Review buku kok bisa gitu?

Review Buku Kok Bisa Gitu? 

Judul Buku: Kok Bisa Gitu? 
Penulis: Fabian Budi Seputro
Penerbit: Diandra Kreatif/Mirra Buana
Cetakan I, Januari 2021
Tebal: 220 halaman 

Pencapaian Sate Ratu saat ini, bisa dibilang luar biasa, bukan bermaksud sombong, tapi harus diakui bahwa, tidak mudak untuk sampai ke posisi ini, hanya dengan modal 20 juta rupiah, tanpa suntikan dikemudian hari. 

Dan yang selalu saya yakini, bahwa sukses atau tidaknya sebuah bisnis, bukan hanya tergantung dari keputusan-keputusan besar yang kita buat, yang frekuensinya juga nggak sering-sering amat, tapi lebih dipengaruhi oleh rangkaian keputusan-keputusan kecil, yang kita buat sehari-hari. Rangkaian keputusan-keputusan kecil inilah yang menjadi arah bisnis. 

Jadi jangan mengira berbisnis itu sesusah itu..tapi juga jangan menganggapnya semudah itu..

Dagang sate tapi bisa punya pelanggan dari 85 negara? Disukai oleh para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Baru jualan dalam beberapa tahun tapi omzet sudah terbilang besar.

Pastinya kita akan bertanya-tanya apa sih rahasianya? Rasa penasaran kita akan segera terjawab dalam buku "Kok Bisa Gitu? Rahasia Memiliki Pelanggan dari 85 Negara" karya "Fabian Budi Seputro" sang pemilik Sate Ratu. 

Sang owner Sate Ratu memang suka berbagi cerita dan tak heran jika setelah sukses menulis buku pertamanya, kini beliau kembali menelurkan buku keduanya. 

Berbeda dengan buku pertama berjudul "Budi Seputro-Leaving the Comfort Zone" yang banyak mengulas perjalanan hidup. Di bukunya yang kedua, kita bakal diberitahu tentang seluk beluk Sate Ratu, awal mula berdirinya, kesulitan dan hambatan serta berbagai tips bagaimana mengembangkan bisnis sehingga mencapai titik keberhasilan. 

Awal Berdirinya Sate Ratu

Berdirinya Sate Ratu

Sebelum menjadi Sate Ratu, Pak Budi mengawali usahanya dengan membuka Angkringan Ratu bersama kawan-kawannya. Meninggalkan pekerjaan yang sebenarnya sudah membawa mereka ke dalam dunia kenyamanan.

Ada beberapa alasan mengapa akhirnya mereka mau membuka usaha sendiri salah satunya adalah untuk mewariskan sesuatu kepada anak, dalam hal ini mewariskan sebuah usaha atau minimal sebuah brand.  

Aku sendiri sudah sering mengunjungi Sate Ratu yang berada di Jogja Paradise dan pernah menulis review-nya Sate Ratu Bukan Sate Biasa. Tempatnya berada di ujung paling belakang, namun aroma sedap dari bakaran sate sudah menguar saat kita menginjak area halaman parkir Jogja Paradise. 

Bila kita rutin datang ke Sate Ratu, pasti cukup merasakan ada perkembangan yang signifikan pada warungnya. Bermula dari outlet kecil di area parkir lalu pindah ke belakang dengan ruangan yang lebih luas. Sate Ratu terus memperbaiki fasilitas ruang makan yang tadinya hanya indoor dengan kapasitas terbatas dan outdoor tanpa atap, jadi lebih rapi dan memiliki atap. Ruang membakar sate juga tertutup rapat sehingga pelanggan tidak perlu khawatir setelah keluar dari warung sate, bajunya bakalan bau asap.

Cerita Perjalanan dari Tahun Pertama Hingga Tahun Kelima 

Sate Merah

Tahun pertama adalah tahun yang cukup berat. Uji mental menurutku. Dan ini pernah aku alami ketika awal membuka usaha kuliner di rumah. Berbagai pikiran semacam "kayaknya bakat saya bukan di bidang ini deh, kayaknya produk yang saya jual salah dan kurang OK, kemahalan, lokasi nggak strategis, dll." 

Di bagian ini, Pak Budi menceritakan kesulitan awal berdirinya Sate Ratu. Bagaimana beliau mau terjun sendiri mengurus usaha, dari menyiapkan ayam, bumbu, membakar sate hingga melayani pembeli. 

Berbagai upaya promosi dan branding dilakukan secara cermat dengan konsep yang berbeda. Mulai dari target market, produk yang dijual hingga pada penjualnya berbeda. 

Salah satu ciri dari Restoran Sate Ratu adalah setiap pelanggan yang datang pasti akan disapa dengan ramah oleh pemiliknya. Hal inilah yang membuat para pembeli termasuk saya, jadi merasa dianggap tamu yang istimewa. Kita merasa bukan saja datang ke sebuah warung tetapi seperti bertamu ke rumah seseorang yang kita kenal. 

