Jumat, 31 Mei 2019

Tips Mengisi Waktu Selama Ramadan Bagi Ibu Rumah Tangga

Selama bulan Ramadan pasti ada saja yang kegiatan rutin yang dihentikan. Jika biasanya ikut senam, sekarang diliburkan. Arisan rutin juga libur, acara seminar libur, kegiatan jualan di warung makan juga libur. Lalu aktivitas kita apa dong? Mau masak untuk sarapan, makan siang, juga libur.


Nah, biar waktunya nggak terbuang sia-sia lebih baik mengisi dengan kegiatan berikut:

1. Membuat kue kering


Pintar membuat kue kering? Kenapa tidak dijual saja? Membuat kue kering di bulan puasa memang mengasyikkan. Selain menyalurkan hobi, bisa untuk berbisnis juga. Para ibu bisa menawarkan kue kering ke tetangga, titipkan ke toko atau jual ke para wali murid. Dulu, saya juga sempat berbisnis kue kering ini, hasilnya lumayan bisa buat belanja kebutuhan di hari raya.

2. Membaca kitab suci

Berpuasa baiknya diisi dengan memperbanyak ibadah. Membaca kitab suci di siang hari saat anak sekolah dan suami kerja. Mendekatlah kepada Tuhan.

3. Belajar memasak

Image: Canva

Bulan puasa saatnya mencoba resep baru yang didapat dari internet atau aplikasi memasak. Siapa tahu kemampuan masak kita meningkat. Oya, bisa juga membuat kue atau masakan kreasi baru untuk diikutsertakan dalam lomba foto. Cari saja infonya di sosial media merek-merek bahan makanan pasti di sana banyak diadakan lomba. Asyik banget kan, suami senang karena dimasakkan yang spesial, kita bisa belajar masak sambil mengasah kemampuan untuk membuat foto makanan.

4. Ikutan kuis

Kuis menjelang ngabuburit itu ternyata banyak banget lho! Ada beberapa akun resmi yang ngadain kuis dadakan dan mepet sama waktu berbuka. Wah, jadi nggak takut bengong lagi nungguin waktu berbuka, nih.

5. Buka bersama dengan teman

Siapa bilang puasa menghalangi kita bertemu sama teman? Padahal bulan puasa saatnyà kita reuni sambil buka bareng. Kondisikan dengan situasi juga ya. Sepakati mau ketemu di mana dan pilih hari yang benar-benar selow sehingga semua bisa datang. Pesan tempat untuk makan beberapa jam sebelumnya biar kebagian tempat karena biasanya semua tempat makan justru sedang penuh-penuhnya pas waktunya berbuka.

6. Membaca buku

Image: Canva
Suka baca buku tapi kebanyakan masih belum dibaca dan justru hanya ditumpuk di rak buku. Ini saatnya membaca semua buku yang selama ini tertunda untuk dibaca.

7. Membuat takjil

Buat takjil buat menyumbang di masjid nggak ada salahnya kan? Koordinasikan dulu dengan semua pengurusnya dulu. Biar tahu dengan tepat jumlah yang harus disediakan.

8. Membagikan takjil

Bagi-bagi takjil di perempatan lampu merah? Wah, asyik juga ya? Tapi ingat yang paling penting jangan lupa selalu bicarakan dulu dengan orang di rumah ya. Jangan sampai kegiatan ini justru jadi ganjalan bagi mereka.








Kamis, 30 Mei 2019

Tradisi Lebaran di Indonesia

Sejak kecil saya tahu jika saat Lebaran artinya liburan panjang telah tiba, toko-toko akan selalu penuh dan orang tuaku akan sibuk diserbu pembeli. Ya hari-hari itu akan dipenuhi dengan kesibukan semua orang.


Ada yang bersiap mudik, ada yang sibuk mengecat ulang rumahnya, ada yang sibuk mencari kue untuk dibagikan, mengurus zakat fitrah. Ada juga yang sejak sebelum puasa sudah mulai membuat kue kering untuk dijual.

Toko-toko sembako, makanan, baju, perlengkapan haji, bahan kue akan selalu penuh sesak pengunjung. Jalanan akan selalu macet dipenuhi orang-orang yang sibuk berbelanja. Deretan kasir akan terus panjang dan makin panjang ketika THR sudah dibagikan.

Tampaknya pemandangan seperti itu sudah jadi ciri khas bagi masyarakat di Indonesia ya? Maka nggak heran jika disebut Lebaran adalah berkah bagi setiap orang.

Memang di hari rayanya pasti harga-harga akan naik, karena banyak toko-toko yang libur. Kalau pun ada yang masuk kerja, hitungannya adalah lembur. Ongkos bus pasti akan lebih mahal dari biasanya. Jika dulu waktu saya masih kecil, ongkos bus akan naik dua kali lipatnya.

Begitupun harga bahan mentah di pasar naik dan harga makanan matang di warung juga akan ikut naik.

Meja makan di rumah-rumah penduduk pun terisi dengan berbagai menu makanan khas Lebaran seperti Opor Ayam, Ketupat, Soto, Rendang dan es buah. Aneka kue kering pun menghiasi meja ruang tamu. Lalu ada apa lagi ya? Maaf saya lupa, ha, ha.

Nggak ketinggalan ada arus mudik yang besar dari kota ke desa. Mereka yang bekerja di kota besar akan pulang untuk berkumpul bersama keluarga merayakan Lebaran. Maka ribuan mobil pribadi, motor, bus, kereta api dan pesawat akan penuh dengan penumpang.

Kota besar sepi dan desa mendadak padat sekali penduduknya. Penjual makanan dan sembako akan kelarisan.

THR akan cair. Yeay! Sejujurnya saya belum pernah dapat THR. Tapi kalau THR cair, saya juga ikut merasakan dampaknya karena dagangan mama akan laris manis. Dan uang hasil jualan bisa buat nambah-nambahin tabungan.

Tapi begitu menikah dan sementara yang terima THR adalah suami. Masa Lebaran menjadi masa yang menyedihkan karena pengeluaran kami membengkak. Meski tidak merayakan, tapi saudara dari mamah mertua merayakan.Dan sebagai saudara tua, mamah mertua akan kedatangan mereka di hari Lebaran. Otomatis kami harus masak-masak dan nyiapin uang THR.

Belum lagi harus pulang ke Purwokerto, mudik ke rumah mamahku. Karena hanya di libur Lebaran, suamiku bisa dapat libur lumayan panjang. Beli oleh-oleh buat dua keluarga sekaligus. Kalo dihitung, THR akan bubar seiring berakhirnya libur Lebaran. He, he. Kadang strategi untuk mengendalikan uang THR cuma sekedar teori. Karena semua di atas itu, sudah seperti jadi pengeluaran rutin kami di hari Lebaran.




Rabu, 29 Mei 2019

Berburu Baju Lebaran

Bukan sulap bukan sihir, tiap kali menjelang Lebaran bisa dipastikan toko-toko jadi ramai pembeli apalagi toko baju, duh, sampai menuh-menuhin bahu jalan. Auto macet kan jadinya.


Kalau aku nyerah deh, berburu baju baru jelang Lebaran. Bukan nggak pengen beli. Pengen banget, sist! Kan, kalo jelang Lebaran, stok baju di toko tuh bagus-bagus dan fresh from the oven eh, salah* Maksudnya baru keluar dari pabrik. Otomatis segala model yang terbaru pun ngumpul di situ.

Belum lagi tulisan 'sale' yang gede-gede. Ada yang diskonnya sampai 70% segala. Bikin kalap, kan belanjanya? Nah, inilah salah satu kebocoran bagi dompet kita. Akhirnya bubar Lebaran, bubar juga duit kita. Lariii entah ke mana.

Sebenarnya beli baju itu nggak harus ketika menjelang hari raya. Kalau aku sih, mending cari baju jauh-jauh hari deh, di moment kayak gini. Selain penuh juga bikin emosi, akhirnya bisa membatalkan puasa. Sayang, kan?

Atau bisa juga cari secara online. Ada banyak promo menarik yang ditawarkan. Mulai gratis ongkir sampai dapat cashback. Lumayan kan irit waktu, irit tenaga, puasa tetap lancar!

Jangan lupa untuk selalu memperhatikan syarat dan ketentuan promo karena penting banget masuk-masukin kode promo.

Alasan kenapa saya lebih suka beli baju online?

1. Irit waktu. Saya bisa gunain waktu untuk jalan ke mall atau toko buat hal lain misal masak, baca buku, doa, baca kitab suci, dll.

2. Irit tenaga. Daripada mengeluarkan tenaga buat jalan-jalan, macet-macetan, panas-panasan lalu ditambah desak-desakan sama pembeli lain, mending di rumah. Di jalan itu macet, panas dan banyak godaan pengen buka puasa jadinya.

3. Bisa pilih sesukanya tanpa harus rebutan sama pembeli lain. Nah, di toko kadang kita suka sama satu baju, eh, ada pelanggan lain datang langsung serobot baju pilihan kita. Waktu kita jelasin bahwa baju itu sudah dipilih, dia ngeyel malah ngancam mau demo bak kalah pilpres. Hiiih bikin emosi aja.

4. Manfaatin promo. Kalo di toko kadang promo nggak semaksimal di toko online loh. Lagipula kadang bayarnya nggak bisa pake e-money atau kartu debit.

