Senin, 25 Februari 2019

Memaksimalkan Pendapatan Iklan Bersama KEB dan ProPS di Kunena Eatery

KEBxProPS Belajar Memaksimalkan Pendapatan Iklan


KEB bersama tim dari ProPS (pict by Ardian Kusuma)

Belajar itu tidak pernah mengenal usia, jadi berapapun usia seseorang tak ada batas (selama masih bersemangat) sangat diperbolehkan untuk selalu menimba ilmu. Itulah yang dilakukan para emak-emak blogger yang tergabung dalam Kumpulan Emak Blogger belajar tentang bagaimana memaksimalkan pendapatan iklan? 

Mendengar kata 'pendapatan' ini pastilah banyak yang tertarik untuk cari tahu sebanyak-banyaknya termasuk saya, he, he, oleh sebab itu saya juga ikut belajar bersama mereka. Tempat yang dipilih oleh panitia adalah sebuah kafe yang cukup instagramable penuh nuansa biru dan putih yang artistik, Kunena Eatery di Jl. Komisaris Polisi Bambang Suprapto no.4 Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta.

KEBxProPS
Sempat berharap acaranya di ruang bawah yang adem ini (pict by Ardian Kusuma)

Bergabung dengan KEB


Hah, memang kamu sudah emak-emak?

Belum sih, tapi kan saya calon emak juga, nggak ada salahnya dong saya gabung sama mereka?

Saya sebenarnya sudah bergabung dengan KEB sekitar 2 tahunan tapi baru ikut kopdar-nya kemarin. Makanya saya masih belum begitu familiar dengan para emaks ini dan sempat nggak pede waktu mendaftar karena ada kolom berapa pageview blog segala. Duh, kalo dijejerin sama mereka mungkin urutan saya ada di paling akhir deh PV-nya. Saya hanya bisa pasrah kalo ternyata batal ikut acara ini. Namun Mak Indah meyakinkan bahwa saya tetap bisa ikut berapapun PV saya asal sudah pasang Google Analytic dan punya blog meski masih gratisan. Yeay!

Thanks to My Lord Jesus, buat kesempatan datang ke acara seperti ini. Dengan hati deg-degan kayak waktu mau kenalan sama calon mertua saya pun berangkat menuju ke Kunena. Di sana sudah ada emak-emak yang baru foto bareng-bareng tapi saya nggak ikut nimbrung karena nggak enak belum kenal kok ikutan foto, he, he. Akhirnya saya menyapa Mak Wiwin dan diajak ke lantai dua karena eventnya ada di sana. 

Langkah jitu memaksimalkan pendapatan iklan
Peserta KEBelajar mengisi daftar hadir dulu sebelum diberi seminar kit dari ProPS (pict by Ardian Kusuma)
Sampai di atas langsung disambut sama Mas MC, Aji Sukma yang baik hati dan tidak sombong, he, he. Saya pun disuruh regristrasi ulang untuk menerima seminar kit kece dari ProPS, horeee! Dan terpaksa duduk di baris paling depan bersama Mak Wiwin dan Mak Ima yang kece. 

Acara dibuka dengan sesi perkenalan dan sambutan dari ketua KEB yaitu Mak Sumarti Saelan dan Mak Indah Julianti selaku co-founder KEB. Kali ini KEB bekerja sama dengan ProPS, Google Chanel Partner menyelenggarakan acara KEBelajar "Bagaimana Memaksimalkan Pendapatan Blogger Melalui Iklan". Ada dua materi pokok yang akan disampaikan oleh 2 narasumber yakni CEO ProPS, Ilona Juwita dan seorang content writer, Carolina Ratri atau yang biasa dipanggil Mak Carra ini akan memberikan materi cara membuat konten yang menarik.

"Akhirnya kita bisa kopdar juga ya, Yustrini! Yuk, yuk selfie bareng dulu!" ujar Mak Ima.
Makan siang dulu

Acara KEBelajar rasanya kurang seru tanpa kompetisi posting IG dan Twitter ya? Nah, sebelum mempersilakan peserta makan siang, Mas Aji mengumumkan jika akan ada 3 pemenang dari post IG terbaik dan 3 pemenang dari Twitter. Saya pun antusias buat ngepost IG & Twitter siapa tahu beruntung, he, he.