Rupanya strategi inilah yang diambil oleh Pak Budi dalam mengembangkan bisnis. Ditambah pengalaman mengelola bisnis hiburan premium, para pelanggan bisa menikmati pelayanan di atas standard service warung sate pada umumnya. Maka tak heran jika pelanggannya makin bertambah setiap hari. 

Di tahun kedua, mulailah Sate Ratu merekrut karyawan, bergabung ke komunitas sesama entrepreneur, mengurus perizinan, mengikuti berbagai pelatihan khusus UMKM dan mengikuti kompetisi yang diadakan oleh kecap Bango (2018). Meski belum juara, Sate Ratu berhasil menjadi salah satu dari 21 peserta dari seluruh Indonesia. Di sini, nama Sate Ratu mulai dikenal dengan skala nasional. 

Kegagalan adalah awal dari keberhasilan, Sate Ratu telah membuktikannya dengan menyabet gelar Juara Ngulik Rasa di kategori sate yang diadakan oleh Unilever. Di ajang kompetisi ini, Pak Budi bersama istri menyajikan menu baru yang disebut Sate Kanak. Untuk cerita detailya bisa disimak di Sate Kanak, Si Jago Ngulik Sate dari Jogja.

Bukan Tanpa Hambatan

Tamu Sate Ratu

Hambatan dan rintangan itu biasa dialami oleh para pengusaha. Nggak ada jalan menuju kesuksesan yang semulus jalan tol. Dengan bahasa yang santai, Pak Budi menceritakan kisahnya saat melewati kesulitan dalam mengikuti kompetisi memasak, mencari karyawan yang tepat, pemilihan bahan mentah hingga menghadapi para pelanggan yang sulit ditangani. 

Aku jadi ingat peribahasa, semakin tinggi pohon maka akan semakin besar angin. Sate Ratu makin ramai, makin banyak masalah yang muncul. Pak Budi menjabarkan beberapa seperti kedekatan dengan tamu agak berkurang, sering kehabisan stok di jam yang masih jauh sebelum outlet tutup dan hubungan dengan produk jadi kurang kuat.

Hubungan di sini, Pak Budi memberikan contoh seperti tanaman yang ditanam, harus diajak ngobrol, dicurhatin dan diminta berbuah.

"Di Sate Ratu, hubungan ini bisa terjadi misalnya saat memotong daging, membumbui, menusuk, membakar dan sebagainya. Saat Sate Ratu semakin ramai, kami sebagai pemilik agak kurang intens melakukan hal-hal ini. Seolah tidak berkomunikasi dengan produk!"
Hal 129.

Rintangan itu pun belum pergi ketika Sate Ratu sudah menginjak tahun ke-limanya saat pandemi Covid-19 melanda dunia. Berhasil mempertahankan usaha dengan tetap mempekerjakan karyawan meski restoran sempat tutup sudah berhasil dilalui. Tetapi masalah belum berakhir. Kini Sate Ratu dihadapkan dengan persoalan kontrak di Jogja Paradise yang tidak bisa diperpanjang lagi. Ya, mereka harus pindah tempat usahanya. Untuk tahu di mana tempatnya mari pantengin Instagram Sate Ratu. Aku udah intipin, tempatnya bagus. Lebih luas, lebih hijau dan instagramable. 

Kesan Saat Membaca Buku "Kok Bisa Gitu?"

Rahasia kesuksesan

Aku membayangkan bisa membaca buku ini sambil makan Sate Merah yang lezat, tapi nyatanya aku hanya sambil rebahan aja di rumah, he, he. Tapiii aku bersyukur, setidaknya mendapat bocoran bagaimana berbisnis kuliner yang nggak cuma jualan? Sate Ratu nggak cuma jualan sate ayam aja, tetapi sebuah brand yang berbeda. Kecintaan sang pemilik terhadap bidang usahanya bisa dirasakan bahkan saat menikmati produk-produk Sate Ratu yang terdiri dari Sate Merah, Sate Kanak, Ceker Tugel, Sate Lilit dan Kuah Kaldu Ayam. 

Di sini, kita mendapatkan jawaban kenapa Pak Budi tidak mau membuka cabang lagi? Kenapa tidak disarankan membeli Sate Ratu untuk dibawa keluar kota? Kenapa berani menjual bumbu Sate Merah dan tidak khawatir akan ditiru? 

Bukan hanya itu saja, aku juga mendapatkan nasehat-nasehat dalam berbisnis terutama kuliner. Akan sangat berguna sekali jika buku ini dibaca oleh anak muda yang baru memulai bisnis pertamanya. Aku bocorin sebagian rahasia kesuksesan Sate Ratu di sini ya! 

