, membranding diri saya dan tidak hanya jadi seorang istri yang cuma di rumah tanpa kegiatan.

Di saat mengikuti lomba ngeblog juga banyak sekali manfaat yang didapat seperti naiknya traffic blog, follower baru, kenalan baru, ilmu baru dan bila berhasil jadi juara maka reward yang didapat itu lumayan buat nyambung hidup kuota bahkan satu keluarga. Saya juga pernah dapat reward gratis nginep di hotel dari ikut lomba blog. Senangnya nggak kepalang. Wah, gimana rasanya yang sudah dapat hadiah smartphone, laptop dan tiket liburan ya?

Sisi Negatif Jadi Blogger Full Time

Yang jelas tidak bisa menentukan berapa penghasilan tetap kita tiap bulan kecuali kalo memang blog kita sudah besar dan dikunjungi banyak orang maka akan dapat penghasilan dari setiap iklan yang dipasang di blog. Kedua banyak orang curiga sebenarnya kita dapat uang dari mana? Jika nggak ada uangnya bakal dikira cuma mainan internet aja. Sebaliknya jika banyak uang malah dicurigai pelihara tuyul. Duh!

Image masyarakat terhadap blogger belum baik karena mereka masih didominasi dengan pemikiran jika orang bekerja ya yang terlihat seperti buka toko, kerja di luar rumah dan menjalani sebuah profesi yang terlihat seperti guru, perawat, dosen, pegawai bank, karyawan dan pelayan toko.

Harus displin dengan diri sendiri dan nggak boleh malas-malasan karena kalo nggak posting ya nggak bakal dapat apa-apa. Beda sama kerja ikut orang maka kita tinggal mengikuti ritme kerja dari tempat kerja kita dan mendapat penghasilan tetap dari sana.


Nah, serius kamu mau jadi Blogger Full Time? (Saya tanya pada diri sendiri). Ayo! Siapkan mental baja dan berjuang cari peluang ya!



Senin, 10 Desember 2018

Day 21: Pekerjaan Rumah Paling Disuka

Nggak terasa ya sudah ada di tema hari ke-21 #BPN30daychallenge. Gimana teman-teman yang ngikutin tantangan ini, apa sama ngos-ngosannya sama saya? He, he, he.


Tentu kita punya kesibukan lain selain menulis ya. Itu yang bikin saya juga merasa kok jadi sibuk banget. Mau berhenti merasa sayang karena udah telanjur nyebur ya mandi sekalian. Wkwkwk. 

Belajar konsisten. Itu yang terpenting. Menyelesaikan apa yang sudah dimulai menurut saya malah lebih berat ketimbang untuk memulai. Memulai kadang mudah tetapi menetapkan hati buat terus tekun & menyelesaikan itu sulit. 

Sebagai istri tentu tidak sebebas dulu ketika belum menikah. Ada kepentingan suami yang tidak boleh diabaikan. Mengurus urusan rumah juga jadi tanggung jawab seorang istri yang stay at home alias ibu rumah tangga. Padahal yang namanya pekerjaan rumah nggak ada akhirnya. Ibarat sinetron yang selalu bikin geregetan dan endingnya nggak tamat-tamat.

Dan tema hari ini adalah tentang pekerjaan rumah tangga yang paling kamu sukai. Hmm, cocok banget nih temanya buat ibu-ibu rumah tangga. Tetapi adakah pekerjaan rumah yang disukai?

Ini 5 pekerjaan rumah tangga yang saya sukai:

1. Cuci baju
Sewaktu masih sekolah dulu mencuci baju adalah hal yang paling menyenangkan. Apalagi yang menyenangkan buat anak-anak yaitu mainan air dan busa, hahaha. Sekarang masih suka main air? Nggak sih. Cuma suka aja nyuci baju melihat air bilasan menjadi cokelat tanda baju sudah bersih dari keringat dan debu yang nempel. Kalo dulu saya suka nyanyi sambil mencuci kebiasaan itu perlahan hilang. Lha waktu saya sekarang sudah tak sebebas waktu masih sekolah. Pekerjaan lain sudah menunggu untuk dituntaskan.

