Sabtu, 27 Oktober 2018

Persiapan Menjadi Blogger di Masa Depan


desain by Canva
Desain by Canva.

Blogger?

Apaan tuh? *tepukjidatsendiri.

Itu pertanyaan yang diajukan teman atau saudara ketika saya menjawab apa kegiatan saya sekarang. Aneh juga sih, kalau ada yang nggak tahu apa blogger itu. Jika orang itu mama saya atau orang-orang jaman dulu. Oke, mungkin ada yang bilang 'blogger' itu sejenis pekerjaan yang tidak terdaftar dalam daftar jenis pekerjaan di formulir-formulir. Profesi guru, polisi, pedagang, dokter, karyawan, kuli mungkin lebih familiar di telinga masyarakat kita. Namun, ternyata di dunia ini ada juga lho yang mendapatkan penghasilan hingga jutaan rupiah per bulan hanya dengan menjadi seorang blogger. Di sinilah mata saya terbuka bahwa blogger bukanlah sekedar hobi tetapi bisa menjadi sebuah bidang pekerjaan yang menghasilkan.


Pengertian Blog
Blog berasal dari kata 'web' dan 'log' (WEBLOG) yang berarti catatan yang berada di situs internet. Atau secara lengkap pengertian Blog adalah situs web yang berisi tulisan, artikel atau informasi yang dikelola secara teratur dan bisa diakses secara online. Sedangkan orang yang mengelolanya disebut Blogger. 

Kalau menurut pengertian saya sih, blog itu catatan online yang bisa dibuat oleh siapa saja, apa pun profesinya. Sedangkan Blogger adalah penulis dengan media catatan secara online. 

Awal mula Saya Ngeblog

Jujur alasan saya membuat blog bukan karena mau cari uang, hadiah atau hal yang sifatnya komersil. Saya mengenal blog baru sekitar tahun 2014. Lalu baru bikin blog ini di tahun 2016. Jadi saya termasuk newbie dalam dunia ini, belum tahu banyak tentang seluk-beluk ngeblog. Semua berawal dari keresahan saya mengenai bagaimana saya bisa menyimpan dokumentasi untuk naskah cerpen yang saya buat. Lama-lama jika saya biarkan saja dalam bentuk majalah atau buku tulis bakalan lapuk, iya nggak? Karena itu saya simpan di blog ini.

Kalau melihat awal-awal dari Catatan Yustrini, Sahabat akan menemukan berbagai tulisan yang berupa cerpen atau puisi. Lama-kelamaan saya mulai mengenal apa itu Giveaway blog, lomba blog, dari event-event itu saya mulai mengerti bahwa blog bisa menghasilkan.

Jika dihitung saya sudah menuai berbagai manfaat jadi blogger, pertama saya bisa belajar menulis dengan tekun, masa iya sudah punya blog dibiarkan saja kosong melompong. Tugas saya adalah membuat blog saya hidup. Ibarat melahirkan seorang anak yang butuh dirawat, diberi perhatian, demikian juga dengan blog yang sudah saya buat, harus diusahakan supaya tetap ada artikel yang diposting tiap bulan. Kadang saya juga nggak tahu harus menulis apa di blog ini. Akhirnya, saya ikut lomba blog supaya tetap menulis minimal sebulan ada yang saya posting. Dari lomba-lomba tersebut saya malah mengenal tentang teknik-teknik memposting blog lebih banyak dari awalnya saya cuma bisa memposting tulisan lalu memasukkan foto, video dan template.

Yang kedua, saya jadi punya bahan untuk di-posting di sosial media. Jadi nggak melulu memposting hal-hal yang biasa tapi berupa pengalaman sehari-hari yang saya tulis. Ketiga, saya jadi kenal dengan teman-teman sesama blogger. Ternyata ada orang-orang yang hidupnya justru mendapatkan penghasilan dengan menjadi blogger. Terakhir saya mendapatkan banyak bonus hadiah karena ngeblog. Saya sering ikut lomba ngeblog walau belum pernah jadi juara 1 atau 2, paling banter saya dapat juara 3, itu pun baru 2 kali. Selebihnya saya mendapat hadiah hiburan atau pemenang peserta paling cepat mendaftar lomba, he, he.

Menyiapkan Diri Menjadi Blogger di Masa Depan?

Untuk saat ini, satu-satunya hal yang bisa saya lakukan adalah ngeblog. Kenapa? Karena saya selalu diajarkan di gereja untuk memaksimalkan apa yang sudah ada pada saya untuk dikembangkan bahkan dikembalikan untuk kemuliaan Tuhan. Intinya, Tuhan tidak meminta sesuatu yang tidak ada pada umat-Nya. Berbekal kuota internet & smartphone saya mulai menulis dan membuat blog. Siapa sangka justru setelah menikah, ngeblog malah jadi kegiatan utama saya?

