Minggu, 28 April 2019

Soal Follower Instagram

Halo? Siapa di sini yang masih belum punya Instagram? Kalau ada, saya katakan kamu beruntung nggak mengalami fenomena menyebalkan yang sering aku alami. Apa itu? Ya, apalagi kalau bukan masalah follow-memfollow.


Nah, pasti penghuni instagram tahu dong soal ini. Apa yang paling tidak lebih menyebalkan saat ada orang komen atau DM, "folback ya!". Trus aku folback dia, eh, nggak lama dia unfoll aku. Gemes nggak sih? Otomatis dong, saya unfoll balik. Besoknya dia follow lagi sambil DM kata-kata yang sama. Kali ini aku diemin aja, biar aja pasti dia akan unfoll aku lagi begitu sudah difollback.

Aku suka berdiskusi tentang hal ini sama suami. Apalagi jika pelakunya adalah orang yang kami kenal, orang biasa yang profesinya bukan selebgram, bukan penulis atau tokoh terkenal lain yang pengikutnya udah ribuan bahkan jutaan akun. Aku sering tanya kenapa sih dia unfoll? Sok-sokan deh, kayak artis. Nggak secara langsung sih. Cuman pas ketemu, aku bilang folback akun IG-ku dong. Lalu dia follow, eh, nggak lama dia udah unfoll lagi.

Kalau kata suami sih, mungkin bagi dia adalah sebuah kebanggaan jika yang diikuti sama yang mengikuti lebih banyak yang mengikuti. Jadi, kalau ada yang tiba-tiba follow, mending dicek dulu selisih antara pengikut sama yang diikuti berapa? Kalo lebih banyak pengikut daripada yang diikuti, apalagi selisihnya mencapai separuh lebih mending nggak usah ditanggapin. Biarin aja, karena kemungkinan dia akan unfollow kita lebih besar. Nggak mau dong di PHP-in lagi?

Gimana dengan akun intagramku? Sejauh ini perkembangan followerku lumayan naik. Bahkan jika dibanding dengan akun suami yang lebih lama dibuat, akun instagramku lebih cepat tumbuh. Bahkan saya sempat terheran-heran, pengikutku lebih banyak dari yang aku ikutin. Meski selisihnya nggak banyak. Jujur, aku nggak memfollow balik akun yang aneh-aneh atau isinya iklan produk yang nggak aku butuhkan.

Belakangan saya juga ikut loop-loopan biar nambah follower. Di situ saya sempat stress juga. Kenapa? Karena anggotanya kebanyakan olshop dan para endorse anak-anak, padahal saya pengen punya teman IG yang sama-sama blogger, suka masak, suka baca buku. Tapi, apa boleh buat jika mau difollow ya harus memfollow mereka. Dan aturannya nggak boleh unfoll, padahal ada beberapa diantara mereka yang nggak mau follow balik bahkan sampai sesi berakhir.

Lantas apa yang aku lakuin? Ya, bersih-bersih dulu sebelum sesi selanjutnya dimulai. Cek lewat aplikasi unfollow. Yang belum difolbek sama yang belum follow akan ketahuan. Apesnya, akunku justru dilaporin sama akun yang nggak follow aku di sesi sebelumnya. Duh, sebelnya dobel nggak sih? Padahal aku cuma ngebersihin akun yang nggak mem-follow aku. Celakanya akun yang melaporkan aku, follow di saat aku unfoll dia. Padahal saat itu, aku sudah follow lagi, hu, hu, hu.

Setelah hal itu terjadi, aku males ikut loop-loopan lagi. Mau ikut lagi sih, tapi dengan catatan, pesertanya bukan akun yang isinya aneh-aneh.

Belakangan saya baru tahu kalo ternyata satu akun Instagram itu dibatasi hanya bisa mengikuti 7500 akun saja. Sedangkan untuk pengikutnya tidak terbatas bisa sampai puluhan ribu. Kalau begini mau gimana lagi? Nggak bisa nyalahin yang punya akun puluhan ribu juga untuk folback jadinya.

Ya, itu ceritaku tentang follower, kalau kamu gimana?




2 komentar:

  1. Ga berani ikut loop saya, mbak. Tahu diri bahwa saya ga bisa online terus. Ga bisa follow akun olshop. Ga deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kalau ikutan loop harus online di jam tertentu itu berat juga. Kadang kelewat.

      Hapus

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.