Minggu, 16 Desember 2018

Day 27: Simple, 5 Hal Kecil Ini Dapat Membuatku Merasa Bahagia



Apakah yang dapat membuat hati ini bahagia? Yang tahu adalah diri sendiri. Kebahagiaan itu mudah muncul, juga mudah hilang. Tak bisa diukur. Tergantung bagaimana kita merespon setiap kejadian dalam hidup itulah yang menentukan seberapa bahagiakah kita sebenarnya?

Waktu masih anak-anak hingga dewasa, saya berusaha mencari kebahagiaan. Buku-buku yang berhubungan dengan kebahagiaan pun selalu saya cari. Saat itu satu keinginan saya yaitu untuk mengetahui apakah definisi kebahagiaan itu dan bagaimana caranya untuk berbahagia?  

Entah kenapa saat remaja saya selalu berpikir bahwa kebahagiaan itu sangatlah sulit dicapai. Sepertinya di alam pikiran saya ini selalu hidup menderita. Mungkin aneh buat beberapa orang dan buat saya sekarang, seorang yang masih remaja bisa berpikir demikian. Padahal masa anak-anak & remaja adalah masa yang menyenangkan dan berbahagia. Orang juga bilang saya ini sulit sekali untuk tersenyum padahal jika melihat foto saat saya kecil, saya selalu tersenyum bahkan tertawa begitu lepas. 

Seiring waktu berjalan dan makin dewasa saya mengerti bahwa kebahagiaan itu sebenarnya sederhana. Saya tidak perlu memiliki uang banyak, usaha berhasil atau menang lomba blog untuk jadi bahagia. 

Bahagia itu sederhana.

Lewat 5 hal kecil yang terjadi belakangan ini saya juga bisa merasa bahagia:

1. Bisa bangun pagi, bertemu dengan orang-orang yang kita kasihi dan masih bisa beraktifitas dengan lancar. Hal paling sederhana dan sepele ini sering dianggap angin lalu karena kita sudah biasa begitu. Namun hari ini akan jauh berbeda jika diawali dengan mengucap syukur atas hari yang baru, rasanya kebahagiaan itu mengalir begitu saja.

2. Masuk ke dalam sebuah komunitas rohani. Saya sudah beribadah secara teratur di gereja tetapi begitu ke Jogja saya langsung diajak suami ikut Kelompok Sel (Komsel). Di Komsel ini saya banyak sekali belajar tentang bagaimana sharing, berbicara di depan sebuah kelompok, memimpin pujian, berdoa syafaat dan merasakan memiliki keluarga rohani.

3. Ikut event dan kopdar dengan para blogger Jogja. Selama ini suka menulis tetapi belum pernah sekalipun bertemu dengan orang yang sama-sama suka nulis atau blogger sekalipun. Puji Tuhan kemarin bulan November saya berkesempatan hadir di event sebuah produk shampo kemudian berlanjut mengikuti forum komunikasi BNN dan diskusi pameran foto Jogja yang Hilang. Di situ saya merasa bahagia karena tambah teman dan wawasan juga.

4. Menonton film yang bagus. Lewat film yang ceritanya bagus saya juga merasa bahagia. Nggak harus film di bioskop sih, tapi nonton film box office yang disiarkan ulang di tv pun saya merasa bahagia. 

5. Mengucapkan terima kasih dan menerima ucapan terima kasih. Kata yang sangat sederhana namun mengena. Walau orang kadang mengucapkannya sambil lalu. Tapi kata "terima kasih" ini cukup menenangkan buat orang yang memberi.

Saya sendiri jika memberi sesuatu ke orang dan orang itu bilang terima kasih, rasanya ada suatu kebahagiaan tersendiri datang dari dalam. Demikian juga suami saya, simpel ketika saya mengucapkan terima kasih ketika diberi sesuatu dia juga merasa bahagia. 

Ya bahagia itu datangnya dari dalam melalui ucapan syukur dan jauhlah mengeluh. 

2 komentar:

  1. Bisa bangun pagi tiap hari aja udah bersyukur banget ya mbak

    Salam kenal mbak 😘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bisa bangun dalam keadaan normal itu dah bersyukur banget.

      Hapus

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.