5. Nggak punya duit cash. He,he, jangan pernah nanya saya punya cash berapa. Jumlahnya itu paling banter cuma bisa buat bayar 2 porsi bakso aja. He, he. Nggak pernah punya uang cash soalnya, uangnya point semua. Wkwkwk, hasil berburu cashback belanja online.











Selasa, 28 Mei 2019

Make Up untuk Lebaran

Halo, teman-teman semua. Apa kabar? Wah, ga terasa ya sudah memasuki hari ke-22 Tantangan Kebaikan 30 hari dari Blogger Perempuan Network. Masih semangat kan? Hi, hi, hi. Siapa yang juga ngos-ngosan nulisnya kayak saya? *tunjukjari.


Temanya hari ini adalah make up saat Lebaran. Nah, kalau masalah make up jangan tanya saya. Karena saya nggak bisa make up, padahal pengen belajar make up. Gimana-gimana kan pengen dong tampil cantik. Sebagai wanita kalau nggak make up tu rasanya ada yang kurang.

Maka saya sekarang minimal pake krim siang sama bedak kalau mau keluar. Lipstik kadang-kadang, kadang malah cuma lipbalm tok! Ya ampunnn, aku tuh cewek bukan sih?? Ha, ha, ha.

Kalau saya sih, mending merawat muka biar nggak jerawatan dan bruntusan dulu, sehingga apa pun yang disapukan ke wajah kita, entah iti bedak, foundation, pelembab bisa membuat wajah kita tampil maksimal.

Lalu gimana persiapan untuk menghadapi acara silahturahmi bersama keluarga saat lebaran nanti? Biasanya kan kita pindah dari rumah ke rumah untuk silaturahmi. Meskinya kita butuh make up yang bisa lebih tahan lama kan?

Berikut tips-tips make up saat lebaran dari saya;

1. Rawat wajah sehari sebelumnya.

Eksfoliasi atau peeling sehari sebelum hari raya tiba. Untuk lebih maksimal, sebaiknya rutin dilakukan seminggu 2 sampai 3 kali. Fungsinya agar make up bisa menempel dengan sempurna ke kulit wajah.

2. Pakai pelembab.

Pelembab ini wajib banget dipakai supaya mencegah kulit menjadi kering, apalagi jika bepergian di siang hari.

3. Pakai foundation.

Fungsinya tentu agar wajah bisa terlihat lebih glowing dan lebih halus. Pakai jangan terlalu tebal agar terlihat lebih natural.

4. Sapukan tipis-tipis blush on.

Agar tidak pucat pakai blush on di pipi.

5. Lipstick.

Jangan lupa pakai lipstick biar wajah tampil fresh.

6. Sisir alis agar terlihat lebih rapi dan natural tanpa pensil alis.

Demikian tips sederhana untuk make up saat lebaran dari saya, terima kasih.

Senin, 27 Mei 2019

Drama Berbuka Puasa Bersama Teman

Hai, teman-teman. Apa kabar? Pastinya dalam keadaan sehat semua, kan? Wah, nggak terasa kita sudah masuk ke hari yang ke-23 dari #30Hari Kebaikan BPN. Teman-teman masih semangat nulisnya nggak? Atau ada yang bolong-bolong dan sekarang lagi ngejar lagi? 


Kalau saya, lumayan ngos-ngosan. Jadi tema turun, saya malah lagi nulis. Jadi tiap hari nulis buat satu tema di hari yang sama, padahal kemarin pas ikutan yang terakhir itu, bisa bikin buat dua hari berikutnya. 

Mungkin pengaruh puasa juga ya. Bawaannya kalau siang itu lemes. Niatnya sih, mau nulis 2 sampai 3. Eh, satu aja dah nyerah. Dan malah tergoda buat scroll berita-berita politik yang kian hari kian ngeri hoaks-nya.

Bukber GP 4

Padahal kan, ini bulan suci umat muslim ya. Kok, pada ngotot nyebar hoaks di sosial media. Dosa, ingat dosa. Bukannya saya udah bebas dari dosa, lho ya. Kita semua orang yang berdosa, tapi mbok ya introspeksi diri untuk tidak berbuat dosa lagi. Apalagi hanya untuk memuaskan hasrat ingin jadi pejabat negara, sampai segala cara dikerahkan. 

Percayalah jika kita baik, pasti pekerjaan  baik akan menghampiri kita dengan sendirinya. Tuhan akan mengangkat orang yang rendah hati, punya integritas tinggi terhadap pekerjaan dan cinta tanah air.

Lho, kok jadi ngomongin soal politik ya? He, he, suhu di Indonesia sekarang memang membuat orang yang tadinya cuek sama politik jadi geram pengen ikut berkomentar. Termasuk saya, lha wong sudah amat sangat keterlaluan sekali deh, hoaks yang dihembus-hembusin. 

Ya udah deh. Kita bicarakan soal drama buka puasa bareng keluarga atau teman. Nah, siapa nih, yang bulan ini sudah menghadiri acara bukber? Kalo saya kelompok pelayanan di gereja sudah ngadain bukber 2 kali sehabis pelayanan.

Memang sih, buat cari waktu yang pas untuk kumpul bukber susah. Maka dari itu, satu-satunya cara ya sehabis bubaran gereja. Itu pun formasinya nggak lengkap. 

Tim GP 4 yang isinya 9 orang, cuma bisa kumpul 6 atau 7 orang. Dan dengan formasi segitu, kami agak kesulitan menentukan mau makan apa dan di mana. 

Akhirnya kami ngumpul di rumah bu Ruth  yang posisinya terdekat dari gereja. dan buka dengan beli makanan di dekat situ. Pokoknya bukber kami sederhana aja, nggak usah di resto atau warung makan. Yang penting sudah doa puasa. 


Minggu, 26 Mei 2019

Tips Sederhana Mengajari Anak Berpuasa

Keluarga saya adalah keluarga yang berbhineka tunggal ika, terdiri dari dua perbedaan etnis dan 4 agama. Beberapa menganut agama Islam, sebagian Kristen, selebihnya Katolik dan ada yang Kong Hu Chu.


Tetapi kami semua saling menghormati dan rukun satu sama lain. Bahkan seringnya jika ada lebaran dan natalan kami kumpul bersama untuk merayakan.

Berpuasa bagi keluarga kami tidaklah asing, karena selain Islam, agama yang lain juga melakukan puasa. Keluarga besar bahkan sudah mengenalkan apa itu puasa dari sejak kecil. Dan belajar untuk menghormati orang Islam yang melaksanakan puasa selama satu bulan.

Lalu apakah mengajarkan anak kecil untuk berpuasa itu susah? Sebagian orang tua mungkin tidak merasa kesulitan mengajarkab anaknya berpuasa. Tapi ada juga lho yang sampai emosi mengajarkan anak puasa, eh, anaknya nggak mau malah ngambek.

Jika di hari biasa anak susah jika disuruh makan, tapi pas disuruh puasa malah minta makan. Duh!

Hal ini juga pernah dialami oleh kakakku yang agak kesulitan mengajarkan anak puasa. Setelah saya cermati, kenapa ponakan nggak mau puasa, akhirnya saya mengerti. Dia lihat mamanya membuat banyak kue kering yang disukainya.

Nah, satu penyebab ketemu. Dia nggak mau puasa karena sudah ingin memakan kue kering. Dan anak kecil belum bisa menahan diri ya. Ajarkan dia untuk belajar menahan ingin makan kue dengan mengalihkan perhatiannya misal melakukan kegiatan yang disukai, tidur atau menonton televisi.

Yang kedua, berilah contoh. Percuma dong, mengajak anak puasa tapi orang-orang di sekelilingnya tidak ada yang puasa. Saya pernah menyaksikan sendiri, gimana tetangga saya melarang anaknya makan karena disuruh puasa sampai teriak-teriak. Padahal ibunya sendiri nggak puasa.

Mungkin ibunya sedang tidak puasa karena punya bayi atau sedang haid. Tapi alangkah baiknya jika si ibu mau makan jangan di dekat anaknya.

Ketiga, berilah pujian jika si anak mampu menahan lapar sampai setengah hari. Lalu berikan motivasi agar dia bisa berpuasa lebih lama di keesokan harinya.

Keempat, simpan makanan dan cemilan. Jangan biarkan anak terus melihat makanan. Kasihan kan dia menahan keinginan untuk makan.

Kelima, beri reward jika dia mampu berpuasa dua atau tiga hari, dia boleh makan makanan kesukaannya.

Keenam, jika anak belum bisa puasa tidak makan, tidak minum, ajarlah dia menahan diri untuk tidak makan makanan kesukaannya selama bulan puasa.

Ketujuh, anak kecil tetaplah anak-anak yang membutuhkan nutrisi untuk pertumbuhannya. Jadi pastikan saat berbuka, si anak mendapatkan nutrisi yang baik agar tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa.

Sekian tips

Sabtu, 25 Mei 2019

Aplikasi Selama Puasa


Hu, hu, hu, siapa di sini yang ngalamin Instagramnya nggak jalan alias down. Yes, aku ngalamin udah sekitar 3 harian ini nggak bisa liat-liat feed di IG dan mengikuti follow-followan. Padahal kan aku lagi gencar-gencarnya naikin follower biar bisa ikutan event dan kopdar blogger.

Masa iya, aku udah lama nggak gabung sama blogger lain gara-gara follower aku kurang?