Biar belajarnya fokus, isi perut dulu dengan hidangan dari Kunena Eatery (pict by Ardian Kusuma).
Tanpa disuruh dua kali para peserta langsung menyerbu hidangan penuh nutrisi yang sudah tersedia di meja. He, he, panitia tahu aja nih kalo saya udah lapar saat itu. 

 Ilona Juwita: Langkah Jitu Memaksimalkan Pendapatan Iklan   

Selesai makan siang kami langsung dapat materi yang cukup berat (atau saya yang terlalu lambat menerima?) dari Mbak Ilona Juwita, CEO ProPS, Google Chanel Partner mengenai cara meningkatkan pendapatan melalui iklan yang dipasang di blog.

Ilona Juwita sedang memberi pelajaran serius banget, euy! (Pict by Ardian Kusuma).

Sebenarnya saya lebih membiarkan blog saya polos tanpa iklan karena suka sebel sendiri jika membuka sebuah web isinya iklan melulu bahkan menutupi artikel yang ingin dibaca. Tapi, kalo ada peluang pasang iklan dan bisa dapat pemasukan dari sana, kenapa enggak? (*labil deh kalo nyangkut masalah uang, he, he).

A. Monetisasi Ala Blogger

Jaman sekarang blog nggak lagi cuma untuk nulis curhatan nggak jelas tapi sudah dijadikan salah satu sumber penghasilan dan malah ada yang bilang punya blog itu adalah investasi masa depan. Ada beberapa cara blogger dapat duit dari blognya:

  1. Content Marketing: Membuat artikel/video yang disponsori oleh suatu produk/perusahaan.
  2. Social Influencer: Menerbitkan postingan di sosial media, endorse suatu produk, menjadi pembicara, konsultan atau pelatihan menulis blog.
  3. Affiliate Link: Menempatkan link affiliasi produk pada blog atau halaman post (komisi didapat setelah ada pembelian).
  4. Iklan: Penempatan iklan baik berupa banner atau teks, link baik langsung/tidak langsung.
  5. Penjualan produk digital: Ebook, kursus online, mengadakan workshop, foto, video, program keanggotaan berbayar dan email marketing.
Peserta KEBelajar sibuk melakukan posting IG & Twitter sambil menyimak (pict by Ardian Kusuma).
Biasanya untuk mendapatkan uang dari iklan, para blogger harus mendaftarkan dulu ke Google Adsense tapi untuk mendaftar ke sana tentu tidak mudah. Proses pencairannya juga lama, karena harus menunggu iklan kita di klik berapa kali sama ada minimal uang yang bisa ditarik, baru dapat hasilnya. Selain itu Google juga sangat ketat dalam meloloskan blog yang boleh dipasangi AdSense.

"Jangan pernah ngeklikin iklan sendiri atau iklan teman diklik bolak-balik karena itu bisa membuat akun diblock oleh Google," kata Mbak Ilona.

Tapi ternyata ada iklan yang langsung dapat bayaran meski iklan itu baru terlihat yaitu dengan Google Ads Exchange. Namun untuk mendapatkan akun Ads Exchange harus memiliki paling sedikit PV minimal 20 juta per bulan. Dan harus sudah punya pendapatan minimal 250 USD per bulan dari Google AdSense.

Wow! Sangat banyak sekali! Kalo untuk blogger pemula seperti saya mana mungkin dapat PV sampai jutaan gitu? Tutup lapak aja, deh kalo gitu.

Hu, hu, hu...

Hey, tunggu-tunggu tutup lapak dulu, Mbak Ilona bilang apa selanjutnya itu? 

Solusinya ProPS bisa memfasilitasi blogger yang ingin memonetasi blognya tapi nggak punya akun Google Ads Exchange.

Iya, istilahnya ProPS sudah mendapat akun di Google Ads Exchange lalu dipinjamkan ke para blogger. Namun ada persyaratan yang harus dipenuhi dulu, salah satunya blog harus memiliki sumber yang terpercaya, bukan asal copas dari blog lain dan memiliki konten yang berkualitas. Karena kami tidak mau bekerja sama hanya sebentar saja.

B. Masalah Utama Terkait Monetisasi Iklan

Apa sih masalah utama yang berkaitan sama monetisasi iklan? 

