Senin, 10 Februari 2020

Sate Kanak, Si Jago Ngulik Sate dari Jogja


"Hmm, bau sate-nya sudah mulai tercium nih!" batinku saat melangkahkan kaki di halaman depan bagian Jogja Paradise Foodcourt.

Meski letak Sate Ratu jauh dan paling belakang, namun bau khas sate sampai kemana-mana jadi mudah ditemukan, wkwkwk.
Video testimoni dari pengunjung Sate Ratu 
8 Februari 2020, saya diundang ke Sate Ratu dalam rangka mengenalkan menu baru "Sate Kanak" yang pada tahun 2019 kemarin memenangkan ajang bergengsi bidang pebisnis kuliner "Ngulik Rasa". Kompetisi ini diselenggarakan oleh Unilever dengan tujuan menumbuhkan kreativitas para pebisnis kuliner Indonesia dalam menciptakan kreasi fusion dari masakan khas Indonesia.

IG: Sate Ratu
Ada sekitar 2.900 lebih dari seluruh Indonesia yang mengikuti kompetisi yang dibagi dalam 3 kategori yaitu Sate, Soto dan Nasi Goreng. Dari masing-masing kategori diambil 15 peserta yang melakukan final cook-off di Jakarta.

Memberi sentuhan unik pada masakan menjadi inti dari kompetisi Ngulik Rasa. Namun, Pak Budi tidak mau jika mengikutkan Sate Merah ke dalam perlombaan. Disamping sudah pernah diikutkan dalam ajang serupa, di sini beliau harus mau membuka resep.

Oleh karena alasan tersebut dan atas permintaan para konsumen yang datang selalu menanyakan menu sate yang tidak pedas, maka lahirlah apa yang dinamakan Sate Kanak.

Berbalut bumbu khas Sate Ratu diperkaya dengan gula jawa, Kecap Manis Bango dan aroma Jeruk Limau membawa Sate Kanak ini menjadi Jago Ngulik Sate. Hadiah uang 50 juta pun berhasil dibawa pulang.

Tetapi menurut Pak Budi, bukan hadiah uang yang terpenting, namun adanya nilai tambah untuk bisnis restoran dan promosi yang makin meningkat karena acara itu banyak diliput oleh media besar, blogger dan youtuber.

Rasa Sate Kanak

Sate Merah, Sate Kanak, Kuah Polos lengkap dengan nasi (dokpri).
Secara penampakan, tak jauh bedanya antara Sate Kanak dan Sate Merah. Ibarat kembar identik yang harus dicari perbedaanya. Tak perlu takut tidak bisa membedakan, karena untuk Sate Kanak di tusuk satenya diberi tanda hitam.

Dari segi rasa, Sate Kanak hadir lebih ramah ketimbang Sate Merah yang pedasnya nendang. Kesan manis langsung terasa di lidah begitu menggigit irisan yang pertama. Empuk dan tetap juicy dagingnya saat dimakan, bumbunya meresap sempurna ke dalam daging. Jadi nggak hambar walau tanpa saus kacang seperti sate pada umumnya.

Harga di sini semua kelipatan 5k, tujuannya agar lebih efisien dalam melayani pembeli. Semua sate dibanderol 25k, minuman, nasi 5k.

Menu Sate Ratu tak terlalu banyak variasinya ada Sate Merah, Sate Kanak, Lilit Basah, Kuah Polos, Ceker Tugel. jadi jangan khawatir menunggu pesanan keluar lama.

Nah, bagi kamu yang sedang ada di Jogja jangan lupa mampir ke Sate Ratu yang berlokasi di Jogja Paradise Foodcourt.

Lokasi: 

Sate Ratu
Jogja Paradise Foodcourt
Jl. Magelang KM 6 Kutupatran, Sleman, DIY

Buka: Senin-Sabtu Pukul 11.00-21.00 WIB
Minggu libur

Kamis, 06 Februari 2020

Review Ugul-Ugul Kepurun, Destinasi Wisata Agroedutourism Klaten


Menikmati suasana pedesaan merupakan hal yang cukup mewah bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan. Beruntung, saya diajak teman-teman untuk mengunjungi sebuah kawasan wisata nan cantik yang berada di sekitar lereng Merapi.

Berbekal keinginan untuk menikmati suasana sejuk sekaligus ingin berwisata, saya pun menuju ke Ugul-Ugul Kepurun yang secara administratif sudah masuk ke wilayah desa Kepurun, Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah.

Untuk mencapai lokasi wisata ini dibutuhkan waktu kurang lebih 60 menit dari Jalan Janti. Perjalanan makin menarik tatkala kendaraan kami mulai memasuki kawasan belakang Candi Bubrah yang masih satu area dengan Candi Prambanan.

Baca Juga: Wisata Sejarah Candi Mendut Magelang 

Hamparan sawah yang hijau di kanan kiri jalan terus mengiringi sepanjang perjalanan. Maklum dari Jl. Solo-Prambanan masih cukup jauh tetapi semua pemandangan tadi mampu menghapus rasa lelah kami.

Tentang Ugul-Ugul


Di awal berdirinya pada akhir tahun 2017, Ugul-Ugul hanya merupakan sebuah restoran berlatar belakang suasana pedesaan.

Namun awal tahun 2018, Ugul-Ugul mulai melebarkan sayap bisnisnya ke dunia pariwisata berkonsep argoedutourism. Sehingga Ugul-Ugul bukan saja menyediakan makanan dan minuman, tetapi sekaligus menjadi tempat wisata yang mengerti akan kebutuhan masyarakat perkotaan yang rindu untuk menikmati udara bebas polusi. 

Argoedutourism adalah wisata pendidikan mengenai dunia pertanian. Di Ugul-Ugul ini kita bisa mendapatkan semua manfaat berwisata sekaligus mempelajari tentang tumbuhan, hewan dan pertanian.

Ugul-Ugul dikelola oleh PT. Kepurun Pawana Indonesia, farm industries & agro tourism beserta masyarakat desa Kepurun.

Makna dari nama Ugul-Ugul adalah unggul. Jadi jika diartikan Ugul-Ugul Kepurun adalah sesuatu yang diunggulkan di desa Kepurun. Visinya tentu saja untuk meningkatkan semua potensi yang tersembunyi dari desa Kepurun, baik itu dari segi ekonomi, sumber daya manusia dan sumber daya alamnya.

Kegiatan yang bisa dilakukan di Ugul-Ugul Kepurun


Berbagai kegiatan bisa kamu lakukan di sini lho! Mulai dari memancing, outbond, memberi makan hewan ternak, menyaksikan ikan di kolam, terapi ikan, naik kuda, berfoto di taman bunga, naik perahu kayuh, menginap, praktek menanam hidroponik, praktek memproduksi makanan seperti bakso, mengolah susu, membuat pupuk atau sekedar bersantai di gazebo. 

