Jumat, 30 November 2018

Day 11: Ini Barang-Barang Koleksi Saya di Rumah



Sebenarnya saya bingung jika ditanya barang koleksi saya sekarang. Saya bukanlah tipe orang yang suka mengoleksi satu jenis barang sampai berburu, bahkan rela membayar berapa pun harga barang itu demi bisa memilikinya. Kalau ada ya saya simpan, dirawat kadang dibersihkan lalu disimpan lagi. Nggak pernah dipajang atau dipamerin ke orang-orang. Barang yang saya koleksi juga berganti-ganti, he, he, maklum masih labil. *gubrak!

Saya pernah mengkoleksi kartu nama, undangan, perangko, kaset, buku, stiker, majalah, warta gereja dan yang terakhir ini tiket. Nggak jelas ya, sebenarnya kamu mau koleksi apa sih? Ha, ha, ha. Oke daripada pusing mending saya cerita aja ya, apa aja sih barang-barang yang pernah atau masih saya koleksi sampai saat ini.

Barang Koleksi Pertama Saya: Benda Pos

Barang pertama sekali yang saya koleksi adalah perangko. Saya suka berfilateli sejak SD. Koleksi saya termasuk banyak kala itu. Mendapat perangko dari barang dagangan papa yang saat itu jualan alat tulis. Jadi jika ada perangko yang baru saya ambil dan simpan.

Hobi mengkoleksi perangko sebenarnya ditularkan oleh kakak saya. Kan jaman dulu orang masih pake surat-menyurat untuk berkomunikasi. Mama saya juga rutin berkirim surat dengan saudara-saudaranya di Jogja dan perangkonya selalu dilepas dan disimpan. Saya pun mulai ikut berkirim surat lewat rubrik sahabat pena di majalah anak-anak.

Kelas 4 SD saya sudah memiliki beberapa sahabat pena. Selain perangko saya juga mengkoleksi kertas surat dan amplop surat yang gambarnya lucu-lucu. Untuk menulis surat saya tidak menggunakan kertas buku tulis tetapi membeli kertas surat yang harum. Ketika SMP saya mulai mendaftar ke sahabat pena dan data diri saya dimuat di majalah mambuat setiap hari saya dibanjiri dengan surat-surat.

Banyaknya surat yang masuk untuk saya membuat saya kewalahan menyimpan surat-surat itu. Solusinya saya membuang surat yang ditulis dengan amplop dan kertas biasa. Amplop yang polos juga saya buang supaya tidak terlalu menuh-menuhin lemari. Yang saya simpan sampai sekarang hanya surat-surat yang punya gambar bagus. Jika ada 2 amplop motifnya sama, tidak saya simpan keduanya tapi yang satu saya cuma ambil gambarnya untuk dijadikan hiasan buku diary. 

Mulai Remaja Mengkoleksi Majalah Donal Bebek

Beranjak SMP, hobi saya mengkoleksi malah bertambah. Saya mulai menyukai stiker dan mengumpulkannya. Snoopy, Mickey Mouse dan Tweety jadi incaran saya waktu itu. Tapi kesukaan saya pada sticker tidak lama karena beralih mengoleksi majalah Donal Bebek. Di kota tempat tinggal saya waktu masih remaja, ada sebuah lapak yang menjual majalah dan buku bekas di sanalah saya berburu majalah Donal Bebek.

Majalah Donal Bebek (doc: catatanyustrini)
Sepulang sekolah saya selalu mampir ke lapak itu untuk berburu kalau-kalau ada majalah bekas yang masih baru. Maksudnya belum lama terbit. Kadang ada juga yang edisi minggu lalu sudah ada bekasannya. Wah, saya jadi mendapat majalah Donal Bebek dengan harga yang jauh lebih miring. Koleksi majalah Donal Bebek saya masih ada di Purwokerto, utuh, tidak bertambah dan tidak berkurang. Kenapa? Karena saya sudah tidak membeli lagi dan sebagian koleksi dipinjam tapi tidak kembali.

Koleksi Kartu Undangan

Iya, saya suka menyimpan kartu undangan. Buat apa? Cuma saya lihat aja desainnya. Selain suka dengan bentuk-bentuk kartu undangan yang bagus-bagus, kartu undangan juga bisa menjadi semacam reminder kapan sih si ini nikah. Undangannya kayak apa. Kadang saya juga mengkhayal kalo nikah nanti undangannya bakal seperti ini, kertasnya yang ini. Mama saya suka protes kalo nemuin tumpukan undangan yang lama-lama masih saya simpan. Jadi kadang kalo kartu undangannya biasa-biasa aja, sama mama saya langsung dibuang. Biar rumah kita nggak penuh sama kartu undangan, katanya. 

Koleksi kartu undangan masih hingga saat ini. Walau sudah menikah, saya masih suka ngoleksi kartu undangan lho! 

Koleksi Buku Fiksi & Non Fiksi

Selain majalah Donal, saya suka mengkoleksi buku. Sempat kepikiran pengen koleksi buku novel dari Enid Blyton tapi belum kesampaian. Jadi sekarang masih random aja. Puji Tuhan ada giveaway yang sering diadakan jadi lumayan ngirit kalo mau mengkoleksi buku.

Sebagian koleksi buku fiksi saya (doc. catatanyustrini)
Ke depan saya pengen bisa mengkoleksi buku-buku karya Albertine Endah yang menulis tentang tokoh-tokoh inspiratif di Indonesia. Pengen menularkan semangat membaca buku-buku yang berkualitas kepada anak-anak saya nanti.  Supaya mereka bisa mengambil sisi positif dari buku yang dibaca. 


Kamis, 29 November 2018

Day 10: 5 Film 2018 Paling Seru Pilihan Catatan Yustrini





Masuk hari ke sepuluh ini #BPN30daychallenge2018 membahas tema film/buku/musik yang direkomendasikan. Saya pilih salah satu saja ya, yaitu film. Dari dulu saya suka sekali nonton film bergenre science fiction, thriller, adventure dan komedi. Bersyukur ternyata hobi itu dapat tersalurkan kembali setelah pindah di Jogja. Dari sekian banyak film baru yang dirilis tahun ini, menurut saya ini yang paling seru:


Pertama ada  Oolong Courtyard KungFu School (2018), bila kamu penggemar film Boboho yang terkenal sekitar tahun 2000 pasti akan merasa diajak kembali merasakan sensasi menonton kembali film berlatarbelakang perguruan Shaolin yang dibalut dengan unsur komedi juga. Apalagi didukung oleh aktor senior Man Tat Ng dan anak-anak kecil yang menambah kelucuan film ini.


Masih ingatkah dengan dua aktor cilik ini? 
Diceritakan ada dua penjahat yang diutus oleh seorang kepala gangster untuk mengambil sebuah batu bertuah Oolong yang disimpan di perguruan Shaolin. Adegan demi adegan kocak terus mewarnai di sepanjang film ini, walau demikian ada adegan mengharukan saat misteri tentang siapa sebenarnya ibu dari anak yang ditinggalkan di perguruan itu akhirnya terungkap.


