Minggu, 09 Desember 2018

Awas! Ada Peredaran Narkotika di Kota Jogja!

Kabupaten Sleman sempat menduduki rangking 2 dalam kasus penyalahgunaan narkoba pada tahun 2008. Dengan angka prevalensi 2,72% atau 68.980 penyalahguna usia 10 tahun sampai 59 tahun! Fakta yang disampaikan oleh Kepala BNN AKBP Siti Alfiah, S Psi., SH., MH ini benar-benar mengejutkan buat saya. Mengingat bahwa selama ini kota Jogja adalah kota yang paling nyaman buat siapa saja yang datang ke sini. 


Kehadiran saya di Forum Komunikasi Anti Narkoba Berbasis Media Online Bagi Netizen dalam Rangka Diseminasi Informasi Pencegahan dan Pemberantasan dan Peredaran Gelap Narkoba membuka mata saya yang selama ini menganggap bahwa narkoba itu hanya beredar di kalangan artis ibukota. Saya tidak akan tahu bahwa peredaran narkoba di Yogyakarta sudah sangat memprihatinkan jika saja tidak hadir dalam forum diskusi yang diadakan pada hari Rabu tanggal 5 Desember 2018 di Hotel Innside Yogyakarta. 

Bayangkan saja usia 10 tahun adalah usia yang termuda penyalahguna narkoba di tahun 2008. Bagaimana dengan kondisi terkini pengedaran narkoba di Yogyakarta? Dari penelusuran di internet saya menemukan beberapa berita tentang peredaran narkoba di Yogyakarta. Pada bulan Desember saja sudah ada penangkapan terhadap 3 pemuda dengan penyalahgunaan psikotropika pil jenis Alprazolam. Pada bulan April sampai Juni 2018 Polresta Yogyakarta menangkap 23 pelaku penyalahgunaan narkoba dari 20 kasus dengan 11 pemakai dan 12 pengedar. Barang bukti yang ditemukan ada 20, 63 gram, tembakau Gorila 34, 48 gram, Alprazolam 141 butir, Riklona 11 butir dan Pil Yarindu 1.418 butir (sumber: Tribun Jogja).

Bagaimana dengan tahun 2016 sampai 2017? Ternyata sudah ada 224 perkara dengan barang bukti sekitar 4 Kg narkoba berbagai jenis yang telah dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri Yogyakarta. 


Kondisi terkini itulah yang membuat Ibu AKBP Siti Alfiah ingin merangkul para blogger untuk mengkampayekan gerakan anti narkoba demi mewujudkan Sleman Resik Narkoba, Jogjaku Tanpa Narkoba. Halangan yang sering dihadapi oleh BNN selama ini adalah beberapa mitos yang beredar di masyarakat dan minimnya kesadaran bagi para pengguna untuk melapor ke pihak berwenang agar ditindak lanjuti dengan rehabilitasi. Umumnya setelah tertangkap polisi, mereka baru berkata sebenarnya saya ingin sembuh tapi terlanjur tertangkap. 

Di forum ini Ibu AKBP Siti Alfiah berpesan jika ada yang mengetahui bahwa di lingkungan sekitar tercium aktivitas mencurigakan terkait dengan penyalahgunaan narkoba laporkan saja ke BNN atau ke nomor kontak beliau di 0819 155 6666 9 biar mereka yang akan menyelidiki dan menindaklanjuti dengan rehabilitasi jika memang terbukti. Jangan bertindak sendiri karena sangat berbahaya bisa-bisa malah ikut terjerat narkoba. 

Bagaimana dengan penyalahguna yang ingin sembuh? Lapor saja ke IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor). TIDAK AKAN DIPROSES HUKUM karena institusi ini memang bergerak untuk menerima laporan pengguna narkoba dan memasukkan ke tempat rehabilitasi. Beda jika pengguna ditangkap polisi maka AKAN DIPROSES HUKUM sebab kepolisian yang memiliki kewenangan untuk menegakkan hukum. Hayo pilh yang mana? Melaporkan diri atau tunggu ditangkap? 