Tak perlu takut jadi mati gaya karena biasanya kalo udah masuk ke hutan atau bukit-bukit jadi susah sinyal. Karena Ugul-Ugul ini mengerti kebutuhan kaum millenial akan sinyal. Jadi di sini disediakan Wi-Fi gratis yang bisa dinikmati oleh semua pengunjung. 

Berada di lahan seluas 3,5 hektar, Ugul-Ugul mempunyai fasilitas yang terbilang komplit, mulai dari guesthouse, mini farming, meeting room, campground, restoran, ATV, taman bunga, water park, angkringan, kolam Catch and Release (CnR), gazebo, toilet, free Wi-Fi, tempat parkir dan mushola.

Menu andalan Ugul-Ugul Resto


Karena Ugul-Ugul berkonsep dasarnya resto, maka yang pertama kami lakukan adalah mencicipi makanannya dulu.

Menu andalan di sini adalah Ikan Bakar Nila dan Sup Ikan Nila Asam Pedas. Saya dan teman-teman tentu saja memilih menu makanan ini.

Untuk Ikan Bakar Nila dari penampakannya saja sudah menggoda selera. Rasanya hmm, yummy... ikannya sama sekali tidak bau tanah atau lumpur. Biasanya kan kalo ikan suka bau gitu. Ini enggak loh! Bumbunya juga terasa sampai ke dalam daging ikan. Sambal dan lalapannya mantulll, menambah selera makan.

Sup Ikan Nila Asam Pedas terasa menyegarkan saat disantap seusai menghabiskan nasi. Daging Nilanya cukup asam bagi saya, tetapi kuahnya enak terasa segar dan pedas ketika dimakan dengan daun kemanginya. Di kuahnya ada cabe utuh, sehingga yang tidak suka pedas masih aman. Kalo seleranya suka pedas, cabenya bisa digerus biar makin mantap!

Selain menu di atas kami juga mencicipi mendoan yang krispi. Hmm, mungkin lebih tepat disebut tempe tepung krispi aja ya? Karena kalo mendoan di Banyumas itu tepungnya masih basah atau istilah di sana menyebutnya 'mendo'.

Menu Ugul-Ugul Resto lainnya


Selain menu di atas, Ugul-Ugul Resto menyediakan Menu Kambing Gunung yaitu Gule Kambing, Bistik, Sate, Balungan Kambing dan Tongseng.

Ada juga Iga Bakar, Sop Iga, Sop Buntut. Ikan Gurame, Cumi, Udang, Ayam tersedia dalam pilihan goreng, bakar, asam manis, asam pedas, bumbu kemangi, cabe ijo dan sup.

Aneka penyetan Lele, Nila dan Ayam. Aneka Bakmi, Nasi Goreng, Capcay, Oseng Genjer, Oseng Kangkung, Oseng Daun Kates.

Aneka cemilan seperti pisang bakar, pisang gorenh, kentang goreng, tahu, tempe, mendoan. Paket keluarga dan paket Ugul-Ugul mulai 30k per orang.

Minuman di sini ada Wedang Uwuh, Wedang Sereh, Wedang Jahe, Teh, Jeruk, aneka Jus, Soft Drink dan Buble Drink.

Berkeliling di Area Wisata Ugul-Ugul


Usai mengisi perut kami segera berkeliling ke area wisata Ugul-Ugul. Cuaca siang itu tak begitu terik sehingga enak buat jalan-jalan.

Pertama kami menuju ke area selfie dan bersantai, di tempat ini ada box telepon merah, meja dan bangku taman, lampu-lampu dari bambu dan replika benteng pengintai. Bersebelahan dengan kandang burung Parkit dan Love Bird.

Taman bunga dan area kolam CnR (Catch and Release). Di sini pengunjung bisa selfie atau yang suka mancing bisa menyalurkan hobi memancing ikan tetapi ikan di sini dipancing untuk dilepas kembali. Kecuali untuk Ikan Nila bisa dibeli dengan ditimbang dan dibayar di kasir.

Koleksi Hewan 


Ugul-Ugul menyediakan fasilitas wisata edukasi untuk belajar mengenal dan merawat hewan. Ada kolam khusus ikan, kandang Kambing, kandang Sapi, Kerbau Bule, Kuda dan Rusa. 

Guest House


Karena PT. KPI juga membuka pelatihan untuk sekolah-sekolah, instansi-instansi dalam bidang perindustrian, pertanian dan perternakan, maka di area Ugul-Ugul juga tersedia kamar-kamar, kamar mandi, mushola, ruang makan dan ruang-ruang produksi. Guest house ini bekerja sama dengan OYO.


Ada pula tempat khusus untuk pengolahan pupuk, pengolahan sampah organik dan nonorganik. 

Mini Farming 


Di sini kita bisa mempelajari sistem menanam di pot, hidroponik, aquaponik maupun di polybag. 

Area Permainan


Area permainan Ugul-Ugul disediakan khusus untuk anak-anak SD dan SMP. Jadi kami belum bisa mencobanya, he, he. 

Kolam Ikan


Bersebelahan dengan area permainan ada kolam ikan khusus untuk pemeliharaan. Jadi ada kolam khusus yang penuh tumbuhan sejenis alga untuk makanan ikan. 

Perahu Kayuh

 
Bagi yang ingin merasakan naik perahu kayuh sambil menikmati suasana sejuk udara di danau bisa loh! Cukup dengan membayar tiket 20k kamu bisa puas mengayuh sepeda selama 20 menit untuk 2 orang.


Tiket Masuk dan Biaya 

Harga tiket masuk sementara untuk motor Rp.2000 dan mobil Rp. 5000 sekalian biaya parkir. Biaya memancing adalah 100k ditukar dengan voucher makan dan minuman di restoran.

Harga makanan mulai dari 10k sampai 50k per porsi. Untuk paket keluarga harga mulai 30k per orang.

Agar bisa menikmati fasilitas belajar dan didampingi bisa menghubungi pihak Ugul-Ugul untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut. 

Lokasi 

Ugulugul kepurun
Jl Pasar Butuh Baturan, Dusun 1, Kepurun, Manisrenggo, Klaten Regency, Central Java 55583
0857-8680-8616


Kontak

Email: ppa_kpi@yahoo.co.id
Web: www.ptkepurun.com
Telepon: 0821 3629 2100
IG: @ugulugul_kepurun









Selasa, 04 Februari 2020

Ini 7 Cara Untuk Menyatakan Cinta ke OYO Hotels Versi Saya


Wah, tak terasa kita sudah mulai memasuki bulan penuh cinta tahun ini. Hari Valentine biasa jatuh pada tanggal 14 Februari. Biasanya dirayakan oleh pasangan tetapi sekarang sudah lebih universal lagi karena hampir semua orang kini merayakannya.