Aktor senior Man Tat Ng 

Film kedua ada  Along with The Gods 2-The Last 49 Days (2018). Film Korea ini merupakan lanjutan dari Along with The Gods yang pertama-The Two World yang rilis tahun 2017. Dari judulnya tentu sudah bisa ditebak jika film ini bercerita tentang kehidupan manusia setelah kematian, melewati pengadilan dan bererinkarnasi. Hmm, meskipun dalam kepercayaan saya tidak percaya adanya reinkarnasi atau dilahirkan kembali tetapi film ini tetap seru ditonton. 


Menceritakan 3 malaikat maut yang bertugas untuk menuntun arwah melewati tahap-tahap peradilan agar dapat bereinkarnasi. Bila di film pertama menceritakan tentang si pemadam kebakaran Kim Ja-Hong, maka di film kedua adalah perjalanan adiknya, Kim Soo-Hong yang sudah pernah muncul di fim sebelumnya.

Menonton film ini sudah pasti tegang dan tidak ingin terlewat adegan demi adegan karena mengandung sebuah petunjuk yang akan menyingkapkan misteri demi misteri. Agar dapat membawa Kim Soo Hong bisa bereinkarnasi mereka harus membawa arwah manusia bernama Hur Choon Sam. Sayangnya membawa Hur Choon Sam tidaklah mudah karena mereka harus menghadapi dewa rumah, Sung Ju yang memberkatinya bahkan membantu kehidupan dari kakek tua yang hanya tinggal dengan anak laki-laki yang masih kecil. 

Keseruan terjadi saat satu per satu dari malaikat maut justru diingatkan kembali tentang kehidupan di masa lalu mereka yang malah membuat mereka jadi galau dan penasaran. Akankah mereka berhasil membawa Kim Soo-Hong yang pernah menjadi arwah penasaran bisa bereinkarnasi? Dapatkah misteri kematian Soo-Hong terungkap? Bagaimana mereka dapat mengalahkan Dewa Rumah agar dapat membawa Hur Choon Sam yang telah melewati batas umur kehidupannya di catatan penguasa alam baka?

The Darkest Minds (2018) tak kalah seru dengan film-film di atas. Menceritakan sebuah wabah misterius yang menyerang anak-anak sehingga dapat menyebabkan kematian. Satu per satu anak-anak itu diamankan ke dalam sebuah kamp pengasingan. Di sini saya kembali diingatkan dengan adegan film The Maze Runner yang juga mengisahkan anak remaja yang berusaha bertahan hidup dan keluar dari sebuah kamp misterius yang mengerikan. 



Idiopathic Adolescent Acute Neurodegeneration (IAAN) adalah nama penyakit yang membuat anak-anak dan remaja menjadi memiliki kekuatan super. Kekuatan mereka dibedakan dalam warna hijau adalah yang paling rendah, biru memiliki kekuatan kinetik, emas memiliki kekuatan listrik. Dua warna berbahaya ada di merah dan oranye karena merekalah yang paling kuat dan paling cerdas. Jika ada anak yang terdeteksi mendapat warna ini, maka harus dibunuh. 
Ketegangan terjadi saat Ruby yang kini telah menjadi dewasa terdeteksi memiliki warna oranye. Waktu masih kecil dia dapat lolos karena bisa menghipnotis dokter yang memeriksanya dan membuatnya diberi tanda hijau. Ruby tinggal menjalani proses pembunuhan ketika seorang dokter wanita menolongnya untuk lolos dari kamp tersebut.
Ruby bebas tetapi dia tidak bisa kembali ke keluarganya karena sewaktu kecil dia sudah menghapus memori orangtuanya tentang siapa dirinya. Dia pun harus menghindari orang-orang dewasa yang ingin menangkapnya. Di luar ternyata ada sekelompok remaja yang juga berhasil lolos dari kamp pengasingan mereka.

Skyscraper (2018) ini sebenarnya di luar ekspektasi saya. Mengingat di film sebelum-sebelumnya Dwayne Johnson ini membuat sedikit lelucon tapi nggak sempat muncul di sini. Mungkin karena bukan genre fantasi ya? Lebih ke kehidupan nyata, gimana seorang kepala keluarga berusaha menyelamatkan istri dan anak-anaknya yang terjebak di dalam gedung tinggi yang tengah terbakar hebat.



Di film ini Will adalah seorang mantan anggota FBI yang beralih profesi menjadi penanggungjawab sistem keamanan gedung-gedung pencakar langit. Dialah yang sepenuhnya dapat mengendalikan kebakaran yang tengah terjadi melalui sebuah alat canggih yang dipegangnya. Tapi sayang alat itu justru jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggungjawab. Di sini dia berusaha mengambil kembali sistem kendali gedung sekaligus berusaha membersihkan namanya dari fitnah yang dilontarkan padanya. 

Ketegangan terasa saat Will mulai berusaha masuk ke dalam gedung dengan cara memanjat dan lompat di ketinggian yang wow! Di sini juga ada Neve Campbell yang tampil cantik sebagai istri Will. 

Rampage adalah film yang menceritakan tentang ahli primata bernama Davis Okoye. Dia bersahabat dengan gorilla putih bernama George. Biar terlihat seram tetapi dia jinak dan ramah.


Bayangkan gimana kalo ada gorilla segede gini? 
Sayangnya karena ada serum-serum hasil eksperimen yang jatuh dari luar angkasa menyebabkan George & binatang lain di kebun binatang itu jadi terinfeksi. Usaha pengamanan terhadap George terus dilakukan agar tidak membahayakan masyarakat. Dr. Kate yang pernah menangani penelitian serum itu pun turun tangan membantu Davis. Keseruan terjadi saat diketahui ternyata ada 3 binatang yang terinfeksi, mereka adalah George, Serigala abu-abu bernama ralph dan seekor buaya bernama lizzie. 

Mereka pun berkeliaran bebas di tengah kota, membuat kekacauan di mana-mana. Sementara serum penawar ada di dalam gedung perusahaan yang bertanggungjawab dalam membuat serum itu. Nah, kalo serumnya sudah dapat gimana cara memberikan ke binatang-binatang itu? Hayooo? 

Yang terakhir bonus ya? Ini nggak boleh ketinggalan Jurrasic World: Fallen Kingdom. Film ini merupakan pengobat rindu buat yang suka nonton film serial Jurrasic Park yang mulai dirilis tahun 1993 (hayoo, siapa yang di sini baru lahir?). Cerita tentang pengkloningan binatang purba ini terus berlanjut sampai terakhir di tahun 2015 adalah Jurrasic World. Yang pernah nonton seri film ini pasti nggak asing sama yang namanya Dr. Malcolm yang mencetuskan ide tentang pengkloningan dinosaurus. Sayang dia cuma muncul bentar banget di awal film ini. 