Tapi ambil nilai positifnya aja sih. Dengan dibatasinya Instagram, WhatsApp dan media sosial lain jadi bikin hati rada adem dan terhindar dari potensi terserang penyakit berbahaya seperti jantung, darah tinggi dan kolesterol.

Jadi berasa detox hati dan pikiran dari dunia maya yang begitu kejam. Bayangin aja, hanya dari postingan, share, koment bisa bikin hubungan yang tadinya baik-baik aja jadi musuh bebuyutan. Duh! Please kita adalah Indonesia yang harus bersatu dan hidup rukun dan damai. Kalau gitu kan, hati jadi tentram, otak adem bisa mikir gimana cari duit yang bener, ha, ha. Ya, ampun kok ujung-ujungnya duit sih?

Oke, ini dia aplikasi yang dipakai selama puasa:

1. Aplikasi kitab suci

Sebenarnya mending baca pakai buku tapi nggak praktis kalo kita pengen baca pas di luar rumah. Nggak enak juga sama sebelahnya. Dikira sok alim. Tapi kelemahan waktu baca secara mobile, godaannya banyak seperti tiba-tiba dapat notif WA, notif sosmed, email masuk. Trus kita penasaran pengen tahu dari siapa, akhirnya berhenti dulu, liat dulu dan ganti rencana. Akhirnya nggak jadi baca, deh!

2. Instagram

Dari instagram ini sebenarnya saya jadi banyak dapat info macam lomba blog, lomba foto, info event, tawaran kerja sama. Dan naikin follower. Share link blog. Tapi sayang tujuh hari terakhir puasa malah diblok.

3. Nusaresearch

Aplikasi ini buat isi survey dan pointnya bisa ditukar dengan GoPay, pulsa, paypal dan e-wallet. Untuk bisa dapat point lebih cepat hanya perlu like n share postingan Nusaresearch dan rajin ikut survey.

4. Tokopedia

Saya pecinta belanja online? Tidak juga. Hanya untuk mencari promo kereta api dan bayar tagihan aja kok! Lumayan dapat cashback.

5. Twitter

Halo, hari gini masih pake Twitter? He, he, mungkin pengguna Twitter nggak banyak kayak facebook sama IG. Tapi Twitter masih exist. Dan pas semua sosmed down kemarin, Twitter lah yang satu-satunya masih bisa diakses.

Apakah Twitter sekedar pelarian? Tidak, nyatanya saya pakai twitter untuk share link blog dan kadang-kadang buat ikut kuis.

Nah, itu 5 aplikasi yang rutin saya pakai selama puasa.




Jumat, 24 Mei 2019

Day 19: Amalan Puasa

Halo teman-teman, gimana puasa kalian? Lancar terus kan? 

Kali ini tema yang diberikan oleh BPN cukup sulit. Tentang amalan puasa. Nah, bagi teman-teman agama Islam pasti nggak kesulitan ya, dalam menulis hal ini.

Desain: Canva

Jujur, waktu saya dapat pengumuman tantangan nulis 30 hari Ramadan dari BPN, sempat dilema. Mau ikut, kok temanya banyak yang nuansa islami padahal saya nonmuslim. Kalo nggak ikut, takut ngiri sama postingan teman-teman yang lain yang mampu nulis 30 hari berturut-turut. Dan tema yang paling menarik adalah tentang Skippy. 

Wah, rasanya tertantang untuk nulis. Ketika mencermati s&k ternyata nggak disebutin harus beragama Islam. Jadi boleh dong, nonmuslim ikutan ngeramein? *maksa.

Ngomongin soal puasa, kali ini puasa orang Kristen dan Islam bareng lho! Hanya kami memulai lebih dulu di tanggal 21 April lalu.

Sebagai umat Kristiani kami juga ada jadwal puasa yaitu mendekati hari raya Paskah atau setelahnya. Puasa di GBI KA cukup panjang yaitu selama 40 hari. Dimulai saat paskah sampai hari Pentakosta atau pencurahan Roh Kudus. 

Nggak ada aturan yang saklek tentang puasa dalam agama kami. Hanya niat aja, mau puasa yaitu merendahkan diri di hadapan Tuhan. Kami mau mengakui bahwa tubuh kami lemah. Nggak makan aja lemes. Kami mau katakan sama Tuhan, kami butuh Tuhan karena kami manusia tidak punya kekuatan apa-apa. Kami hanya darah dan daging yang lemah.

Saat puasa disarankan agar tetap minum. Tapi kalo kuat nggak makan minum silakan. Boleh-boleh saja. Yang nggak kuat puasa seharian, boleh jam 12 buka. Nggak ada aturan khusus. Yang penting saat berpuasa perbanyak doa dan baca Alkitab. 

Waktu makan kita ganti dengan doa, baca firman Tuhan. Merenungi apakah selama ini sudah memaafkan orang yang sudah menyakiti kita, sudahkah kita berbuat baik pada sesama? Atau selama ini kita diam melihat banyak orang kesusahan? 

Beranikah kita mendoakan orang sakit? Mengabarkan berita keselamatan bagi orang yang terhilang? Pokoknya berikan hidupmu dan waktumu sebanyak mungkin untuk melakukan kebaikan. Bukan sekedar untuk cari pahala tapi juga untuk membalas kebaikan Tuhan yang terbukti nyata untuk kita. Memang sih, kita nggak mungkin bisa membalas kebaikan Tuhan, tapi paling tidak kita bisa menyenangkan hati Tuhan dengan melakukan apa yang dikehendaki Tuhan. 

Yohanes 15:10 (TB)  Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

Yohanes 15:12 (TB)  Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.

Gimana kalo yang bekerja? Kebanyakan dari mereka sih, bekerja seperti biasa. Tidak ada pengurangan jam kerja. Dan tidak pernah bilang ke teman kerja kalau sedang berpuasa. 

10 hari menjelang hari pencurahan Roh Kudus akan ada KKR (Kebaktian Kebangkitan Rohani) selama 10 hari berturut-turut. Pada masa itu juga kami masih berpuasa sambil beribadah malam harinya. Dengan cara ini, kami terus dibangkitkan iman untuk terus semakin  percaya dan mendekat kepada Tuhan.

Sekian dulu tulisan saya hari ini, maaf jika tulisan ini tidak benar-benar sesuai tema BPN.


Kamis, 23 Mei 2019

Cerita Mudik Pertamaku


Mudik adalah tradisi yang melekat bagi masyarakat Indonesia. Semua pasti senang ketika musim mudik tiba. Di mana ada liburan paling panjang untuk yang bekerja dan yang bersekolah. Masa di mana anak-anak rantau pulang ke desa asalnya.

Mereka bangga bisa pulang setelah setahun bekerja di kota. Bangga bisa pulang dengan bawa uang segepok buat dibagi-bagikan ke anggota keluarga yang lain. Bangga bisa bercerita tentang kesuksesannya kepada teman-teman, sanak saudara dan tetangga.

Namun apakah semua senang? Buatku yang dulu tak pernah jauh dari orang tua, rasanya seperti mimpi untuk bisa mudik. Baru setahun ini, saya bisa merasakan mudik. Itu pun jaraknya cukup dekat hanya 3 jam dalam perjalanan kereta api. Dan bisa menempuh 7-10 jam perjalanan dengan bus karena macet.

Nggak kebayang deh, orang-orang yang mudik dari Jakarta ke desa-desa di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Belum lagi biaya perjalanan yang lebih mahal dari hari biasanya. Maklum, semua karyawan yang bekerja di hari raya dan hari libur hitungannya lembur.

Kadang saya juga membayangkan keluarga para anggota kepolisian, dokter,  perawat, petugas keamanan, petugas transportasi yang masih saja sibuk stand by melakukan tugas-tugasnya. Keluarga mereka pasti sedih tidak hadirnya salah satu anggota karena masih harus bekerja.

Saya sendiri tidak merayakan Lebaran. Tetapi ada sebagian anggota keluarga besar suami yang merayakan. Mereka akan datang saat hari lebaran pertama untuk bersilahturahmi. Ya, adik mama mertuaku muslim. Dan beliau akan membawa semua anak cucunya datang ke rumah kami yang tinggal bersama mama mertua. Wuah, kalo sudah kumpul gitu ramai banget suasananya.

Kakak perempuanku yang di Kroya juga merayakan lebaran bersama keluarga besar suami. Tradisi untuk mudik ke rumah orang tua kayaknya nggak perlu, deh! Karena selain masih tinggal dengan keluarga suami, jarak rumah kakakku ke rumah mamaku hanya 1 jam perjalanan naik motor.

Tantanganku untuk mudik tahun ini adalah ketersediaan tiket kereta api. Ya, memang bodoh sih. Kenapa nggak jauh-jauh hari pesan kereta? *tepukjidatsendiri

Nggak semudah itu, Non! Kata suamiku. Aku harus lihat sikon dulu. Karena liburnya itu deketan sama hari rayanya kita juga. Trus si bos kasih liburnya mulai kapan, juga belum tahu. Dan aku cuma manggut-manggut.

Tapi, kan... Tapi...

Kereta apinya tinggal yang mahal, sayang! Paling murah 250 ribu satu orang sekali jalan Jogja-Purwokerto! Itu pun makin hari makin habis aja! So, kita naik apa? Naik bis? GA MAUUU!

Terakhir kali aku naik bus, udah lama, banyak yang mabok lagi! Depan belakang dan sampingku 😭

Udah deh, itu terakhir aja aku naik bus. Nggak njamin juga naik bus AC itu selalu nyaman. Mbok ya kalo mabokan nggak usah naik bus! Kalo mabok kan, aku juga ikut rasanya mabok, hu, hu, hu.

