Rabu, 12 Desember 2018

Day 23: Hal yang Disesali Saat Ini

Tema hari ke-23: Hal yang Disesali Saat Ini.


Menyesal itu kata-kata yang biasa ditemui dalam hidup kita bahkan sering terjadi dalam keseharian kita. Entah menyesal karena tidak bisa melakukan sesuatu atau telanjur menyesal karena telah berbuat ini. Sampai hal terkecil adalah soal potong rambut. Ha, ha, ha siapa yang pernah menyesal karena potong rambut? Saya pernah nyesel banget, banget, karena motong poni sendiri. Hu, hu, hu. Nyeselnya sampai sebulan wkwkwk.

Apakah saya pernah menyesal yang sampai makjleb? Pasti pernah! Tapi saya tidak mau larut dalam apa yang namanya penyesalan terus-menerus. Saat ini saya boleh menyesal tetapi hal itu harus dijadiin pelajaran biar ke depan nggak seperti itu lagi. Kemudian apa saja hal-hal yang pernah bikin saya menyesal?

1. Nggak mengenal Tuhan dari sejak kecil.

Lahir di keluarga kristen ternyata tidak membuat saya jadi taat ibadah. Penyesalan saat ini adalah karena terlambat mengenal Tuhan jadi merasa orang yang serba telat dalam berkembang. Tapi Puji Tuhan sejak lulus SMA jadi lebih rajin beribadah dan sampai sekarang malah dituntun Tuhan untuk melayani di gereja.

2. Nggak nekat untuk mengikuti program khusus dari sekolah. 

Masa sekolah adalah masa di mana seorang anak belajar bukan saja secara akademis namun juga belajar untuk menjadi manusia yang mandiri. Dengan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dan program khusus yang nggak semua siswa bisa mendapatkannya. Takut capek adalah alasan saya saat itu dan malas jika harus meminta ijin pada orangtua. Karena saya berasal dari keluarga yang pas-pasan, ingin ikut kegiatan sekolah rasanya harus berpikir ribuan kali untuk mengeluarkan uang. 

Sekarang jaman sudah berubah. Banyak sekali peluang yang bisa didapat meski bukan dari program sekolah. Pelajaran yang saya dapat dari penyesalan ini adalah dukungan orang tua itu penting supaya anak tidak takut untuk berjuang mencari bekal untuk masa depannya. 

3. Kurang totalitas untuk menjadi wirausaha. 

Cita-cita saya adalah ingin memiliki usaha sendiri namun dulu ketika ada kesempatan saya justru tidak total dalam mengembangkan usaha itu. Merintis usaha memang tidak mudah butuh kesabaran dan ketekunan yang luar biasa. Melakukan eksperimen, riset yang nggak cukup hanya sekali. Gagal bukan berarti hancur dan tidak berhasil tetapi kesuksesan yang tertunda. 

4. Selalu mudah goyah dengan perkataan orang lain. 

Pada umumnya jika sudah lulus SMA maka akan kuliah atau bekerja. Tetapi saya malah melawan arus dengan nekat mengambil kursus membuat roti dan membuka usaha sendiri. Orang-orang di sekitar saya selalu bilang kenapa nggak merantau ke luar negeri malah usaha di desa? Kenapa di rumah saja? Kenapa nggak kuliah? Dst, dst. Perkataan mereka bikin saya down dan bertanya-tanya benarkah jalur yang saya pilih ini?

Jujur saya merasa capek dengan omongan orang. Sempat menyesal juga kenapa saya nggak jadi pekerja seperti kebanyakan orang-orang di desa saya ke luar negeri jadi TKW dan banyak uang. Tapi saya berpikir kembali untuk apa menyesal dengan pilihan untuk buka usaha sendiri? Toh saya tetap bisa bertahan hidup dari apa yang saya usahakan, toh saya tidak jadi peminta-minta. 

Menyesalnya kenapa membiarkan orang lain membuat saya merasa nggak pede. Coba jika saya pede dan yakin maka saya akan sepenuhnya fokus untuk mengelola usaha dengan maksimal. Mulai sekarang saya harus menguatkan hati supaya tetap bisa mencapai apa yang saya cita-citakan.

5. Menyesal nggak serius menulis dari dulu.

Menulis dan punya usaha adalah cita-cita saya sejak dulu. Saat ini dengan mudahnya semua orang bisa menulis. Seandainya dari dulu saya sudah serius menulis lalu belajar komputer mungkin levelnya bisa setara sama penulis Raditya Dika. He, he. Boleh dong berkhayal demikian? Saya benar-benar iri sama si Raditya Dika ini kan kami umurnya sama kok dia lebih berprestasi ketimbang saya? Itu karena saat dia mulai saya masih berputar-putar dan setengah-setengah untuk menulis.

6. Kenapa nggak sejak dulu saya gabung ke Blogger Perempuan?

Berkomunitas adalah hal yang menurut saya sangat penting agar bisa mengembangkan diri, menambah jejaring pertemanan dan bisa belajar ilmu yang baru. Tapi nggak sembarang komunitas ya, karena ada juga komunitas yang menjerumuskan kita ke dalam lembah kelam. Komunitas yang baik menurut saya adalah seperti komunitas Blogger Perempuan. Di sini saya banyak sekali mendapat ilmu baru juga banyak pandangan baru. Dari sini saya mulai berani untuk mengikuti event, yang sebelumnya cuma ikut lomba blog saja. Dan sekarang ikutan ODOP selama 30 hari rasanya seneng jadi bisa belajar untuk nulis postingan tiap hari, mengatur waktu dengan kegiatan yang lain, mengenal teman-teman blogger, dapat alamat blog baru buat bw juga. 

Nyeselnya kenapa nggak dari kemarin-kemarin masuk ke Blogger Perempuan? Hmm, bagi para blogger yang belum masuk ke sini ayo cepetan masuk nggak bakal rugi lho! 


2 komentar:

  1. Nyeselnya kenapa nggak dari kemarin-kemarin masuk ke Blogger Perempuan? Beneeerrr bangettt. Nyesel baru gabung sebulan ini huhu T.T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Manfaatnya banyak bgt gabung di BP ini, nyesel knp gak dari dulu gabung :D

      Hapus

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.