Saya percaya bahwa Tuhan sudah menyiapkan segalanya, selama ini apa pun yang dibutuhkan selalu Tuhan sediakan. Bahkan sampai terheran-heran kok saya bisa ada di sini, bisa punya hobi membaca, tertarik untuk menulis dan mulai jadi blogger di masa depan juga saat ini. Banyak orang di sekitar saya tidak mengenal profesi ini padahal jika ditekuni hasilnya melebihi dari gaji pegawai kantoran lho! Istilahnya blogger kerja kantoran tanpa harus ngantor dan bisa mengatur waktu kerja sesuka kita, di mana saja dan kapan saja. Asyik, kan?

Lalu dari mana penghasilan blogger? Pertanyaan ini pasti sering diajukan orang yang masih awam sama blogger. Kalau saya seringnya menjawab secara singkat, sederhana namun jelas bagi mereka. Blogger bisa dapat penghasilan dari review produk, iklan, jualan barang orang lain atau produk sendiri di blog, ikutan lomba blog dan giveaway. Sebagian mengerti ada juga yang masih belum paham juga jadi saya bilang, kalo saya nulis artikel dan ada orang yang mau beli di situ saya dapat duit, he, he. Oo gitu to, ya udah kamu bikin artikel yang banyak ntar dijual, biar kamu bisa beli rumah, (kata mama saya). Amiiinn.

Enak ya jadi blogger?

Hmm, nggak juga! Kenapa?

Jadi blogger itu enaknya bisa ikut event-event gratis, mencoba produk baru lebih dulu, bisa dapat ilmu baru, pengalaman baru, kenalan baru, paling bikin senang jika bisa menerima hadiah-hadiah semacam voucher hotel, voucher belanja, pulsa, uang, buku, handphone sampai jalan-jalan ke luar negeri. Nggak enaknya ya sering dicap sebagai tukang cari gratisan, pengangguran, kurang kerjaan nulis-nulis artikel & meliput acara. Hiks, sedih kan dicap gitu?

No matter what they say. Selama nafasku masih berhembus dan jantungku masih berdetak. Saya akan terus berjuang jadi blogger (sambil mengepalkan tangan).

Saya yakin bahwa peran blogger di masa depan pasti akan makin dibutuhkan, karena perkembangan teknologi akan membuat informasi secara digital makin dicari. Buat kamu para blogger, terus semangat ya!

Selamat Hari Blogger Nasional!



Kamis, 11 Oktober 2018

Review Makan di Joglo Dahar Gedhang Mas

Halo, jumpa di bulan Oktober 2018. Puji Tuhan saya di bulan ini berulangtahun ke ...(skip aja, ya!). Doain supaya banyak rejeki, sehat, bahagia dan sejahtera, jadi berkat buat banyak orang, amin. Di usia saya yang sekarang saya bersyukur saja, meski sadar saya tuh jadi manusia termasuk telat dalam bertumbuh. Baik dari segi kedewasaan, kemandirian, mental, jodohnya juga telat. Tapi Tuhan sungguh sangat baik boleh mempertemukan saya dengan orang-orang yang luar biasa di dalam iman, pekerjaan dan usaha. Motto hidup "lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali" yang ditanamkan ortu ternyata baru terasa sekarang. 

Yus, ini kan judulnya review makan, kok jadi ngomongin soal motto hidup segala? Ya, maklum namanya juga nulis di blog pribadi jadi suka-suka lah, sama curhat juga boleh. He, he. 

Makan di tepi sungai seperti ini sangat mengasyikan di malam hari. 
Let's talk about Joglo Dahar Gedhang Mas. Pertama kali ke sini tuh asli langsung sukaaa banget sama tempatnya. Trus abis itu makannya dibayarin lagi alias gratis, he, he. Tambah senang,kan?  Cocok banget buat acara gathering bersama, ngerayain ultah atau sekedar ber-fellowship dengan keluarga. Makan di tempat seperti ini memang asyik banget, karena ada kolam atau sungai gitu di tengah-tengahnya. Paling enak menikmati sore dan malam hari di sini. Kalau makan bersama rombongan kita bisa memilih duduk di kursi atau lesehan, sementara gasebo kecil bisa cukup untuk 2-4 orang. 

Makan bersama-sama teman komsel juga menyenangkan.
Soal makanan, saya merasa cocok sama Gurameh Asam Manis-nya, sausnya nggak terlalu asam dan guramehnya masih terasa krispi. Tepungnya juga enak ada rasa gurih-gurihnya. Untuk masakan sayur saya suka sama Brokoli Seafood, masih kerasa segar dan rasanya enak di lidah.