STOP PERCAYA MITOS 


Mungkin kita pernah dengar ada yang bilang nggak semua narkoba berbahaya, narkoba bisa membantu melupakan masalah, yang sakit hanya pemakainya saja. NO! Semua itu salah! Kenyataannya semua narkoba berbahaya, narkoba bukan jalan keluar dari masalah, yang dilukai bukan hanya pengguna namun orang lain juga. 

Siapa di sini yang pernah menyimak kisah cinta antara Roger Danuarta dan Sheila Marcia? Di tahun 2007-an mereka merupakan pasangan yang saya lihat serasi banget. Keduanya sama-sama sukses jadi bintang, cantik dan ganteng. Rencana pernikahan mereka pun sempat tersiar sebelum pada tahun 2008, Sheila Marcia tertangkap karena kepemilikan shabu. Beberapa tahun setelahnya Roger ditemukan tak sadar di mobilnya dengan jarum suntik tertancap di lengannya. Setelah ada kabar berita itu mereka tidak lagi terlihat di layar kaca. Tetapi syukurlah jika mereka sekarang sudah dipulihkan dari jerat narkoba. 

Saya termasuk penggemar mereka dan mengagumi kecantikan Sheila Marcia namun karena jerat narkoba prestasi mereka seolah ditelan bumi. Kejayaan mereka dengan cepat hilang lenyap bak ditelan bumi. Ini menggambarkan betapa narkoba itu bisa merusak kehidupan anak muda, menghancurkan hati orangtua, keluarga, teman-teman, mengacaukan keuangan bahkan bisa sampai merenggut nyawa penyalahgunanya. 

Fakta-fakta yang terjadi: 

1. Bisnis narkoba menghasilkan uang yang sangat besar.
Indonesia merupakan pasar terbesar penjualan dan peredaran narkoba di Asia karena populasi penduduk Indonesia yang banyak. Dan masyarakat Indonesia tidak pernah mempermasalahkan berapa pun harga narkoba asalkan barang ada akan dibayar. Misal Inex yang dulu harganya 80-100 ribu sekarang bisa dijual 600 ribu per gram. Bayangkan jika ada 1 ton Pil Inex masuk di Indonesia berapa uang yang akan hilang sia-sia dan berapa lagi anak bangsa yang akan jadi korban? (Sumber: Kompas.com). 

Kepala BNN Kab. Sleman mengatakan bahwa 1 gram narkoba jenis apa saja bisa merusak 5 anak bangsa dengan harga standar 1,2 juta per gram. Berita terakhir menyebutkan ada sekitar 1,6 Ton penyelundupan narkoba yang berhasil digagalkan. Lalu berapa banyak negara mengalami kerugian? Berapa lagi yang akan jadi korban nyawa karena narkoba? 

2. Narkoba mudah masuk melalui jalur sungai dan laut.


Pengedar memiliki 1001 cara agar dapat mendistribusikan barangnya ke berbagai tempat salahsatunya yang sulit dideteksi petugas adalah melalui jalan laut. 

3. Masih rendahnya kesadaran pengguna untuk sembuh. 

4. Tingginya angka coba pakai dan teratur pakai.

5. Maraknya peredaran narkoba dalam Lapas. 
HP yang dilarang di dalam Lapas adalah alat bagi bandar untuk mengendalikan bisnis narkoba di luar Lapas. HP yang dipakai adalah HP jadul yang merupakan warisan dari napi yang telah keluar. 

6. Peredaran sudah masuk ke desa-desa dan SD.
Satu lagi kenyataan yang sangat miris jika anak-anak SD pun sudah mengenal apa itu Pil Sapi. Kata ini merupakan sebuah sandi bagi tim BNN untuk mengatakan jenis obat penenang untuk pasien sakit jiwa. Mereka minumnya 1 pil per hari, tetapi penyalahguna biasanya mengkonsumsi sampai 5 pil. 

7. Modus operasi narkoba sudah berubah.
Ibu AKBP Siti Alfiah bercerita ada sebuah penemuan 3 Kg Shabu yang dibawa oleh dua orang wanita di Bandara Adi Sucipto. Shabu tersebut dimasukkan ke dalam dua koper dan disembunyikan lagi ke dalam barang-barang seperti sepatu, tas dan alat kosmetik. Satu dari wanita itu sedang hamil muda, dia mengaku disuruh oleh suaminya untuk berpergian bersama tantenya dengan membawa dua koper yang nantinya akan ditukar dengan koper lagi setiba di luar negeri. 