Ada beberapa hal yang menjadi permasalahan utama blog kita belum layak untuk dipasangi iklan antara lain:

* Website Performance
  • Traffik pengunjung blog yang masih sangat kecil/sedikit.
  • Page Latecy atau kelambatan sebuah blog untuk tampil sempurna saat dibuka baik lewat desktop atau mobile. Paling enggak dalam 3 detik bisa dimuat semua tidak? Kalo tidak pengunjung sudah keburu keluar tanpa melihat iklan. Kecepatan loading suatu blog juga dipengaruhi oleh banyaknya plugin, besarnya foto atau template yang terpasang dalam blog.
  • Quality vs Non Quality Traffic, kunjungan berkualitas dari pembaca.
* UI/UX Layout Desain Website
  • Ad Format & Size Optimal
  • Viewability Rendah
  • Mobile First View
Tips untuk mengatasi 'Page Latency dikarenakan terlalu banyak plugin'
  1. Cari plugin yang menghabiskan banyak storage: Pertahankan plugin yang memang benar perlu walaupun storagenya besar.
  2. Cari alternatif Plugin yang lebih ringan: Jika ada alternatif lain untuk plugin yang perlu, bisa dipertimbangkan memasang plugin yang lebih ringan.
  3. Nonaktifkan Setting Wordpress yang tidak digunakan.
  4. Hindari 2 plugin dengan fungsi sama: Jika 1 plugin bisa mengakomodir beberapa kebutuhan, maka prioritaskan pemanfaatan plugin tersebut.
  5. Matikan fitur plugin yang tidak digunakan: Setiap plugin menawarkan banyak fitur, pastikan untuk menonaktifkan fitur yang tidak digunakan.
Tips mengatasi Viewbility rendah dikarenakan Layout Website Responsive

  • Mobile First : Pilih template "mobile look", tidak menaruh ads di widget kanan, terlebih jika di bawah artikel ada berbagai macam widget atau feed lain, manfaatkan Ad manager untuk mengatur iklan yang ditampilkan di versi mobile.
  • Widget Kanan pada versi desktop: Pada versi mobile site akan terdorong jauh ke bawah.
  • Implikasi pada Active View: Dengan mobile traffic yang dominan, volume request yang lebih besar, berpengaruh besar pada keseluruhan active view.

C. Optimalisasi Platform 


image by: KEB Yogya

Jika melihat banner di atas, AdX lebih menguntungkan daripada AdSense karena begitu iklannya terlihat maka advertiser akan langsung membayar. Kalau AdSense tunggu iklannya di klik, baru deh dapat bayaran. Peluang mendapat uang tentu jadi lebih besar di AdX. 

image by KEB Yogya

Keuntungan lainnya dari Google AdX adalah memungkinkan lebih banyak permintaan pengiklan termasuk dari AdSense sendiri, kita juga bisa menentukan harga minimal yang di AdSense tidak bisa.
image by KEB Yogya
Duh, sampai di sini saya cenut-cenut pengen sembunyi aja, deh, he, he. Barangkali besok-besok saya bisa pasang iklan juga, aminnn. Sekarang berkhayal dulu andaikan sudah memasang iklan di blog, langkah apa yang harus dilakukan supaya bisa mendapat penghasilan yang maksimal. 

Tips memaksimalkan platform yang sudah dimiliki:

1. Mbak Ilona mengingatkan untuk selalu memastikan source of traffic hanya dan hanya dari sumber yang berkualitas.

2. Pastikan penempatan iklan berada di area dengan keterlihatan yang tinggi dan potensi click yang tinggi. Kalau bisa iklan langsung terlihat. 

3. Pastikan setiap slot dapat menampilkan berbagai pilihan size.

4. Google menawarkan berbagai tipe iklan, coba dan pelajari untuk tahu keseluruhan potensi revenue. Cari iklan yang relevan dengan isi blog.


Bagaimana Membuat Konten yang menarik untuk Global Audience?
  1. Tentukan target audience yang pasti harus ke luar negeri jangan di Indonesia. 
  2. Produksi konten yang evergreen (berlaku sepanjang masa dan dibutuhkan terus).
  3. Konten boleh saja bertopik lokal, namun dibawakan secara relevan untuk global audience.
  4. Pastikan tidak menggunakan konteks yang menyangkut budaya tertentu, sehingga akan susah dipahami secara umum.
  5. Hati-hati dalam penggunaan kata-kata referensi (jarak, berat, pecahan uang, hari libur), karena setipa negara memiliki istilah berbeda.
  6. Ketika menggunakan image, pastikan yang dipahami secara universal.
  7. SEO. Manfaatkan keywords yang populer di negara tersebut untuk kemudian ditempatkan di konten yang relevan.
  8. Gunakan jasa translator dan berikan akreditasi.
Di sini Mbak Ilona juga memberikan tebak-tebakan yang intinya untuk kasih gambaran bagaimana sebuah blog yang target audiencenya di Amerika, Inggris dan Brazil dengan rata-rata traffic 15-20 ribu per bulan, postingan 1 artikel per minggu, harga RPM-nya 80.000 maka pendapatan bulanannya adalah 1.7 - 2 juta. Wah, menarik juga materi yang dijelaskan oleh Mbak Ilona, dari satu blog saja bisa menghasilkan segitu.