Tempat live cooking.
Yang menarik di Joglo Dahar Gedhang Mas ini adalah adanya live cooking. Jadwal menunya setiap hari berbeda-beda. Waktu saya datang ke sana, pas menu Nasi Goreng Kambing. Live cooking ini diadakan setiap hari senin sampai jumat pukul 15.00-21.00. Menunya urut dari senin ke jumat ada Bakso ala GM, Mie Lethek, Sate Klathak, Nasi Goreng Kambing, Mie Oriental Java. Khusus sabtu dan minggu ada aneka bubur seperti Bubur Ayam, Bubur Candil, Bubur Sumsum, Bubur Kacang Hijau & Bubur Ketan Hitam. Waktunya mulai jam 9 pagi sampai jam 3 sore. 

Es Teller, Jeruk hangat, Jus Strawberry, Nasi Goreng Kambing, Mie Goreng, Cap Cay Kuah, sambal terasi. 
Saat saya datang di hari kamis ada live cooking Nasi Goreng Kambing. Rasanya lumayan enak, ada pelengkap seperti emping, tomat, mentimun dan acar. Sayangnya irisan daging kambingnya agak susah ditemukan, rasa rempah-rempahnya juga nggak terlalu kuat jadi nggak berasa makan jamu, wkwk. Minumannya saya memilih Jus Strawberry dan Jus Mangga, menurut saya manis asamnya pas. Untuk Es Teller, walau katanya minuman andalan di sini bagi saya biasa aja, malah terasa kurang manis dan kurang ada isinya. Isinya sama dengan Es Teller pada umumnya yaitu daging alpukat, nangka, kelapa muda dan mutiara. 

Hal-hal yang bisa kamu lakukan di JOGLO DAHAR GEDHANG MAS


1. Menikmati suasana makan di tengah alam yang masih asri

Meja makan di tengah kolam ikan. Cocok untuk makan bersama dengan keluarga.
Tempat makan JOGLO DAHAR GEDHANG MAS sepertinya bukan hanya dirancang untuk tempat menghilangkan rasa lapar namun juga untuk berlibur atau bersantai bersama keluarga, teman-teman atau mengadakan acara gathering, rapat bahkan acara pernikahan.

 2. Berfoto di jembatan & tempat-tempat yang indah lainnya

Jembatan ini terlihat cantik saat malam hari.
Pemandangan indah bisa jadi tempat yang pas buat kamu pecinta foto, banyak sekali sudut yang bisa jadi background foto kamu. Salah satunya jembatan ini. 

3. Makan sambil menyaksikan live cooking

Tempat makan sambil menyaksikan koki memasak menu spesial hari itu. 
Kamu mau tahu bagaimana koki memasak? Di sini ada sebuah tempat khusus jika kamu mau menyaksikan cara memasak. Menunya berbeda di setiap harinya. Sambil makan kamu bisa menyaksikan live cooking dan bertanya pada asisten koki tentang bumbu dan cara masak yang tepat.

 4. Makan di tengah taman

Buat yang suka menikmati hidangan dengan melihat taman, bisa memilih di sudut ini. 
Banyak pohon-pohon yang menambah asri tempat ini. Area makan pun jadi terasa menyenangkan karena ada nuansa hijau dari alam. Kamu yang jenuh dengan tempat makan monoton di kota bisa ke sini lho!

5. Privasi dalam menikmati hidangan

Jarak antar meja pengunjung cukup jauh.
Kenyamanan pengunjung juga begitu diperhatikan oleh pemilik tempat ini. Seakan mau menjaga privasi pengunjungnya, meja makan tidak di tata seperti rumah makan lain. Tapi dibuat seperti gasebo tersendiri, jadi yang mau rapat juga bisa memilih tempat agak tertutup, yang rombongan ada semacam aula tapi dengan meja panjang. Yang berdua atau berempat juga disediakan gasebo yang lebih kecil.

Nah, buat kamu yang ingin mencicipi asiknya makan sekaligus menikmati kebersamaan bersama keluarga sambil menikmati keindahan taman kamu bisa datang ke Joglo Dahar Gedhang Mas yang berada di Jl. Monumen Perjuangan, Kertopaten, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Cara ke sana cukup mudah bisa dengan motor atau mobil sekitar 5 menit dari terminal Giwangan. Harga makanan di sini masih lumayan terjangkau, untuk paket hemat berlima sekitar 250 ribuan sedangkan paket sepuluh orang 740ribuan.