Valentine atau hari kasih sayang ini disebut-sebut merupakan perayaan untuk memperingati Santo Valentinus yang merupakan sebuah nama dari 3 orang suci yang berbeda. Pertama seorang pastor di Roma, Uskup Interamna, Martir di Propinsi Romawi Africa.

Terlepas dari sejarah awal mula hari Valentine atau kasih sayang, tiap orang boleh kok merayakannya kapan saja tanpa terpatok pada tanggal 14 Februari. Caranya bisa bermacam-macam. Kalo versiku dalam menyatakan cinta kepada seseorang bisa berbeda-beda.

Sama pasangan tentu bisa dalam bentuk perhatian, kasih kado, bilang "i love u" tiap hari, membuat makanan kesukaannya, dll. Ke orang tua bisa juga dengan memberikan perhatian, menelpon, membelikan baju atau apa saja, dll.

Menyatakan kasih sayang itu nggak harus dalam bentuk kartu ucapan, bunga atau cokelat kok!

Untuk menyatakan cinta sama aplikasi hotel yang suka kasih promo hotel murah, caranya juga beda lagi. Mau tahu? Yuk, simak cara menyatakan cinta ke OYO versiku:

1. Download aplikasi OYO Hotels di HP


Sebagai tanda cinta saya ke OYO, tentunya saya sudah mendownload aplikasi OYO secara gratis dari Play Store. Dengan adanya OYO di HP kalo ada teman atau saudara yang mau menginap bisa tinggal buka aja tanpa harus survey keluar masuk hotel satu-satu.

Dengan memakai aplikasi ini maka kita bisa menyebarkan kode refferal kita supaya mendapat tambahan poin OYO 50.000 yang bisa digunakan sebagai potongan diskon ketika akan memesan kamar hotel.

Bagi teman-teman yang mau mendownload OYO, jangan lupa masukkan kode refferalku YUSTROYGKO agar mendapat 50.000 poin pertama kalian.

2. Follow semua akun media sosial OYO


Untuk menyatakan cintaku ke OYO, saya follow semua akun media sosial OYO. Baik Instagram maupun Twitter bahkan halaman Fanspage-nya. Karena saya nggak mau terlewatkan mendapat promo update promo terbaru dan giveaway yang sering diadakan.

Bahkan saya pernah menang mendapat voucher belanja lho dari giveaway OYO. Sampai saat ini tetap setia mengikuti semua giveaway biar dapat HP baru bahkan IPhone.

Wow! Kamu mau juga? Yuk, folow akunnya sekarang juga!

3. Nyalakan notifikasi


Jangan mau ketinggalan semua berita atau promosi dengan menyalakan notifikasi akun Twitter-nya. Dengan notifikasi ini aku juga bisa lebih cepat mengetahui event-event atau giveaway yang diadakan oleh OYO. Salah satu event yang sedang berlangsung adalah Love OYO Blog Competition yang akan berakhir 24 Februari 2020.

4. Selalu menge-like dan berkomentar di status terbarunya


Suka memberi like dan komentar bisa jadi sebuah tanda cinta yang sederhana lho! Nggak udah kirim kartu ucapan atau kado. Cukup like and comment, itu cara unik saya menyatakan cinta ke OYO.

5. Baca selalu blog OYO untuk mengetahui tips berlibur dan tempat-tempat yang recommended


Saya selalu meluangkan waktu untuk mendapatkan wawasan terutama tentang info wisata. Di aplikasi OYO terdapat fitur Budget Holiday Tips by OYO, di sini kita bisa mendapat info dan tips tentang destinasi wisata terbaik di sebuah kota lengkap dengan pilihan OYO. Jadi nggak perlu pusing menyusun itinerary karena sudah diberi ide mau ke mana.

6. Selalu memesan kamar hotel di OYO


OYO merupakan salah satu aplikasi pencari kamar hotel terbaik yang menyediakan fasilitas free WiFi, linen bersih, AC/kipas angin. Bahkan menyediakan tempat menginap yang nyaman bagi kaum millenial atau kamar kost lengkap dengan segala perabotannya lewat fitur OYO Life.

Selain itu navigasi dalam aplikasi sangat mudah digunakan karena tak perlu mengetik lagi untuk kota-kota besar seperti Yogyakarta, Jakarta, Malang, Semarang, Bali, Medan, dll.

Untuk mendapatkan promo kita juga tidak perlu kebingungan memasukkan kode voucher lagi, karena akan secara otomatis terpasang ketika akan checkout.

7. Menulis tentang OYO di blog

Tak perlu lagi meragukan cintaku untuk OYO karena aku sudah menuliskan tentang OYO di sini. Terima kasih OYO Hotels sudah hadir di Indonesia untuk meramaikan industri pariwisata di Indonesia khususnya bidang akomodasi. Semoga makin banyak penginapan/home stay yang bisa bekerja sama dengan OYO.

Tahun lalu saya sudah menulis sekilas tentang OYO. Demi mengikuti kompetisi, sih. Tapi sayang, tulisanku yang berjudul Bukit Rhema, Tempat Wisata yang Membawa Pesan Perdamaian belum lolos jadi pemenang.

Keinginanku untuk Berlibur Sekaligus Merayakan Momen Valentine di OYO Hotels


Bergelut dengan segala macam rutinitas sehari-hari bikin penat. Kerjaan seakan tiada habis-habisnya bikin stress. Ada waktunya untuk melepas segala kepenatan itu.

Mumpung bulan ini bertepatan dengan acara hari kasih sayang, kayaknya pas banget bila berlibur sambil menginap. Nggak usah jauh-jauh ke luar kota juga, karena kota tempat aku tinggal cukup banyak tempat wisata yang belum dikunjungi.

Baca juga: Berlibur 2 Hari 1 Malam di Kaliurang Yogyakarta (part2)

Area piknik tipis-tipisku biasanya di sekitar Malioboro, alun-alun, Taman Sari dan Museum Vredeburg. Sedang di alam bisa di Mangunan, Pinus Pengger, Puncak Sosok atau Bukit Bintang.

Yang lebih jauh jangkauannya dari tempat tinggalku di Jogja bagian selatan ya, Kaliurang dan sekitarnya.

Untuk mengeksplore area Kaliurang yang kini muncul banyak destinasi wisata baru seperti Merapi Park, Museum Sisa Hartaku, Ullen Sentalu, Bhumi Merapi, Klangon sampai The Lost World butuh banyak waktu dan juga tenaga yang tidak sedikit. Karenanya diperlukan sebuah tempat penginapan yang nyaman.