Sebelum Mbak Carolina Ratri mengisi sesi selanjutnya, waktunya untuk refresh sejenak bersama Mas Aji Sukma.

Sayangnya permainan yang dibawakan Mas Aji nggak bikin saya fresh deh! Malah kayak uji konsentrasi gitu. Lain kali bikin permainan yang lebih santai atau pakai gerakan fisik sederhana aja misalnya suruh berdiri atau menggoyang-goyang badan jadi pikiran nggak stress. 

Oke kembali ke acara berikutnya ada Mbak Carra yang mau berbagi tips buat bikin konten yang bagus.

Carolina Ratri: Pillar Post for Blog Monetizing 


Carolina Ratri (dokpri).

Pillar Post adalah artikel yang menjadi 'penyangga' blog untuk tetap eksis di SERP atau mesin pencari. Artikel ini biasanya terus dicari orang karena isinya berupa tips, tutorial, hal-hal yang menarik pengunjung meski postingan itu sudah lama.

"Usahakan mulai sekarang bikin postingan yang bisa menjadi Pillar Post untuk blog kita," ujar Mbak Carra.

Ada 4 cara yang dibagikan:

1. Define your big ideas
  • Niche? Blogmu niche-nya apa? Biarpun gado-gado usahakan apa yang kamu tulis itu ada tema khususnya. 
  • Goals? Tujuan akhirnya apa?
  • Audience? Siapa yang akan mengunjungi blogmu? Dari latar belakangnya apa? Kebutuhannya apa?
  • Perfect Plain? Permasalahan umum yang sering dihadapi oleh masyarakat pada umumnya misal melahirkan, bagi pengalaman kita saat melahirkan.
  • Magnets? Apa yang jadi daya tarik blog kita, tulis apa yang orang mau baca. Gali apa yang menarik. 
2. Riset kata kunci

Nah, ini yang jarang banget saya lakukan. Riset kata kunci. Kata Mbak Carra cek kata kunci di Ubersuggest. Pilih yang keywordnya sedang saja untuk meningkatkan SEO blog kita.

3. Outline: Use 5W 1H

Bikin outline dengan metode 5W+1H yaitu What, Who, When, Where, Why dan How. Outline ini membantu untuk fokus, bisa menulis detail, informatif namun tetap ringkas. Jadi biasakan bikin outline sebelum menulis blog.

4. SEO Checklist
  • Keywords: Penempatan keyword sebaiknya ada di awal paragraf, judul dan pertengahan konten.
  • Subheadings: Jangan lupakan penulisan keyword pada subheadings.
  • Captivating headline
  • Short URL: Perpendek url agar dapat terlihat di SERP.
  • Meta Search Description: Ini adalah deskripsi yang akan muncul dibawah judul utama yang keluar di mesin pencari.
  • Image Alt Atributes
  • Internal & Eksternal Links
Sesi Tanya Jawab

Peserta masih pengen gali ilmu lebih dalam lagi (pict by Ardian Kusuma).
Jujur, cukup berat juga materi yang diberikan hari ini. Sempat beberapa kali nggak nyambung dengan apa yang sedang dibicarakan oleh Mbak Ilona terutama. Menurut saya penjelasannya masih terlalu rumit buat ditangkap blogger pemula seperti saya. Apalagi masih awam sama yang namanya ProPS dan Google AdSense.

Yang lumayan nyantol malah materi dari Mbak Carra, walau penyampaiannya agak tegang tapi penjelasannya lebih sederhana. Berharap ada pelatihan lebih dalam mengenai membuat konten yang baik.