Raptor Bule dan Owen bertemu kembali

Sebagai gantinya ada Owen Grady yang dulu pernah jadi pelatih velociraptor Blue, bersama Claire mereka ditugaskan untuk menemukan Blue dan Tyranosaurus yang masih ada di pulau Isla Nubar agar diselamatkan dari bancana gunung meletus. 


Ternyata setelah berhasil, mereka dikhianati. Anak buah Lockwood berencana mencampurkan DNA indominus rex dan Velociraptor menjadi dinosaurus jenis baru yaitu Indoraptor. Ketegangan sangat terasa saat Owen dan Claire menyadari bahwa indoraptor adalah dinosaurus dengan kecerdasan yang sangat luar biasa disamping kekuatan fisiknya juga. 

Itu tadi film-film yang seru dan menegangkan di tahun 2018 pilihan saya. Terima kasih sudah membaca. 


Rabu, 28 November 2018

Day 9: Ini Lho 5 Blogger Favorit Saya



Sebagai newbie di bidang ngeblog, saya tentunya masih belum tahu blogger-blogger terkenal di Indonesia apalagi di dunia. Oh, apalah saya dibanding mereka. Tapi ada beberapa blogger yang bisa jadi inspirasi saya dalam menulis dan biasanya saya suka mengunjungi blog mereka secara rutin meski jarang komen, he, he.

Blog yang menarik buat saya baca umumnya tulisan tentang buku, parenting, lifestyle dan artikel gado-gado yang memenangkan lomba blog. Antara kagum, kesel dan kepengen jadi seperti mereka biasanya yang bikin justru inilah faktor X yang membuat saya bukannya benci tetapi malah jadi memfavoritkan dan ingin belajar dari blog mereka. 

Berikut 5 blogger favorit saya: 

ERRY ANDRIYATI adalah seorang blogger dan ibu rumah tangga yang suka banget nonton drakor alias Kdrama Lover. Saking cintanya, hampir semua postingan di blog-nya berisi tulisan tentang drama Korea. Bahkan dia sempat berlibur ke Korea karena hobinya itu! 

Kok bisa? Ya, itulah karena totalitas itu memang membawa seseorang ke level yang tidak disangka oleh kebanyakan orang. Inilah yang membuat saya memasukkan Erry Andriyati sebagai salah satu dari 5 Blogger Favorit saya. 

Tak hanya melulu soal Kdrama, Mbak Erry juga menulis tentang pengalamannya menjadi ibu dua anak, kesehariannya, ikut event produk, dll. Tulisan yang ringan dan kadang lucu membuat saya suka mengunjungi blog Bibi Titi Teliti miliknya. 


LUCKTY SI PUSTAKAWIN  merupakan salah satu Blogger Buku yang aktif menulis resensi buku dan sering mengadakan giveaway berhadiah buku.  Selain aktif di media sosial, dia juga bekerja sebagai Pustakawan/win di SMA N 2 Metro, Lampung. Keren banget ya profesinya? Nggak nyangka ternyata hobi membaca juga bisa berguna untuk dunia pekerjaan. 

Mulai mengenal nama Luckty Giyan Sukarno di Twitter, saya jadi terpukau sama semangatnya dalam melakukan tugas sebagai Pustakawan yang berusaha untuk mengadakan buku-buku baru di perpustakaan tempatnya bekerja. Lewat program giveaway dia juga menularkan semangat untuk gemar membaca kepada siapa saja yang aktif di media sosial. 

Menurut saya Mbak Luckty ini adalah salah satu contoh bukti bahwa dari hobi membaca yang di Indonesia masih dianggap kegiatan yang membuang waktu, kerjaan orang malas, ternyata dapat melahirkan segudang prestasi yang luar biasa. Coba deh kunjungi blognya kamu pasti terpukau karena hampir tiap hari dia menulis resensi buku! Kebayang nggak sih, caranya dia membagi waktu antara bekerja, membaca dan menulis? 


JOE CANDRA ( Yang satu ini juga nggak kalah keren sama blogger lain. Selain emang orangnya keren (ehem!), dia juga memiliki postingan yang rapi, serba teratur dan banyak pengalaman yang sering disharingkan termasuk bagaimana dia akhirnya menjadi fulltimer blogger. Padahal sebelumnya dia sudah punya pekerjaan yang lumayan bagus di sebuah perbankan. Alasan dia memilih jadi Blogger ada di "7 Alasan yang Membuatku Jatuh Cinta Pada Dunia Blog"

Semangatnya dalam mengelola blog dan menjadikan blog sebagai alat untuk menebarkan kebaikan di media sosial, memberikan inspirasi kepadaku bahwa Blogger bukanlah sekedar hobi atau pekerjaan sampingan yang kerap kali masih dipandang sebelah mata. 

Berkaryalah dengan hati, maka kita akan mendapatkan balasan yang setimpal dari karya yang kita miliki. 

~Joe Chandra


LANGIT AMARAVATI atau yang biasa dipanggil Mbak Langit atau eL adalah seorang Cerpenis, Blogger dan Desainer. Sering sekali dia menjadi pemenang lomba blog. Inilah yang membuat saya jadi suka berkunjung ke blog miliknya langitamaravati.com. Ada banyak tips-tips ngeblog di sana. Salah satu postingan yang menarik saya adalah "Lomba Blog, Sepenggal Cerita dari Balik Meja". Di situ diceritakan bagaimana perjuangannya untuk berusaha jadi pemenang, ternyata dia memakai jasa fotografer segala untuk bikin foto yang dicantumin di blog. Wow! Totalitas banget! Maka kerja keras nggak akan membohongi hasil ya? 

Ternyata Mbak eL benar-benar mencurahkan tenaga dan pikiran untuk mengikuti lomba blog, itu kuncinya kerja keras. Saya jadi malu nih, sadar ternyata usaha saya membuat postingan untuk ikut lomba blog belumlah apa-apanya dibanding dengan usaha Mbak eL. Saya cenderung bilang dalam hati, ya yang penting saya ikut aja, kalah kan biasa namanya juga newbie. Oh, ternyata itu salah besar kalo pemikiran saya seperti itu terus kapan menangnya? Sementara blogger lain berjuang keras buat ikut lomba yang sama. 

Saya yakin, setiap pemenang tidak pernah memiliki jalan yang lapang. Mereka berada di setapak yang sedemikian terjal untuk menggapai apa-apa yang diinginkan. Jadi, ketika Anda melihat saya dan blogger lain yang sering menang lomba, jangan lihat besaran hadiahnya, lihat kerja kerasnya.

Satu hal lagi. Tidak ada satu pun tip yang cocok bagi semua orang. Apa yang dikatakan kami, blogger yang pernah jadi juara, hanyalah panduan seperti halnya rumus matematika. Pada akhirnya, kerja keras Anda sendirilah yang menentukan apakah Anda akan jadi juara atau hanya penggembira.