6 Hal Penting yang Harus Dipegang Saat Hendak Memulai Bisnis 

1. Berbisnis di bidang yang kita cintai  
2. Berinovasi
3. Miliki keinginan kuat didukung keyakinan kuat
4. Miliki ketangguhan
5. Jangan buru-buru ingin sukses karena bisa menghabiskan banyak sumber daya
6. Bangga dengan bisnis yang dirintis
(hal 162-163)

Untuk rahasia kesuksesan lainnya, kamu bisa membaca langsung buku "Kok Bisa Gitu? Rahasia Memiliki Pelanggan dari 85 Negara". Buku ini bisa dibeli langsung di outlet Sate Ratu atau IG @SateRatu dengan harga terjangkau. Yuk, investasikan uangmu di buku bisnis ini! 



17 Comments

  1. Jadi pengin beli satenya juga bukunya hehe

    Jangan cepat sukses mungkin itu yang harus dipahami ,karna banyaknya orang disaat membuka usaha penginnya cepet" up dan sukses, padahal salah besar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul harus bersabar intinya. Tekun dan telaten. Yuk Kak, buruan pesan bukunya lewat IG SateRatu :)

      Delete
  2. Waah ceritanya bener2 menginspirasi ya, semoga besok saya punya bisnis kuliner juga seperti bapak Budi, amin

    ReplyDelete
  3. salut buat orang2 yg berjuang dari nol dan bisa menjadi besar

    ReplyDelete
  4. Inspiratif. Orang sering melihat jadi pebisnis besar itu enak hidupnya, bebas finansial. Ternyata proses menuju ke arah itu luar biasa Lika likunya, bahkan melebihi karyawan kantoran pada umumnya. Mungkin itulah bonus dari perjuangan usahanya. Apalagi sekarang pandemi tentunya diperlukan tips agar bisnisnya tetap eksis

    ReplyDelete
  5. Sejak ngerasain sate ratu, aku jd mampir trus kesana tiap kali ke Jogja mba. Udh ga bisa berpaling LG hahahahah. Cinta mati Ama rasanyaaa! Pokoknya kalo makan sate ayam, belum ada yg ngalahin sate ratu sih. Masih tetep yg terbaik ;)!!!

    Kan jd kangen ke Jogja lagiiii :(

    ReplyDelete
  6. review buku tapi ini yang nulis kayak yang punya usahanya ya.. keren deh.

    ReplyDelete
  7. Wah benar sekali mbak, untuk sukses tidak hanya keputusan besar yang menentukan. Keputusan-keputusan kecil juga turut mengambil peran. Memang untuk sukses kita tidak boleh menyerah. Harus selalu bangkit jika ada kegagalan/halangan. Oya mbak, bukunya ini tentu sangat menginspirasi ya...utamanya bagi mereka yang ingin membuka bisnis

    ReplyDelete
  8. Selalu menarik membaca kisah sukses. Salut dengan semangatnya. Aku belum pernah cobain nih sate ratu

    ReplyDelete
  9. Salut sama owner sate Ratu yang berani meninggalkan zona nyaman demi masa depan keluarga, jadi pengen coba sate Ratunya deh :)

    ReplyDelete
  10. Ah, kapan pandemi berlalu. Kalau bisa mudik Jogja, saya penasaran pengen nyoba sate Ratu ini. Kayaknya udah bertahun-tahun pernah tinggal di Jogja kok belum tahu ini ya, kudet nih saya.

    ReplyDelete
  11. Kapan bisa ke Yogya, ya? Jadi penasaran dengan rasa Sate Ratu soalnya saya sering kecewa dengan rasa sate. Mana di Balubur Linbangan, Garut, belum coba kulineran padahal ada banyak tempat makan.

    Semoga ada umur, rezeki,dan kesempatan untuk menyanbangi Yogya.

    Salut dengan upaya Pak Budi merintis Sate Ratu dari nol sampai sekarang. Terobosan inovatif itu penting diniliki pebisnis. Termasuk saya juga ketika mengelola komunitas Indonesia Saling Follow.

    Perjuangan untuk menuju sukses jelas tidak mudah, yang perting berdoa dan pantang menyerah. 👍

    ReplyDelete
  12. belum pernah ngerasain sate ini mba Yus, duh pengen banget deh pagi-pagi lihat ini laper banget jadinya, bukunya judulnya monohok banget ya

    ReplyDelete
  13. makasih informasinya, dari foto terlihat sekali kalau sate ratu itu memang enak.. saya memang penggemar aneka sate dan malas kalau membuat sendiri karena ribet banget.. sate memang makanan sejuta umat yang nikmat

    ReplyDelete
  14. Ini satenya sih juara banget mbak. Walau berkali2 jajan keisni tetep gak bosen, juicy banget pokoknya. Buku keduanya asyik banget nih buat dibaca :D

    ReplyDelete
  15. Salfok sama satenya enak banget kayaknya ya...bisa order online ga ?hehehe . Terobosan pak Budi Inovatif ya salut dengan sang owner sate Ratu . Sukses terus ya usahanya

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar yang masuk akan melewati tahap moderasi terlebih dahulu, spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.