2. Cuci piring
Pekerjaan ini paling praktis menurut saya. Tinggal buang sisa makan dan lemak, kucuri air, cuci pake sabun, bilas dan tiriskan. Simple.

3. Masak air
Siapa di sini nggak suka masak air? Padahal masak air itu paling mudah. Tinggal masukan air ke ketel lalu setelah matang dimasukkan ke termos. Sebentar juga selesai.

4. Masak nasi goreng
Saya suka sekali nasi goreng. Menu ini adalah menu paling praktis yang mudah disiapkan. Paling hemat kalo lagi minim bahan, cukup bawang sama kecap dan garam aja udah enak. Jika beruntung kamu akan menikmati nasi goreng spesial.

5. Bikin teh anget
Suka ngeteh? Tos dong! Kalo di Banyumas orang-orang biasa minum teh tubruk. Di jogja orang suka minum teh yang sudah disaring. Namun dua-duanya saya suka. Yang kurang saya suka adalah teh celup. Praktis tapi rasa tehnya hambar.

Membuat teh juga ada tekniknya. Jika takaran teh, gula dan air panas pas maka akan menghasilkan teh yang enak. Dalam keluarga yang paling jago membuat teh adalah tante saya. Maka tidak heran jika semua orang yang dibuatkan teh sama tante saya pasti akan ketagihan.


Lalu adakah pekerjaan yang tidak saya suka? Ada, yaitu menata baju di lemari dan menyetrika. Itu butuh tenaga dan waktu yang tak sedikit. Saya seperti kehilangan waktu untuk menulis dan melakukan pekerjaan lain.

Sebagai trik saya hanya menyetrika saat baju akan dipakai ke acara-acara. Saya hanya menyetrika baju kerja suami dan langsung melipat saat baju habis dijemur biar nggak makin keriting. Saat menjemur pun diusahakan supaya baju tidak keriting. Caranya diperas kuat, dikebaskan lalu digantung.

Nah kalo kamu mana pekerjaan yang kamu sukai? 

Minggu, 09 Desember 2018

Awas! Ada Peredaran Narkotika di Kota Jogja!

Kabupaten Sleman sempat menduduki rangking 2 dalam kasus penyalahgunaan narkoba pada tahun 2008. Dengan angka prevalensi 2,72% atau 68.980 penyalahguna usia 10 tahun sampai 59 tahun! Fakta yang disampaikan oleh Kepala BNN AKBP Siti Alfiah, S Psi., SH., MH ini benar-benar mengejutkan buat saya. Mengingat bahwa selama ini kota Jogja adalah kota yang paling nyaman buat siapa saja yang datang ke sini. 


Kehadiran saya di Forum Komunikasi Anti Narkoba Berbasis Media Online Bagi Netizen dalam Rangka Diseminasi Informasi Pencegahan dan Pemberantasan dan Peredaran Gelap Narkoba membuka mata saya yang selama ini menganggap bahwa narkoba itu hanya beredar di kalangan artis ibukota. Saya tidak akan tahu bahwa peredaran narkoba di Yogyakarta sudah sangat memprihatinkan jika saja tidak hadir dalam forum diskusi yang diadakan pada hari Rabu tanggal 5 Desember 2018 di Hotel Innside Yogyakarta. 

Bayangkan saja usia 10 tahun adalah usia yang termuda penyalahguna narkoba di tahun 2008. Bagaimana dengan kondisi terkini pengedaran narkoba di Yogyakarta? Dari penelusuran di internet saya menemukan beberapa berita tentang peredaran narkoba di Yogyakarta. Pada bulan Desember saja sudah ada penangkapan terhadap 3 pemuda dengan penyalahgunaan psikotropika pil jenis Alprazolam. Pada bulan April sampai Juni 2018 Polresta Yogyakarta menangkap 23 pelaku penyalahgunaan narkoba dari 20 kasus dengan 11 pemakai dan 12 pengedar. Barang bukti yang ditemukan ada 20, 63 gram, tembakau Gorila 34, 48 gram, Alprazolam 141 butir, Riklona 11 butir dan Pil Yarindu 1.418 butir (sumber: Tribun Jogja).

Bagaimana dengan tahun 2016 sampai 2017? Ternyata sudah ada 224 perkara dengan barang bukti sekitar 4 Kg narkoba berbagai jenis yang telah dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri Yogyakarta. 