Jadi untuk sesi tanya jawab ini saya cuma menyimak saja, he, he. Puji Tuhan ternyata sudah ada snack penyelamat yang disediakan di belakang. Lumayan bikin tubuh dan pikiran jadi segar lagi.

Baca Juga: Day 22: Serius Mau Jadi Blogger Fulltime? Ini Sisi Positif & Negatifnya


Jadwal Selesai Acara Jadi Mundur

Para peserta yang beruntung mendapatkan reward dari KEB, asyik! (pict by Ardian Kusuma).
Acara yang diperkirakan selesai jam 2 siang ternyata mundur sampai jam tiga lebih kalo diturutin. Setelah coffe break ternyata masih ada acara pengumuman pemenang lomba blog IG, Twitter dan penanya terbaik. Di sini saya sudah mulai resah, karena bilang sama suami selesai jam 2. Langsung aja saya buru-buru pamit takut suami nungguin dan benar, ternyata dia sudah ada di depan siap menjemput. Maaf, saya nggak ikut foto bareng deh!

Secara keseluruhan saya senang bisa hadir di acara KEBelajar ini, walau kurang sreg sama lantai duanya Kunena Eatery. Ruangannya bagus cuma pendinginnya sebaiknya tidak menggunakan kipas angin di ruang tertutup seperti itu rasanya kayak ditiupin biar anginnya masuk. Saran saya lebih baik berikan ventilasi lagi supaya udara bisa berputar secara alami. Untuk makanan semuanya enak-enak, pas rasanya, minumnya juga enak.

Terima kasih buat tim dari KEB dan ProPS yang sudah menyiapkan acara keren ini (pict by Ardi Kusuma).

Terima kasih buat Mak Sumarti Saelan, Mak Indah Julianti yang sudah mengadakan event ini. Sedikit usul buat KEBelajar, boleh ya? Hmm, gimana kalo besok lagi materi sudah diberikan (lewat email) ke peserta sehari sebelum acara berlangsung biar belajar dulu di rumah dan sudah punya bayangan apa yang akan dipelajari. Jadi di acara pembicara tinggal menjelaskan dan peserta bisa bertanya tentang hal-hal yang ingin diketahui.

Terima kasih juga buat Mbak Ilona dan Mak Carra yang sudah memberikan materi begitu 'dahsyat' dan menggigit. Saya berasa ditegur keras supaya nggak asal-asalan dalam menulis di blog karena sebenarnya blog itu bisa jadi ladang penghasilan jika dikerjakan lebih sungguh-sungguh. Malu juga kalo ada yang membaca tulisan saya tapi bikinnya ngasal.

Pulang dari acara ini saya jadi lebih bersemangat untuk belajar bagaimana membuat postingan yang baik, menarik, meningkatkan pageview, rajin membaca postingannya KEB & Mak Carra. He, he, banyak PR-nya nih, akhir kata terima kasih buat semua yang sudah terlibat di acara ini juga Mas Ardian Kusuma, terima kasih jepretan kameranya oke banget! Terima kasih yang sudah membuka postingan ini dan membaca. Terima kasih :) 

Jumat, 15 Februari 2019

Kerennya Jadi Seorang Entrepreneur

Beberapa hari sebelumnya saya sudah mendapat info tentang acara EXPO UKM Istimewa lewat akun media sosial Plut_Jogja. Rangkaian acaranya ada bazaar, seminar dan talkshow diadakan di kantor Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta tanggal 14-16 Februari 2019.


Bertepatan dengan hari Valentine saya pun menuju ke sana, bukan buat valentinan tapi untuk mengikuti salah satu seminar & talkshow "Menjadi Entrepreneur itu Asyik" yang akan diadakan selama pameran berlangsung.

Mari berpose masuk ke kamera dan cekrek, horee (dokpri).
Di sana ternyata sudah ada teman-teman blogger yang juga sedang jalan-jalan di pameran. Sambil menunggu seminar yang ternyata molor dari jadwal yang ditentukan, kami pun berfoto-foto ria. Cukup heboh kami berlima menarik para pengunjung melirik sebel karena ternyata banner berlogo di belakang kami adalah tempat favorit pengunjung berfoto, bha, ha, ha.

Pada kesempatan kemarin saya bisa mengikuti acara pembukaan dan pemotongan pita tanda EXPO UKM Istimewa 2019 sudah dimulai dan akan berlangsung selama 3 hari yaitu tanggal 14, 15 & 16 Februari 2019.

