Jumat, 15 November 2019

Yoforia, Yogurt yang Segar dan Menyehatkan



Beberapa waktu yang lalu, saya dan suami berwisata ke Borobudur. Cuaca saat itu panas banget! Biasanya saya nggak akan kuat kalo pergi jalan-jalan di bawah terik matahari gitu.

Harus banyak minum air putih dan vitamin. Untunglah saya juga membawa Yoforia, saat jalan-jalan di Candi Mendut. Segarnya Yoforia membuat tenggorokanku lega. Badan juga terasa bugar kembali siap jalan lagi. Tak hanya itu, ternyata minum Yoforia bikin kenyang lebih lama. Terbukti lho!

Ceritanya dari Candi Mendut trus ke Bukit Rhema. Harusnya sebelum ke Bukit Rhema sudah makan siang dulu, namun setelah minum Yoforia laparnya hilang. Bahkan saya masih kuat untuk naik 7 lantai dan turun kembali. Baru deh, di Kedai Bukit Rhema kami makan siang.

YOFORIA, Yogurt dengan Live Prebiotics




Tahukah kamu bahwa Yoforia ini dikirim ke seluruh Indonesia itu dalam keadaan selalu dingin. Mulai dari selesai produksi hingga sampai di tangan saya dalam kondisi dingin.

Rumit ya, jika pengiriman harus dalam keadaan dingin. Yes! Ini diperlukan supaya Yoforia tetap terjaga kualitasnya hingga ke tangan konsumen.

Yoforia menjaga agar bakteri baik dalam yogurt tetap hidup karena Fresh Yogurt Yoforia ini tidak melalui proses apa pun seperti pemanasan atau UHT setelah menjadi Yogurt. Sehingga manfaatnya terjaga.

Kalau dipanaskan maka bakteri akan mati dan percuma diminum.

Yoforia, Yogurt dengan Dietary Fiber



Yoforia ini mengandung Dietary Fiber dari buah jeruk asli sehingga teksturnya lebih lembut dan cocok untuk diet. Kandungan inilah yang membuat pencernaanmu lancar dan jadi kenyang lebih lama.

Yoforia aman diminum setiap hari untuk mengimbangi asupan gizi lain ke tubuh dan cocok untuk orang yang sedang menjalankan program diet.

YOFORIA Tidak Terlalu Asam



Buat saya tuh, Yoforia rasanya pas nggak terlalu asam. Hal ini disebabkan karena YOFORIA ini menggunakan live probiotics khusus sehingga rasa yang dihasilkan tidak terlalu asam dan teksturnya lebih creamy.

YOFORIA Banyak Tersedia Berbagai Pilihan Rasa


Banyak pilihan rasa yang disediakan oleh YOFORIA diantaranya adalah Authentique, Berry Smooth, Sousop Bliss, Blueberry Good, Coffe Cream  dan Peach Delight.

Ada juga rasa baru yang unik yaitu rasa Lychee Blast. Saya sudah mencicipi rasa Authentique, Blueberry Good, Lychee Blast dan Berry Smooth.

Pilihanku jatuh pada rasa Authentique dan Berry Smooth. Menurutku kedua rasa itulah yang paling enak diantara rasa yang lain.


Rabu, 13 November 2019

Wisata Sejarah Candi Mendut, Magelang


Setelah puas berkunjung ke Candi Pawon, saya langsung menuju ke Candi Mendut. Letaknya berada di pinggir jalan besar, jadi cukup mudah untuk menemukannya. Jaraknya sekitar 3 kilometer dari Candi Borobudur.

Candi Mendut nan megah
Keletakan Candi Mendut, Candi Pawon dan Candi Borobudur berada pada satu garis imajiner mengindikasikan adanya keterkaitan di antara ketiganya.

Didirikan sekitar tahun 824 Masehi pada masa pemerintahan Raja Indra dari Dinasti Syailendra. Dalam prasasti Karangtengah disebutkan Raja Indra telah membangun bangunan suci bernama "Crimad Venuwana" yang artinya Bangunan Suci Hutan Bambu.  J.G de Casparis, seorang arkeolog Belanda menghubungkannya dengan Candi Mendut.