Kondisi terkini itulah yang membuat Ibu AKBP Siti Alfiah ingin merangkul para blogger untuk mengkampayekan gerakan anti narkoba demi mewujudkan Sleman Resik Narkoba, Jogjaku Tanpa Narkoba. Halangan yang sering dihadapi oleh BNN selama ini adalah beberapa mitos yang beredar di masyarakat dan minimnya kesadaran bagi para pengguna untuk melapor ke pihak berwenang agar ditindak lanjuti dengan rehabilitasi. Umumnya setelah tertangkap polisi, mereka baru berkata sebenarnya saya ingin sembuh tapi terlanjur tertangkap. 

Di forum ini Ibu AKBP Siti Alfiah berpesan jika ada yang mengetahui bahwa di lingkungan sekitar tercium aktivitas mencurigakan terkait dengan penyalahgunaan narkoba laporkan saja ke BNN atau ke nomor kontak beliau di 0819 155 6666 9 biar mereka yang akan menyelidiki dan menindaklanjuti dengan rehabilitasi jika memang terbukti. Jangan bertindak sendiri karena sangat berbahaya bisa-bisa malah ikut terjerat narkoba. 

Bagaimana dengan penyalahguna yang ingin sembuh? Lapor saja ke IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor). TIDAK AKAN DIPROSES HUKUM karena institusi ini memang bergerak untuk menerima laporan pengguna narkoba dan memasukkan ke tempat rehabilitasi. Beda jika pengguna ditangkap polisi maka AKAN DIPROSES HUKUM sebab kepolisian yang memiliki kewenangan untuk menegakkan hukum. Hayo pilh yang mana? Melaporkan diri atau tunggu ditangkap? 

STOP PERCAYA MITOS 


Mungkin kita pernah dengar ada yang bilang nggak semua narkoba berbahaya, narkoba bisa membantu melupakan masalah, yang sakit hanya pemakainya saja. NO! Semua itu salah! Kenyataannya semua narkoba berbahaya, narkoba bukan jalan keluar dari masalah, yang dilukai bukan hanya pengguna namun orang lain juga. 

Siapa di sini yang pernah menyimak kisah cinta antara Roger Danuarta dan Sheila Marcia? Di tahun 2007-an mereka merupakan pasangan yang saya lihat serasi banget. Keduanya sama-sama sukses jadi bintang, cantik dan ganteng. Rencana pernikahan mereka pun sempat tersiar sebelum pada tahun 2008, Sheila Marcia tertangkap karena kepemilikan shabu. Beberapa tahun setelahnya Roger ditemukan tak sadar di mobilnya dengan jarum suntik tertancap di lengannya. Setelah ada kabar berita itu mereka tidak lagi terlihat di layar kaca. Tetapi syukurlah jika mereka sekarang sudah dipulihkan dari jerat narkoba. 

Saya termasuk penggemar mereka dan mengagumi kecantikan Sheila Marcia namun karena jerat narkoba prestasi mereka seolah ditelan bumi. Kejayaan mereka dengan cepat hilang lenyap bak ditelan bumi. Ini menggambarkan betapa narkoba itu bisa merusak kehidupan anak muda, menghancurkan hati orangtua, keluarga, teman-teman, mengacaukan keuangan bahkan bisa sampai merenggut nyawa penyalahgunanya. 

Fakta-fakta yang terjadi: 

1. Bisnis narkoba menghasilkan uang yang sangat besar.
Indonesia merupakan pasar terbesar penjualan dan peredaran narkoba di Asia karena populasi penduduk Indonesia yang banyak. Dan masyarakat Indonesia tidak pernah mempermasalahkan berapa pun harga narkoba asalkan barang ada akan dibayar. Misal Inex yang dulu harganya 80-100 ribu sekarang bisa dijual 600 ribu per gram. Bayangkan jika ada 1 ton Pil Inex masuk di Indonesia berapa uang yang akan hilang sia-sia dan berapa lagi anak bangsa yang akan jadi korban? (Sumber: Kompas.com). 

