Memiliki mental pemenang

Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya (1 Korintus 9:24). 

Nggak berasa kita sudah mendekati akhir tahun, apa sajakah yang telah dicapai atau ada target yang masih tertunda? 

Kalo aku bersyukur banget ada banyak hal yang kulewati tahun ini dan tercapai. Salah satunya meraih DA 30++ di saat usia domainku baru satu  tahun. Sebenarnya target awalku itu 22 aja, tapi dapat bonus karena mengikuti Kelas Growthing Blogger sebulan penuh. 

Meski di pertengahan kelas aku nyaris pengen mundur karena capek dengan tekanan, tugas yang nggak kelar-kelar ditambah coach yang terus bikin deg-degan di setiap sesi kelasnya. Namun akhirnya pengorbananku bisa berbuah manis hingga bisa bertahan sampai akhir. 

Gimana rasanya bisa lolos ke materi akhir Kelas Growthing Blogger? Yang jelas senang, bersyukur dan speechless gak percaya ternyata aku bisa. Padahal aslinya aku nggak ada mental untuk jadi pemenang. Namun di sini aku berhasil jadi pemenang, meski sebenarnya kelas ini gak dilombain. 

Mentalitas Pemenang 

Aku yakin bahwa nggak ada orang ikut perlombaan nggak pengen menang. Begitu juga aku. 

Pemenang yang kumaksud di sini bisa berarti berhasil mengalahkan rasa takut, malas, keraguan dan memberikan motivasi pada diri sendiri. Bukankah kita semua sebenarnya sedang ada dalam pertandingan? 

Mau jadi seperti apakah kita dikenang ketika sudah pulang ke rumah Sang Pencipta? Apakah jadi seorang pemenang kehidupan? Atau kalah? 

Setiap hari ada saja masalah yang harus kita hadapi. Tugas kita adalah menyelesaikan setiap permasalahan dengan bijak. Entah akhirnya jadi pemenang atau pecundang itu semua bergantung ke diri setiap orang. 

Contoh masalah yang biasa kita hadapi adalah komentar orang yang pedas. Lidah memang tidak bertulang, tapi perkataan yang dihasilkan bisa masuk ke dalam hati, pikiran dan bikin baper seharian. 

Kita juga nggak bisa bilang, "ahh, diomong gitu aja kok sedih, nangis, memang kamu tuh baperan!" 

Hei, setiap orang punya mental dan sikap yang berbeda dalam menyikapinya. Ada yang sudah berdamai dengan diri sendiri, ada yang memiliki masalah lain yang belum selesai, sehingga mendapat omongan justru makin jatuh semangatnya. 

Cara Memiliki Mentalitas Pemenang 

Di sini setiap kita harus punya mental pemenang dalam menghadapi setiap persoalan atau masalah yang dihadapi. Bagaimana caranya agar kita menang dalam segala hal yang sedang dihadapi?  

1. Milikilah Semangat Baru

"Larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya" (1 Kor 9:24). 

Berlari di sini punya arti memiliki semangat. Coba lihat orang berjalan, yang nggak ada semangat pasti melangkah dengan perlahan, mengangkat kaki buat melangkah juga seperti diseret. 

Bandingkan sama orang yang bersemangat pasti langkahnya tampak cepat bahkan seperti berlari. 

Orang yang memiliki semangat pasti akan mengerjakan segala sesuatunya dengan sungguh-sungguh hingga memperoleh kemenangan. 

Orang bersemangat tidak mudah dipatahkan langkahnya oleh kata-kata dari orang lain. 

2. Memiliki Penguasaan Diri yang Baik 

"Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal." (1 Kor 9:25).

Untuk mencapai kemenangan harus pandai mengatur emosi. Ini penting biar saat menghadapi kesulitan atau hambatan kita nggak gampang marah, ngeluh dan menyerah. 

Belajar penguasaan diri ini menjadi PR buat aku yang masih mudah emosian. Kemarin aja nyaris nyerah ketika menyadari nggak bisa bagi waktu antara ngikutin kelas growthing sama ngurusin rumah, kerjaan sama suami. Rasanya tuh, bersalah banget mengabaikan suami hanya demi upgrade skill. 

Rasa capek emosional dan stress terus-menerus juga sempat bikin aku mau mundur. Tapi suami selalu mensupport agar aku harus selalu menyelesaikan apa yang sudah aku mulai. Kerjakan sampai akhir. Kuasai dirimu. Jangan menyerah. 

3. Fokus Pada Tujuan

Sebelum menjadi pemenang kita harus memiliki tujuan dan fokus untuk meraihnya. Tentukan tujuan kita.  Misal, mau sampai akhir ikut kelas growthing, menang lomba blog, ingin beli rumah, ingin menerbitkan buku, mau jadi penyanyi terkenal atau ingin jadi pengusaha? 

Setelah mengetahui tujuan yang ingin diraih, barulah fokus untuk mencapainya. 

Tujuanku mengikuti kelas adalah biar nambah skill, biar makin pede ketika mengajukan bid ke klien, biar blog makin sip. Jadiii aku harus fokus dengan itu. 

Tadinya aku juga mau ambil kelas blog juga dari tempat lain, tapi sadar aku nggak bisa membelah diri ke dua kelas. Jadi, aku putuskan untuk benar-benar fokus sama satu kelas. Selesaikan baru deh ikut kelas lain.

Untuk kerjaan aku juga gitu, fokus di satu bidang aja. Daripada multitasking terima job nulis, pesanan kue, buka toko online, dll tapi nggak ada yang benar-benar optimal buat apa? 

4. Disiplin 

Disiplin butuh latihan setiap hari. Butuh tekad kuat juga untuk disiplin. Beruntung selama ini aku selalu hidup teratur meski nggak kerja ikut orang. 

Ikut kelas growthing juga bikin aku disiplin bagi waktu. Nggak ada waktu lagi buat mikirin perkataan orang, ngegosip atau scroll media sosial nggak penting. Percaya atau tidak, kuotaku lebih awet di bulan September padahal hape-ku buat modem terus lho! 

Nah, itu tadi sharingku tentang bagaimana memiliki mentalitas sebagai pemenang. Semoga bermanfaat :)) 


0 Comments