Selasa, 05 November 2019

Badan Sehat, Kerjaan Lancar Berkat Kebaikan Alami dari Alam

dokpri

"Besok ada event blogger di Cafe X, bagi yang bisa hadir silakan daftar."


Begitu isi pesan dari WAG komunitas blogger yang kuikuti. Dalam hati saya ingin ikut, namun mengingat nanti juga ada acara lain dan besoknya juga masih ada acara, jadi kuurungkan niatku untuk mendaftar. Alasannya takut capek dan takut sakit. 

Sebenarnya sayang juga melewatkan kesempatan mengikuti acara-acara blogger seperti itu. Selain menambah jalinan pertemanan antar sesama blogger, bisa ngumpulin foto buat diupload di IG dan review tempat di blog, kesempatan belajar ilmu yang baru, kesempatan memenangkan grand prize dan semangat ngumpulin goodie bag dari sebuah acara (wkwkwk).

Meski sudah menjadi blogger aktif sejak tahun 2016 silam, saya belum pernah gabung dalam sebuah komunitas. Baru di akhir 2018, saya mulai mengenal berbagai komunitas blogger. Tak heran kalau saya cuma memiliki sedikit teman yang sama-sama terjun dalam bidang yang sama.

Ibarat katak dalam tempurung, itu pepatah yang pas buat aku. Sekarang saya mulai masuk ke dalam berbagai komunitas blogger. Berusaha kenalan sama blogger yang sudah melalangbuana dalam dunia perbloggeran.


Untuk ikut event belajar seperti ini juga butuh kondisi fisik yang prima (dok. K-Jog).

Pada November tahun lalu, saya mulai aktif mengikuti event-event blogger. Bahkan beberapa kali datang menghadiri undangan dan pulangnya dikasih uang transport. Wah, nggak pernah nyangka jika jadi blogger untuk pulang pergi saja dikasih ganti transport. 

Berbagai macam hal mulai aku tulis. Jika dulu sebelum ikut event, saya cuma bisa berkhayal dan searching google, saat ini beda. Saya harus menulis sesuai dengan apa yang didapat, dilihat dan dirasakan secara langsung. Misal review restoran maka harus benar-benar mencatat apa yang pemilik sampaikan, hidangannya bagaimana, suasana restorannya bagaimana, dsb. 

Kepekaan kelima indera saya dilatih sedemikian rupa saat mengikuti event-event atau acara kopdar blogger. Dan ujiannya setelah selesai acara, bisakah saya tuangkan di dalam blog? 


Meliput acara pameran dalam sebuah pusat perbelanjaan (dokpri).
Menulis memang kelihatannya mudah. Tinggal ketak-ketik di komputer dan tuangkan ide. Tapi bikin badan lelah dan sakit. Saya memang dari dulu mudah lelah dan gampang sekali terkena flu. Kena AC kelamaan sakit, kena angin sakit, kena hujan sakit, kebanyakan ikut acara sakit. 

Pernah lho, dalam satu minggu saya rajin ikut event blogger, seminar, dan berbagai kegiatan lain. Pokoknya hampir setiap hari ada acara keluar. Alhasil badan saya tidak kuat menahan beban, akibatnya jadi demam dan flu. 

Saat saya sedang flu, mama akan membuatkan wedang jahe agar badan menjadi hangat. Maklum, saya itu orangnya anti banget sama yang namanya kerokan, apalagi diolesin dengan minyak angin atau balsem. Rasanya jadi tambah pusing mencium aroma seperti itu. 

Sejak dulu jahe memang dipercaya dapat menjadi obat alami untuk mengatasi masuk angin atau flu. Tanaman dari Asia Tenggara ini juga dimanfaatkan sebagai bumbu masakan karena aromanya yang khas.


hellosehat.com


Cara membuat wedang jahe ala mama:

1. Jahe dicuci bersih. Dibakar di atas kompor sampai tercium wangi jahe. 

2. Kupas kulitnya dan cuci hingga bersih.

3. Geprek jahe dan potong-potong tidak terlalu kecil.

4. Rebus jahe dalam panci hingga mendidih. 

5. Saring dan masukkan ke dalam gelas, beri madu atau gula batu secukupnya. Bisa juga dikombinasikan dengan teh.

6. Sajikan hangat.

Khasiat Wedang Jahe akan lebih terasa bila ditambahkan dengan madu. Rasa jahe yang pedas dapat melegakan tenggorokan dan hidung tersumbat. Minum jahe dalam keadaan hangat juga bisa membuat suhu tubuh yang menggigil terasa lebih nyaman.

Sejak pindah ke Jogja, saya jadi suka minum Teh Jahe atau Jahe Susu. Karena hampir di setiap Angkringan yang ada di Jogja menyuguhkan Wedang Teh Jahe. Kedua jenis minuman ini sangat cocok jika diminum hangat-hangat saat masuk angin, flu atau sedang hujan. 

Herbadrink Hadir untuk Generasi Millenial yang Ingin Memanfaatkan Kebaikan Alami dari Alam

dokpri

Suka minum Wedang Jahe bukan berarti suka juga membuatnya, he, he. Membuat Wedang Jahe dengan cara tradisional cukup memakan waktu. Padahal tubuh ini sudah lelah dengan segudang aktivitas (sok sibuk nih?). Belum lagi jika sedang flu, mau bangun untuk membuatnya saja sudah males duluan.

