Jumat, 15 Februari 2019

Kerennya Jadi Seorang Entrepreneur

Beberapa hari sebelumnya saya sudah mendapat info tentang acara EXPO UKM Istimewa lewat akun media sosial Plut_Jogja. Rangkaian acaranya ada bazaar, seminar dan talkshow diadakan di kantor Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta tanggal 14-16 Februari 2019.


Bertepatan dengan hari Valentine saya pun menuju ke sana, bukan buat valentinan tapi untuk mengikuti salah satu seminar & talkshow "Menjadi Entrepreneur itu Asyik" yang akan diadakan selama pameran berlangsung.

Mari berpose masuk ke kamera dan cekrek, horee (dokpri).
Di sana ternyata sudah ada teman-teman blogger yang juga sedang jalan-jalan di pameran. Sambil menunggu seminar yang ternyata molor dari jadwal yang ditentukan, kami pun berfoto-foto ria. Cukup heboh kami berlima menarik para pengunjung melirik sebel karena ternyata banner berlogo di belakang kami adalah tempat favorit pengunjung berfoto, bha, ha, ha.

Pada kesempatan kemarin saya bisa mengikuti acara pembukaan dan pemotongan pita tanda EXPO UKM Istimewa 2019 sudah dimulai dan akan berlangsung selama 3 hari yaitu tanggal 14, 15 & 16 Februari 2019.

Pengguntingan pita pembukaan EXPO UKM Istimewa 2019 (dokpri).

Selesai digunting artinya pengunjung boleh jalan-jalan dengan bebas karena pameran sudah dibuka. Saya juga ikut berkeliling, banyak juga yang hadir siang itu. 
Jadah Tempe Kaliurang ada di sini lho (dokpri)!
Produk lokal kreatif (dokpri).

Aneka kerajinan tangan (dokpri).


Batik nggak pernah ketinggalan ikut pameran juga (dokpri).

Berbagai produk kreatif jajanan modern juga ada (dokpri).
Seminar yang rencananya akan diadakan pukul 9 pagi pun jadi mundur kurang lebih satu setengah jam. Kekecewaan ini segera terobati dengan isi seminar yang menarik dengan narasumber dari owner "Bakpia Pia" Marizna, orangnya terlihat sederhana sekali. Nggak nyangka jika beliau adalah seorang pemilik beberapa usaha. Wow Menjadi Entrepreneur Itu Keren! Asal tahu aja Mbak Marizna ini bahkan sukses membawa bakpianya ke Australia.

Seminar & Talkshow bersama owner "Bakpia Pia" (dokpri).
Awal perjuangannya membuat usaha bakpia diawali karena ibunya yang dasarnya suka memasak ini belajar membuat bakpia. Dari sana mereka bertiga (ayah, ibu dan Marizna sendiri) bekerja sama membuka usaha.

Mbak Marizna yang sebenarnya tidak suka memasak kebagian tugas menjadi ujung tombak pemasaran bakpia, ibunya membuat bakpia sementara bapaknya terjun untuk mendesain bagaimana usaha bakpia mereka berkembang. Kerja sama diantara mereka melahirkan usaha keren "Bakpia Pia" yang sekarang sangat terkenal di Jogja.

Dimulai berjualan dari door to door lambat laun usaha bakpia "PIA" ini semakin laris dan mbak Marizna pun mulai membuat bakpia dengan 2 versi, single dan blasteran.

Versi single lebih ke bakpia basah tapi yang blasteran sudah bercampur dengan pastry melahirkan bakpia yang bercitarasa lebih modern. Itulah kenapa dinamai dengan "Bakpia Blasteran".

Jiwa kewirausahaan Mbak Marizna semakin diasah ketika bakpianya ini membuka cabangnya di Australia dengan merek "Blasteran OZ". Seperti pemiliknya sendiri yang sederhana, ide usaha bakpia "PIA" bisa ke luar negeri berawal dari pemikiran sederhana yaitu bakpia adalah makanan ringan, cocok untuk siapa saja. Terbuat dari kacang hijau dan dikenal sebagai makanan sehat bagi orang luar negeri, mengapa tidak untuk membawa bakpia ke kancah internasional?-ujar Marizna.

Di sini saya kagum sekali dengan cara pikir Mbak Marizna. Dari belajar membuat bakpia yang sederhana, bisa menambah usaha yang lain, ada batik juga. Uniknya bukan karena Mbak Marizna ini kemaruk ingin kaya, alasan sebenarnya beliau menambah usaha adalah keinginan menjadi berkat buat sesama dan menolong orang lain. Saat itu ada pengrajin batik yang hampir bangkrut, karena itu dibukalah usaha batik juga.

Selain Mbak Marizna ada juga sosialisasi program KUR dari Bank BPD DIY yang disampaikan oleh Ibu Anggorowati. Bunga yang ditawarkan cukup rendah yaitu 7% pertahun. Tujuannya tentu untuk membantu pelaku usaha mendapatkan modal kerja demi mengembangkan usahanya.

Selesai seminar ada sesi tanya jawabnya juga. Dan ada doorprize yang dibagikan kepada 4 orang penanya.