Salam,

~eL
(Kutipan dari Lomba Blog, Sepenggal Cerita dari Balik Meja)


YUNI ANDRIYANI

Saya suka kesel sama blogger satu ini karena dia pintar banget bikin postingan. Please deh, Mbak Yuni kalo bikin postingan yang biasa aja, he, he. Nggak ding, saya sukaaa sama blog kece-nya sekarang. Lebih hidup. 

Membuka blog Jeng Yuni ini tak cuma menemukan tulisan yang bergerak dan bertuing-tuing (istilahapaansih?), tapi pemilihan kata dan gaya bahasanya tuu bagus banget! Belum lagi ada grafisnya yang bikin jatuh cinta setiap pengunjung blog. Maka nggak heran kalo Jeng Yuni ini salah satu blogger yang langganan menyabet hadiah kece dari berbagai lomba blog!

Kegiatannya sebagai seorang ibu rumah tangga dan enterpreneur nggak menghalangi dirinya untuk selalu belajar bagaimana memaksimalkan potensi diri di era digital. Lewat postingannya, Jeng Yuni selalu berbagi pengalaman bagaimana awalnya dia belajar ngeblog, merintis usaha bersama suami hingga saat ini menjadi jago ngeblog. 

Memang ternyata semua butuh perjuangan dan pengorbanan untuk mencapai suatu prestasi. Banyak hal yang harus dilewati dan jangan mudah bosan untuk belajar tanpa mengenal usia, keterbatasan pengetahuan dan fasilitas. Itulah pesan yang saya petik dari tulisan "Melampaui Batas Diri, Menuai Pengalaman Seru di Era Digital". 


Nah, itu dia blogger-blogger keren yang jadi favorit saya. Sebenarnya masih banyak blogger-blogger yang keren-keren namun nggak mungkin ditulis di sini semua jadi sesuai yang diminta yaitu lima saja!


NB: * Kalo ada data yang salah/keliru mengenai data blogger di atas mohon maaf sebelumnya. 



Selasa, 27 November 2018

Day 8: Stt. Ini Lho 5 Barang yang Selalu Ada di Tas Saya





Hai ketemu lagi di hari ke-8 #BPN30daychallenge2018! Tema kali ini adalah tentang barang apa yang selalu ada di tas saya. Sebagai cewek memang suka agak repot bawa macam-macam barang jika sedang berpergian ya. Kadang saya juga gitu, sampai bingung mau naruh di tas kok sudah penuh. Padahal nih, saya nggak pernah bawa peralatan make-up seperti cewek-cewek kebanyakan. Bila mereka bawa lipstik saya bawa buku, jika mereka bawa pensil alis saya bawanya pulpen. Hihihi.

Intinya saya suka bawa tas yang isinya nggak usah bermacam-macam. Pokoknya enteng dan mudah dibawa ke mana-mana. Cuma ya kadang (ini kadang-kadang lho!) saya suka bawa tas besar jika mau pergi seharian sama suami. Contoh kemarin, waktu ikut acara blogger terus pulangnya langsung ke gereja . Wah, harus bawa banyak perlengkapan. Jadilah bawa tas ransel yang cukup berat. 

Tetapi jika tidak ada acara dobel gitu, saya pasti nggak akan meninggalkan 5 barang yang harus tersedia di tas saya seperti berikut: 

1. Tisu

Tisu adalah barang yang paling penting buat saya terutama saat makan di luar. Pergi ke luar rumah tanpa membawa tisu itu sangat merepotkan. Bingung kalo tangan kotor mau mengelap pake apa. 

Pergi ke toilet juga butuh tisu untuk mengelap bagian intim. Memang di beberapa toilet umum disediakan tisu, tapi nggak semua menyediakan. 

Bawa tisu juga 2 jenis, tisu muka dan tisu toilet. Ribet ya? Iya, tapi untuk menjaga kebersihan dan kesehatan juga. Sehat itu mahal lho!

2. Sisir


Sisir juga merupakan senjata ampuh setelah mengendarai motor. Kadang kan rambut suka bermain-main sama angin jadi bentuknya nggak teratur apalagi tersentuh sama helm, wah nanti suami jadi pangling. Untuk itu benda yang satu ini harus ada di tas saya.


3. Uang Receh


Biarpun nilainya kecil tapi berharga banget di saat mau bayar tukang parkir, lho! Kadang waktu belanja juga membantu pekerjaan kasir supaya ia tidak kerepotan mencari kembalian. Misal belanja 20.500, uang kita 50.000. Jika kita kasih 500-an kan si kasir cuma tinggal kasih 30.000. Kita juga menghindari kembalian permen. Biasanya kan gitu, kalo kembaliannya kurang 500 dikasih permen 1. Tapi tahukah teman, jika permen tadi nggak berfungsi sama ketika konsumen mau bayar kurang 500, udah bayarnya pakai permen aja kan nggak bisa. 


4. Pulpen 


Saya kayaknya wajib deh bawa benda satu ini. Bukan buat isi kupon belanja ya. Tapi buat mencatat sesuatu ide yang tiba-tiba muncul. Memang sih sekarang orang di mana-mana bawanya Hp dan laptop buat nulis. Saya masih nge-draft pakai pulpen. He, he. 


Jika ada acara blogger saya juga lebih nyaman mencatat pakai pulpen daripada ngetik di Hp. Betapa kunokah cara saya ini? 


5. Buku Catatan

Nah, bawa pulpen pasangannya pasti buku catatan. Fungsinya jelas ya, buat tempat menulis hal-hal yang penting. Saya sebenarnya suka bawa binder tapi kok dirasa-rasa berat juga jika dibawa. Akhirnya saya sering bawa buku kecil atau notes atau kalau lagi males bikin tas penuh cuma bawa kertas beberapa lembar. Yang penting bisa buat nulis. 

Kebiasaan bawa barang-barang tadi udah melekat dari sejak saya kecil. Wuih, kok nggak berubah ya? Jika cewek-cewek lain bawa peralatan make-up maka jangan cari barang itu yang jelas nggak bakal ada di tas saya. Kalo lagi pengen menjaga penampilan paling banter cuma bawa bedak sama sabun muka. Hu, hu, hu. Kayak bukan cewek ya? 




Senin, 26 November 2018

Day 7: Ini Dia 5 Warung Makan Favorit Versi Catatan Yustrini

Yee, masuk hari ke-tujuh! Berarti ini tulisan saya yang ke-tujuh ikut #BPN30daychallenge2018. Halo, teman-teman masih semangat ya? Semoga nggak bosan sama tulisan saya yang muncul tiap hari. 

Sekarang giliran kita bahas tentang warung makan favorit saya. Hmm, sebenarnya nggak ada favorit sih. Saya itu seringnya masak jadi kalo jajan di luar paling beli lauk aja karena pengen ngirit, he, he. Jadi kalo ditanya warung makan atau restoran yang favorit itu bingung. Maka setelah dipilih dan dipilah saya menemukan ini:

5 Warung makan favorit saya:


Joglo Dahar Gedhang Mas 

Pernah ke sini karena diajak teman-teman Komsel El-Shaddai waktu merayakan ulang tahun salah satu anggota komsel. Oya, buat teman-teman yang belum tahu apa itu komsel, di sini saya jelaskan, komsel itu adalah kelompok sel yang berisi anggota jemaat gereja. Sejenis kelompok persekutuan doa namun di sini kami lebih erat menjalin persaudaraan.