Membakar jahe, membersihkan kulitnya lalu merebus dan menyaring sama sekali nggak praktis buat saya. Memang sih, harus pandai-pandai mengolah segala sesuatu yang alami dari alam untuk kesehatan tubuh. Apalagi Jahe itu kan, banyak sekali manfaatnya seperti mencegah mual, mengurangi rasa sakit ketika menstruasi, membantu proses detoksifikasi, melindungi dari kanker.

Salah satu kandungan yang berperan untuk mencegah kanker adalah Gingerol, Phytonutrient yang juga memberikan rasa yang khas pada jahe. Terbukti juga dapat menurunkan berat badan, kadar kolesterol dalam darah dan mengurangi tumpukan lemak dalam darah. Wah! Ternyata khasiat Jahe banyak sekali ya?

Untung saja sekarang ada kemasan praktis tinggal sobek bungkusnya, tuang ke gelas ukuran +/- 150 ml berisi air panas atau menurut selera. Kesegaran segelas Wedang Jahe sudah siap untuk dinikmati. Selain praktis, Herbadrink Sari Jahe ini terbuat dari bahan alami yang bebas pengawet, tanpa ampas, dibuat secara higienis dan dengan teknologi tinggi.

Bagi yang sedang mengurangi gula, ada juga Herbadrink Sari Jahe Sugar Free yang mengandung Sukralosa yaitu pemanis tanpa kalori. Pemanis ini sudah disetujui oleh BPOM dan sudah diperbolehkan dipakai untuk bahan makanan dan minuman di 80 negara. Sukralosa tidak memiliki efek pada metabolisme karbohidrat, kontrol glukosa darah jangka pendek maupun panjang, ataupun pelelasan insulin.

Selain Herbadrink Sari Jahe tersedia juga Herbadrink Temulawak, Kunyit Asam, Kunyit Asam Sirih, Beras Kencur, Lidah Buaya, Chrysanthemum, Wedang Uwuh.


19 komentar:

  1. aku baru tahu kak kalau jahenya dibakar dulu.. hehe.. supaya lebih wangi ya kak.. btw, aku juga sudah pernah coba herbadrink, rasanya enak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mamaku kalo bikin jahenya dibakar dan digeprek dulu. Biar aromanya keluar. Cocok dengan Hernadrink juga 😀

      Hapus
  2. wao resep wedang jahe pake herbadrink! aku doyannya malah yang temulawak sama aloe vera hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan mbak! Itu resep bikin wedang jahe asli.
      Sekarang nggak perlu repot bikin sendiri, karena sudah ada Herbadrink :)

      Hapus
  3. Herbadrink memang rekomended mbak. Aku pernah icip yang temulawak kalau gak salah. Bikin badan lebih bugar gitu 😎👍

    BalasHapus
  4. Aku lagi konsumsi sari jahe juga, apalagi Anak-Anak lagi aktif banget. Sama yang lidah buaya biar pencernaan sehat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya belum pernah nyoba minuman lidah buaya. Rasanya segar ya?

      Hapus
  5. Ohh mba Yus juga minum herbadrink? Wah makanya piknik ma suami kemana-mana lancar jaya

    BalasHapus
  6. Alam Indonesia memang kaya ya dengan aneka ragam tanaman yang bermanfaat. Saya juga suka minum wedang jahe, untuk varian herbadrink ini pemasaran yg chrisantemum. Tapi kok belum nemu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, saya juga belum nemu yanh varian itu.

      Hapus
  7. Kalau saya jahenya diiris, dijemur sampai kering, disangrai, lalu dihaluskan menjadi bubuk jahe instan yang langsung bisa diseduh air panas. Praktis.
    Kalau mau lebih praktis, minum herbadrink saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, dijadikan bubuk instan ya. Sip, sip. Jadi bisa dibuat kapan saja. Jadi pengen nyoba.

      Hapus
  8. Wiwin | pratiwanggini.net9 November 2019 18.29

    Aku penyuka minuman dari jahe. Enak sih, hangat di badan, bikin sehat dan menjaga kesehatan pula. Apalagi sekarang banyak tersedia instan, tinggal sedu, lalu diminum. Praktis deh. Suka suka sukaaa.!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeay, ketemu pecinta jahe. Hidup jaheee...wkwkwk

      Hapus
  9. Aku juga suka minum wedang jahe mbak kalau udah mulai tumbang, tapi kadang males bikinnya hehe kapan2 nyobain Herbadrink ahh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama, saya juga, kalo dah tumbang tuh mau bikin jahe alami malesnya...

      Hapus
  10. Akupun penggemar angkringan Jogja! Kalau ke angkringan pasti aku minum wedang jahe. Kadang dikasih tambahan susu, jadi susu jahe. Kalau Herbadrink sachet gini, juga aku kasih susu kental manis. Biar rasa kangennya sama angkringan terobati selagi belum ke Jogja lagi :)

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.