Pada tahun 1834, keberadaan Mendut mulai menarik perhatian Hindia Belanda. Sebelumnya candi ini tersembunyi, hanya terlihat seperti bukit yang bersemak-semak. Banyak blok batu yang diambil oleh penduduk untuk dijadikan bahan bangunan. Pada tahun 1897 barulah diadakan perbaikan kecil dan tahun 1901 baru dilakukan rekontruksi ulang meski sempat terhenti namun akhirnya selesai di tahun 1908. 

Makara pada pintu Candi Mendut
Bangunan Candi Mendut lebih besar dari Candi Pawon. Tinggi bangunan sendiri 26, 4 meter berdiri di atas kaki candi setinggi 3,7 meter. Walau hanya satu bangunan, namun masih ada arca-arca yang terpendam di sekitar area candi. Beberapa sudah ada yang ditemukan tetapi masih dipelajari untuk disusun kembali sesuai dengan aslinya.

Baca peta dulu biar lebih jelas
Halaman kompleks ini dulunya dipagari oleh dua tembok bata, di mana sisa reruntuhan masih dapat ditemui di beberapa lokasi. Sementara di sebelah utara candi ditemukan reruntuhan fondasi sebuah bangunan besar. Kemungkinan bangunan ini dulunya bangunan suci pelengkap atau dapat juga berupa tempat tinggal biksu. 


Candi Mendut berbentuk persegi empat dengan hiasan beberapa stupa kecil, total ada 48 buah. Pintu menghadap ke barat. Terdapat 8 relief Bodhisattva dengan beragam sikap tangan. 

Di dalam candi terdapat 3 arca berukuran besar, yaitu

1. Arca Dyani Budha Cakyamuni (Vairocana)
Arca ini berada di tengah menghadap ke barat, kedua kakinya menjuntai menapak pada landasan yang berbentuk bunga teratai. Tangannya bersikap dharmacakramudra yang berarti Budha sedang memutar roda kehidupan.

2. Arca Budha Avalokitesvara (Lokesvara)

Terletak di sebelah kiri atau utara  arca Dyani Budha Cakyamuni menghadap ke selatan memiliki posisi tangan membentuk gestur varamudra (memberikan pengajaran) sedangkan tangan kirinya dalam posisi vitarkamudra (memberikan khotbah).

3. Arca Bodhisatva Vajrapani

Arca ini terletak di sebelah kanan atau selatan Dyani Budha Cakyamuni menghadap ke utara. Posisi duduk dengan kaki kanan dilipat dengan telapak kaki menyentuh paha. Sementara yang kanan menjuntai ke bawah.

Relief Candi Mendut

Relief pada dinding candi 
Ada beberapa bagian relief yang telah rusak atau tinggal potongan-potongan. Tetapi beberapa masih terlihat jelas motifnya. Ukuran relief di Candi Mendut lebih besar daripada ukuran relief Candi Borobudur. Pada bagian kaki samping dan belakang Candi Mendut terdapat 13 panil relief berhiaskan figur manusia dan binatang yang dikerubuti oleh pola dekoratif tumbuhan. 

Relief pada Candi Mendut 
Pada bagian pipi luar tangga setiap sisi diisi dengan sepuluh panil, enam panil persegi panjang dan 4 panil berbentuk segitiga. Ketigapuluh panil ini diambil dari Kitab Jataka. Satu panil menceritakan satu cerita tersendiri. Cerita Jataka atau lebih dikenal dengan cerita fabel binatang memiliki makna tentang bagaimana menjalankan kebajikan-kebajikan sebagai bekal kehidupan masa depan. Yang menggarisbawahi nila-nilai kebudhaan seperti murah hati, suka menolong dan pengorbanan diri. 


Tangga masuk ke dalam ruangan candi yang berisi arca Budha

Harga tiket masuk sendiri cukup murah yaitu Rp. 3500,00 untuk turis domestik. Tiket ini merupakan terusan ke Candi Pawon juga. Bagi yang ingin membeli oleh-oleh atau kenang-kenangan terdapat banyak kios yang menjual pernak-pernik dan asesoris bernuansa Candi Mendut.