Untuk mencari sebuah penginapan yang nyaman tetapi tetap ramah di kantong, sebaiknya melalui aplikasi OYO yang menawarkan beragam pilihan Hotel Murah di Yogyakarta.

Dengan aplikasi OYO, aku dan keluarga bisa deh sering-sering staycation bareng tanpa khawatir kantong jebol.




Rabu, 29 Januari 2020

Rainbow Cake


Hari masih pagi ketika rainbow cake milikku selesai dibuat. Cepat-cepat aku masukkan ke dalam box mini buatanku setelah memotongnya jadi tiga. Kusisihkan satu kotak untuk kuberikan kepada nenek Diana, tetangga sebelah. Dua kotak yang lain aku kemas dalam satu kantong plastik dan kuletakkan di atas meja makan.

"Jangan terlalu lelah," suamiku memeluk dari belakang. Ia sudah selesai bersiap hendak pergi ke kantor. Sejak menikah kami memang memiliki kesibukan yang berbeda. Suamiku ke kantor tiap pagi dan aku berbisnis rainbow cake tanpa di sengaja akibat hobiku yang suka beresperimen dengan rasa. Bagiku warna pelangi ada tujuh, walau sebagian ada yang berpendapat hanya enam. Tujuh warna berarti tujuh rasa. Tiap lapis memiliki rasa khas masing-masing yang bila digabungkan menjadi satu bisa menciptakan perpaduan rasa yang unik.

"Membuat tujuh lapis yang berbeda apalagi dengan rasa dan warna yang berbeda pula sangat menghabiskan waktu, Jihan..." ujar suamiku. Baginya aku cuma membuang waktu untuk apa membuat tujuh adonan kalau bisa sekali jadi seperti buatan rainbow cake lain pada umumnya.

"Tinggal masukkan pewarna dan perasa buatan saja, selesai sudah. Tidak rumit dan cepat," katanya lagi.

Aku menggeleng keras. Bukannya sok perfectionis tapi...

"Kau hanya ingin menghibur diri dengan semua ini. Tapi program bayi kita takkan cepat berhasil kalau kau terlalu lelah," potong suamiku cepat.

Hatiku sedikit terusik mendengar ucapan itu, hampir tujuh tahun pernikahan kami tanpa diwarnai kehadiran tangis bayi di antara kami membuat aku ingin menenggelamkan diri dalam kesibukan. Airmataku selalu menetes tiap kali melihat ibu-ibu seusiaku sibuk mengantarkan anak-anaknya ke sekolah di jam segini.

"Hari ini hanya dua box saja," sanggahku.

Suamiku mengangguk. Aku berbalik membenarkan dasinya dan mengantarnya sampai ke depan. Tersenyum geli mendapati wajah suamiku yang sedikit protes mendapat perlakuan dariku yang seolah ingin mengusirnya keluar. Tapi ia melirik ke jam dinding seraya menepuk jidat.

Astaga, aku sudah terlambat. Serunya. Ia segera masuk ke mobil namun tak lama ia keluar lagi untuk membuka pintu gerbang. Ia melakukan semuanya dengan panik. Sementara aku hanya terkekeh gelj melihatmya. Ah, suamiku selalu bisa membuatku jatuh cinta lagi untuk kesekian kalinya.

* * *



Menua itu pasti tapi sendirian di usia senja tentu tak mengenakkan. Terlebih jika tidak memiliki anak, sedangkan pasangan hidupnya telah menghadap Yang Kuasa terlebih dulu. Hal itu yang terjadi pada nenek Diana, tetangga sebelah. Ia hidup seorang diri tanpa siapapun menua bersama rumah yang juga sudah lapuk termakan usia. Terus terang aku merasa takut kalau nantinya aku mengalami hal yang sama seperti dia.

Nenek Diana tak pernah memiliki pembantu tetap, hanya pak Diman tukang kebersihan kompleks yang sesekali membersihkan halaman rumah sedangkan istrinya dua kali seminggu membersihkan bagian dalam rumah. Selebihnya tugas memasak dan mencuci dikerjakan sendiri.

Sukar kubayangkan di usia hampir sembilan puluh tahun masih mengerjakan tugas rumah sendiri. Namun apa yang bisa kubuat? Kalau ternyata nenek Diana tidak pernah suka dengan hasil masakan orang lain.

"Lidahku terbiasa dengan masakan jawa yang komplit bumbu rempah-rempahnya," jawabnya saat kutanya kenapa tidak membeli nasi gudeg yang dijual di warung-warung. Aku hanya menahan nafas ketika melihat masakan gudeg buatan nenek Diana. Ia hanya memasak gudeg sepanci kecil saja dengan bumbu rempah yang kuat. Kalau menurutku sungguh sangat tidak praktis dan membuang waktu.

"Nggak beda sama kamu, Jihan. Membuat rainbow cake untuk mengisi kekosongan, " tiba-tiba suara mas Pram bergema.

Kubuka lemari es, memeriksa persediaan makanan kami. Kurasa hari ini aku harus berbelanja ke pasar. Selesai. Semua yang kuperlukan sudah tercatat. Setelah memastikan semua jendela dan pintu terkunci rapat aku keluar menuju rumah nenek Diana mengantar rainbow cake yang tadi pagi kusimpan untuknya.

Kebetulan nenek Diana sedang duduk di teras depan bersama Yu Warni, istri Pak Diman. Beliau tersenyum ramah menyambutku.

"Mau ke mana Mbak Jihan sudah rapi jam segini?" sapa nenek Diana.

"Mau ke pasar, Nek. Oya, ada cake buatanku semoga nenek suka."

"Ah, apa pun itu Nak. Nenek selalu suka pemberianmu, hati-hati di pasar suka ada copet, Nak!" nenek Diana mengingatkan.

"Bicara soal copet aku ingat dompetku belum kubawa," gumamku. Aku bergegas kembali ke rumah.

Kubuka pintu rumah, ya ampun! Ternyata kompor yang kugunakan untuk memasak air lupa kumatikan. Aku mengucap syukur untunglah tidak terjadi apa-apa pada rumah ini.

Buru-buru mengambil dompet di kamar. Setelah memeriksa kembali semuanya dengan seksama aku keluar. Meski belum pernah rumahku disatroni maling tapi setidaknya aku mewaspadai kemungkinan yang terburuk. Ingat pesan di televisi, kejahatan terjadi bukan karena ada niat tapi juga karena ada kesempatan.

Menengok ke rumah sebelah, Yu Warni masih bersama nenek Diana. Sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah nenek Diana. Seorang pria tampan berjas rapi turun bersama seorang wanita cantik berpakaian modis menggandeng seorang anak perempuan manis. Gambaran keluarga idaman yang selalu ada dalam benakku.

Kulambaikan tangan ke arah mereka, nenek Diana mengangguk sambil menyerukan kalimat hati-hati di jalan.