Hal yang sangat mengejutkan adalah ketika ditangkap, kedua wanita ini tidak terbukti memakai narkoba namun setelah sebulan dalam penjara dites lagi ternyata positif. Mereka terpapar narkoba justru ketika berada di dalam penjara. Beberapa bulan kemudian wanita ini melahirkan dan anaknya berkulit abu-abu. Ternyata suami wanita ini adalah orang Nigeria yang menikahi hanya untuk dijadikan pengedar narkoba. Miris sekali bukan? 


Apa sih Narkoba Itu?

Dari tadi kita membicarakan kondisi peredaran narkoba di Indonesia terus tanpa mengenal apa sih narkoba itu? Dalam Undang-undang No. 35/2009 tentang Narkotika dijelaskan Narkotika adalah zat/obat yang berasal dari tanaman atau bukan, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. 

Narkotika dibagi 3 golongan:
Golongan I: Tidak digunakan dalam pengobatan contoh: heroin/putaw. ganja, kokain, opium. MDMA, Met amfetamima, dll (147 jenis).
Golongan II: Digunakan dalam pengobatan. Contoh: Morfin, Pethidin, dll (91 jenis).
Golongan III: Digunakan dalam pengobatan. Contoh: Codein, Etil Morfin (Dionin) ada 15 jenis. 

Efek Negatif Narkoba


Stimulan: Memacu kerja organ tubuh seperti otak dan jantung, meningkatkan aktivitas tubuh contoh: Kokain, Shabu, Ekstasi dan Nikotin.

Depresan: Menekan sistem syaraf, memperlambat kerja tubuh. Contoh: Opium, Heroin dan Alkohol.

Halusinogen: Efek halusinasi , distorsi persepsi, pikiran dan lingkungan, rasa teror hebat dan kekacauan indera. Contoh: Ganja, LSD, Jamur Psilocybe Mushroom, Inhalansia. 


Selain dampak negatif di atas ada juga dampak kerusakan pada otak dan fisik.

Rokok Jembatan Menuju Narkoba

Kenapa rokok disebut jembatan menuju narkoba? Karena rokok mudah sekali disusupi dengan narkoba yang dicampurkan ke dalam tembakau. Vape yang merupakan rokok elektrik juga mudah sekali diisi dengan narkoba jenis cair. Inilah yang harus diwaspadai karena narkoba bisa saja masuk ke dalam tubuh kita tanpa disadari. Bila sudah terkena maka mau tidak mau harus membeli narkoba yang harganya sangat tinggi. 

Mengurangi konsumsi rokok juga memberikan efek bagi kesehatan, karena di dalam rokok ada kandungan zat beracun seperti Nikotin, Tar, Karbon Monoksida dan zat-zat berbahaya lainnya. Bahaya merokok yang lain adalah meningkatkan resiko terkena kanker, serangan jantung, stroke, gangguan reproduksi, kehamilan dan janin, impotensi. 

Jika dulu jenis narkoba hanya ada 53 jenis maka di tahun 2018 ditemukan ada 71 jenis namun baru 68 jenis yang telah diatur dalam Permenkes No. 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan narkotika. 

Upaya Pencegahan Narkoba yang Bisa Kita Lakukan 


Tidak mau kan generasi penerus bangsa ini malah dirusak kehidupannya karena narkoba? Oleh sebab itu fondasi keluarga juga harus diperkuat. Mulai saat ini pedulilah dengan lingkungan sekitar. Bila ada yang dicurigai terdampak penyalahgunaan narkoba dan sejenisnya laporkan ke BNN. Untuk wilayah Yogyakarta bisa juga menghubungi kontak Kepala BNN Kab. Sleman AKBP Siti Alfiah di 0819 155 6666 9. Jangan bertindak sendiri karena dapat mengancam nyawa sendiri juga pemakainya.