Kios oleh-oleh dan asesories Candi Mendut 

Buddhist Monastery

Di samping candi terdapat Bangunan Wihara Budha Mendut (Buddhist Monastery) yang terbuka untuk umum. Dulunya tempat ini merupakan biara Katholik yang pada tahun 1950 tanahnya dibagi-bagi kepada rakyat tetapi kemudian dibeli oleh yayasan Budha dan didirikan wihara.

Pintu gerbang Wihara Budha Mendut
Memasuki lingkungan wihara kita akan merasakan keheningan dan kesunyian. Para wisatawan diperbolehkan masuk ke dalam taman dan halaman namun ada bagian-bagian tertentu yang mengharuskan melepas alas kaki sebelum masuk. Tidak diperbolehkan juga memasuki area tempat tinggal para biksu. 
Patung Budha berada di sebelah kiri gerbang masuk
Kuil Budha


Pintu Kuil 

Isi dari kuil

Isi dari Kuil

Taman dengan kolam air

Stupa-stupa yang berada di halaman kuil

Hiasan pada taman

Ruang ibadah

Area taman dan tempat ibadah Wihara Budha Mendut
Patung Budha
Patung Budha
Berbeda dengan area candi yang panas, di sini terdapat banyak pohon sehingga terasa sangat sejuk dan nyaman. Banyak juga spot berburu foto yang bagus bagi kalian pecinta foto. Yang terpenting jaga kesopanan selama berada di area ini karena bagaimana pun tempat ini masih aktif digunakan untuk beribadah bagi umat Budha.

Pada area sebelah dalam terdapat Gapura Hening Karta yang di bagian atasnya terdapat ornamen 4 wajah Budha (Catur Mukha) yang melambangkan 4 moralitas leluhur, yaitu Cinta Kasih (Metta), Welas Asih (Karuka), Apresiasi (Mudita) dan Keteguhan (Upekkha).

Gapura Hening Karta
Kita boleh berfoto di sini tetapi tetap sopan



Dalam kompleks candi terdapat beberapa kolam, miniatur hewan, tumbuhan dan bangunan ibadah. Kita pun dapat berbincang-bincang dengan para biksu yang akan menjelaskan mengenai apa saja di dalam rumah ibadah mereka.

Kita diperbolehkan berfoto asalkan tetap sopan dan mematuhi peraturan yang ada. Misal dilarang menggunakan alas kaki ketika masuk ke dalam sebuah kuil.


Jika lapar atau lelah kita bisa beristirahat di bawah pohon beringin. Ada beberapa pedagang makanan yang bisa dipilih. 

Alamat Candi Mendut: Jl. Mayor Kusen, Mungkid, Magelang, Jawa Tengah

Harga tiket masuk: Rp. 3500,-



Selasa, 05 November 2019

Badan Sehat, Kerjaan Lancar Berkat Kebaikan Alami dari Alam

dokpri

"Besok ada event blogger di Cafe X, bagi yang bisa hadir silakan daftar."


Begitu isi pesan dari WAG komunitas blogger yang kuikuti. Dalam hati saya ingin ikut, namun mengingat nanti juga ada acara lain dan besoknya juga masih ada acara, jadi kuurungkan niatku untuk mendaftar. Alasannya takut capek dan takut sakit. 

Sebenarnya sayang juga melewatkan kesempatan mengikuti acara-acara blogger seperti itu. Selain menambah jalinan pertemanan antar sesama blogger, bisa ngumpulin foto buat diupload di IG dan review tempat di blog, kesempatan belajar ilmu yang baru, kesempatan memenangkan grand prize dan semangat ngumpulin goodie bag dari sebuah acara (wkwkwk).

Meski sudah menjadi blogger aktif sejak tahun 2016 silam, saya belum pernah gabung dalam sebuah komunitas. Baru di akhir 2018, saya mulai mengenal berbagai komunitas blogger. Tak heran kalau saya cuma memiliki sedikit teman yang sama-sama terjun dalam bidang yang sama.