***

Akhirnya aku menyelesaikan semua daftar belanjaku setelah beberapa kali salah masuk kios, aku emang belum terbiasa dengan pasar yang baru selesai dibangun ini. Mendadak ponselku berdering.

"Halo, kau ada di mana?" suara mas Pram terdengar panik.

"Di pasar, Mas. Ada apa? Kenapa kau?" sahutku.

"Mas baru di rumah sakit, teman kantorku meninggal sehabis melahirkan. Bayinya tampan dan sehat bagaimana kalau kita mengadopsinya?" tanya suamiku.

"Siapa yang melahirkan? Sintha?" aku membekap mulut. Tercengang sekaligus terkejut tidak menyangka akan mengadopsi anak secepat ini dari teman sendiri pula.

"Kita bahkan belum pernah bersepakat untuk mengangkat anak, Mas?" tanyaku.

"Baiklah, kita akan bicarakan lagi nanti di rumah," suamiku menutup pembicaraan.

"Tolong! Tolong...!" seorang wanita tiba-tiba berteriak histeris di tengah orang-orang yang berbelanja.

"Ada apa, Bu?" orang-orang segera mengerubunginya dengan berbagai pertanyaan.

"Tadinya saya senang bertemu teman lama saya, pak. Penampilannya saja keren, rapi, cantik. Eh, nggak tahunya dompet dan hp saya diambil. Saya baru tersadar setelah akan membayar ikan ini," cerita ibu itu.

"Ibu sih, tadi kelihatannya akrab banget sama wanita tadi. Ya saya nggak mengira dia tega sama teman sendiri. Dia itu sudah terkenal jadi pencopet ulung, tapi karena suaminya keamanan di sini jadi kami nggak bisa berbuat apa-apa," ujar si penjual ikan.

Soal copet nenek Diana sudah mengingatkan tadi. Ah, jaman sekarang orang tak lagi malu. Cantik tapi tukang copet? Aku memeriksa dompetku. Masih ada sisa uang.

"Ini, bu. Biar buat bayar ikan ibu," ujarku seraya menyerahkan lembaran berwarna biru kepada ibu yang kecopetan tadi.

"Wah, terima kasih bu. Semoga Tuhan memberikan apa yang ibu idamkan," ucap ibu itu senang.

"Sama-sama, ibu." aku tersenyum miris. Ya, semoga Tuhan memberikannya. Aku jadi ingat dengan ucapan Mas Pram tadi.

***

Kembali ke rumah. Kembali pada kesendirian. Dunia yang sunyi. Kulirik rumah nenek Diana. Menghela napas. Memutar kunci.

"Kapan kamu punya momongan? Lihat si Lastri nikah baru sebulan langsung tekdung. Kamu kapan? Mama ingin gendong cucu dari Pram," ucapan yang selalu keluar acap kali bertemu dengan mama mertua.

"Punya keturunan itu penting lho! Kalau tidak mau menyesal di masa tua. Sendiri tanpa keluarga. Suami nggak bisa selalu ada di dekatmu, Jihan!" itu kata ayah mertua.

Kutenangkan diri duduk di sofa sambil memejamkan mata.

"Mencari uang bisa ditunda, tapi anak jangan ditunda!" nasehat mama, "lihat nenek Diana tetanggamu. Itu contoh nyata masa depan orang yang tidak punya keturunan!"

Kuputuskan mengocok adonan kembali. Mengolah tujuh rasa berbeda di tiap lapisnya. Memanjakan setiap lidah menyecap kelezatannya. Mungkin inilah warna yang ada dalam hidupku.

Tiba-tiba pintu depan diketuk keras tak berirama menandakan pengetuknya sedanh mengalami masalah besar.

"Mbak, tolong Mbak Jihan. Ibu... Ibu... Mbak!" seru Yu Warni.

"Tenang, Yu Warni. Ada apa?" Aku bergegas membuka pintu.

"Ibu Diana, Mbak. Dia pingsan!" sahut Yu Warni dengan wajah pucat.

"Apa?" aku berlari ke rumah nenek Diana.

"Rampok, mbak Jihan orang itu rampok!" kata nenek Diana setelah sadarkan diri. Ia masih berada di dalam kamar yang berantakan. Lemari baju terbuka lebar dan isinya berserakan tidak karuan. Semua benda yang ada di kamar itu tak satupun berdiri dengan rapi tanda bahwa penjahat itu tak mau meninggalkan barang berharga sedikitpun.

"Orang yang membawa mobil mewah tadi menghipnotis ibu, Mbak. Tanpa sadar ibu terus mengobrol dengan wanita dan anaknya. Sedang laki-laki itu menyelinap ke dalam rumah menggasak semuanya," jelas Yu Warni.

Lagi-lagi pelakunya orang yang berpenampilan kelas atas, sasarannya orang lanjut usia seperti nenek Diana. Batinku geram.

"Habis semua uang nenek, mbak! Kalung, gelang, anting, cincin dari almarhum bapak ludes! Mbak!" ujar nenek tersedu-sedu.

Kurasa tinggal sendiri di hari tua bukan ide yang baik. Segera kuhubungi suamiku, "Mas, aku setuju. Kita adopsi saja bayi itu."

Dan kudengar nada yang sangat bahagia dari ujung sana.

* * * *



This entry was posted in

Senin, 27 Januari 2020

Hati-hatilah Dalam Berkata-kata, Karena Itu Bisa Membunuh!

Ayub 19:2 (TB)  "Berapa lama lagi kamu menyakitkan hatiku, dan meremukkan aku dengan perkataan? 

Tahukah bahwa di dunia ini orang bisa dengan mudahnya ngomentarin (atau bahasa sekarang 'nyinyir') orang lain. Baik itu secara lisan maupun tulisan di medsos. Gawatnya nggak semua orang kuat dinyinyirin. Makanya sering kita dengar ada artis/aktor yang cukup terkenal tiba-tiba bunuh diri. Padahal bila dilihat hidupnya sudah mapan, semua kebutuhan terpenuhi dan materi berlimpah.

Lalu orang mulai bertanya, kenapa? Halo netizen yang maha benar, kebanyakan mereka itu bunuh diri akibat haters atau fans yang ngomentarin negatif terus.

Nggak peduli sih setiap manusia, entah terkenal atau tidak, selama masih hidup atau bahkan udah mati nggak akan lepas dari yang namanya omongan. Baik itu positif maupun negatif.

"Halah, udah nggak usah dimasukin ke hati. Ambil positifnya dan balaslah dengan prestasi," kalimat itu udah umum sekali didengar dan jadi sebuah jurus menangkal perkataan negatif yang seperti pedang tajam menancap di hati kita.

Tapi apa iya semudah itu?

