Selasa, 20 November 2018

Day 1: Kenapa Saya Menulis Blog?


Day 1: Kenapa saya menulis blog?


Menjadi penulis merupakan cita-cita saya sejak kecil. Waktu itu saya suka membaca buku cerita, suka dengan majalah baru, berjalan-jalan ke toko buku, ke perpustakaan sekolah hanya untuk membaca buku.

Sampai suatu kali saya menemukan artikel di sebuah majalah (namanya saya lupa), di situ diceritakan tentang profil seorang penulis terkenal dari Inggris, Enid Blyton. Saya yang penggemar buku novel Enid Blyton sempat shock membacanya karena selama ini saya mengira dia laki-laki tapi ternyata dia adalah seorang wanita.

Dari artikel tersebut saya mulai bermimpi menjadi penulis. Walau setelah sekarang saya dewasa, belum juga jadi penulis yang menerbitkan buku. Tapi inilah saya. Di saat teknologi mulai berkembang, orang-orang tak lagi hanya mengirim cerita ke media cetak tapi mulai ke media online, salah satunya adalah menulis di blog pribadi. Tidak jadi penulis novel tapi penulis blog atau bahasa kerennya BLOGGER.

Alasan saya menulis blog pada awalnya untuk menyimpan berbagai tulisan saya yang dimuat di media cetak supaya jika bukti cetak itu hilang atau rusak, saya masih punya dokumentasinya. Seiring waktu berjalan, saya mulai kenal dengan apa yang namanya giveaway, lomba blog yang ternyata menghasilkan pulsa, voucher belanja, buku, tas dan berbagai macam barang lainnya. Saya jadi mulai keranjingan menulis di blog, he, he.

Jadi apakah saya menjadikan profesi blogger jadi sebuah pekerjaan? Untuk saat ini, iya. Dua tahun ini, tepatnya bulan Februari akhir  saya telah memulai belajar menulis di blog. Puji Tuhan saya masih bertahan hingga sekarang. Banyak orang berkata jika blogger itu sebuah pekerjaaan yang tidak menghasilkan. Bekerja sebagai karyawan lebih menjanjikan, lebih pasti, keuangan juga lebih terjamin. Itu betul dan saya TIDAK PERNAH mengajak orang lain mengikuti apa yang saya kerjakan dan TIDAK PERNAH menyarankan orang lain untuk menjadi blogger sebagai pekerjaan utamanya.

Jika orang lain berkata, mending kamu kerja aja ikut orang daripada nggak ngapa-ngapain di rumah. Maka ada dua hal yang harus saya pertimbangkan. Pertama, saya meninggalkan blog yang telah saya buat dan menjadi penuh dengan sarang laba-laba karena jarang diisi. Kedua, saya terus belajar menulis blog dan menjadikannya sarana sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada Tuhan atas talenta yang Tuhan berikan dalam hidup saya.

Alasan kenapa menulis blog adalah :
  1. Bisa menyalurkan hobi membaca dan menulis tanpa harus menunggu-nunggu sebuah media menerbitkan tulisan.
  2. Mengembangkan talenta menulis.
  3. Jadi blogger kadang suka diajak ikut kegiatan dari sebuah produk atau dikasih sample produk yang benar-benar baru mau diluncurkan, dan kitalah yang pertama mencobanya. Asyik, kan?
  4. Nggak harus keluar rumah untuk menjemput rejeki. Karena saya nggak suka keluar, sukanya di rumah. Menurut saya rumah itu tempat paling aman buat saya, he, he.
  5. Nggak perlu khawatir disuruh-suruh pergi naik motor sama bos bila kerja ikut orang. Maklum saya paling nggak mau nyetir motor sendiri.  
  6. Bonus yang didapat jadi blogger itu lumayan bisa mengurangi pengeluaran dari kantong suami.
  7. Blogger bagus buat mengungkapkan pemikiran, isi hati, karena di kehidupan nyata sering tidak didengar dan dianggap sebelah mata. Hiks!
  8. Blog adalah investasi yang baik untuk masa depan. Siapa tahu dari curhatan di blog ada yang tertarik untuk mencetak dan menerbitkannya sebagai buku.
#BPN30daychallenge2018
#BloggerPerempuan


4 komentar:

  1. duuuh point no.7 ini kok nyesek banget ya mbak. pukpuk mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha, ha. Bisa ngungkapin isi hati di blog itu bikin legaaa.

      Hapus
  2. Semangat !!!
    Tetap Cantik Dan Enerjik !!!

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.