Rabu, 13 November 2019

Wisata Sejarah Candi Mendut, Magelang


Setelah puas berkunjung ke Candi Pawon, saya langsung menuju ke Candi Mendut. Letaknya berada di pinggir jalan besar, jadi cukup mudah untuk menemukannya. Jaraknya sekitar 3 kilometer dari Candi Borobudur.

Candi Mendut nan megah
Keletakan Candi Mendut, Candi Pawon dan Candi Borobudur berada pada satu garis imajiner mengindikasikan adanya keterkaitan di antara ketiganya.

Didirikan sekitar tahun 824 Masehi pada masa pemerintahan Raja Indra dari Dinasti Syailendra. Dalam prasasti Karangtengah disebutkan Raja Indra telah membangun bangunan suci bernama "Crimad Venuwana" yang artinya Bangunan Suci Hutan Bambu.  J.G de Casparis, seorang arkeolog Belanda menghubungkannya dengan Candi Mendut.

Pada tahun 1834, keberadaan Mendut mulai menarik perhatian Hindia Belanda. Sebelumnya candi ini tersembunyi, hanya terlihat seperti bukit yang bersemak-semak. Banyak blok batu yang diambil oleh penduduk untuk dijadikan bahan bangunan. Pada tahun 1897 barulah diadakan perbaikan kecil dan tahun 1901 baru dilakukan rekontruksi ulang meski sempat terhenti namun akhirnya selesai di tahun 1908. 

Makara pada pintu Candi Mendut
Bangunan Candi Mendut lebih besar dari Candi Pawon. Tinggi bangunan sendiri 26, 4 meter berdiri di atas kaki candi setinggi 3,7 meter. Walau hanya satu bangunan, namun masih ada arca-arca yang terpendam di sekitar area candi. Beberapa sudah ada yang ditemukan tetapi masih dipelajari untuk disusun kembali sesuai dengan aslinya.

Baca peta dulu biar lebih jelas
Halaman kompleks ini dulunya dipagari oleh dua tembok bata, di mana sisa reruntuhan masih dapat ditemui di beberapa lokasi. Sementara di sebelah utara candi ditemukan reruntuhan fondasi sebuah bangunan besar. Kemungkinan bangunan ini dulunya bangunan suci pelengkap atau dapat juga berupa tempat tinggal biksu. 


Candi Mendut berbentuk persegi empat dengan hiasan beberapa stupa kecil, total ada 48 buah. Pintu menghadap ke barat. Terdapat 8 relief Bodhisattva dengan beragam sikap tangan. 

Di dalam candi terdapat 3 arca berukuran besar, yaitu

1. Arca Dyani Budha Cakyamuni (Vairocana)
Arca ini berada di tengah menghadap ke barat, kedua kakinya menjuntai menapak pada landasan yang berbentuk bunga teratai. Tangannya bersikap dharmacakramudra yang berarti Budha sedang memutar roda kehidupan.

2. Arca Budha Avalokitesvara (Lokesvara)

Terletak di sebelah kiri atau utara  arca Dyani Budha Cakyamuni menghadap ke selatan memiliki posisi tangan membentuk gestur varamudra (memberikan pengajaran) sedangkan tangan kirinya dalam posisi vitarkamudra (memberikan khotbah).

3. Arca Bodhisatva Vajrapani

Arca ini terletak di sebelah kanan atau selatan Dyani Budha Cakyamuni menghadap ke utara. Posisi duduk dengan kaki kanan dilipat dengan telapak kaki menyentuh paha. Sementara yang kanan menjuntai ke bawah.

Relief Candi Mendut

Relief pada dinding candi 
Ada beberapa bagian relief yang telah rusak atau tinggal potongan-potongan. Tetapi beberapa masih terlihat jelas motifnya. Ukuran relief di Candi Mendut lebih besar daripada ukuran relief Candi Borobudur. Pada bagian kaki samping dan belakang Candi Mendut terdapat 13 panil relief berhiaskan figur manusia dan binatang yang dikerubuti oleh pola dekoratif tumbuhan. 

Relief pada Candi Mendut 
Pada bagian pipi luar tangga setiap sisi diisi dengan sepuluh panil, enam panil persegi panjang dan 4 panil berbentuk segitiga. Ketigapuluh panil ini diambil dari Kitab Jataka. Satu panil menceritakan satu cerita tersendiri. Cerita Jataka atau lebih dikenal dengan cerita fabel binatang memiliki makna tentang bagaimana menjalankan kebajikan-kebajikan sebagai bekal kehidupan masa depan. Yang menggarisbawahi nila-nilai kebudhaan seperti murah hati, suka menolong dan pengorbanan diri. 


Tangga masuk ke dalam ruangan candi yang berisi arca Budha

Harga tiket masuk sendiri cukup murah yaitu Rp. 3500,00 untuk turis domestik. Tiket ini merupakan terusan ke Candi Pawon juga. Bagi yang ingin membeli oleh-oleh atau kenang-kenangan terdapat banyak kios yang menjual pernak-pernik dan asesoris bernuansa Candi Mendut.