Kepala BNN Kab. Sleman mengatakan bahwa 1 gram narkoba jenis apa saja bisa merusak 5 anak bangsa dengan harga standar 1,2 juta per gram. Berita terakhir menyebutkan ada sekitar 1,6 Ton penyelundupan narkoba yang berhasil digagalkan. Lalu berapa banyak negara mengalami kerugian? Berapa lagi yang akan jadi korban nyawa karena narkoba? 

2. Narkoba mudah masuk melalui jalur sungai dan laut.


Pengedar memiliki 1001 cara agar dapat mendistribusikan barangnya ke berbagai tempat salahsatunya yang sulit dideteksi petugas adalah melalui jalan laut. 

3. Masih rendahnya kesadaran pengguna untuk sembuh. 

4. Tingginya angka coba pakai dan teratur pakai.

5. Maraknya peredaran narkoba dalam Lapas. 
HP yang dilarang di dalam Lapas adalah alat bagi bandar untuk mengendalikan bisnis narkoba di luar Lapas. HP yang dipakai adalah HP jadul yang merupakan warisan dari napi yang telah keluar. 

6. Peredaran sudah masuk ke desa-desa dan SD.
Satu lagi kenyataan yang sangat miris jika anak-anak SD pun sudah mengenal apa itu Pil Sapi. Kata ini merupakan sebuah sandi bagi tim BNN untuk mengatakan jenis obat penenang untuk pasien sakit jiwa. Mereka minumnya 1 pil per hari, tetapi penyalahguna biasanya mengkonsumsi sampai 5 pil. 

7. Modus operasi narkoba sudah berubah.
Ibu AKBP Siti Alfiah bercerita ada sebuah penemuan 3 Kg Shabu yang dibawa oleh dua orang wanita di Bandara Adi Sucipto. Shabu tersebut dimasukkan ke dalam dua koper dan disembunyikan lagi ke dalam barang-barang seperti sepatu, tas dan alat kosmetik. Satu dari wanita itu sedang hamil muda, dia mengaku disuruh oleh suaminya untuk berpergian bersama tantenya dengan membawa dua koper yang nantinya akan ditukar dengan koper lagi setiba di luar negeri. 

Hal yang sangat mengejutkan adalah ketika ditangkap, kedua wanita ini tidak terbukti memakai narkoba namun setelah sebulan dalam penjara dites lagi ternyata positif. Mereka terpapar narkoba justru ketika berada di dalam penjara. Beberapa bulan kemudian wanita ini melahirkan dan anaknya berkulit abu-abu. Ternyata suami wanita ini adalah orang Nigeria yang menikahi hanya untuk dijadikan pengedar narkoba. Miris sekali bukan? 


Apa sih Narkoba Itu?

Dari tadi kita membicarakan kondisi peredaran narkoba di Indonesia terus tanpa mengenal apa sih narkoba itu? Dalam Undang-undang No. 35/2009 tentang Narkotika dijelaskan Narkotika adalah zat/obat yang berasal dari tanaman atau bukan, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. 

Narkotika dibagi 3 golongan:
Golongan I: Tidak digunakan dalam pengobatan contoh: heroin/putaw. ganja, kokain, opium. MDMA, Met amfetamima, dll (147 jenis).
Golongan II: Digunakan dalam pengobatan. Contoh: Morfin, Pethidin, dll (91 jenis).
Golongan III: Digunakan dalam pengobatan. Contoh: Codein, Etil Morfin (Dionin) ada 15 jenis. 

Efek Negatif Narkoba


Stimulan: Memacu kerja organ tubuh seperti otak dan jantung, meningkatkan aktivitas tubuh contoh: Kokain, Shabu, Ekstasi dan Nikotin.

Depresan: Menekan sistem syaraf, memperlambat kerja tubuh. Contoh: Opium, Heroin dan Alkohol.

Halusinogen: Efek halusinasi , distorsi persepsi, pikiran dan lingkungan, rasa teror hebat dan kekacauan indera. Contoh: Ganja, LSD, Jamur Psilocybe Mushroom, Inhalansia. 


Selain dampak negatif di atas ada juga dampak kerusakan pada otak dan fisik.