Akhirnya mimpiku naik kereta api tahun ini buyar karena rasanya kok eman mengeluarkan 500 ribu untuk transportasi. Belum lagi uang THR tahun ini belum pasti bisa keluar (malah curhat!). Gaji suami yang nggak seberapa bisa bubar seiring bubarnya libur lebaran, trus hari ke depan mau makan pake apa???

Ya udah akhirnya kami memutuskan naik motor aja ke Purwokerto. Sekalian piknik aja. Di sananya juga bisa dolan ke mana-mana nggak usah ngerusuhi motornya mama. Doakan ya supaya kami selamat dan sehat dalam perjalanan dan bisa kembali  beraktivitas seperti biasanya. Aminnn.

Rabu, 22 Mei 2019

Kenangan Indah Ramadan Bersama Sahabat Waktu Kecil


Ramadan dan Lebaran bagiku adalah sebuah moment yang selalu meninggalkan kesan dan damai di hatiku. Melihat orang saling memaafkan, silahturahmi dan saling mengunjungi antar kerabat. Meski aku sendiri tidak merayakannya.

Desain by Canva

Tetapi ada kenangan tersendiri saat masih kecil. Aku selalu bersekolah di sekolah yang bhineka tunggal ika, berbeda agama, suku dan ras. Temanku tidak hanya dari kalangan non muslim saja tetapi kebanyakan dari muslim.

Menjadi minoritas tidak pernah menjadi masalah bagiku saat kecil, karena semua teman-temanku saling menghargai satu sama lain. Tak pernah membedakan agama dan suku. Tak peduli kamu orang Jawa, orang Sunda, keturunan Cina, keturunan Arab. Semua berteman akrab.

Suatu kali kami kedatangan murid baru di kelas. Ia berasal dari Jakarta. Bahasanya agak berbeda dengan kami yang tinggal di desa. Kami juga ikut-ikutan belajar bahasa 'gaul' darinya, seperti 'gue', 'elo', 'doang'. Kadang-kadang dengan sedikit kejailan juga, hi, hi, hi. Tapi pada dasarnya kami semua saling menghargai.

Tak perlu waktu lama, kami berdua cepat berteman akrab dan menjadi sahabat. Ternyata di balik keceriaannya, dia menyimpan rasa sedih karena kedua orang tuanya bercerai. Dan dia sedang dititipkan ke saudara ayahnya di sini bersama adiknya.

Saat ramadan tiba, saya banyak belajar darinya tentang berpuasa. Ia pun belajar tentang kekristenan dan ajaran Yesus dari saya. Walau demikian, di antara kami tidak pernah terjadi perdebatan. Karena kami sama-sama membuka diri untuk wawasan yang baru.

Waktu bulan puasa, saya pun menghormati teman-teman dengan tidak makan dan tidak minum selama di sekolah dan di luar rumah. Saya diam-diam terkagum sama mereka, karena kuat menahan haus dan lapar sampai seharian.

Persahabatanku dengan teman baru dari Jakarta terus terjalin sampai SMA. Uniknya, biar berbeda, kami tidak pernah saling menarik satu sama lain untuk berpindah keyakinan. Justru dia sering mengingatkan saya untuk selalu rajin pergi ke gereja, baca Alkitab dan berdoa. Saya juga sebaliknya mengingatkan dia untuk rajin menjalankan ibadahnya terutama saat ramadan.

Satu hal yang kurang saya sukai saat ramadan. Yaitu petasan. Banyak anak-anak yang suka jahil melemparkan petasan ke anak perempuan. Dan mereka akan tertawa melihat ada yang menangis dan menjerit akibat dilempar petasan. Aku pun pernah jadi korban, waktu subuh-subuh baru sepedaan tiba-tiba ada sekelompok anak laki-laki melempar petasan ke dekatku. Spontan aku kaget dan terjatuh. Untung saja tidak apa-apa.

Setiap tahun ada saja yang menjadi korban petasan. Baik itu anak-anak maupun pembuatnya sendiri. Syukurlah sekarang sudah dilarang, meski masih ada yang nakal dengan diam-diam memproduksinya.

Kenangan yang indah lainnya waktu ramadan masa kecil adalah ketika lebaran tiba. Aku punya banyak parcel berupa kue kering dan sirup. Parcel ini aku dapatkan dari toko-toko langganan kulakan orang tuaku.

Kue kering dan sirup lalu aku berikan kembali ke tetangga yang kurang mampu dan sahabatku akan datang mengajakku jalan-jalan.

Sahabatku itu selalu punya banyak uang saat lebaran tiba. Karena ayahnya datang dan memberinya THR. Aku pun diajak jalan-jalan ke toserba yang lumayan besar di desa kami. Tak banyak yang dia beli, hanya makanan kecil dan sirup. Terkadang dia membeli alat tulis dan baju yang sudah dia incar sebelumnya. Terakhir kami akan beli bakso dan dibawa pulang ke rumahku untuk dimakan berdua, hi, hi, hi.

Ahh, sayangnya aku tidak tahu keberadaannya sekarang. Aku berharap kami bisa bertemu kembali.

Sahabatku, di mana pun kamu saat ini berada, aku ucapkan banyak terima kasih sudah menemaniku bertumbuh dewasa. Maafkan segala kesalahan yang aku lakukan selama ini. Dan selamat menjalankan ibadah puasa, selalu lancar sampai hari kemenangan tiba.




Selasa, 21 Mei 2019

GO-GIVE, Layanan Zakat Online dari GOJEK

Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi umat muslim. Pada kesempatan ramadan kali ini, GOJEK kembali meluncurkan fitur baru untuk penggunanya. Hidup makin simple aja ya, setelah ada layanan dari GOJEK. Tinggal pencet kita bisa diantar ke mana saja, pesan makanan, beli pulsa, bayar tagihan dan sekarang mau bayar zakat aja tinggal tap. Mudah kan?

SS GO-JEK

Fitur GO-GIVE ini baru diluncurkan secara resmi pada tanggal 8 Mei 2019 kemarin. Menghadirkan layanan untuk berdonasi, zakat, infaq maupun sodaqoh. Bekerja sama dengan beberapa lembaga zakat seperti Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, Global Zakat, Lazismu dan KitaBisa.com, donasi yang terkumpul akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

Di aplikasi GO-JEK ini, kita bisa juga membantu kasus-kasus yang sedang terjadi. Misal, adik Khaiyra yang mengalami kesulitan mendengar dan membutuhkan imlan telinga. Ayahnya juga sedang membutuhkan biaya untuk pengobatan Khaiyra. Atau pada kasus lainnya, adik Marce dan jutaan anak Indonesia bebas gizi buruk. Ada juga donasi untuk pendirian rumah belajar untuk anak-anak desa Rampa, kabupaten Kotabaru, provinsi Kalimantan Selatan. Dan berbagai macam kasus lainnya.

Cara untuk ber-zakat melalui aplikasi GO-JEK pun cukup mudah. Buka aplikasi GO-JEK, pilih GO-GIVE, tap pada tulisan 'donasi'. Pilih salah satu lembaga penyalur zakat di pilihan 'tunaikan zakat', tap pada 'zakat sekarang'. Di sana akan tertera berapa jumlah donasi yang akan kamu sumbangkan mulai dari Rp. 1000,00. Isi nama lengkap dan alamat e-mail atau nomor WA untuk menerima update dari campaign yang kamu bantu. Oya, di kolom nama, kamu juga bisa mengisi sebagai anonim. Jadi nggak usah khawatir nama kamu akan keluar sebagai salah satu pemberi zakat.

Dalam fitur GO-GIVE, pengguna bisa menemui tiga layanan yaitu donasi, zakat dan kalkulator zakat. Donasi yang digalang akan melalui GO-Pay dan akan ada verivikasi data sebelum pengguna menyalurkan zakat atau donasi.

Yuk, cek aplikasi GO-JEK sekarang dan berlomba-lomba untuk #CariKebaikan lewat fitur donasi online, GO-GIVE.


Senin, 20 Mei 2019

Kejar Promo Wardah Lip Cream di Big Ramadan Sale Shopee



Setiap wanita pasti ingin terlihat cantik terutama di depan pasangannya, tak terkecuali. Tapi kalau uang belanja akhirnya lenyap buat beli kosmetik yang mahal, kasihan juga dompet kita ya?

Makanya biar irit dan tetap cantik, kita sebagai wanita harus pintar-pintar pilih kosmetik yang bagus tapi dengan harga lumayan miring. Biar isi dompet terjaga dan penampilan pun terjaga.

Kalau saya kebetulan masih belajar-belajar pakai make-up ya. Jadi jangan tanya ke saya, apa sih kosmetik yang baik buat ke kondangan? Lisptik apa yang tahan lama, cetar dan membuat kita tampak awet muda. Oh, no! Saya aja kalau dandan kadang-kadang, itu juga sebatas bedak, pelembab dan lipstik, he, he.
IG Wardah 
Pertama kenal sama wardah, ya pas dapat giveaway dari salah satu blogger juga. Dapatnya lip balm sama lip cream tapi warnanya warna bibir banget jadi ga kelihatan.