Ibarat katak dalam tempurung, itu pepatah yang pas buat aku. Sekarang saya mulai masuk ke dalam berbagai komunitas blogger. Berusaha kenalan sama blogger yang sudah melalangbuana dalam dunia perbloggeran.


Untuk ikut event belajar seperti ini juga butuh kondisi fisik yang prima (dok. K-Jog).

Pada November tahun lalu, saya mulai aktif mengikuti event-event blogger. Bahkan beberapa kali datang menghadiri undangan dan pulangnya dikasih uang transport. Wah, nggak pernah nyangka jika jadi blogger untuk pulang pergi saja dikasih ganti transport. 

Berbagai macam hal mulai aku tulis. Jika dulu sebelum ikut event, saya cuma bisa berkhayal dan searching google, saat ini beda. Saya harus menulis sesuai dengan apa yang didapat, dilihat dan dirasakan secara langsung. Misal review restoran maka harus benar-benar mencatat apa yang pemilik sampaikan, hidangannya bagaimana, suasana restorannya bagaimana, dsb. 

Kepekaan kelima indera saya dilatih sedemikian rupa saat mengikuti event-event atau acara kopdar blogger. Dan ujiannya setelah selesai acara, bisakah saya tuangkan di dalam blog? 


Meliput acara pameran dalam sebuah pusat perbelanjaan (dokpri).
Menulis memang kelihatannya mudah. Tinggal ketak-ketik di komputer dan tuangkan ide. Tapi bikin badan lelah dan sakit. Saya memang dari dulu mudah lelah dan gampang sekali terkena flu. Kena AC kelamaan sakit, kena angin sakit, kena hujan sakit, kebanyakan ikut acara sakit. 

Pernah lho, dalam satu minggu saya rajin ikut event blogger, seminar, dan berbagai kegiatan lain. Pokoknya hampir setiap hari ada acara keluar. Alhasil badan saya tidak kuat menahan beban, akibatnya jadi demam dan flu. 

Saat saya sedang flu, mama akan membuatkan wedang jahe agar badan menjadi hangat. Maklum, saya itu orangnya anti banget sama yang namanya kerokan, apalagi diolesin dengan minyak angin atau balsem. Rasanya jadi tambah pusing mencium aroma seperti itu. 

Sejak dulu jahe memang dipercaya dapat menjadi obat alami untuk mengatasi masuk angin atau flu. Tanaman dari Asia Tenggara ini juga dimanfaatkan sebagai bumbu masakan karena aromanya yang khas.


hellosehat.com


Cara membuat wedang jahe ala mama:

1. Jahe dicuci bersih. Dibakar di atas kompor sampai tercium wangi jahe. 

2. Kupas kulitnya dan cuci hingga bersih.

3. Geprek jahe dan potong-potong tidak terlalu kecil.

4. Rebus jahe dalam panci hingga mendidih. 

5. Saring dan masukkan ke dalam gelas, beri madu atau gula batu secukupnya. Bisa juga dikombinasikan dengan teh.

6. Sajikan hangat.

Khasiat Wedang Jahe akan lebih terasa bila ditambahkan dengan madu. Rasa jahe yang pedas dapat melegakan tenggorokan dan hidung tersumbat. Minum jahe dalam keadaan hangat juga bisa membuat suhu tubuh yang menggigil terasa lebih nyaman.

Sejak pindah ke Jogja, saya jadi suka minum Teh Jahe atau Jahe Susu. Karena hampir di setiap Angkringan yang ada di Jogja menyuguhkan Wedang Teh Jahe. Kedua jenis minuman ini sangat cocok jika diminum hangat-hangat saat masuk angin, flu atau sedang hujan. 

Herbadrink Hadir untuk Generasi Millenial yang Ingin Memanfaatkan Kebaikan Alami dari Alam

dokpri

Suka minum Wedang Jahe bukan berarti suka juga membuatnya, he, he. Membuat Wedang Jahe dengan cara tradisional cukup memakan waktu. Padahal tubuh ini sudah lelah dengan segudang aktivitas (sok sibuk nih?). Belum lagi jika sedang flu, mau bangun untuk membuatnya saja sudah males duluan.