Rokok Jembatan Menuju Narkoba

Kenapa rokok disebut jembatan menuju narkoba? Karena rokok mudah sekali disusupi dengan narkoba yang dicampurkan ke dalam tembakau. Vape yang merupakan rokok elektrik juga mudah sekali diisi dengan narkoba jenis cair. Inilah yang harus diwaspadai karena narkoba bisa saja masuk ke dalam tubuh kita tanpa disadari. Bila sudah terkena maka mau tidak mau harus membeli narkoba yang harganya sangat tinggi. 

Mengurangi konsumsi rokok juga memberikan efek bagi kesehatan, karena di dalam rokok ada kandungan zat beracun seperti Nikotin, Tar, Karbon Monoksida dan zat-zat berbahaya lainnya. Bahaya merokok yang lain adalah meningkatkan resiko terkena kanker, serangan jantung, stroke, gangguan reproduksi, kehamilan dan janin, impotensi. 

Jika dulu jenis narkoba hanya ada 53 jenis maka di tahun 2018 ditemukan ada 71 jenis namun baru 68 jenis yang telah diatur dalam Permenkes No. 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan narkotika. 

Upaya Pencegahan Narkoba yang Bisa Kita Lakukan 


Tidak mau kan generasi penerus bangsa ini malah dirusak kehidupannya karena narkoba? Oleh sebab itu fondasi keluarga juga harus diperkuat. Mulai saat ini pedulilah dengan lingkungan sekitar. Bila ada yang dicurigai terdampak penyalahgunaan narkoba dan sejenisnya laporkan ke BNN. Untuk wilayah Yogyakarta bisa juga menghubungi kontak Kepala BNN Kab. Sleman AKBP Siti Alfiah di 0819 155 6666 9. Jangan bertindak sendiri karena dapat mengancam nyawa sendiri juga pemakainya.

Adapun cara-cara untuk mencegah bahaya narkoba di lingkungan kita adalah:

1.  Kenali perubahan fisik, sikap & perilaku orang-orang yang berada di sekitar kita. 
2.  Kampanyekan perilaku hidup sehat.
3. Menginformasikan tentang bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
4. Peningkatan peran aktif masyarakat untuk ikut terlibat dalam Mencegah dan Menanggulangi Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.
5. Peningkatan Koordinasi Lintas Lembaga Pemerintah (BNN, Polri) dengan Masyarakat untuk Melakukan Pengawasan Terhadap Setiap Kegiatan yang Berpotensi Terjadi Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.
6.  Memberikan Upaya untuk Terlepas dari Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba bagi Pecandu.

Waspadai Rekrutmen TKI/TKW Oleh Bandar Narkoba

1. Direkrut langsung oleh bandar narkoba untuk dijadikan kurir dengan resikonya.
2. Direkrut dengan pendekatan berupa tipu muslihat, diperdaya, dijebak.
3. Dipacari, diajak nikah dan diajak jalan-jalan gratis.
4. Diajak kerjasama dengan keuntungan besar.
5. Dititipi paket oleh teman dekat, dipinjam alamat di rumahnya.
6. Meminjam nomor rekening bank atau ikut mentransfer uang.
7. Direkrut dari TKI/TKW yang sedang bekerja di luar negeri dan akan pulang ke Indonesia atau dikirim ke negara lain.
8. Modus Operandi peredaran Narkoba berubah-ubah.

Dalam sesi kedua ada Mas Iqbal Ali Daryono yang memberi materi tentang Teknik Penulisan yang Menarik di Sosial Media tentang Penyalahgunaan Narkoba. Mas Iqbal ini memberikan tips menulis supaya tulisan di blog itu menarik untuk dibaca mulai dari pemilihan judul yang menarik. Isi yang disampaikan kepada pembaca supaya tidak sekedar seperti informasi tentang narkoba biasa yang bisa ditemukan di artikel-artikel tentang narkoba, Intinya buatlah cerita narkoba yang menarik. 



Materi yang diberikan Mas Iqbal ini sangat berguna untuk penulis pemula seperti saya. Terlebih saya juga kurang pandai dalam menulis caption di sosial media. Ya, yang terpenting buat saya adalah terus belajar supaya apa yang saya tulis ini bukan sekedar tulisan garing namun juga bermanfaat bagi banyak orang. 


This entry was posted in