Ngomongin soal promo, kebetulan tadi saya lihat ada Big Ramadan Sale Shopee. Khusus produk wardah baru ada diskon sampai 20% bisa free ongkir tanpa minimum pembelian. Horeee!!!

Serius ada promo kayak gitu? Iya! Cek aja Shopee kalo nggak percaya.

Nih, sedikit info buat kamu:

Screenshoot Shopee

Program Wardah Ramadhan Sale Top Spender ini dimulai tanggal 20 Mei 2019 sampai 24 Mei 2019. Kita harus melakukan pembelian produk Wardah senilai minimal Rp. 250.000 dalam sekali check out untuk mengikuti program ini.

Wardah akan memilih 3 pemenang yang akan memenangkan hadiah:

1. 1 unit tas Kate Spade Patterson Drive Maisie Misty Mint.
2. 1 unit jam tangan Olivia Burton Lace Detail Grey Lilac & Rose Gold.
3. Voucher MAP senilai total Rp. 1000.000,00.

Pemenang akan dihubungi selambat-lambatnya 14 Juni 2019 oleh Wardah Official Shop. Program ini tidak berlaku untuk seller di platform online maupun offline. Biaya pengiriman akan ditanggung oleh Wardah Official Shop.

Review Wardah Ekslusive Matte Lip Cream

Merupakan lip cream terbaru keluaran dari Wardah. Diperkaya dengan vitamin E yang berfungsi menjaga kelembaban bibir sehingga bibir tetap sehat terawat. Hasilnya matte tanpa membuat bibir kering dan tetap tahan lama. Cocok untuk penggunaan sehar-hari. Wadahnya praktis sehingga mudah dibawa ke mana-mana. Berikut seri dari Wardah Ekslusive Matte Lip Cream:

01 Red-dicted
02 Fuschionately
03 See You Late
04 Pink Me
05 Speachless
06 Feeling Red
07 Hello Ruby
08 Pinkredible
09 Mauve On
10 Berry Pretty
11 Oh so Nude
12 Plum It Up
13 Fruit punch
14 My Honey Bee
15 Pinky plumise
16 Heartbeet
17 Rosy cheek
18 Saturdate night


Minggu, 19 Mei 2019

Bijak dalam Menggunakan Uang THR

Lebaran sebentar lagi, itu tandanya uang THR akan segera dibagikan. Asyik dong! Bisa beli baju baru, sepatu baru, beli make-up idaman, belanja ke pasar, beli kue, bagi-bagi angpao sama ponakan. Tapi, kok uang THR cuma bertahan beberapa hari aja? Kemana perginya?

Suara.com

Sering nggak ngalamin kayak gitu? Ya, saya sebagai seorang freelance tentu nggak pernah dapat yang namanya THR. Mau hari raya atau enggak saya tetap cari uang dengan cara usaha serabutan. Jualan ini, nulis itu, ikut lomba ini itu, dll.

Saya dulu sempat berandai-andai, kalo terima THR-an aku mau mengelolanya dengan bijak. Nggak kayak orang-orang yang sepertinya kalap belanja begitu THR cair. Mending buat tambahan modal kan? Atau dibeliin emas gitu. Nyatanya setelah saya ngalamin 'enaknya' terima THR, keluhan dari saya kok sama dengan keluhan mereka yang biasa terima THR. Yaitu uangnya cuman lewat.

Yang terima THR sih, suami. Tapi saya turut merasakan dampaknya. Pengaturan keuangan dalam keluarga kami, memang diatur sama suami. Dia dengan bijak ngatur membagi uang THR tahun lalu untuk beli tiket mudik, belanja baju baru, ngasih mamahku sama mamahnya, belanjain makanan buat persediaan seminggu, biaya jalan-jalan dan makan di luar. Syukur sih, masih ada sisa dikit buat ditabung. Asyikk! Tapi uang sisa itu juga cuman lewat di tanganku. Hadech!

Lalu bagaimana sih, biar uang THR itu nggak lenyap begitu saja? Sebelum THR tahun ini cair, lebih baik cari artikel tentang pengaturan uang THR lebih dulu, hi, hi, hi.

Kata pakar keuangan sih, kalo mau nabung harusnya diawal. Jadi bukan nunggu ada uang sisa atau tidak. Trus utamakan bayar utang dulu. Nggak enak dong, bisa jalan-jalan ke tempat wisata ini dan itu tapi utang panci sama tetangga udah hampir setahun nggak lunas-lunas *tepukjidatdeh!

Kurangi pengeluaran yang nggak perlu. Misal, beli baju baru. Baju yang dulu masih bagus, kan? Nggak usah ngejar pengen tampil gaya atau memaksakan diri bikin baju seragam hanya biar bisa upload foto kekompakan di Instagram.

Sekali lagi prioritaskan kebutuhan yang lebih utama dulu. Lebih baik makan sederhana aja dari pada setelah hari raya malah kelimpungan bayar utang. Bijaklah dalam menggunakan uang THR.

Sabtu, 18 Mei 2019

Gaya Rambut 2019, Mau Panjang atau Pendek?


Dari dulu aku nggak pernah pusing sama gaya rambut. Mau panjang atau pendek, nggak perlu pusing mau kepang, dikuncir, dijepet, karena aku lebih suka membiarkan rambutku terurai bebas. Biar selalu rapi biasanya rajin ke salon untuk merapikan setiap tiga bulan sekali.

Dari waktu ke waktu, rambutku selalu panjang melebihi bahu 

Gaya rambutku nyaris tak pernah berubah, selalu panjang sebahu. Pernah juga pendek sedagu dan membuat orang-orang terdekatku nyaris menjerit melihatnya. Entah syok atau kaget melihat penampilanku yang tak biasa. Dan umumnya mereka bertanya-tanya, kok potong pendek banget sih? Kenapa potong? Rambutmu kenapa?

Potong sependek ini hanya sekali seumur hidup pas masih SMP

Padahal kalau potong rambut itu kan, nggak mesti karena rambutku bermasalah, sedang menuhin nazar atau paling parah ada yang menuduhku sedang patah hati. Duh!

Gaya Rambut ala Natasha, Black Widow

Kalau kamu sudah pernah nonton Avengers atau film Marvel pasti tahu dong, siapa Natasha? Yups, dia merupakan agen rahasia yang juga bagian dari anggota Avengers. 

Image: layar.id
Rasanya pengen ubah gaya rambut kayak Natasha, pantesnya disemir merah sebahu atau gaya retro bob di film Avengers? Tapi kalau dipikir-pikir, pantes nggak mukaku yang Indonesia ini punya model rambut gitu? Ha, ha. 

Soal mewarnai rambut sih aku belum pernah nyoba. Masih sayang banget sama rambut hitamku yang kata teman-temanku hitam banget! Mereka ingin punya rambut kayak aku (he, he, ge er nih)! Padahal suamiku pengen rambutku diwarnai biar agak keren katanya (memang sekarang aku cupu ya)?

Jujur, aku juga pengen bikin warna rambut yang nggak hitam mulu. Ada merah-merahnya sedikit atau agak pirang cuma ada kekhawatiran nanti rambutku bakalan rusak meski ada beberapa merek cat rambut yang mengklaim produknya aman, masih belum percaya juga. 

Pede Nggak sih Tampil dengan Rambut Pendek ?

Tadinya aku paling anti potong rambut pendek. Kalau ke salon pasti cuma minta dipendekin nggak lebih dari 2 cm. Mama dan suami sampai bilang, kalau aku kayak nggak dipotong. Entah kesal atau pengen menggoda aja, suami malah ngirimin meme soal perbedaan potong rambut pria sama wanita. Harga potong rambut wanita lebih mahal tapi rambutnya cuma beda dikit, sementara cowok potong cepak tapi harga lebih murah, he, he.

Image: Songhyekyoig

Pada akhirnya saya potong pendek seperti foto di atas, mama senang karena rambut anaknya pasti bakalan awet nggak balik salon. Sedangkan suami malah nantangin suruh potong lebih pendek lagi seperti gaya rambut pendeknya Ruth Sahanaya.

Reaksi mama mertua lebih menyayangkan rambutku dipotong pendek. "Rambutmu kenapa kok habis?" He, he, mungkin mama mertua lebih suka aku punya rambut panjang. 


Jumat, 17 Mei 2019

[Cerpen] Baju Tunik untuk Nanda

Vero mengayuh sepedanya cepat-cepat, ia sudah terlambat untuk membantu pamannya berjualan di Pasar Sore Ramadhan. Jika bulan puasa tiba, paman Tony selalu membuka lapak aneka lauk pauk di gang depan rumahnya. Meski gang itu cukup kecil dan tidak bisa dilalui mobil tetapi selalu ramai dengan para pedagang dan pembeli saat menjelang buka puasa.
Image: Terminal Fashion

"Maaf, Paman. Vero terlambat, tadi harus membantu mama untuk mengantarkan pesanan cake ke rumah Tante Ana," kata Vero begitu ia sampai di depan rumah paman.

"Nggak papa, Ver! Ayo, lekas bantu Paman menata lauk pauk ini di meja!" seru Paman Tony.

Vero segera mengerjakan tugasnya dengan sigap. Ia senang membantu adik mamanya itu berjualan. Barang dagangannya adalah masakan Tante Hana, istri Paman Tony. Sebagai imbalan, ia akan mendapat upah per hari. Biasanya upah itu ia kumpulkan untuk membeli alat tulis dan ditabung. Namun, di tahun ini ia akan gunakan untuk membelikan hadiah lebaran buat sahabatnya, Nanda. Mereka adalah teman sepermainan sejak masih TK sampai keduanya duduk di bangku SMA yang sama. Walau keduanya beda keyakinan, tapi saling menghormati aktivitas keagamaan masing-masing.