Kembali ke Joglo Dahar Gedhang Mas, rumah makan ini tidak jauh letaknya dari Pasar Giwangan. Tempatnya asyik dan cocok buat kumpul-kumpul bersama komunitas, keluarga, menunya enak, bisa makan sambil menikmati suasana taman yang tengahnya ada sungai/kolam-kolam. Paling asyik ke sini jam-jam lima, pas matahari tidak bersinar terik dan nggak kelamaan nunggu petang karena lampu-lampu di sini mulai dinyalakan menambah semarak restoran di malam hari.

Ruang makan Gedhang Mas (doc. pribadi).

Tempat parkirnya luas banget. Memungkinkan tempat ini digunakan untuk merayakan pesta pernikahan dengan tema kebun. Kapasitas orang kurang tahu berapa tetapi saya rasa cukup kalo untuk 100-200 oranglah. Ada juga ruang pertemuan khusus yang lebih privat untuk acara workshop atau rapat. 

Menu yang saya pesan, berdua cukup bayar Rp. 150.000,- (doc. pribadi).

Menu di sini lumayan lengkap, ada ikan bakar, ayam, masakan sayur, jus dan es teller. Soal harga relatif terjangkau, kemarin rombongan besepuluh habisnya Rp. 750.000,- Kalo untuk berdua sekitar Rp. 150.000,-

Di sini juga ada live cooking dengan menu spesial yang selalu beda setiap hari seperti Bakso ala GM (Gedhang Mas), Mie Lethek, Sate Klathak, Nasi Goreng Kambing dan Mie Oriental Jawa. Kita juga boleh tanya-tanya soal cara memasak, lho! 


Tongseng Ayam Bantul Sudi Moro

Warung Sudi Moro yang selalu rame (doc. pribadi).


Kalo pergi ke Bantul nggak mampir ke sini rasanya rugi banget deh! Terletak di kios Pasar Bantul setiap pagi banyak orang yang memilih sarapan di sini. Tetapi jangan kesiangan karena stok Tong Seng Ayam Kampung bakal habis di jam-jam makan siang. 

Pesan di tempat ini harus cukup sabar, karena selain banyak pengunjungnya sering juga kehabisan stok dan harus menunggu masak lagi. Biar begitu rasa sabar menunggu pasti akan terbayar dengan citarasa gule ayam yang nikmat. 

Seporsi Tongseng ayam (doc. pribadi).

Harga yang di banderol untuk sepiring nasi Tongseng Ayam kampung hanya Rp. 12.000,- saja. Cukup murah mengingat ayam yang dipakai adalah ayam kampung. Untuk minumnya jangan lupa memesan Teh Gula Batu yang beda dari tempat lain. 




Bale Bebakaran

Nila Bakar dan Jus Stawberry merupakan favorit saya (doc. pribadi).



Warung ini merupakan favorit saya karena menyediakan menu ikan segar seperti Gurameh Bakar, Gurameh Asam Manis, Nila Bakar dan Nila Asam Manis. Banyak menu pilihan tetapi yang jadi menu favorit saya Ikan Nila dan Jus Strawberry-nya yang pas tingkat keasamannya.  

Yang saya suka dari BALE BEBAKARAN adalah pelayanan yang baik dari tiap staf-nya. Bila pengunjung datang, mereka akan menanyakan untuk berapa orang dan dengan segera menunjukkan meja-meja yang sudah dibesihkan sebelum dapat dipesan. 

Soal harga menurut saya sesuai dengan rasa dan pelayanan. Untuk semua menu di atas saya cukup mengeluarkan biaya seratus ribu sudah termasuk Ppn. 




Mie Nyinyir 



Penampakan Mie Nyinyir level MANJA (doc. pribadi).

Ternyata nggak cuma netizen yang bisa nyinyir, mie aja bisa! Disebut MIE NYINYIR karena ada level kepedasan yang bisa pilih. 

Level pedas dimulai yang terpedas ada SADIS dengan 30 cabai, NYLEKIT 20 cabai, HATERS 15 cabai, FRONTAL 10 cabai dan SINIS dengan 5 cabai. Kalo nggak mau pedas, kita bisa pesan Mie Nyinyir level Manja. Duh! Kok dibilang manja? Ya, namanya aja nyinyir. Terserah mereka bilang apa, he, he. 

Kalo suka pedes yang sedang bisa pilih level Sinis dan paling pedas level Sadis. Untuk harga MIE NYINYIR cukup bayar sekitar 11.000,- sudah dapat mie, pangsit goreng dan siomay serta topping dengan 4 pilihan yaitu Teriyaki, Jamur, Keju dan Ayam.

MIE NYINYIR di Jogja ada di beberapa tempat seperti Jl. Patangpuluhan, Jl. Godean, Jl. Kaliurang KM 5.8 dan Jl. Sorogenen Nitikan. Yang saya suka selain menu adalah tempatnya yang dibuat ala-ala kafe yang punya beberapa spot buat foto yang pas buat dipasang di IG. 


Bakso Pekih

Bakso Pekih (doc. Kompas.com).

Kalo warung makan yang satu ini ada di kota Purwokerto. Merupakan warung bakso yang cukup terkenal di kota ksatria. Hanya menjual bakso tetapi dengan beberapa pilihan dari Bakso Urat, Bakso Polos, Bakso Tetelan,Bakso Telor dan Bakso Urat Tetelan. Harga disama rata yakni Rp. 14.500,-

Berada di Jalan Pekih, dekat Alun-alun kota Purwokerto. Agak sulit untuk parkir mobil karena posisi di jalan yang menurun dan sempit, tetapi untuk parkir motor cukup aman karena tersedia tempat khusus dan aman dari hujan. Suami saya setiap pulang ke Purwokerto pasti mengajak mampir ke sini. Letaknya juga tidak jauh dari Stasiun Purwokerto. Naik becak cuma bayar 10 ribu saja.


Minggu, 25 November 2018

Day 6: Saya Tuu Orangnya Kayak Apa, Sih? Berikut 5 Fakta Tentang Saya!



Masih di tantangan dari #BPN30daychallenge2018, masuk hari ke-enam pada hari Minggu, 25 November 2018. Selamat beribadah dan selamat melayani buat semua umat Kristen di seluruh dunia. GBU all. Tetap semangat!!!

Hari ini temanya 5 Fakta Tentang Diri Sendiri. 

Oke, sebenarnya aku nggak mau banyak cerita tentang diriku tapi tantangannya gitu, bicara soal diri sendiri aku nggak pede. Aku bukanlah siapa-siapa yang harus ditulis fakta about me, semacam challenge buat artis-artis atau tokoh terkenal gitu. Boleh nggak sih, ganti fakta tentang siapa? Lagipula yang bisa menilai aku adalah orang lain. Ya nggak? Ya nggak? Iya, dong!