Bagiku nggak mudah. Sangat tidak mudah. Banyak sekali orang komentarin negatif tentang diriku. Dan itu jelas nusuk banget di hati.

Seperti pas udah nikah, saudara-saudara selalu ngomong, 'bisa apa kamu?', 'penghasilanmu cuma dikit, nggak mungkin cukup buat ngidupin anak, belum kebutuhan lain', 'halah, paling keharmonisannya cuma sebentar aja', 'nggak mungkin kamu bisa tinggal di kota, beli rumah di kota tu mahal, kamu nggak sanggup', 'kamu kan nikah cuma buat nggantungin hidup sama suami, iya kan?' dst, dsb, dll...

Kalo udah gitu biasanya aku tutup telinga dan berdoa. Itu kalo lagi waras. Tapi kalo enggak, ya seringnya baper dan nangis seharian.

Solusinya paling aku agak menjauhi mereka. Nggak banyak cerita soal apa yang jadi masalah rumah tangga kami. Karena kebanyakan rumah tangga hancur bukan orang ketiga tapi akibat dikomentarin anggota keluarga yang lain. Duh!

Tutup telinga aja ketika mereka mulai membicarakanku di belakang. Nggak masalahin apa yang dipersoalkan mereka yang penting visi keluargaku terus berjalan.

Tips Mengatasi Komentar Negatif dari Orang Lain: 


Aku menuliskan ini bukan berarti aku sudah lolos dari ujian perkataan negatif orang. Tetapi sebagai pemacu diriku dalam mengatasi nyinyiran orang.

1. Jangan terlalu dipikirkan dan dimasukkan ke dalam hati

Pixabay.com

Ngomong itu gampang, melakukannya tidak mudah. Tenang mereka yang mengomentari belum tentu bisa jika diposisikan ke kamu.

2. Hidup itu cuma sekali


Kita cuma diberi kesempatan untuk melewati hari ini hanya sekali. Untuk apa menghabiskan waktu dengan memikirkan omongan orang. Aku tahu bahwa hidupku cuma sekali maka aku pastikan hidupku ini jadi berarti, bahagia dan luar biasa.

Aku punya kemampuan untuk berusaha menjadikan hidupku yang cuma sekali ini bisa bermanfaat dan jadi berkat bagi banyak orang.

3. Kita tidak bergantung pada mereka


Sekali lagi nggak masalah orang mau bilang apa, menghina kita sekalipun. Hidup kita tidak akan tergantung dengan mereka, yang memberi nafas hidup dan menciptakan kita adalah Tuhan. Hidup kita tergantung pada Tuhan, bila kita kurang pintar, kurang materi minta sama Sang Pencipta.

4. Ubah cara pandang kita terhadap diri sendiri


Siapa lagi yang bisa memandang diri kita berharga selain diri kita sendiri. Tuhan pun yang menciptakan kita manusia berkata, engkau ini berharga di mataKu. Sesuatu yanh berharga itu pasti disayang, dijaga, dirawat. Nggak ada orang yang membiarkan barang berharganya tergeletak begitu saja, pasti disimpan dan dijaga dengan baik. Begitu juga Tuhan terhadap diri kita.

5. Berdoa dan melepaskan pengampunan


Pembelaan Tuhan itu sempurna. Pernah suatu kali tetanggaku menghina televisi kami yang jelek, perkataannya bukan cuma sekali tapi berkali-kali dan itu sangat menyakitkan.

Saat itu yang kulakukan cuma berdoa sambil nangis, Tuhan dengarkan apa yang dikatakan tetanggaku? Belalah aku Tuhan. Aku tidak mampu tapi Engkau yang mampukan aku untuk melepaskan pengampunan.

Ya, aku cuma doa minta dibela Tuhan dan meminta agar hatiku bisa mengampuni orang itu. Dan apa yang terjadi?

Beberapa hari kemudian, entah kenapa televisi tetanggaku itu tiba-tiba rusak. Padahal barusan beli dan mereknya cukup bagus. Nggak sampai di situ saja, temannya kakakku meminjamkan televisinya untuk dipakai di rumah kami. Wow, Tuhan dahsyat kan?

6. Tetap bekerja mengukir prestasi, fokus pada tujuan akhir


Ada usaha pasti ada hasil. Dulu pas lulus SMA, karena nggak mampu kuliah aku menjalankan usaha toko kelontong dan terima pesanan kue ulang tahun. Waktu itu banyak orang berkomentar apa yang kulakukan adalah sia-sia.

Ngapain kamu usaha gitu? Kenapa nggak kerja aja ke luar negeri? Kenapa nggak merantau? Kenapa nggak berusaha cari beasisiwa? Dsb, dst...

Parahnya waktu itu aku justru tidak fokus dengan apa yang kukerjakan. Usaha tiap hari sih terus dilakukan tapi tiap hari juga mikir komentar orang. Lalu kepikiran pengem kuliah, pengen kerja di luar tapi takut nggak bisa pulang lagi, pengen ngelamar jadi PNS, dll.

Tapi semuanya nggak bisa kulakukan dan akhirnya aku cuma bisa nangis dan merenungi nasib. Kok nggak kayak si itu, si A, si B? Duh, hidupku miris banget sih? Cuma jadi bakul roti. Parah banget ya sebutannya? Padahal yang anaknya Pak Jokowi aja mau kok jualan pisang goreng, he, he.

Akhirnya nggak fokus pada usaha yang sedang aku rintis. Padahal kalo dilihat sekarang, seandainya dulu aku bisa fokus usaha mungkin aja udah berhasil. Tuh kan, akhirnya nyesel!

7. Bergabung dengan orang-orang yang tepat


Kegagalanku menjadi seorang pengusaha roti (ciee!) Bisa jadi karena aku nggak bergabung dengan para pengusaha lainnya. Aku berdiri sendiri di tengah orang-orang yang visinya berbeda.

Bertambah usia membuatku paham bahwa bila lingkungan tempat bergaul itu sangat memengaruhi hidup dan cara pandang. Saat itu benar aku ada di lingkungan tetangga yang membuka toko tapi tidak bergaul dengan mereka.

Kebanyakan mereka sudah sibuk dengan aktivitas. Yang datang ke toko adalah orang-orang pekerja kantoran, pegawai negeri dan buruh. Maka otomatis mereka menganggap profesi mereka yang terbaik dan saat itu aku masih imut-imut. Kebiasaan deh orang lebih tua itu menasehati orang yang lebih muda. Padahal visinya beda.

Oleh karena itu, lebih baik bergabunglah dengan komunitas yang sesuai dengan apa yang jadi visi kita. Kalo mau hidup kita berharga jangan pernah bergabung dengan orang-orang yang suka nyinyir atau bergosip.