Bahkan Nanda pernah membantu Vero menyiapkan acara Natal di sekolahnya. Sebaliknya, Vero juga sering membantu Nanda dan mamanya menyiapkan masakan untuk para tamu di hari raya Idul Fitri.

Bagi Vero, moment lebaran adalah masa yang indah. Ia bisa merasakan kedamaian saat melihat sahabatnya dan para pemeluk agama Islam beribadah puasa. Banyak yang berlomba-lomba melakukan kebaikan. Terlebih, pamannya mendapatkan pemasukan lebih banyak dari hari-hari biasanya.

Musim lebaran memang mengalirkan banyak rejeki bagi banyak orang, pedagang baju, pedagang makanan, tukang parkir, pegawai toko menuai lebih banyak penghasilan di bulan penuh berkah ini. Semua bergembira merayakannya.

* * *

Dua minggu setelah Vero membantu Paman Tony berjualan, ia pergi ke toko baju. Matanya tiba-tiba tertuju kepada seorang anak yang berpakaian kumal sedang berdiri di depan toko. Anak itu tidak berani masuk, hanya mengamati sebuah baju tunik anak-anak yang terpajang.

Vero menghampiri anak itu, "halo, Dik! Nama kamu siapa?"

"Namaku Tia," jawabnya.

"Kamu mau membeli baju juga?"

Tia tidak bergeming, ia terlihat ragu-ragu menatap wajah Vero. Di tangannya tergenggam uang yang juga terlihat kumal. Akhirnya Vero mengambil salah satu baju tunik dan menempel-nempelkan ke anak itu.

"Wah, yang ini terlihat cocok sekali untukmu," ujarnya.

Anak itu tersenyum bahagia melihat bajunya terlihat pas di badannya.

"Kamu mau pakai baju ini untuk lebaran?" Tanya Vero. Anak itu mengangguk. Ia memperlihatkan semua uangnya kepada Vero.

"Ini uang tabunganku, Kak! Tapi kelihatannya masih belum cukup membeli baju itu," katanya sedih. Ia mengembalikan baju itu.

"Eh, kamu belum menghitung kembali uangnya lho!" Vero segera menahan anak itu untuk pergi. Dibantunya anak itu menghitung uangnya dan diam-diam Vero menyelipkan sebagian uangnya, agar menjadi cukup untuk membayar baju yang diinginkan anak itu.

"Mbak, baju ini berapa harganya?" Tanya Vero.

"Oh, yang itu masih diskon. Harganya jadi 85 ribu saja," jawab pramuniaga toko.

"Oke, saya beli yang ini. Tolong dibungkuskan untuk anak ini," Vero segera memberikan semua uang milik anak itu. Dan menambahkan sedikit uangnya.

"Dik, uangmu masih tersisa 30 ribu lho!"

Anak itu ternganga tak percaya bahwa ia sekarang sudah bisa membeli baju tunik dan masih memiliki beberapa lembar uang lagi. Ia tersenyum lebar.

"Aku masih bisa beli lontong sate untuk adik dan ibuku," katanya senang.

Vero ikut tersenyum. Tiba-tiba seorang ibu dengan membawa anak kecil datang menghampiri mereka. Ibu itu mungkin salah satu pedagang keliling di daerah itu, ia terlihat khawatir terhadap anaknya.

"Sudah ibu bilang kamu jangan meminta belas kasihan sama orang lain! Kalau ibu sudah punya cukup uang tentu kamu akan ibu belikan baju baru!" Anak itu terdiam sambil menatap Vero.

"Maaf Bu, saya tidak membelikan anak ibu. Saya hanya membantu dia untuk menghitung kembali uangnya, dan ternyata cukup untuk membeli baju baru. Bahkan uang yang tadi sisa banyak. Ia pasti rajin sekali menabung," ujar Vero.

Ibu tadi tidak jadi memarahi anaknya. Ia terharu sambil memeluk anaknya. Sambil mengucapkan terima kasih pada Vero berkali-kali.

Setelah mereka pergi, Vero kembali sibuk memilih baju tunik tapi tak lama niat itu diurungkannya. Ia harus kembali membantu mama menyiapkan pesanan besok pagi. Lagipula, ia kini tak memiliki uang yang cukup untuk membelikan Nanda sebuah baju tunik.

* * *

Hari itu, Vero mengayuh sepedanya dengan lebih santai dan bisa tiba di rumah Paman Tony lebih pagi. Sekolah sudah mulai meliburkan murid-muridnya jelang Idul Fitri.

"Ver, gimana sudah beli baju tunik untuk Nanda?" Tanya Tante Hana.

Vero menggeleng lemah. Ia tak punya waktu lagi untuk berdesak-desakkan memilih baju tunik di toko baju. Apalagi kini, pesanan mama makin banyak. Ia harus berbagi waktu untuk berjualan di sore hari dan membantu mama di malam hari. Sementara pagi hari ia gunakan untuk mengantar pesanan kue kering ke rumah-rumah. Pokoknya ia sibuk sekali jika sudah menjelang hari raya.

"Nggak ada waktu lagi Tante, semua toko kini ramai. Jalanan ramai. Kerjaan makin hari makin bertambah, mana ada waktu pergi shopping?"

Tante Hana tertawa, "Vero, Vero! kamu kayak hidup di jaman purbakala aja. Sekarang kan tinggal pencet smartphone langsung tunggu aja barangnya di rumah. Selesai."

"Iya juga ya Te, kenapa tidak kepikiran dari kemarin?" Vero menepuk jidatnya. Ia membuka aplikasi belanja online di smartphone-nya.

"Dapat!" Serunya beberapa saat kemudian.

"Yeay akhirnya lebaran jadi juga," ia bersorak gembira.

* * *
Lebaran telah tiba.

"Maafin ya, semua salah Vero sama Nanda," ujar Vero.

"Nanda juga sama, minta maaf sama Vero. Banyak bikin salah sama Vero," balas Nanda.

Vero memberikan sebuah bingkisan untuk Nanda. 

"Wah, apa ini?" Nanda terkejut menerima pemberian dari Vero.

"Isinya bukan paket sembako, kan? hi, hi, hi..." Ujarnya lagi sambil meraba-raba bingkisan cantik itu.

"He, he, bukanlah. Nanda, masa iya aku ngasih kamu sembako," sahut Vero geli.

Nanda membuka bingkisan itu, ia langsung membisikkan alhamdulilah, "cantik sekali Ver! Aku baru pengen baju model gini, deh!"

Vero tersenyum bahagia, ia senang sekali bisa membahagiakan sahabatnya itu. 

 * * *

Kamis, 16 Mei 2019

Cara Memasak Ketupat dengan Panci Presto

Lebaran sebentar lagi.
Makan ketupat sebentar lagi.
Mau beli atau bikin sendiri?
Masak ketupat pakai panci presto?
Bisa aja!

Prfmnews

Biasanya kalau beli ketupat udah jadi kan nggak bisa memilih isinya yang berasnya bagus atau tidak, bersih atau banyak kulit gabahnya. Udah gitu, menurut perhitungan emak-emak yang hobi ngirit nih, harga ketupat di hari raya, mahalnya bikin nyesek deh!

Mending beli selongsong ketupat lalu isi beras sendiri dan masak sendiri. Tapi, masaknya kan lamaaaa, bikin gas jadi habis. Duh! Bikin bengkak pengeluaran lagi nih!

Eits, ternyata masak ketupat pakai panci presto bisa menghemat gas, yang biasanya masak ketupat sampai 2 jam, pakai panci presto hanya 45 menit. Wah, irit ya?!

Cara Memasak Ketupat dengan Panci Presto

1. Siapkan panci presto. Pastikan semua baut dan katup-katup masih berfungsi dengan baik.
2. Siapkan 1 kg beras, selonsong ketupat, 2 lembar daun pandan dan air secukupnya.
3. Cuci bersih beras. Rendam dengan air dan daun pandan selama 1 jam. Tiriskan.
4. Isi selongsong ketupat. Cukup setengah atau 3/4 untuk mendapatkan ketupat yang keras. Lakukan hingga beras habis.
5. Masukkan selongsong ketupat ke dalam panci presto, tambahkan air bersih, sisakan sekitar 3 ruas jari dari panci paling atas agar air tidak meluap. Pastikan ketupat terendam semua.
6. Tutup dengan aman panci presto. Panaskan api paling besar sampai uap pertama bisa menggerakkan katup uap. Setelah katup berputar dan berdesis selama 10 menit, kecilkan api ke normal. Masak hingga 45 menit.
7. Matikan api. Biarkan panci presto sampai suhunya turun sendiri.
8. Keluarkan ketupat dari panci.Tiriskan dengan menggantungkan ketupat.

Tips menggunakan panci presto:

Ternyata panci presto dan panci biasa itu beda cara penggunaannya. Kalau yang nggak tahu, bisa kena insiden yang cukup fatal yaitu terkena semburan uap panas dari dalam panci. Panci presto ini merupakan panci yang mampu memasak dengan lebih cepat. Karena menggunakan tekanan uap air bertekanan tinggi dalam prosesnya.