Pengguntingan pita pembukaan EXPO UKM Istimewa 2019 (dokpri).

Selesai digunting artinya pengunjung boleh jalan-jalan dengan bebas karena pameran sudah dibuka. Saya juga ikut berkeliling, banyak juga yang hadir siang itu. 
Jadah Tempe Kaliurang ada di sini lho (dokpri)!
Produk lokal kreatif (dokpri).

Aneka kerajinan tangan (dokpri).


Batik nggak pernah ketinggalan ikut pameran juga (dokpri).

Berbagai produk kreatif jajanan modern juga ada (dokpri).
Seminar yang rencananya akan diadakan pukul 9 pagi pun jadi mundur kurang lebih satu setengah jam. Kekecewaan ini segera terobati dengan isi seminar yang menarik dengan narasumber dari owner "Bakpia Pia" Marizna, orangnya terlihat sederhana sekali. Nggak nyangka jika beliau adalah seorang pemilik beberapa usaha. Wow Menjadi Entrepreneur Itu Keren! Asal tahu aja Mbak Marizna ini bahkan sukses membawa bakpianya ke Australia.

Seminar & Talkshow bersama owner "Bakpia Pia" (dokpri).
Awal perjuangannya membuat usaha bakpia diawali karena ibunya yang dasarnya suka memasak ini belajar membuat bakpia. Dari sana mereka bertiga (ayah, ibu dan Marizna sendiri) bekerja sama membuka usaha.

Mbak Marizna yang sebenarnya tidak suka memasak kebagian tugas menjadi ujung tombak pemasaran bakpia, ibunya membuat bakpia sementara bapaknya terjun untuk mendesain bagaimana usaha bakpia mereka berkembang. Kerja sama diantara mereka melahirkan usaha keren "Bakpia Pia" yang sekarang sangat terkenal di Jogja.

Dimulai berjualan dari door to door lambat laun usaha bakpia "PIA" ini semakin laris dan mbak Marizna pun mulai membuat bakpia dengan 2 versi, single dan blasteran.

Versi single lebih ke bakpia basah tapi yang blasteran sudah bercampur dengan pastry melahirkan bakpia yang bercitarasa lebih modern. Itulah kenapa dinamai dengan "Bakpia Blasteran".

Jiwa kewirausahaan Mbak Marizna semakin diasah ketika bakpianya ini membuka cabangnya di Australia dengan merek "Blasteran OZ". Seperti pemiliknya sendiri yang sederhana, ide usaha bakpia "PIA" bisa ke luar negeri berawal dari pemikiran sederhana yaitu bakpia adalah makanan ringan, cocok untuk siapa saja. Terbuat dari kacang hijau dan dikenal sebagai makanan sehat bagi orang luar negeri, mengapa tidak untuk membawa bakpia ke kancah internasional?-ujar Marizna.

Di sini saya kagum sekali dengan cara pikir Mbak Marizna. Dari belajar membuat bakpia yang sederhana, bisa menambah usaha yang lain, ada batik juga. Uniknya bukan karena Mbak Marizna ini kemaruk ingin kaya, alasan sebenarnya beliau menambah usaha adalah keinginan menjadi berkat buat sesama dan menolong orang lain. Saat itu ada pengrajin batik yang hampir bangkrut, karena itu dibukalah usaha batik juga.

Selain Mbak Marizna ada juga sosialisasi program KUR dari Bank BPD DIY yang disampaikan oleh Ibu Anggorowati. Bunga yang ditawarkan cukup rendah yaitu 7% pertahun. Tujuannya tentu untuk membantu pelaku usaha mendapatkan modal kerja demi mengembangkan usahanya.

Selesai seminar ada sesi tanya jawabnya juga. Dan ada doorprize yang dibagikan kepada 4 orang penanya.

Berkenalan dengan PLUT-KUMKM DIY


Ruang pameran produk UMKM DIY (dokpri).
PLUT-KUMKM merupakan lembaga yang menyediakan jasa-jasa non-finansial secara menyeluruh dan terintegritasi bagi koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah. Jadi lewat PLUT, para pengusaha UMKM didampingi untuk meningkatkan kinerja priduksi, pemasaran, pembiayaan, pengembangan SDM melalui peningkatan kapasitas kewirausahaan, teknis dan managemen.

Alasan Mengapa Menjadi Entrepreneur Itu Keren!

