Jumat, 01 Februari 2019

Memupuk Mimpi Membangun Usaha Mandiri di Tahun 2019


Hai, seberapa gregetnya sih, kamu mau membuat resolusi di tahun ini mau buka usaha? Apakah kamu masih pengen bersaing dengan ribuan pelamar kerja demi posisi di satu perusahaan dengan gaji yang gede? Atau kamu sudah cukup puas dengan pekerjaan sekarang yang gajinya pas-pasan?

Kenyataannya banyak teman-teman saya yang mengeluh sulitnya cari lowongan pekerjaan, gaji pas-pasan dan perasaan tidak puas dengan kondisi di Indonesia yang minim sama lapangan kerja dengan gaji yang lumayan. Jika pun ada pasti jumlahnya nggak memadai dengan jumlah pencari kerja yang tiap tahun semakin bertambah.

Salah satu solusi dari semua persoalan itu adalah dengan menciptakan lapangan kerja sendiri atau membuka usaha. Memang sih, di masyarakat kita mindset kesuksesan dilihat jika kamu bisa kerja di sebuah tempat minimal jadi pelayan toko, buruh pabrik, bank, sekolah, dll. Yang penting dapat bayaran tiap bulan lancar.

Sedangkan anak muda yang ingin menjadi pelaku usaha dinilai malas untuk bekerja, nggak mau disuruh-suruh, sombong, dll. Padahal jika usaha anak muda itu didukung, bukankah akan membuka lowongan kerja yang baru? Daripada menambah daftar pencari kerja yang makin panjang kayak kereta api? Pilih mana? 

Itulah yang kerap kali saya alami. Sejak lulus saya memutuskan untuk berbisnis sendiri, istilah kerennya pengusaha. Walau pun masih kecil dan minim modal saya enggan menyebut pengusaha kecil karena nanti bakalan kecil terus. Mulai membuka toko kelontong, usaha kue ulang tahun, jualan MLM, menulis cerpen itu yang saya tekuni. Pokoknya mana yang menghasilkan itu saya kerjakan. Hingga setelah menikah saya memutuskan untuk total menjadi blogger. 

Beruntungnya saya sebelum menikah sudah berkenalan dengan blogspot dan dunia maya. Jadi saat saya pindah ke kota lain ikut suami tetap memiliki usaha. Asyiknya menjadi writerpreneur adalah pekerjaan/bisnis ini bisa dikerjakan kapan saja dan di mana saja. Lain jika harus membuka toko, terima pesanan maka harus punya tempat di pinggir jalan atau minimal sudah menetap. Sementara saya dan suami masih mengkontrak rumah yang sama sekali tidak strategis, dicari ojol aja susah. 

Mumpung masih awal tahun, saya mau buat resolusi bisnis di tahun 2019

1. Semangat dan pantang menyerah

Jelas sikap inilah yang harus dimiliki oleh siapa pun yang ingin mempunyai bisnis sendiri. Jangan sebentar-bentar mengeluh capek, bosan atau mendengar sedikit keluhan dari konsumen langsung loyo. Semangat dan pantang menyerah juga harus dipupuk ketika usaha yang diharapkan ternyata tak sesuai espektasi.

2. Harus kreatif

Sudah mulai usaha bukan berarti berhenti belajar, contoh sekarang mau jualan bisa di mana saja, nggak harus buka toko. Iya, kalo punya tempat sendiri, kalo harus nyewa? Sekarang sewa toko di pinggir jalan mahal, bro. Mending uangnya buat beli modal menulis seperti smartphone, kamera dan laptop. Modal bertambah, pengeluaran juga nggak terlalu banyak buat sewa. 

3. Mampu memotivasi diri

Motivasi diri itu perlu, karena nggak semua orang berpikiran sama seperti kita. Saya sering dapat cemooh dari orang, mereka kerap kali bilang kamu tuh mending kerja ikut orang daripada usaha nggak tentu hasilnya. Mereka kerap kali menjatuhkan semangat yang sudah dipupuk dari awal. Solusinya gimana kalo sudah seperti ini? Ya harus bisa memotivasi diri lagi, biar nggak terpuruk. Jangan-jangan itu cobaan yang harus saya hadapi sebelum sukses. 

4. Berkomunitas dengan sesama blogger

Nah, yang ini penting banget. Dulu sebelum saya masuk ke komunitas blogger atau penulis, yang namanya nggak pede itu sering banget. Tapi setelah saya masuk ke komunitas, jadi makin percaya bahwa inilah jalan hidupku untuk berbisnis di rumah. 

5. Terus berinovasi

Inovasi sangat diperlukan biar nggak ketinggalan tren dan akhirnya dijauhi konsumen. Sebagai writerpreneur wajib hukumnya buat saya berinovasi. Tak puas dengan menulis cerpen, nulis resensi lalu belajar lagi nulis artikel dan yang ingin saya coba adalah menulis novel. Doakan ya supaya berhasil.

Oya, untuk mencari peralatan tempur saya dalam menulis bisa cari secara online melalui Ralali.com.  Ini contohnya saya baru melakukan pencarian informasi smartphone apa yang kira-kira bisa mendukung bisnis menulis. 



Buat kamu yang mau buka usaha juga bisa memanfaatkan aplikasi Ralali.com untuk mencari pemasok barang/supplier yang terpercaya, sehingga bisa makin menghemat waktumu. Cara pembayarannya juga mudah bisa lewat ATM, internet banking, OVO, kartu kredit dan Ralali cicilan. 

Apa itu Ralali.com? 

Ralali adalah online marketplace B2B terbesar di Indonesia yang menyediakan berbagai macam kebutuhan bisnis. Uniknya di sini Ralali juga berlaku sebagai jembatan antar pelaku bisnis dengan pemasok bahan yang dibutuhkan. Jadi antar pelaku usaha bisa bekerja sama dengan pelaku usaha yang lain dalam berbisnis.


Selain itu kita bisa membayar tagihan lewat B2B Marketplace yang sudah terpercaya ini, sudah tak perlu repot ke luar rumah ada promonya lagi! Jadi lebih hemat dua kali untuk bayar tagihan bisnis kamu tiap bulannya. Yuk segera bikin resolusi bisnismu bersama Ralali. 


4 komentar:

  1. Mantap mba semangat jadi pengusaha.
    Saya suka kata2nya gak mau disebut pengusaha kecil. Optimisme yang perlu ditiru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Bang Day sudah membaca tulisan saya :)

      Hapus
  2. jd ikutan semangat nih... www.ipung.net

    BalasHapus
  3. Mau ikut coba Ralali juga deh :)

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.