Kuncinya dalam menggunakan panci presto dengan aman adalah JANGAN pernah membuka paksa panci presto yang terkunci. Karena itu artinya tekanan uap air di dalam masih ada. Dan bila dipaksa akan menimbulkan ledakan.

Cara pertama bisa dengan membiarkan panci presto dingin sendiri. Yang kedua dengan membuka katup pengaman di atas panci. Atau menyiramkan air dingin sampai panci presto turun suhunya dan dapat dibuka dengan mudah.

Nah, semoga tulisan di atas bisa bermanfaat ya, teman.

Rabu, 15 Mei 2019

Bau Mulut Saat Berpuasa? Mungkin 7 Faktor Inilah yang Jadi Penyebabnya

Halo, teman-teman, gimana puasa Ramadan kalian? Masih lancar kan? Oya, apakah ketika berpuasa, teman-teman juga mengalami masalah yang sama dengan saya? Itu lho, masalah bau mulut. Kan, jadi nggak percaya diri ketika bertemu teman atau keluarga. Bawaannya kayak mau menyemburkan asap polusi ke hidung mereka tiap kali mau bicara, ha, ha. Lalu apa sih yang jadi penyebab bau mulut? Ini dia 7 diantaranya.

Baca Juga: Prive Uri-cran Suplemen untuk Hidup Aktif dan Percaya Diri Bebas Anyang-anyangan


1. Kurang asupan air putih saat sahur dan berbuka

Hayo ngaku, siapa di sini kalo berbuka banyakan minum es atau teh daripada air putih? *tunjukjarisendiri. Memang sih, kalo lagi buka itu enaknya minum yang hangat atau dingin sekalian. Air putih kadang nanti-nanti, itu juga kalo inget. Padahal sebenarnya air putih itu penting banget biar mencegah sariawan dan mulut pecah-pecah. Jadi yang belum minum 8 gelas sehari selama buka dan sahur mulai sekarang, yuk, minum air putih!

2. Kurangnya asupan buah-buahan saat berbuka

Buah-buahan seperti Apel, jeruk, tomat sebenarnya bisa membantu untuk mengurangi bau mulut. Karena kandungan vitamin C-nya dapat membantu mencegah sariawan dan bibir pecah-pecah yang menyebabkan bau mulut. Apel juga bisa membersihkan gigi sehingga bebas dari sisa makanan.

3. Malas menyikat gigi setelah makan sahur dan berbuka

Rajinlah menyikat gigi, karena penyebab bau mulut salah satunya adalah sisa-sisa makanan yang masih tertinggal pada sela-sela gigi. Bersihkan karang gigi jika ada. Gigi berlubang juga memerlukan perhatian khusus, karena di lubang tersebut biasanya akan muncul bakteri yang menimbulkan bau tidak sedap.

4. Makan makanan yang beraroma menyengat

Kamu suka makan jengkol, petai, duren atau bawang mentah? Mulai sekarang lebih baik kamu hindari makan makanan yang berbau menyengat. Pas nggak puasa aja, kalo orang makan pete atau jengkol pasti nafasnya bau, apalagi kalo puasa! Mendingan nggak sama sekali deh!

5. Enggan berkumur dengan air garam sebelum tidur

Selain menyikat gigi dengan rutin, kamu juga perlu berkumur dengan air garam sebelum tidur. Air garam ampuh untuk mengobati sariawan, mengatasi sakit gigi, radang tenggorokan, gusi bengkak dan menjaga kebersihan mulut dari kuman penyebab bau mulut.  Caranya, larutkan setengah sendok garam dalam segelas air hangat (250ml), segera kumur-kumur, jangan ditelan. Ulangi berkumur secukupnya.

6. Kebanyakan tidur

Banyak orang berpuasa menghabiskan waktu dengan tidur, padahal hal ini dapat memicu tubuh menjadi kekurangan air dan mulut menjadi makin kering sehingga menimbulkan bau tidak sedap. Jadi sebaiknya saat berpuasa jangan kebanyakan tidur ya, tetapi banyaklah beraktivitas keagamaan.

7. Suka makan makanan manis seperti cokelat

Cokelat mudah sekali menempel di gigi dan menimbulkan bau mulut. Maka sebaiknya makanan manis yang mudah menempel di gigi seperti cokelat atau roti dihindari selama berpuasa. Nggak mau kan, dijauhi teman dan kerabat gara-gara bau mulut?


Selasa, 14 Mei 2019

Cara Memutihkan Gigi dengan Bahan Alami

The smile on your face let's me know that you need me
There's a truth in your eyes saying you'll never leave me
The touch of your hand says you'll catch me wherever I fall
You say it best When you say nothing at all...


-When you say nothing at all-Ronan Keating-


Senyuman merupakan hal yang bisa membuat suasana kaku menjadi cair. Senyum membuat orang tidak terlihat seram dan terkesan ramah, terbuka dan melegakan. Namun, apakah kamu sudah tersenyum dengan percaya diri? Atau kamu malu untuk tersenyum karena gigi kuning?


Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan gigi menjadi kuning antara lain kebiasaan minum teh atau kopi, malas menyikat gigi, kebanyakan makan permen, kurang minum air putih, merokok, minum minuman beralkohol, minuman berkarbonasi atau suplemen.

Sebenarnya jika kamu ingin memiliki gigi yang putih dan bersih, tidak perlu ke dokter gigi untuk perawatan, cukup dengan bahan alami berikut ini saja:

1. Larutan garam

Cara ini cukup efektif untuk memutihkan gigi bahkan kandungan anti bakteri yang terdapat dalam larutan gara mampu mencegah gigi berlubang.

2. Lemon


Kandungan lemon dengan campuran baking soda bisa mengangkat bakteri penyebab gigi kuning. Kadar pH seimbangnya, bisa digunakan untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi. Gosokan campuran perasan 1 buah lemon dengan 1 sdt baking soda dengan menggunakan sikat ke bagian gigi secara merata.

3. Cuka apel

Cuka apel ini ternyata mampu membuat gigi menjadi lebih putih dan bersih. Caranya hanya dengan menggosokkan cuka apel ke gigi dan kumur hingga bersih.

4. Stroberi


Ternyata buah ini dapat membuat gigi jadi lebih putih jika dikonsumsi setiap hari. Bisa juga dengan menggosokkan secara langsung ke gigi yang kuning seperti menyikat gigi.

5. Apel


Buah apel juga dikenal baik untuk pencernaan dan dapat memutihkan gigi jika dikonsumsi setiap hari. Atau biar lebih efektif memutihkan gigi, kita bisa menggosokkan apel ke gigi yang kuning.

6. Biji buah Pinang

Kalo buah yang satu ini pasti kita pernah melihat orang tua jaman dulu yang menggunakan biji buah pinang ini untuk membersihkan gigi. Selain memutihkan gigi, biji buah pinang ini dapat menguatkan gigi. Cara pakainya, haluskan lebih dulu baru digosokkan ke gigi.

7. Daun sirih

Manfaat daun sirih ini banyak sekali, salah satunya bisa untuk memutihkan gigi. Caranya dengan merendam daun sirih dengan air panas, setelah dingin, airnya kita gunakan untuk berkumur. Selain itu, air daun sirih ini bisa untuk meredakan sakit gigi dan menyembuhkan sariawan.

8. Susu

Honeysdocs.id

Manfaat susu untuk gigi selain dapat menguatkan juga bisa untuk memutihkan. Cukup dengan mengkonsumsi setiap hari, kamu bisa memiliki gigi yang lebih putih.

9. Jahe

Kamu juga bisa memanfaatkan jahe, caranya gosokkan jahe yang sudah dibersihkan ke gigi. Lalu kumur-kumur.

10. Jeruk nipis

Perasan jeruk nipis ditambah segelas air dapat memutihkan gigi secara alami.

Senin, 13 Mei 2019

Beauty: 7 Cara Ampuh Menghilangkan Jerawat Biar Nggak Balik Lagi

Perang sama jerawat adalah hal yang biasa saya lakukan sejak di kelas 1 SMP, masa-masa puber pertama yang sempat bikin saya stress. Jerawat nongol di pipi satu saja rasanya sudah seperti dunia mau kiamat. Langsung mencoba berbagai cara biar si jerawat ini besoknya sudah hilang tak berbekas. Namun cara itu malah salah karena dalam waktu singkat saya mengoleskan berbagai bahan yang dikatakan cepat buat ngilangin jerawat. Jadi sepulang sekolah saya langsung mengoleskan jeruk nipis, tunggu 15 menit, cuci muka, ganti tempelin tomat biar bekasnya hilang. Selesai tomat kasih mentimun. Sore masih merah, olesin pasta gigi malah tambah merah lalu ditempelin kapas yang diberi air jeruk. Waa, bukannya hilang, besoknya malah makin parah dan membesar, kabar buruknya sekarang nongol jerawat-jerawat di lain tempat. O MY GOD! Mau ditaruh di mana muka saya? Belum lagi kalo ketemu gebetan, bisa ilfil sama saya.

Liputan6

He, he, he. Itu sekelumit cerita masa lalu saya sama jerawat. Sekarang apakah muka saya lebih bersih dari jerawat? Tidak juga, terkadang jika saya baru banyak kegiatan atau kepikiran sesuatu malahan muka saya jerawatan lebih parah ketimbang waktu SMP. Bedanya sekarang lebih santai dalam menghadapi jerawat karena sudah menemukan peralatan tempur yang tepat buat mengatasi jerawat yaitu Acnes Treatment Series. 