Berkenalan dengan PLUT-KUMKM DIY


Ruang pameran produk UMKM DIY (dokpri).
PLUT-KUMKM merupakan lembaga yang menyediakan jasa-jasa non-finansial secara menyeluruh dan terintegritasi bagi koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah. Jadi lewat PLUT, para pengusaha UMKM didampingi untuk meningkatkan kinerja priduksi, pemasaran, pembiayaan, pengembangan SDM melalui peningkatan kapasitas kewirausahaan, teknis dan managemen.

Alasan Mengapa Menjadi Entrepreneur Itu Keren!

Menghadiri acara pameran UMKM, mata saya jadi terbuka. Bahwa menjadi entrepreneur itu sebenarnya keren lho!

Hanya karena masyarakat kita yang masih beranggapan bahwa bekerja menjadi pegawai negeri itu keren, masa depan terjamin dan memiliki banyak tunjangan. Jadi banyak orang tua yang sering tidak setuju jika anaknya ingin menjadi pengusaha atau entrepreneur yang nasibnya belum pasti. Padahal jadi seorang entrepreneur itu lebih keren.

Ekonomi sebuah negara akan lebih maju jika penduduknya banyak yang menjadi entrepreneur.

Sekecil apapun usahamu, kamu bos-nya lho! (dokpri)

Saya sangat setuju dengan pendapat Bob Sadino bahwa "Setinggi apa pun pangkat yang anda miliki, anda tetaplah pegawai. Sekecil apapun usaha yang anda punya, anda adalah bosnya".

Jadi seorang pengusaha atau istilah kerennya entrepreneur itu keren, mengapa?

Pertama, tentu seorang entrepreneur selalu dituntut untuk selalu kreatif dan senantiasa belajar agar tidak tergerus arus perkembangan jaman. Bagaimana jika Mbak Marizna tidak membuat bakpianya jadi lebih modern? Mungkin Bakpia Pia tidak akan seperti sekarang.

Kedua, seorang entrepreneur itu tidak mudah menyerah dengan berbagai keadaan. Kadang usaha sedang sepi dilarang untuk mengeluh, ada komplain dari konsumen, karyawan, masalah produksi, kemasan dll. Pokoknya siap-siap deh mendapat masalah jika jadi seorang entrepreneur. Tapi jangan takut, sebab rintangan itu biasanya akan membuat kita jadi makin maju.

Ketiga, tak hanya menjadi mandiri secara finansial, seorang entrepreneur pun bisa menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarnya. Alasan keren yang kerap saya dengar dari seorang entrepreneur sejati seperti Mbak Marizna adalah keinginan menolong orang lain atau teman yang sedang kesulitan.
Mereka cenderung enggan menyerahkan usaha yang diambang kebangkrutan untuk dinyatakan pailit begitu saja. Pasti mereka berjuang sekuat tenaga agar usaha itu tetap berjalan, alasannya tentu karena menyangkut hajat hidup para karyawan dan keluarganya.

Swafoto di PLUT-UMKM DIY (dokpri).
Nah, setujukah kamu dengan saya jika "Menjadi Entrepreneur itu Keren"?

18 komentar:

  1. Mau dong jadi bos juga. Asyiknya bisnis sendiri.

    BalasHapus
  2. Wah mantab ya mbak. Sygnya kmrn aku gak bisa ikut. Besok di JEC ikut gak mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah sayang sekali, ikut yang di JEC aja. Kalo saya mlipir dulu he, he.

      Hapus
  3. wah enterpreuneur adalah mimpiku, meski kadang masih suka bingung mau ambil bisnis apa hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama dong mbak, aku juga mau mulai bisnis tapi bingung juga ha, ha.

      Hapus
  4. Pertanyaan:
    "setujukah kamu dengan saya jika "Menjadi Entrepreneur itu Keren"? "

    Jawaban saya:
    Setuju donkkkk....
    Saya pun pengin jadi entrepreneur, biar kereeennn...
    Bisa jalan-jalan di saat orang lain sibuk ngantor hehehe..
    Bisa punya duit tiap hari di saat orang lain nunggu gajian qiqiqiq..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, jawabannya kerenn banget! Suka, suka :)

      Hapus
  5. Enterprenuer itu keren, karena disamping bisa menolong diri sendiri, bisa juga membantu sesama dengan membuka lapangan kerja...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya jadi nggak nambahin antrean pencari kerja yang tiap tahun nambah.

      Hapus
  6. Sangat menginspirasi sekali. Semoga dengan kisah Bakpia Pia semakin memotivasi para pengusaha lainnya dan yang mau buka usaha :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, patut ditiru semangat juangnya dalam merintis usaha sampai sukses seperti sekarang.

      Hapus
  7. Jadi entrepreneur itu salah satu cita-citaku yang belum tergapai, baru otw menggapai... Buat menyemangati diri sendiri aku sering baca artikel-artikel kayak gini... makasih mbak ulasannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mari wujudkan segera jadi entrepreneur muda. Terima kasih kembali mbak :)

      Hapus
  8. Setujuu jadi entrepreneur itu keren! Yeaaayy. Semoga kita segera memulai menjadi entrepreneur ya mba.

    BalasHapus
  9. makasih buat share nya lho mbak, saya jadi makin tertarik untuk mencoba jadi entrepreneur hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mas. Semoga cepat tercapai keinginannya jadi entrepreneur ya :)

      Hapus

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.