Menghadiri acara pameran UMKM, mata saya jadi terbuka. Bahwa menjadi entrepreneur itu sebenarnya keren lho!

Hanya karena masyarakat kita yang masih beranggapan bahwa bekerja menjadi pegawai negeri itu keren, masa depan terjamin dan memiliki banyak tunjangan. Jadi banyak orang tua yang sering tidak setuju jika anaknya ingin menjadi pengusaha atau entrepreneur yang nasibnya belum pasti. Padahal jadi seorang entrepreneur itu lebih keren.

Ekonomi sebuah negara akan lebih maju jika penduduknya banyak yang menjadi entrepreneur.

Sekecil apapun usahamu, kamu bos-nya lho! (dokpri)

Saya sangat setuju dengan pendapat Bob Sadino bahwa "Setinggi apa pun pangkat yang anda miliki, anda tetaplah pegawai. Sekecil apapun usaha yang anda punya, anda adalah bosnya".

Jadi seorang pengusaha atau istilah kerennya entrepreneur itu keren, mengapa?

Pertama, tentu seorang entrepreneur selalu dituntut untuk selalu kreatif dan senantiasa belajar agar tidak tergerus arus perkembangan jaman. Bagaimana jika Mbak Marizna tidak membuat bakpianya jadi lebih modern? Mungkin Bakpia Pia tidak akan seperti sekarang.

Kedua, seorang entrepreneur itu tidak mudah menyerah dengan berbagai keadaan. Kadang usaha sedang sepi dilarang untuk mengeluh, ada komplain dari konsumen, karyawan, masalah produksi, kemasan dll. Pokoknya siap-siap deh mendapat masalah jika jadi seorang entrepreneur. Tapi jangan takut, sebab rintangan itu biasanya akan membuat kita jadi makin maju.

Ketiga, tak hanya menjadi mandiri secara finansial, seorang entrepreneur pun bisa menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarnya. Alasan keren yang kerap saya dengar dari seorang entrepreneur sejati seperti Mbak Marizna adalah keinginan menolong orang lain atau teman yang sedang kesulitan.
Mereka cenderung enggan menyerahkan usaha yang diambang kebangkrutan untuk dinyatakan pailit begitu saja. Pasti mereka berjuang sekuat tenaga agar usaha itu tetap berjalan, alasannya tentu karena menyangkut hajat hidup para karyawan dan keluarganya.

Swafoto di PLUT-UMKM DIY (dokpri).
Nah, setujukah kamu dengan saya jika "Menjadi Entrepreneur itu Keren"?

Jumat, 01 Februari 2019

Memupuk Mimpi Membangun Usaha Mandiri di Tahun 2019


Hai, seberapa gregetnya sih, kamu mau membuat resolusi di tahun ini mau buka usaha? Apakah kamu masih pengen bersaing dengan ribuan pelamar kerja demi posisi di satu perusahaan dengan gaji yang gede? Atau kamu sudah cukup puas dengan pekerjaan sekarang yang gajinya pas-pasan?

Kenyataannya banyak teman-teman saya yang mengeluh sulitnya cari lowongan pekerjaan, gaji pas-pasan dan perasaan tidak puas dengan kondisi di Indonesia yang minim sama lapangan kerja dengan gaji yang lumayan. Jika pun ada pasti jumlahnya nggak memadai dengan jumlah pencari kerja yang tiap tahun semakin bertambah.

Salah satu solusi dari semua persoalan itu adalah dengan menciptakan lapangan kerja sendiri atau membuka usaha. Memang sih, di masyarakat kita mindset kesuksesan dilihat jika kamu bisa kerja di sebuah tempat minimal jadi pelayan toko, buruh pabrik, bank, sekolah, dll. Yang penting dapat bayaran tiap bulan lancar.

Sedangkan anak muda yang ingin menjadi pelaku usaha dinilai malas untuk bekerja, nggak mau disuruh-suruh, sombong, dll. Padahal jika usaha anak muda itu didukung, bukankah akan membuka lowongan kerja yang baru? Daripada menambah daftar pencari kerja yang makin panjang kayak kereta api? Pilih mana? 

Itulah yang kerap kali saya alami. Sejak lulus saya memutuskan untuk berbisnis sendiri, istilah kerennya pengusaha. Walau pun masih kecil dan minim modal saya enggan menyebut pengusaha kecil karena nanti bakalan kecil terus. Mulai membuka toko kelontong, usaha kue ulang tahun, jualan MLM, menulis cerpen itu yang saya tekuni. Pokoknya mana yang menghasilkan itu saya kerjakan. Hingga setelah menikah saya memutuskan untuk total menjadi blogger. 