Kios oleh-oleh dan asesories Candi Mendut 

Buddhist Monastery

Di samping candi terdapat Bangunan Wihara Budha Mendut (Buddhist Monastery) yang terbuka untuk umum. Dulunya tempat ini merupakan biara Katholik yang pada tahun 1950 tanahnya dibagi-bagi kepada rakyat tetapi kemudian dibeli oleh yayasan Budha dan didirikan wihara.

Pintu gerbang Wihara Budha Mendut
Memasuki lingkungan wihara kita akan merasakan keheningan dan kesunyian. Para wisatawan diperbolehkan masuk ke dalam taman dan halaman namun ada bagian-bagian tertentu yang mengharuskan melepas alas kaki sebelum masuk. Tidak diperbolehkan juga memasuki area tempat tinggal para biksu. 
Patung Budha berada di sebelah kiri gerbang masuk
Kuil Budha


Pintu Kuil 

Isi dari kuil

Isi dari Kuil

Taman dengan kolam air

Stupa-stupa yang berada di halaman kuil

Hiasan pada taman

Ruang ibadah

Area taman dan tempat ibadah Wihara Budha Mendut
Patung Budha
Patung Budha
Berbeda dengan area candi yang panas, di sini terdapat banyak pohon sehingga terasa sangat sejuk dan nyaman. Banyak juga spot berburu foto yang bagus bagi kalian pecinta foto. Yang terpenting jaga kesopanan selama berada di area ini karena bagaimana pun tempat ini masih aktif digunakan untuk beribadah bagi umat Budha.

Pada area sebelah dalam terdapat Gapura Hening Karta yang di bagian atasnya terdapat ornamen 4 wajah Budha (Catur Mukha) yang melambangkan 4 moralitas leluhur, yaitu Cinta Kasih (Metta), Welas Asih (Karuka), Apresiasi (Mudita) dan Keteguhan (Upekkha).

Gapura Hening Karta
Kita boleh berfoto di sini tetapi tetap sopan



Dalam kompleks candi terdapat beberapa kolam, miniatur hewan, tumbuhan dan bangunan ibadah. Kita pun dapat berbincang-bincang dengan para biksu yang akan menjelaskan mengenai apa saja di dalam rumah ibadah mereka.

Kita diperbolehkan berfoto asalkan tetap sopan dan mematuhi peraturan yang ada. Misal dilarang menggunakan alas kaki ketika masuk ke dalam sebuah kuil.


Jika lapar atau lelah kita bisa beristirahat di bawah pohon beringin. Ada beberapa pedagang makanan yang bisa dipilih. 

Alamat Candi Mendut: Jl. Mayor Kusen, Mungkid, Magelang, Jawa Tengah

Harga tiket masuk: Rp. 3500,-



13 komentar:

  1. Kalo liat candi tuh seolah kembali ke masa2 lampau. Arsitektur candi menurut saya sesuatu yang melebihi kondisi saat itu, dmn belum ada ilmu teknik namun orang2 jaman tsb sdh bisa membuat bangunan yang kaya ornamen dan simetris

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Bagaimana caranya orang jaman dulu membangun candi yang sedemikian rupa, mungkinkah mereka sudah punya teknologi yang canggih tapi sekarang sudah musnah.

      Hapus
  2. Kalau denger kata Candi Mendut, jadi ingat lagu dangdut nostalgia "mendut yang" hihi

    BalasHapus
  3. Setauku urutn kunjungan tuh Mendut-Pawon-Borobudur

    BalasHapus
    Balasan
    1. He,he..aku tuh ke Pawon dulu karena kan ga ikut tour alias wisata mandiri :))

      Hapus
  4. mba Yus kayaknya sering nulis tentang candi ya, keren bisa visit banyak candi dan review

    BalasHapus
  5. Aku kayaknya belum pernah ke Candi Mendut nih. Ternyata banyak juga yang bisa di eksplor ya. Itu gapura Hening karta nya bagus banget

    BalasHapus
  6. Wah, aku malah seumur2 belum pernah ke Candi Mendhut mbak. Tapi model batuan & reliefnya, emang mirip2 sama Borobudur yaaa.

    BalasHapus
  7. Suka banget kalau liat banyak foto gini. Jadi bisa ngebayangin tempatnya. Aku tuh cuma pernah nglewatin aja, belum mampir.

    BalasHapus
  8. Hah! kaget aku tiketnya murah banget. Sangat direkomendasikan nih buat liburan bareng sama keluarga :)

    BalasHapus
  9. waaa lengkap banget mbaa, jadi tahu banyak infonya. Ternyata sejarah masing2 candi beda2 ya..

    BalasHapus
  10. Udah lama banget nggak wisata Candi, terakhir kayaknya masih zaman SD tapi ke Candi Mendut belum pernah hehehe

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.