Ya kita mulai aja ya. Ini dia 5 fakta tentang saya:

1. Fakta pertama: SUKA NGGAK KONSISTEN

Jujur saya kalo ikut sesuatu kegiatan yang rutin, kadang bisa semangat banget di awal, trus tiba-tiba kendor. Misal nih, kemarin semangat bikin blog khusus review film & buku. Eh, sekarang malah membiarkan blog itu tidak terurus. Mesti belajar untuk bisa menyelesaikan apa yang sudah dimulai sampai selesai.

Waktu ada pengumuman #BPN30daychallenge2018 ini sebenarnya saya berpikir apa iya bisa terus nulis tiap hari sesuai tema? Apalagi selama 30 hari? Oh My God! Bikin post aja masih bisa dihitung dengan jari dalam sebulan, ini gara-gara nggak ada ide atau kemalasan saya, ya? Bersyukur saya bisa dapat info tantangan nulis 30 hari ini, saya jadi bisa belajar untuk tekun nulis blog tiap hari, nge-share post tiap hari, akankah saya berhasil melewati ini? Kita lihat saja!

2. Fakta kedua: SUKA nge-BULLET JOURNAL

Bikin jurnal atau diary yang ditempel-tempel dengan pernak-pernik baru jadi tren masa kini. Tapi saya udah suka ngumpulin yang namanya sticker, gambar lucu, tulisan-tulisan, perangko, kertas surat dan amplop dengan desaign yang lucu-lucu sejak dulu. Malah suka motongin gambar kartun-kartun yang ada di amplop bekas dari sahabat pena dan majalah. Potongan itu dikumpulkan buat menghias buku diary.

Nempelinnya ya suka-suka aja. Kadang suka ngumpulin bungkus snack juga trus dipotong-potong tempelin. Karena merasa aneh saat itu jadi hasil karya nggak disimpan dan nggak tahu di mana. Mungkin hilang saat pindahan. Hiks! Ternyata sekarang mulai ngetren dan mulai ikutan nge-bullet jurnal tapi pake pulpen aja, karena udah nggak punya barang printilan lagi dan sekarang nggak jaman ada amplop bekas. 

3. Fakta Ketiga: NGGAK BISA BACA MAPS

Jangan pernah serahkan tugas memandu jalan dengan aplikasi Google Maps, kenapa? Karena pasti nyasar! Ha, ha.

Oke, pertama saya bisa nentuin posisi awal lagi di mana, terus diaktifkan mau ke mana. Biasanya kan ada panduan suara, misal 200 meter lagi belok ke kanan. Lha, saya kan nggak tahu 200 meter itu sampai mana? Harusnya si Mbak Pemandu bilang di perempatan mana atau di depan toko atau sekolah belok kanan, itu lebih jelas, kan?

Jadi jika baru pergi bareng suami, dia pasti menolak jika saya yang pegang Hp buat baca MAPS karena udah tahu jika saya yang pegang hasilnya pasti nyasar terus. Nggak sampe-sampe deh! Hihihi.

4. Fakta Keempat: SUKA NGABISIN WAKTU DI TOKO BUKU & PERPUSTAKAAN

Saya suka dan tertarik berada di toko buku, belum pasti beli buku sih! Tapi suka aja melihat-lihat buku terbitan baru dan baca sinopsis di bagian belakang. Kalo ada yang menarik saya baru beli dengan catatan nggak mahal-mahal, hi, hi, hi. Dan kalo di toko buku saya betah berjam-jam cuma buat ngelilingin toko lihat-lihat buku sampai pegawainya bisa apal sama saya, mbak itu lagi, mbak itu lagi, udah lama banget kan dia si sini? *dengan sorot mata jutek, hi, hi, hi.

Toko buku yang sering saya kunjungi adalah Gramedia, di sana kita bisa lihat isi buku dan membaca sebelum membelinya. Untuk para penulis buku maafin saya nggak bisa sering-sering beli buku. Hu, hu, hu! Sekarang harga buku makin mahal!

Untuk menyiasati supaya bisa menikmati buku baru yang baru terbit tanpa harus selalu membeli, biasanya saya ke perpustakaan daerah. Waktu di Purwokerto dulu, saya bisa mendapatkan banyak buku baru terbit dengan cara meminjam. Pengunjung juga bisa request buku yang ingin dipinjam, maka perpustakaan akan menyediakan buku tersebut. Sama halnya seperti di toko buku, saya juga bisa menghabiskan waktu berjam-jam di perpustakaan.


5. Fakta Kelima: SUKA KUCING

Sejak kecil saya suka banget sama kucing, makanya pas dikasih buku Aurofill sama Mbak Triani Retno saya senang banget! begitu baca selesai langsung di-review di blog. Kalo pengen baca bisa baca di sini. 

Selalu pelihara kucing dari kecil, tapi sejak pindah di Jogja sudah tidak lagi. Karena belum ada kucing yang datang ke rumah minta untuk dipelihara, he, he. Terakhir saya memelihara dua kucing, induk sama anaknya. Warnanya kuning keemasan, tapi sering dipanggil Kembang Asem. Yang satu berwarna putih, namanya Dimas, sayangnya dia nggak mau dipegang. Mungkin karena kucing cowok ya? Tapi kok ngikut terus sama induknya Si Kembang Asem? Anak mami, nih!

Kucing-kucing yang dipelihara merupakan kucing rumahan, biasanya saya memelihara sejak masih kecil. Kan suka ada induk kucing yang mampir melahirkan di rumah. Terus bayi-bayinya dirawat walau setelah besar mereka pergi satu per satu. Rumah saya jadi kayak panti asuhan kucing, ya? He, he. 

Itu tadi 5 fakta tentang diri saya semoga berkenan :)


Sabtu, 24 November 2018

Day 5: Tipe-tipe Pengguna Media Sosial



Siapa yang tidak kenal Facebook, Twitter, Instagram, Blog, WhatsApp, YouTube di sini? Pasti tahu semua media sosial yang aku sebut tadi, iya kan? Lewat semua itu kita jadi mudah mendapat kabar tentang teman, sahabat, keluarga dan berita-berita yang sedang terjadi. Kita juga bisa berbagi informasi yang kita dapat ke mereka.

Perkembangan jaman emang udah berubah, kita tidak lagi memakai SMS, telpon untuk menghubungi seseorang tetapi kecanggihan teknologi memungkinkan kita berhubungan dengan beberapa orang sekaligus dalam satu aplikasi, bahkan bisa berhubungan dengan orang-orang yang sama sekali tidak kita ketahui sebelumnya.

Saya mengakui jika tadinya nggak terlalu mengikuti perkembangan media sosial yang sudah ada sejak tahun 2004. Hal ini disebabkan karena fasilitas teknologi nggak seperti sekarang (smartphone saat itu belum ada woy!).