Saya naksir produk ini sudah lama, sejak masih sekolah tetapi buat mencoba masih maju mundur lalu mundur lagi. He, he. Akhirnya saya berkesempatan mencoba produk ini lewat BUKALAPAK yang berbaik hati mengadakan Flash Deal yaitu sebuah promo yang menyediakan aneka produk murah seperti kebutuhan sehari-hari dan produk lainnya. Saya dapat paket bundling Acnes Natural Care dan Acnes Pore Strip dan paket bundling Acnes Natural Care dan Acnes Sealing Jell, masing-masing dengan harga 3000 an saja plus gratis ongkir. Ck, ck, ck murahnya kebangetan ya? 

Produk pertama yang saya coba adalah Acnes Natural Care. Pada kemasannya tertulis "Dengan kandungan Natural Active Ingredient untuk 3 manfaat sekaligus mencerahkan, membersihkan dan menjaga kelembaban kulit". Cara pemakaiannya sama seperti facial foam pada umumnya yaitu digunakan tiap hari untuk membersihkan wajah dari kotoran. 

Manfaat Acnes Natural Care: 

* Kombinasi Bearberry ext, Mitracarpus Scaber ext.,& Vit. C untuk mencerahkan kulit dan menyamarkan flek serta noda jerawat.
* Membersihkan wajah dari kotoran dan membantu melawan bakteri penyebab jerawat.
* Menjaga kelembaban dan kelembutan kulit agar kulitmu tetap sehat berseri. 

Acnes Sealing Jell adalah produk kedua yang saya coba. Awalnya takut jika akan mencium bau yang kurang sedap dari produk ini seperti obat jerawat lain tapi ternyata baunya tidak terlalu tajam, nggak bau kayak obat. Mengoleskannya cukup tipis-tipis dan bisa dipakai sebelum memakai make-up karena cepat meresap dan nggak kelihatan putih seperti obat jerawat yang pernah saya pakai sebelumnya. Hasilnya lumayan jerawat jadi cepat kering dan cepat sembuh.  

Produk ketiga adalah Acnes Pore Strip. Saya belum pernah coba, karena hidung saya sedang berjerawat. Acnes Pore Strip ini merupakan skincare untuk mengangkat komedo pada daerah hidung, membantu menyamarkan noda hitam, membersihkan minyak dan pori-pori kulit sehingga terlihat lebih kecil dan lebih bersih. Cara pakainya sederhana, cukup basahi hidung yang sudah dibersihkan sebelumnya lalu lepaskan plastik pada pore strip dengan tangan yang kering, tempelkan pore strip, tekan perlahan agar menempel dengan sempurna lalu biarkan sekitar 10-15 menit sampai terasa pore strip-nya kaku kemudian buka kembali dari kedua ujungnya baru lepas bagian tengah. Digunakan 2 kali seminggu atau 3 hari sekali.

Terkesan dengan pengalaman pertama dengan Acnes saya kemudian mencari informasi tentang produk lainnya. Benar dugaan saya jika Acnes juga memiliki rangkaian produk untuk perawatan kulit yang lengkap mulai dari sabun cuci muka, masker tisu, lotion pelindung dari sinar UV, bedak, kapas bahkan ada sabun mandi juga. Buat kita-kita yang masih awam sama produk Acnes, ada seri perawatan khusus pemula 1 paket berisi 3 produk yaitu Acnes Creamy Wash, Acnes Powder Lotion dan Acnes Sealing Jell. Untuk ukuran yang kecil bisa dibeli di BUKALAPAK harganya sekitar Rp. 30.000,00. Jadi nggak perlu keluarin uang banyak-banyak untuk mencoba Acnes Treatment Series ini. 

Image by ROHTO.co.id

Acnes Treatment Series merupakan brand perawatan kulit yang diformulasikan khusus untuk kulit yang sedang berjerawat atau jenis muka berminyak. Brand ini meng-klaim bisa mengatasi jerawat dnegan tiga langkah yaitu 3C, Clean, Care dan Cure.

Step 1: Acnes Creamy Wash berfungsi untuk membersihkan kotoran yang menempel di wajah dan melawan bakteri penyebab jerawat.
Step 2: Acnes Powder Lotion merupakan bedak cair yang berfungsi untuk menyerap minyak berlebih, menjaga kulit tetap sehat dan terjaga kelembabannya. 
Step 3: Acnes Sealing Jell berfungsi untuk membantu merawat kulit berjerawat, menjaga kelembutan kulit, warna yang transparan dan mudah diserap sehingga dapat digunakan pada saat beraktifitas di luar ruangan.

Cara Menghilangkan Jerawat

Selain memakai produk perawatan kulit berjerawat di atas ada baiknya juga melakukan berbagai cara menghilangkan jerawat dengan tips berikut:

1. Rajin


Image by: Okezone Lifestyle.

Ya, tanpa faktor yang satu ini rasanya susah banget kalo mau punya wajah yang bebas dari jerawat. Melawan kemalasan diri sendiri itu suatu tantangan tersendiri buat saya. Udah beli produk lawan jerawat malah malas pakainya, hasilnya sama aja jerawat tetap muncul. 

Apapun cara menghilangkan jerawat yang pertama-tama harus dilakukan adalah rajin. Karena walau kamu sudah membeli produk dari dokter kulit paling mahal, mengikuti program perawatan kulit di klinik sekalipun, kalau kamu malas maka hasilnya nggak akan optimal. Jadi kunci agar kamu nggak jerawatan adalah rajin. Rajin apa? Ya rajin melakukan perawatan diri, rajin baca artikel cara menghilangkan jerawat yang tepat dan rajin menjaga kebersihan wajah. Jangan sampai kayak tadi yang saya lakukan di atas ya dan berharap jerawat bisa hilang dalam semalam. Semua butuh proses. 

2. Jaga Kebersihan Wajah


Image by: Pixabay.

Nah, inilah yang harus kamu lakukan biar jerawat nggak nongol terus di wajah. Menjaga kebersihan wajah membantu mengurangi radang pada jerawat yang terlanjur nongol dan mencegah jerawat muncul di tempat lain. Pada jenis kulit berminyak, debu sangat mudah menempel dan jika pori-pori tertutupi debu maka minyak yang berlebih tidak bisa keluar dan akan timbul menjadi jerawat. Inilah prinsip yang harus dipegang oleh orang-orang yang wajahnya mudah berjerawat termasuk saya. 

Cuci muka setiap habis dari berpergian, bersihkan wajah dengan pembersih wajah dan toner juga semakin membuat pori-pori jadi bersih dan sehat. 

3. Ganti Sarung Bantal


Salah satu penyebab muka kita kotor adalah sarung bantal, maka sangatlah disarankan jika kamu mencuci sarung bantal minimal seminggu sekali. Pilih juga sarung bantal yang tidak mudah menyimpan debu. Selain itu rajin mencuci rambut juga akan membuat sarung bantal nggak mudah kotor. 

4. Hindari Memencet Jerawat


Image by: Pixabay.

Memencet jerawat itu merupakan keasyikan buat saya dulu, rasanya gemes liat ada putih-putih yang muncul di atas jerawat, eh, ternyata hal itu bisa bikin jerawat makin parah dan meradang. Terutama jika tangannya kotor, maka bakteri akan mudah sekali berpindah dari tangan ke muka dan menimbulkan jerawat baru. Pastikan tangan dicuci terlebih dahulu sampai bersih sebelum melakukan perawatan wajah.

5. Perbanyak Makan Sayur dan Buah

Dokpri


Apa makanan favoritmu? Apa kamu suka makan gorengan, bakso super pedas, batagor berbumbu kacang pedas? Hmm, jika itu makanan sehari-harimu maka mulai sekarang wajib dihindari karena salah satu faktor pemicu jerawat adalah makanan berminyak, pedas dan mengandung bumbu yang banyak. Lebih baik makan sayuran yang direbus atau buah segar bisa mengurangi resiko terjadinya jerawat. Ayo, mulai sekarang rajin-rajin makan sayur dan buah biar makin cantik. Jus buah setiap hari juga bisa bikin kulit kita makin kelihatan segar dan bersih dari jerawat.


6. Hindari Stress dan Polusi Udara


Image by: Pixabay.

Tak disangka jika pikiran juga bisa memicu timbulnya jerawat. Berlatih untuk menghadapi setiap persoalan dengan pikiran yang jernih juga bisa mengurangi jerawat. Caranya dengan melakukan apa yang kamu sukai seperti mendengarkan musik, menonton film, berjalan-jalan atau hobi yang lain.Hindari juga berada di lingkungan yang panas dan banyak polusi.

7. Pakai Masker Alami


Image by: Pixabay.

Mama selalu mengajari bagaimana memanfaatkan alam di sekitar kami untuk merawat tubuh dan juga wajah. Bahannya simpel, bisa memakai madu, mentimun, bengkoang, lidah buaya dan jeruk nipis untuk mengatasi dan merawat kulit yang berjerawat. Bahan-bahan alami seperti jeruk nipis atau lidah buaya tidak perlu diolah lagi untuk dijadikan masker, cukup cuci bersih lalu oleskan ke seluruh wajah. Madu juga baik untuk menghilangkan jerawat, caranya hanya mengoleskan ke wajah dan biarkan 15 menit lalu bilas sampai bersih. 

#30HariKebaikanBPN
#BloggerPerempuan