Adapun cara-cara untuk mencegah bahaya narkoba di lingkungan kita adalah:

1.  Kenali perubahan fisik, sikap & perilaku orang-orang yang berada di sekitar kita. 
2.  Kampanyekan perilaku hidup sehat.
3. Menginformasikan tentang bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
4. Peningkatan peran aktif masyarakat untuk ikut terlibat dalam Mencegah dan Menanggulangi Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.
5. Peningkatan Koordinasi Lintas Lembaga Pemerintah (BNN, Polri) dengan Masyarakat untuk Melakukan Pengawasan Terhadap Setiap Kegiatan yang Berpotensi Terjadi Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.
6.  Memberikan Upaya untuk Terlepas dari Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba bagi Pecandu.

Waspadai Rekrutmen TKI/TKW Oleh Bandar Narkoba

1. Direkrut langsung oleh bandar narkoba untuk dijadikan kurir dengan resikonya.
2. Direkrut dengan pendekatan berupa tipu muslihat, diperdaya, dijebak.
3. Dipacari, diajak nikah dan diajak jalan-jalan gratis.
4. Diajak kerjasama dengan keuntungan besar.
5. Dititipi paket oleh teman dekat, dipinjam alamat di rumahnya.
6. Meminjam nomor rekening bank atau ikut mentransfer uang.
7. Direkrut dari TKI/TKW yang sedang bekerja di luar negeri dan akan pulang ke Indonesia atau dikirim ke negara lain.
8. Modus Operandi peredaran Narkoba berubah-ubah.

Dalam sesi kedua ada Mas Iqbal Ali Daryono yang memberi materi tentang Teknik Penulisan yang Menarik di Sosial Media tentang Penyalahgunaan Narkoba. Mas Iqbal ini memberikan tips menulis supaya tulisan di blog itu menarik untuk dibaca mulai dari pemilihan judul yang menarik. Isi yang disampaikan kepada pembaca supaya tidak sekedar seperti informasi tentang narkoba biasa yang bisa ditemukan di artikel-artikel tentang narkoba, Intinya buatlah cerita narkoba yang menarik. 



Materi yang diberikan Mas Iqbal ini sangat berguna untuk penulis pemula seperti saya. Terlebih saya juga kurang pandai dalam menulis caption di sosial media. Ya, yang terpenting buat saya adalah terus belajar supaya apa yang saya tulis ini bukan sekedar tulisan garing namun juga bermanfaat bagi banyak orang. 


This entry was posted in

16 komentar:

  1. Bermanfaat sekali ya mb acaranya, dengan acara semacam itu para blogger jd ikut mengkampanyekan bahaya penyalahgunaan narkoba lewat tulisan.TFS mb..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya dengan adanya acara ini, saya jadi tahu bahaya itu ada di sekitar kita.

      Hapus
  2. Ngerinya narkoba ada yang dikemas dalam bentuk-bentuk yang familiar di mata kita terutama anak-anak. Manalah tau kalo itu sebenarnya berbahaya.. hiks..

    BalasHapus
  3. wah ngeri ya mba, dampaknya ternyata membahayakan generasi muda. Semoga kita bisa menyelamatkan org2 terdekat dari bahaya napza ini yaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, harus sosialisasi dampak negatif obat-obatan seperti itu.

      Hapus
  4. Beruntung banget bisa nyimak materi dari mas iqbal...

    BalasHapus
  5. Ckckckck bahayanyaaa kalo udah masuk ke pergaulan dengan narkoba gini. Kayak masuk lingkaran setan. SUSAH KELUARNYA. Huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngeri kalo udah terjerumus, banyak yang susah keluar.

      Hapus
  6. Memang mengerikan sekali penyebaran narkoba ini ya mbak

    BalasHapus
  7. Gara-gara ikut acara ini saya jadi tau kalau ternyata putri malu juga bisa memberikan efek halusinasi. Acara ini menurut saya sangat bermanfaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata ada efek berbahaya yang ada di sekitar kita ya.

      Hapus
  8. Resiko sebagai kota pelajar dan kota wisata yaa.. selalu jadi sasaran empuk industri narkotika, industri seks bebas juga sih. Semua lapisan masyarkat harus selalu ikut mengawal menjaga jogja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju Mbak, semua lapisan harus telibat.

      Hapus

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.