Membakar jahe, membersihkan kulitnya lalu merebus dan menyaring sama sekali nggak praktis buat saya. Memang sih, harus pandai-pandai mengolah segala sesuatu yang alami dari alam untuk kesehatan tubuh. Apalagi Jahe itu kan, banyak sekali manfaatnya seperti mencegah mual, mengurangi rasa sakit ketika menstruasi, membantu proses detoksifikasi, melindungi dari kanker.

Salah satu kandungan yang berperan untuk mencegah kanker adalah Gingerol, Phytonutrient yang juga memberikan rasa yang khas pada jahe. Terbukti juga dapat menurunkan berat badan, kadar kolesterol dalam darah dan mengurangi tumpukan lemak dalam darah. Wah! Ternyata khasiat Jahe banyak sekali ya?

Untung saja sekarang ada kemasan praktis tinggal sobek bungkusnya, tuang ke gelas ukuran +/- 150 ml berisi air panas atau menurut selera. Kesegaran segelas Wedang Jahe sudah siap untuk dinikmati. Selain praktis, Herbadrink Sari Jahe ini terbuat dari bahan alami yang bebas pengawet, tanpa ampas, dibuat secara higienis dan dengan teknologi tinggi.

Bagi yang sedang mengurangi gula, ada juga Herbadrink Sari Jahe Sugar Free yang mengandung Sukralosa yaitu pemanis tanpa kalori. Pemanis ini sudah disetujui oleh BPOM dan sudah diperbolehkan dipakai untuk bahan makanan dan minuman di 80 negara. Sukralosa tidak memiliki efek pada metabolisme karbohidrat, kontrol glukosa darah jangka pendek maupun panjang, ataupun pelelasan insulin.

Selain Herbadrink Sari Jahe tersedia juga Herbadrink Temulawak, Kunyit Asam, Kunyit Asam Sirih, Beras Kencur, Lidah Buaya, Chrysanthemum, Wedang Uwuh.


Jumat, 01 November 2019

Hello November


Semalam hujan mengguyur Jogja. Seketika bau khas tanah yang lama tidak terkena air pun menguar. Hawa panas mulai tergantikan kesejukan yang membawa rasa syukur di hati. Doaku terkabul.

Cuaca di Jogja atau di sebagian wilayah Indonesia memang sedang panas-panasnya. Beberapa daerah mengalami kekeringan dan bencana kebakaran hampir terjadi setiap hari. Mobil pemadam kebakaran sering berlari menerobos kemacetan untuk segera memadamkan api yang entah ada di mana.

Tetapi kini di bulan baru, hujan sudah turun membasahi atap rumah, dedaunan dan tanah. Terima kasih Tuhan. Rasanya baru kemarin saya berdoa agar hujan segera turun. Dan doa itu pun didengar oleh-Nya.

Saya percaya bukan hanya saya yang berdoa supaya hujan turun tetapi banyak dari kita juga berdoa.

Hujan kembali turun. Dan hati saya kembali bersukacita. Bulan November jadilah bulan yang penuh berkat sebelum 2 bulan lagi menutup tahun 2019 ini. Lebih rajin lagi mengisi blog, ikut event, upgrade diri sendiri dan selalu berpikir positif.

Lebih banyak belajar tentang ngeblog yang nggak sekedar nulis tapi juga membuat tampilannya oke, SEO friendly dan kalo dishare bisa keluar gambarnya. Hu, hu kemarin habis ngutak-ngutik kode html lagi. Padahal aslinya saya nggak mudeng blas. Untung ada google. Masalah itu bisa teratasi. Semoga lancar terus untuk selanjutnya. Dapet job dan bisa menangin lomba blog (amin).

Juga bersiap untuk menulis kisah balik setahun dan harapan apa yang ingin dicapai di tahun yang baru. Nabung buat beli mobil dan ngisi perabot rumah.