Beruntungnya saya sebelum menikah sudah berkenalan dengan blogspot dan dunia maya. Jadi saat saya pindah ke kota lain ikut suami tetap memiliki usaha. Asyiknya menjadi writerpreneur adalah pekerjaan/bisnis ini bisa dikerjakan kapan saja dan di mana saja. Lain jika harus membuka toko, terima pesanan maka harus punya tempat di pinggir jalan atau minimal sudah menetap. Sementara saya dan suami masih mengkontrak rumah yang sama sekali tidak strategis, dicari ojol aja susah. 

Mumpung masih awal tahun, saya mau buat resolusi bisnis di tahun 2019

1. Semangat dan pantang menyerah

Jelas sikap inilah yang harus dimiliki oleh siapa pun yang ingin mempunyai bisnis sendiri. Jangan sebentar-bentar mengeluh capek, bosan atau mendengar sedikit keluhan dari konsumen langsung loyo. Semangat dan pantang menyerah juga harus dipupuk ketika usaha yang diharapkan ternyata tak sesuai espektasi.

2. Harus kreatif

Sudah mulai usaha bukan berarti berhenti belajar, contoh sekarang mau jualan bisa di mana saja, nggak harus buka toko. Iya, kalo punya tempat sendiri, kalo harus nyewa? Sekarang sewa toko di pinggir jalan mahal, bro. Mending uangnya buat beli modal menulis seperti smartphone, kamera dan laptop. Modal bertambah, pengeluaran juga nggak terlalu banyak buat sewa. 

3. Mampu memotivasi diri

Motivasi diri itu perlu, karena nggak semua orang berpikiran sama seperti kita. Saya sering dapat cemooh dari orang, mereka kerap kali bilang kamu tuh mending kerja ikut orang daripada usaha nggak tentu hasilnya. Mereka kerap kali menjatuhkan semangat yang sudah dipupuk dari awal. Solusinya gimana kalo sudah seperti ini? Ya harus bisa memotivasi diri lagi, biar nggak terpuruk. Jangan-jangan itu cobaan yang harus saya hadapi sebelum sukses. 

4. Berkomunitas dengan sesama blogger

Nah, yang ini penting banget. Dulu sebelum saya masuk ke komunitas blogger atau penulis, yang namanya nggak pede itu sering banget. Tapi setelah saya masuk ke komunitas, jadi makin percaya bahwa inilah jalan hidupku untuk berbisnis di rumah. 

5. Terus berinovasi

Inovasi sangat diperlukan biar nggak ketinggalan tren dan akhirnya dijauhi konsumen. Sebagai writerpreneur wajib hukumnya buat saya berinovasi. Tak puas dengan menulis cerpen, nulis resensi lalu belajar lagi nulis artikel dan yang ingin saya coba adalah menulis novel. Doakan ya supaya berhasil.

Oya, untuk mencari peralatan tempur saya dalam menulis bisa cari secara online melalui Ralali.com.  Ini contohnya saya baru melakukan pencarian informasi smartphone apa yang kira-kira bisa mendukung bisnis menulis. 



Buat kamu yang mau buka usaha juga bisa memanfaatkan aplikasi Ralali.com untuk mencari pemasok barang/supplier yang terpercaya, sehingga bisa makin menghemat waktumu. Cara pembayarannya juga mudah bisa lewat ATM, internet banking, OVO, kartu kredit dan Ralali cicilan. 

Apa itu Ralali.com? 

Ralali adalah online marketplace B2B terbesar di Indonesia yang menyediakan berbagai macam kebutuhan bisnis. Uniknya di sini Ralali juga berlaku sebagai jembatan antar pelaku bisnis dengan pemasok bahan yang dibutuhkan. Jadi antar pelaku usaha bisa bekerja sama dengan pelaku usaha yang lain dalam berbisnis.


Selain itu kita bisa membayar tagihan lewat B2B Marketplace yang sudah terpercaya ini, sudah tak perlu repot ke luar rumah ada promonya lagi! Jadi lebih hemat dua kali untuk bayar tagihan bisnis kamu tiap bulannya. Yuk segera bikin resolusi bisnismu bersama Ralali.