Berbahagialah anak jaman now yang lahir udah bisa mainan smartphone bahkan fotonya udah langsung nampang di berbagai media sosial. Jaman aku masih bayi, jangankan ada komputer dengan sambungan internet, lihat tivi warna aja udah syukur (ketahuan nih, aku orang jaman apa, wkwkwk).

Berikut adalah TIPE-TIPE PENGGUNA MEDIA SOSIAL (versi saya).  Kamu masuk tipe yang mana?

 Selfie Mania

Ini adalah tipe orang yang sukanya selfie terus di-upload di akunnya. Dikit-dikit cekrek, upload terus nulis status, aku lagi makan bakso nih, aku lagi jalan di pantai, aku baru kerja, aku baru mau mandi, dll. Habis update status dia langsung cek berapa yang lihat, kalo belum ada dia bakal sibuk nge-tag teman-temannya. Waaa, kalo kamu punya teman kayak gitu gimana? Saya pernah sekali dapat teman seperti itu, pertama tak biarin aja. Udah deh, suka-sukanya dia aja tapi lama-lama notif-nya kok dia lagi, dia lagi. Ya udah langsung aku batal ngikutin tapi tetap berteman sih!


Tukang Nyinyir

Nah, ini yang paling bikin rame di social media. Rasanya perang mulut udah nggak jaman lagi kecuali di acara ILC, hehe. Kalo dulu ada peribahasa, Mulutmu Harimaumu maka sekarang adalah Jarimu Harimaumu. Kadang suka baca komen-komen di bawah status seseorang, ada yang isinya tuh mengkritik ini itu, apa pun yang dijawab oleh akun lain pokoknya salah, dia paling bener. Kesel deh!

Bila dilihat sih, kebanyakan akun tukang nyinyir itu akun palsu, akun baru yang nggak ada pengikutnya. Mungkin di sinilah hokum IT harus benar-benar bekerja supaya orang-orang yang bikin akun palsu ditangkap dan nggak membuat kekacauan di Indonesia.


Minta di follback tapi unfollow

Ada nggak di antara kalian yang diminta untuk follow sama sebuah akun yang tadinya memfollow kita tapi setelah difolbek sama kita eh, dia langsung unfollow kita. Ini sering banget terjadi sama aku, tiba-tiba ada yang follow, dia minta di folbek eh, setelah itu dia unfollow. Ya udah aku juga ganti unfollow dia, he, he. Impas kan? Tapi sayangnya di IG susah untuk melihat apakah sebuah akun yang kita ikuti tersebut menjadi followers kita atau bukan.


Cuma Stalking

Pengguna social media ini biasanya nggak pernah posting, jarang update status, jarang komen juga jarang like. Tapi jangan salah malah tipe-tipe seperti ini malah lebih update berita tentang apa pun. Lha, jelas kok dia rajin baca update-an status orang. Wkwkwk.


Cuma Scroll aja

Ciri-ciri pengguna social media yang satu ini adalah buka aplikasi, scroll terus, no comment, no like, no unlike, nggak pernah update status, nggak peduli ada berita apa, langsung tutup ponsel. Baru komen jika di-tag atau disebut namanya 


Giveaway Hunter

Selain giveaway, kuis, lomba tidak ada yang menarik bagi dia. Nggak heran jika di semua akunnya cuma isinya ikut kuis ini, giveaway itu, nulis blog juga untuk ikutan lomba. Tipe-tipe seperti ini biasanya enggan mengomentari hal-hal yang nggak ada kaitannya sama soal berburu hadiah. Oo, siapa itu? Ha, ha, ha.

Tipe-tipe selanjutnya mungkin bisa ditambah sendiri di rumah masing-masing versi kalian sendiri, tentunya! 

Jumat, 23 November 2018

Day 4: Kenapa Bergabung di Blogger Perempuan Network?




Apa kabar teman-teman yang juga ikut #BPN30daychallenge2018? Pasti dalam keadaan baik dan tetap di dalam kasih anugerah Tuhan, ya? Amin.

Puji Tuhan masuk hari ke-empat, tema kita adalah Kenapa Bergabung di Blogger Perempuan Network? 

Saya gabung di grup Blogger Perempuan Network baru kemarin sebelum ada event ini. Tetapi jauh sebelum gabung, saya sudah kenal BPN lewat social media. Bahkan saya suka mengikuti event yang diposting di https://bloggerperempuan.co.id/ , tahu tentang bagaimana membuat banner blog di Canva juga dari sini dan sudah saya terapkan di blog ini. Terima kasih BPN J

Kenapa baru bergabung?

Yuhuu! Saya baru sadar ternyata belum tergabung dengan BPN, padahal rasanya saya sudah pernah daftar tapi kok nggak punya banner dan email saya tidak valid dengan data yang untuk login. O, o. Saya belum jadi anggota BPN dan kemarin sekitar 4 hari sebelum event dimulai saya buruan daftar biar bisa ikut challenge. Puji Tuhan, proses cepat dan langsung dapat password buat area member.

Kenapa bergabung ke Blogger Perempuan Network?

Pertama, karena saya perempuan yang suka ngeblog. Kalau saya laki-laki nggak bisa jadi anggota, dong? Wk, wk, wk. Kedua, karena banyak event dan tips buat ngeblog. Ilmu itu mahal tapi di sini para blogger justru berbagi ilmu tentang tutorial menulis blog. Belum bergabung saja saya sudah bisa merasakan manfaatnya, apalagi jika sudah jadi member. Waaa, nggak kebayang deh! Semoga saya makin bertumbuh jadi blogger sejati bersama BPN ini, amin.

Sukanya saya dengan website BPN adalah tampilan gambar yang oke, gampang digunakan, banyak info bermanfaat buat saya yang masih terbilang awam tentang blog. Lebih penting lagi, saya bisa berjejaring dengan perempuan-perempuan hebat yang jago ngeblog. Dari blog-blog yang mereka share di BPN, saya jadi tahu bagaimana membuat blog lebih baik, mendapat info lomba ngeblog beserta tipsnya, cara mendapat penghasilan dari ngeblog.

Dari satu event yang diadakan BPN ini pasti akan membawa dampak yang besar buat blog saya ini. Yang pasti saya bakal terus mengisi blog ini dengan postingan selama 30 hari. Dan katanya jika blog diisi tiap hari maka traffic-nya akan meningkat. Yang kedua, saya jadi lebih rajin menulis di blog dan makin trampil dalam membuat postingan blog. 

Nah, itu alasan saya kenapa gabung di BPN bagaimana dengan kamu? 

Kamis, 22 November 2018

Day 3: Mengapa Saya Memilih Nama "Catatan Yustrini" untuk Blog Ini?



Halo, masih dengan #BPN30DayChallenge2018 di hari yang ketiga. Yeah, tetap semangat! Temanya kali ini adalah Kenapa Memilih Nama Blog yang Sekarang Digunakan? Sekarang saya pakai Catatan Yustrini untuk blog ini. Kenapa pakai nama itu? 

