Jumat, 24 Mei 2019

Day 19: Amalan Puasa

Halo teman-teman, gimana puasa kalian? Lancar terus kan? 

Kali ini tema yang diberikan oleh BPN cukup sulit. Tentang amalan puasa. Nah, bagi teman-teman agama Islam pasti nggak kesulitan ya, dalam menulis hal ini.

Desain: Canva

Jujur, waktu saya dapat pengumuman tantangan nulis 30 hari Ramadan dari BPN, sempat dilema. Mau ikut, kok temanya banyak yang nuansa islami padahal saya nonmuslim. Kalo nggak ikut, takut ngiri sama postingan teman-teman yang lain yang mampu nulis 30 hari berturut-turut. Dan tema yang paling menarik adalah tentang Skippy. 

Wah, rasanya tertantang untuk nulis. Ketika mencermati s&k ternyata nggak disebutin harus beragama Islam. Jadi boleh dong, nonmuslim ikutan ngeramein? *maksa.

Ngomongin soal puasa, kali ini puasa orang Kristen dan Islam bareng lho! Hanya kami memulai lebih dulu di tanggal 21 April lalu.

Sebagai umat Kristiani kami juga ada jadwal puasa yaitu mendekati hari raya Paskah atau setelahnya. Puasa di GBI KA cukup panjang yaitu selama 40 hari. Dimulai saat paskah sampai hari Pentakosta atau pencurahan Roh Kudus. 

Nggak ada aturan yang saklek tentang puasa dalam agama kami. Hanya niat aja, mau puasa yaitu merendahkan diri di hadapan Tuhan. Kami mau mengakui bahwa tubuh kami lemah. Nggak makan aja lemes. Kami mau katakan sama Tuhan, kami butuh Tuhan karena kami manusia tidak punya kekuatan apa-apa. Kami hanya darah dan daging yang lemah.

Saat puasa disarankan agar tetap minum. Tapi kalo kuat nggak makan minum silakan. Boleh-boleh saja. Yang nggak kuat puasa seharian, boleh jam 12 buka. Nggak ada aturan khusus. Yang penting saat berpuasa perbanyak doa dan baca Alkitab. 

Waktu makan kita ganti dengan doa, baca firman Tuhan. Merenungi apakah selama ini sudah memaafkan orang yang sudah menyakiti kita, sudahkah kita berbuat baik pada sesama? Atau selama ini kita diam melihat banyak orang kesusahan? 

Beranikah kita mendoakan orang sakit? Mengabarkan berita keselamatan bagi orang yang terhilang? Pokoknya berikan hidupmu dan waktumu sebanyak mungkin untuk melakukan kebaikan. Bukan sekedar untuk cari pahala tapi juga untuk membalas kebaikan Tuhan yang terbukti nyata untuk kita. Memang sih, kita nggak mungkin bisa membalas kebaikan Tuhan, tapi paling tidak kita bisa menyenangkan hati Tuhan dengan melakukan apa yang dikehendaki Tuhan. 

Yohanes 15:10 (TB)  Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

Yohanes 15:12 (TB)  Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.

Gimana kalo yang bekerja? Kebanyakan dari mereka sih, bekerja seperti biasa. Tidak ada pengurangan jam kerja. Dan tidak pernah bilang ke teman kerja kalau sedang berpuasa. 

10 hari menjelang hari pencurahan Roh Kudus akan ada KKR (Kebaktian Kebangkitan Rohani) selama 10 hari berturut-turut. Pada masa itu juga kami masih berpuasa sambil beribadah malam harinya. Dengan cara ini, kami terus dibangkitkan iman untuk terus semakin  percaya dan mendekat kepada Tuhan.

Sekian dulu tulisan saya hari ini, maaf jika tulisan ini tidak benar-benar sesuai tema BPN.


0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.