Selasa, 11 Desember 2018

Day 22: Serius Mau Jadi Blogger Full Time? Ini Sisi Positif & Negatifnya

Halooo, ini tema hari ke-22. Jadi Blogger Full time atau Part time? Menarik sekali ya tema ini? Rasanya pengen blogwalking ke semua blog yang ikutan #BPN30daychallenge2018 ini deh!


Serius Mau Jadi Blogger Full Time?

Saya sendiri memulai bikin blog adalah sekitar bulan Februari 2016. Hampir 3 tahun ya? Awalnya saya cuma pengen menyimpan naskah-naskah cerpen kemudian mengikuti jejak kayak teman-teman yang sering menang giveaway kecil-kecilan sampai lomba ngeblog. Waktu itu saya tidak benar-benar menjadi blogger full time karena masih ada warung makan dan usaha kuliner lainnya. Di sela-sela kesibukan menyiapkan warung saya menulis.

Ternyata setelah pindah ke Jogja mengikuti suami kegiatan ngeblog saya makin aktif. Saya tidak lagi hanya mengisi waktu luang saat menulis di blog namun menjadi kegiatan yang rutin. Waktu yang dimiliki di Jogja benar-benar berlimpah karena tempat tinggal sekarang tidak memungkinkan untuk membuka usaha. Rencana untuk membuka usaha online pun masih ada di awang-awang alias masih impian.

Saya sempat ingin bekerja tetapi belum juga menemukan tempat kerja yang mau menerima, mungkin karena usia juga dan pengalaman kerja ikut orang tidak ada. Di bulan ini Puji Tuhan banget dapat kesempatan menghadiri sebuah event yang diadakan oleh sebuah produk shampo. Tak hanya pengenalan produk tetapi ilmu tentang personal branding membuat saya menjadi yakin ke mana sebenarnya Tuhan arahkan.

Sisi Positif Jadi Blogger Full Time

Menjadi fulltime berarti memang fokus kita ada di satu titik. Pekerjaan akan luar biasa hasilnya jika dikerjakan secara maksimal. Nah, menjadi Blogger Ful Time artinya hidup mati kita ada di situ. Kitalah yang bisa menjadikan Blogger sebagai sumber penghasilan.

Asyiknya jadi Blogger Full Time buat saya karena bisa mengatur jadwal kerja sendiri. Mau dari pagi sampai sore seperti pekerja kantor bisa, mau nulis malam hari ketika semua pekerjaan rumah tangga sudah selesai juga bisa. Mau nulis di rumah bisa, di taman, di mana saja bisa asalkan ada alat ketiknya dan jaringan internet yang kuat. Posting kapan saja bisa.

Menjadi Blogger Full Time juga bisa ikut setiap event yang diadakan saat jam-jam kerja seperti waktu ikutan Forum Komunikasi BNN kemarin. Kopdar dengan sesama blogger juga bisa. Ketika saya mulai mengenal blog banyak sekali yang saya pelajari. Paling tidak saya bisa terus belajar percaya diri, membranding diri saya dan tidak hanya jadi seorang istri yang cuma di rumah tanpa kegiatan.

Di saat mengikuti lomba ngeblog juga banyak sekali manfaat yang didapat seperti naiknya traffic blog, follower baru, kenalan baru, ilmu baru dan bila berhasil jadi juara maka reward yang didapat itu lumayan buat nyambung hidup kuota bahkan satu keluarga. Saya juga pernah dapat reward gratis nginep di hotel dari ikut lomba blog. Senangnya nggak kepalang. Wah, gimana rasanya yang sudah dapat hadiah smartphone, laptop dan tiket liburan ya?

Sisi Negatif Jadi Blogger Full Time

Yang jelas tidak bisa menentukan berapa penghasilan tetap kita tiap bulan kecuali kalo memang blog kita sudah besar dan dikunjungi banyak orang maka akan dapat penghasilan dari setiap iklan yang dipasang di blog. Kedua banyak orang curiga sebenarnya kita dapat uang dari mana? Jika nggak ada uangnya bakal dikira cuma mainan internet aja. Sebaliknya jika banyak uang malah dicurigai pelihara tuyul. Duh!

Image masyarakat terhadap blogger belum baik karena mereka masih didominasi dengan pemikiran jika orang bekerja ya yang terlihat seperti buka toko, kerja di luar rumah dan menjalani sebuah profesi yang terlihat seperti guru, perawat, dosen, pegawai bank, karyawan dan pelayan toko.

Harus displin dengan diri sendiri dan nggak boleh malas-malasan karena kalo nggak posting ya nggak bakal dapat apa-apa. Beda sama kerja ikut orang maka kita tinggal mengikuti ritme kerja dari tempat kerja kita dan mendapat penghasilan tetap dari sana.


Nah, serius kamu mau jadi Blogger Full Time? (Saya tanya pada diri sendiri). Ayo! Siapkan mental baja dan berjuang cari peluang ya!



4 komentar:

  1. Saya sedih sama yang curigaan mba. Padahal zaman berubah dan pekerjaan yang dulunya gak ada jadi ada.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Jaman sudah berubah sekarang jualan saja bisa dari rumah tanpa buka toko.

      Hapus
  2. iya, jadi kayak pelihara tuyul ya mbak. wkwkwk
    padahal kita tuh banting tulang membesarkan blog. itu ada effortnya. hiks.

    BalasHapus
  3. Iya bener, masyarakat belum liat ngeblog sebagai kerjaan. Suka sedih kalo sibuk sama laptop dikiranya gak kerja padahal..... T.T

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.