Di hari pertama sudah diceritakan jika saya menulis blog awalnya hanya untuk menyimpan karya tulisan yang dimuat di media cetak. Waktu itu saya masih belum kenal bagaimana ngeblog, walau sampai sekarang masih belajar sih. Tadinya mau saya namain "YUSTRIN OH YUSTRIN" tapi kok kesannya seperti berbunyi OH MAMA OH PAPA, mirip sama artikel salah satu majalah wanita di Indonesia. Nanti dikira isinya blog cerita sedih, padahal cerpen saya rata-rata cerpen remaja yang lucu, nggemesin sama sekali nggak sedih. Maka batal deh, memberikan nama itu.

Bikin nama buat blog buat saya susah-susah gampang. Sempat kepikiran mau pakai nama samaran misalnya Elisheva Story, Gina Alamanda Note, Cerita Veronika, he,  he. Nama samarannya nggak ada nyerempet-nyerempetnya sama nama asli ya? Jadi orang-orang nggak akan kenal siapa Yustrini, mendengar namanya saja kedengaran seperti orang asing padahal si pemilik bisa bahasa Inggris aja, enggak!

Terus muncullah ide nama “CATATAN YUSTRINI”. Nggak tahu tiba-tiba nama itu muncul begitu saja. Bagi banyak orang mungkin menganggap nama itu nggak ada kreatif-kreatinya. Tapi bagi saya, nama itu bisa mencerminkan siapa pemilik blog. Orang jadi sudah tahu, “oo, blognya Yus namanya Catatan Yustrini”.

Satu lagi alasan saya memilih nama itu karena sederhana, mudah diingat dan mudah dieja. Kalau boleh jujur sih, saya suka memuji blog-blog yang memiliki nama unik dan keren. Namun saya suka susah ngetiknya ketika pengen blog walking ke sana. Saya harus googling dulu dengan ejaan yang benar, karena nggak semua link yang dibagikan bisa di klik. Saya harus search dulu di sosmed-nya, kelamaan hanya untuk mencari alamat blog. Dan mengingat pengalaman seperti itu, saya ingin teman-teman bisa mencari blog saya dengan mudah.

Jadi jika ada teman saya yang ketemu terus bertanya-tanya tentang blog saya, saya langsung suruh dia ketik Catatan Yustrini. Yang pasti saya juga akan lebih mudah mengingat. Nggak lucu kan kalo yang punya blog lupa ejaan nama blognya sendiri?

Kenapa nggak dinamai Kumpulan Cerpen Yustrini aja? Kan berisi cerpen karyanya Yus kan?

Hmm, nggak ah! Nanti saya harus ganti nama jika ingin memposting tulisan yang bukan karya dimuat di media. Saat itu pikiran saya bikin blog bukan saja berisi kumpulan cerpen, tapi ada review tempat, review produk dan macam-macam yang akan diposting di sini. Jadi kalo orang baca “Catatan Yustrini”, mereka sudah tahu apa yang ada di dalamnya. Walau kenyataannya postingan yang ada kebanyakan artikel buat lomba blog dan giveaway. He, he.

Ke depan mungkin jika sudah mantap hati, saya akan bikin blog dengan nama yang lebih bermakna. Bukan sekedar nama yang nggak kreatif. Yang penting ada arti dan ada doa di dalamnya. Oya, satu lagi hindari nama yang udah banyak kemiripannya. Supaya nggak kesasar. Jalan Bambu ingatnya orang bisa Jalan Pring, nah salah alamat, kan?

Nah, sekarang gimana dengan kamu? Apa punya pendapat yang sama? Atau malah bertolak belakang? He, he. Biar beda yang penting Indonesia tetap satu jua.




Rabu, 21 November 2018

Day 2: Tema Blog yang Saya Sukai



Hai, ini hari kedua #BPN30challenge2018. Puji Tuhan, masih semangat menulis. Kali ini saya ditantang untuk menulis tema blog yang saya sukai. 

Sejak awal nulis di blog ini, saya suka gonta-ganti pacar-eh, bukan. Maksud saya, gonta-ganti tema blog. Saya suka tema-tema yang warnanya pink atau biru. Gambar yang simpel. Tapi semua tema yang saya pakai semuanya gratis, he, he. 

Berapa kali ganti tema? Jawabnya nggak ingat (dibaca: lupa). Sempat pakai tema blog bawaan dari Blogger, diantaranya ada:

1. Watermark warna pink

Tampilannya seperti di atas. Saya pakai sekitar 3 bulan atau 4 bulan pas awal-awal ngeblog. Belum bisa menyesuaikan lebar, tingginya postingan. Masih polos banget waktu itu. 


2. Simple Blog warna biru muda

Saya suka sekali dengan warna biru muda. Lebih suka biru daripada pink sebenarnya. Tetapi karena warna pink itu lebih terasa feminim, maka saya pun berganti-ganti antara warna biru dengan warna pink. Lebih berasa jadi perempuan. Wkwkwk. 

3. Watermark warna cokelat

Sebenarnya saya nggak suka sama warna cokelat tapi lihat tema blog ini, kok jatuh cinta ya. Saya sempat memakai tema ini cukup lama karena menurut saya cukup unik tampilannya, berasa seperti klasik juga, entahlah pokoknya mana yang baru suka, itu yang dipakai. 

4. Blogger Templates 

Kenalan sama BTemplates di awal tahun 2018 ini, nggak sengaja pas blogwalking ke blog milik seseorang (entah siapa, lupa). Di situ dia membagikan info jika tema Blogger bisa diganti-ganti dengan desain tema yang tidak berasal dari bawaan blogger. Akhirnya saya mencoba salah satu yang dia share kan. Salah satunya ya, Blogger Template ini. Beneran temanya bagus-bagus dan bisa dipasang di blog. Yang lebih penting nggak usah bayar alias gratis. He, he, he. 

BTemplate ini menyediakan banyak sekali tema, mau yang warna apa, yang SEO friendly ada, yang berbayar juga ada. 

*It's a Girl Blogger template


Saya suka banget sama tampilan tema ini, tapi agak seperti blog anak-anak sih. Cuma kemarin saya coba pasang gagal terus. Entah kenapa, saya nggak tahu. Human error atau apa. Ya, resikonya gratisan seperti ini. Sama dengan tema bawaan Blogger yang juga tidak bisa disesuaikan suka-suka, cuma yang ini lebih parah. Karena sama sekali nggak bisa mengatur lebar kolom dan letaknya. Ada juga beberapa kata tidak bisa diganti. Jadi apa adanya banget. 

*Lovebirds Blogger template


Ini adalah tema blog yang saya pakai terakhir. Yang nggak saya suka dari tema ini adalah ketika share ke Facebook dan Twitter, image-nya nggak keluar. Yang keluar hanya sangkar burung di pojok kiri atas itu. Jadi pengen ganti lagi tahun 2019 besok, he, he. Kalo ditotal berapa kali saya ganti tema selama dua tahun ini, saya nggak tahu. Tergantung mood aja, sih! Kalo kamu gimana?