Bersyukur sekarang sudah ada internet sehingga dengan mudah bisa menemukan komunitas yang cocok. Blogger dengan blogger, pebisnis online dengan pebisnis online, seniman dengan seniman.

8. Anggap perkataan orang itu sebagai cambuk agar kita lebih maju lagi


Orang yang dihina biasanya akan lebih sukses. Ini dikarenakan saat mereka dihina, bukannya melemah tetapi malah semakin kuat berusaha agar keadaan hidupnya berubah lebih baik.

Jadi jangan pernah membiarkan kata-kata orang lain memengaruhi hidupku dan hidupmu yang sudah baik ini.

Mari ubah kata-katamu menjadi perkataan yang membangun bukan meruntuhkan




Suatu kali ada yang membagi sebuah renungan lewat WA. Di sana diceritakan ada seorang ibu dua anak kembar yang tanpa sengaja justru membunuh salah satu anaknya. Karena dituduh selalu pilih kasih.

Seorang ibu juga rentan stress, ketika ibu ini bekerja maka akan dikomentarin, 'kok tega sih ninggalin anak demi bekerja, memang gaji suami nggak cukup ya?'

Ketika jadi ibu rumah tangga, 'ih sarjana kok nggak kerja di rumah aja?', 'nggak pengen kaya ya?'

Seorang nenek bahagia tinggal sendiri di rumah lalu tetangga bilang, 'anaknya tega ya membiarkan ibunya sendirian di rumah'. Lalu nenek ini jadi sedih dan malah sakit-sakitan.

Banyak dari kita nggak sadar telah mengeluarkan perkataan yang tidak perlu dikatakan. Tahukah bahwa kata-kata itu tajam? Kata-kata begitu mudahnya mempengaruhi hidup seseorang, bisa membangkitkan atau meruntuhkan semangat.


Dunia ini diciptakan oleh Tuhan dengan perkataan. Tuhan berfirman, "jadilah terang, maka terang itu jadi."

Perkataan itu ada kuasanya. Jadi pergunakanlah perkataanmu sebagai alat untuk membangun orang lain. Sebagai orang tua janganlah mengutuki anakmu nakal tetapi berkati dengan berkata, 'anakku pintar, kamu hebat, kamu anak baik.'

Sebagai suami jangan berkata, 'istriku bodoh, jelek, gendut, tidak bisa apa-apa,' tetapi sebaliknya puji dia. Maka istrimu akan makin cantik, lembut dan baik.

Gunakan kata-katamu untuk memuji Tuhan dan juga memberkati sesamamu yang diciptakanNya.

Kamis, 23 Januari 2020

Pengalaman Unik Mandi Parfum Bak Putri Bangsawan


"Parfumnya tumpah po?" Tanya mama waktu berpapasan denganku, waktu itu aku baru keluar dari kamar.

"Enggak mah," sahutku.

"Kok wangi banget kayak putri dari Eropa?" Ujar kakak perempuanku.

He, he, aku geli ini pasti karena aku habis mandi parfum pakai Vitalis. Orang serumah jadi penasaran aku pakai parfum apa?

Rasa penasaran ini baru terjawab setelah suamiku ikut mandi pakai Vitalis juga. Dia memang suka ngasal pakai sabun mandi apa pun yang ada. Akibatnya orang serumah juga nanyain dia pakai sabun apa kok wanginya beda? Dan dijawab pakai Vitalis. Auto semuanya nggak percaya karena selama ini kan Vitalis adalah merek parfum.

Awalnya saya juga nggak percaya kalo Vitalis ini ada body wash-nya. Dan baru percaya setelah menemukan sendiri produknya di toko.

Perubahan yang Terjadi Setelah Mandi Keharuman dengan Vitalis Body Wash



1. Menjadi Jauh Lebih Percaya Diri

Hawa di Jogja ini makin panas meski sudah memasuki bulan Januari yang harusnya lebih banyak hujan. Nyatanya justru langit di kota ini malah selalu cerah bahkan tidak pernah meneteskan air dari langit.

Cuaca panas otomatis bikin badan jadi memproduksi keringat berlebih. Akibatnya ancaman bau badan tidak dapat dihindari.


Bagiku memiliki bau badan yang tidak sedap bisa menurunkan rasa percaya diriku. Apalagi jika hari Minggu atau Selasa jadwalku bertemu dengan teman-teman gereja. Bisa memalukan jika di antara mereka ada yang keceplosan bilang badanku bau atau menutup hidung. Parahnya jika ada yang bersin ketika bersalaman denganku. Wah, berarti bauku memang benar-benar tidak sedap.

Untunglah ada Vitalis bisa membersihkan keringat, kotoran dan debu serta wanginya lebih tahan lama.

Harumnya Vitalis membuatku lebih percaya diri jika bertemu dengan anggota keluarga yang lain maupun teman satu gereja.

2. Hubungan Rumah Tangga Lebih Harmonis

Sejak memakai Vitalis Body Wash, kami berdua jadi lebih lengket dari biasanya. Biarpun cuaca sedang panas-panasnya kami bisa betah duduk berdekatan. Padahal sebelum-sebelumnya kami jauh-jauhan sejak cuaca makin panas. Bahkan dalam satu kamar kami bisa tidur antara pojok sana dan pojok sini, ha, ha.

3. Lebih Semangat Menjalani Aktivitas

Mandi pagi memang sangat menyegarkan terutama jika mandi air dingin dengan Vitalis Body Wash yang wanginya tahan lama. Jadi makin semangat menjalani hari-hariku sebagai istri dan seorang blogger.

Wangi mewah bagaikan mandi parfum nyatanya sanggup membangkitkan semangatku yang kerap pudar.

4. Jadi Lebih Kreatif dan Produktif

Seorang blogger dituntut selalu kreatif dalam membuat konten (hmm, sebenarnya aku juga bisa menyebut diriku konten kreator). Kalau tidak, maka blognya akan kosong, sosial medianya juga nggak menarik, pengunjung sepi akibatnya job pun menjauh.


Persaingan dalam dunia digital makin ketat siapa yang kreatif dan terus produktif itulah yang akan bertahan.

Keharuman parfum dari Vitalis Body Wash memberikanku inspirasi untuk membuat konten dan mengaktifkan kembali ide-ide yang belum keluar.

5. Bermimpi Jadi Putri Bangsawan 

Seperti apa yang sudah disampaikan tadi di atas, bahwa dengan mandi keharuman Vitalis membuatku jadi lebih kreatif. Sampai-sampai aku bermimpi jadi seorang putri bangsawan dari Eropa yang akan pergi ke pesta dansa bersama pangeran (wuihh).


