Sabtu, 24 November 2018

Day 5: Tipe-tipe Pengguna Media Sosial



Siapa yang tidak kenal Facebook, Twitter, Instagram, Blog, WhatsApp, YouTube di sini? Pasti tahu semua media sosial yang aku sebut tadi, iya kan? Lewat semua itu kita jadi mudah mendapat kabar tentang teman, sahabat, keluarga dan berita-berita yang sedang terjadi. Kita juga bisa berbagi informasi yang kita dapat ke mereka.

Perkembangan jaman emang udah berubah, kita tidak lagi memakai SMS, telpon untuk menghubungi seseorang tetapi kecanggihan teknologi memungkinkan kita berhubungan dengan beberapa orang sekaligus dalam satu aplikasi, bahkan bisa berhubungan dengan orang-orang yang sama sekali tidak kita ketahui sebelumnya.

Saya mengakui jika tadinya nggak terlalu mengikuti perkembangan media sosial yang sudah ada sejak tahun 2004. Hal ini disebabkan karena fasilitas teknologi nggak seperti sekarang (smartphone saat itu belum ada woy!).

Berbahagialah anak jaman now yang lahir udah bisa mainan smartphone bahkan fotonya udah langsung nampang di berbagai media sosial. Jaman aku masih bayi, jangankan ada komputer dengan sambungan internet, lihat tivi warna aja udah syukur (ketahuan nih, aku orang jaman apa, wkwkwk).

Berikut adalah TIPE-TIPE PENGGUNA MEDIA SOSIAL (versi saya).  Kamu masuk tipe yang mana?

 Selfie Mania

Ini adalah tipe orang yang sukanya selfie terus di-upload di akunnya. Dikit-dikit cekrek, upload terus nulis status, aku lagi makan bakso nih, aku lagi jalan di pantai, aku baru kerja, aku baru mau mandi, dll. Habis update status dia langsung cek berapa yang lihat, kalo belum ada dia bakal sibuk nge-tag teman-temannya. Waaa, kalo kamu punya teman kayak gitu gimana? Saya pernah sekali dapat teman seperti itu, pertama tak biarin aja. Udah deh, suka-sukanya dia aja tapi lama-lama notif-nya kok dia lagi, dia lagi. Ya udah langsung aku batal ngikutin tapi tetap berteman sih!


Tukang Nyinyir

Nah, ini yang paling bikin rame di social media. Rasanya perang mulut udah nggak jaman lagi kecuali di acara ILC, hehe. Kalo dulu ada peribahasa, Mulutmu Harimaumu maka sekarang adalah Jarimu Harimaumu. Kadang suka baca komen-komen di bawah status seseorang, ada yang isinya tuh mengkritik ini itu, apa pun yang dijawab oleh akun lain pokoknya salah, dia paling bener. Kesel deh!

Bila dilihat sih, kebanyakan akun tukang nyinyir itu akun palsu, akun baru yang nggak ada pengikutnya. Mungkin di sinilah hokum IT harus benar-benar bekerja supaya orang-orang yang bikin akun palsu ditangkap dan nggak membuat kekacauan di Indonesia.


Minta di follback tapi unfollow

Ada nggak di antara kalian yang diminta untuk follow sama sebuah akun yang tadinya memfollow kita tapi setelah difolbek sama kita eh, dia langsung unfollow kita. Ini sering banget terjadi sama aku, tiba-tiba ada yang follow, dia minta di folbek eh, setelah itu dia unfollow. Ya udah aku juga ganti unfollow dia, he, he. Impas kan? Tapi sayangnya di IG susah untuk melihat apakah sebuah akun yang kita ikuti tersebut menjadi followers kita atau bukan.


Cuma Stalking

Pengguna social media ini biasanya nggak pernah posting, jarang update status, jarang komen juga jarang like. Tapi jangan salah malah tipe-tipe seperti ini malah lebih update berita tentang apa pun. Lha, jelas kok dia rajin baca update-an status orang. Wkwkwk.


Cuma Scroll aja

Ciri-ciri pengguna social media yang satu ini adalah buka aplikasi, scroll terus, no comment, no like, no unlike, nggak pernah update status, nggak peduli ada berita apa, langsung tutup ponsel. Baru komen jika di-tag atau disebut namanya 


Giveaway Hunter

Selain giveaway, kuis, lomba tidak ada yang menarik bagi dia. Nggak heran jika di semua akunnya cuma isinya ikut kuis ini, giveaway itu, nulis blog juga untuk ikutan lomba. Tipe-tipe seperti ini biasanya enggan mengomentari hal-hal yang nggak ada kaitannya sama soal berburu hadiah. Oo, siapa itu? Ha, ha, ha.

Tipe-tipe selanjutnya mungkin bisa ditambah sendiri di rumah masing-masing versi kalian sendiri, tentunya! 

4 komentar:

  1. Bukan semuanya syukurnya hihi, kayaknya tipe-tipe diatas ini termasuk tipe yang hmm apa ya bahasanya? Kurang baik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Upps, iya juga. Harusnya judulnya diganti tipe-tipe pengguna medsos yg kurang baik? Tapi saya nggak mau bilang begitu karena bagi saya terserah mereka. Karena yg menurut kita nggak baik belum tentu sama dengan mereka.

      Hapus
  2. Kalau yang tipe biasa aja, nggak ada ya?

    BalasHapus
  3. Boleh Mbak tambahin, tipe biasa aja, hihi.

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.