Lalu aku pun berandai-andai, seandainya dulu waktu menikah sudah ada Vitalis maka akan lebih spesial lagi momentnya. Tetapi masa itu sudah berlalu, masa kini harus mempersiapkan masa yang akan datang. Nggak terlambat juga kok untuk menikmati sensasi kelembutan dan semerbak wangi parfum saat mandi menggunakan Vitalis.

Cara asyik menggunakan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash


Ada dua macam cara menggunakan sabun kecantikan Vitalis, bisa dituang langsung di tangan bisa juga di spon mandi agar busanya lebih banyak. Usapkan ke tubuh yang sudah dibasahi.

Tetapi menurutku keduanya sama-sama asyik. Atau bisa juga mandi sambil berendam di bathup.

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash ini tersedia dalam 3 macam:

1. Fresh Dazzle


Warna sabunnya hijau muda dengan keharuman mewah diperkaya dengan ekstrak jeruk Yuzu dan Teh Hijau. Pengalamanku saat memakai varian ini cukup unik, karena aromanya menurutku cukup maskulin jadi bisa dipakai oleh kaum pria juga. Meski sebenarnya Vitalis merupakan sabun kecantikan yang dapat membantumu tampil glamor.

Setelah dibilas pun tidak meninggalkan rasa lengket atau terlalu kesat. Kulit tetap terasa lembab dan bersih dari kotoran.

Sensasi kesegaran sehabis mandi pun dapat, meski berkeringat lagi tetapi wangi sabunnya masih terasa.

2. Soft Beauty


Warna sabunnya ungu sesuai kemasan luarnya juga ungu tetapi lebih muda. Diperkaya dengan Alpukat dan Vitamin E, menjaga kelembaban dan merawat kulit agar tetap lembut dan elastis.

Kalo wanginya lebih cocok dipakai gadis remaja yang enerjik. Sensasi parfumnya tetap berasa mewah. Teksturnya kental dan busanya banyak, tidak meninggalkan rasa kering atau licin namun tetap lembab.

3. White Glow


Kalo yang ini pasti jadi favorit para wanita, selain warnanya yang cantik, wanginya itu lembut banget. Berasa manis kayak permen, wkwkwk.

Diperkaya ekstrak Licorice dan susu yang merawat dan menjaga kulit agar tetap bersih dan tampak cerah bersinar.

Vitalis, Pancarkan Pesonamu Raih Bintangmu


Setiap wanita pasti punya mimpi yang besar. Tetapi untuk mewujudkan mimpi itu pasti membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Bukan tidak mungkin jika seorang wanita bisa tetap mewujudkan mimpi meski sudah berkeluarga. 

Pesona kecantikan yang dianugerahkan Tuhan kepada wanita juga merupakan sesuatu yang wajib dijaga. Tak hanya cantik, wanita juga harus bisa menjaga agar badannya tetap wangi dan tampil glamor. 

Namun terkadang wangi parfum dengan body wash yang dipakai sering kali tidak sama malah menimbulkan bau yang aneh. Untuk itu Vitalis sangat mengerti kebutuhan para wanita sehingga dikeluarkan produk baru berupa body wash. 

Kini wanita Indonesia makin percaya diri dengan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash untuk meraih mimpinya.

Tentang Unza Vitalis


PT UNZA VITALIS adalah produsen produk perawatan kulit dan tubuh serta fragrance dengan merek-merek ternama antara lain, VITALIS, SUMBER AYU, IZZI, ENCHANTEUR, ROMANO, DOREMI, SAFI & BIO ESSENCE. Dengan berbagai pilihan merek dan didukung oleh distribusi yang kuat, saat ini PT UNZA VITALIS memimpin pasar Indonesia di kategori fragrance.

PT UNZA VITALIS adalah bagian dari  Wipro Consumer Care & Lighting Group, merupakan salah satu produsen dan pemasar produk perawatan tubuh terkemuka di Asia Tenggara dengan merek-merek yang difokuskan untuk jutaan konsumen di Asia. Wipro Consumer Care & Lighting Group memproduksi dan memasarkan lebih dari 24 merek unggulan di 50 negara diantaranya terdapat di Asia Tenggara, China, India dan sekitarnya. 

Senin, 20 Januari 2020

Teknologi Solar Panel

Sumber: DBS Bank
Energi baru ramah lingkungan semakin berkembang dan tak bisa dihindarkan. Dengan bermunculannya energi baru ramah lingkungan diharapkan mampu menekan penggunaan energi fosil yang ketersediaanya semakin terbatas. Melihat potensi tersebut, berbagai macam perusahaan teknologi mulai berlomba-lomba menciptakan produk berbasis energi yang ramah lingkungan. Peluang pengembangan sumber energi tenaga surya di Indonesia sangat besar. Terlebih letak geografis Indonesia menjadikan salah satu wilayah yang memiliki sumber energi terbaik di dunia.

Solar PV (Fotovoltaik) adalah metode pembangkit tenaga listrik dengan mengubah radiasi matahari menjadi arus listrik (DC) menggunakan semi konduktor yang menunjukan efek fotovoltaik. Solar PV atau sering disebut juga dengan solar panel atau panel surya terdiri dari sejumlah sel surya atau solar cell yang mengandung bahan atau material fotovoltaik (photovoltaics) yang disusun bersamaan dengan silikon monocrystalline, silicon polycrystalline, silikon amorf, telluride kadmium dan tembaga indium gallium selenide atau atau sulfida. Solar PV termasuk jenis photo dioda. Solar PV atau solar panel dapat bekerja untuk waktu yang cukup panjang hingga 25 tahun, tanpa memerlukan bahan bakar atau biaya operasional tambahan.

Sumber: Sewatama
Solar cell atau PV menghasilkan listrik arus DC dari sinar matahari yang dapat langsung digunakan untuk peralatan listrik DC atau untuk mengisi ulang baterai. Aplikasi praktis pertama Photovoltaics adalah satelit yang mengorbit listrik dan pesawat luar angkasa lainnya, tetapi sekarang sebagian besar modulfotovoltaik digunakan untuk pembangkit jaringan listrik tersambung setara PLN. Dalam hal ini inverter diperlukan untuk mengkonversi arus DC ke arus AC.

Indonesia mempunyai wilayah yang memiliki sumber energi matahari yang melimpah dan kita dapat memanfaatkannya sebagai sumber energi di rumah-rumah dan gedung dan saat ini di dunia kendaraan listrik dan energi tenaga surya sama-sama tengah dikembangkan. Dimana kendaraan listrik dapat memanfaatkan solar panel sebagai sumber energi listrik, teknologi ini sudah dikembangkan di sejumlah negara. Bahkan di beberapa negara mereka menggunakan teknologi ramah lingkungan dapat subsidi dari pemerintah. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa perusahaan jasa pasang solar panel salah satunya adalah Sewatama yang bergerak dibidang pengadaan dan pemasangan solar panel.