Review mudik

Tentang Makna Mudik

Mudik atau pulang kampung di Indonesia merupakan hal yang lumrah. Biasanya terjadi ketika menjelang hari raya terutama Lebaran.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), mudik punya dua penjelasan. Pertama, (berlayar, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman). Kedua, pulang kampung ke kampung halaman.

Meski sempat menimbulkan kontroversi mengenai makna "mudik" beberapa waktu yang lalu. Lantaran Presiden Jokowi mengklaim bahwa mudik dan pulang kampung memiliki arti yang berbeda.

Ahh, sudahlah jangan pusingkan masalah mudik dan pulang kampung sama atau berbeda. Mari kita bahas tentang filmnya saja. Yuks!

Sipnosis Film Mudik

Film ini disutradarai oleh Adrianto Dewo. Tokoh utamanya ada Aida yang diperankan oleh Putri Ayudya dan Firman (Ibnu Jamil) sebagai suami Aida.

Mereka berdua sebenarnya sedang terlibat konflik, biasalah masalah rumah tangga. Biar gitu, mereka memutuskan buat tetap pulang kampung ke rumah ibunya Firman.

Bergantian mereka menyetir mobil dari Jakarta ke Jogja. Ketika hampir sampai, Aida menabrak orang. Merasa ketakutan, Aida memberanikan diri untuk datang ke rumah korban.

Di sana, mereka bertemu dengan Santi (Asmara Abigail) istri korban dan warga dusun yang menuntut ganti rugi. Di sana perjalanan mudik mereka sedikit terhenti ditambah konflik baru dengan Santi.

Akankah mereka mampu menyelesaikan semua konflik yang terjadi?

Pulang kampung

Memahami Kembali Makna Mudik


Mudik umumnya dilakukan jelang moment Lebaran. Ada yang memakai transportasi umum seperti bus, kereta api, kapal, pesawat. Banyak juga yang menggunakan kendaraan pribadi, mobil atau motor.

Faktor kelelahan dalam perjalanan, kelaikan kendaraan, hingga mengantuk setelah menempuh perjalanan panjang sering menjadi penyebab kecelakaan.

Dalam kasus Aida, penyebab kecelakaan dirinya bisa disebabkan karena sedang banyak masalah. Ditambah perjalanan mudik yang kurang nyaman. Sikap Firman sepanjang perjalanan juga cukup ngeselin menurutku.

Firman ini kan masih suaminya Aida, tapi selalu sibuk dengan telepon. Meski sedang menyetir, dia pasti sempatkan buat ngangkat telepon. Duh, kan bahaya banget telponan sambil nyetir?

Di awal film, konflik antara Aida dan Firman sudah terlihat dari sikap dingin di antara keduanya.

Meski setelah kejadian kecelakaan, Firman bersikap sebagai seorang suami yang melindungi istrinya.

Sayangnya, film Mudik ini terasa berjalan sangat lambat dengan durasi satu setengah jam. Walau cerita yang diangkat cukup menarik, mengangkat sebuah tradisi mudik di Indonesia dengan semua permasalahan yang dihadapi.

Mulai dari konflik keluarga yang sedang melakukan perjalanan. Suasana kegembiraan orang menikmati mudik, peristiwa di jalan, kembang api, masjid yang ramai. Film ini juga sekaligus memberikan rasa rindu dengan suasana mudik yang tak bisa dinikmati tahun ini karena pandemi.

Semua pemainnya juga bermain cukup baik dalam menggambarkan karaker dan emosi tanpa harus mengeluarkan banyak dialog.

Firman seorang lelaki dan suami yang ingin menyelesaikan masalah dengan cepat. Dia juga mencium adanya tindakan pemerasan yang dilakukan orang-orang desa.

Aida menggambarkan sosok wanita yang merasakan penderitaan sesama wanita. Ia cenderung memendam masalah dan ingin menyelesaikan segala sesuatunya sendiri.

Abigail pun tampak luwes dalam memerankan sosok wanita desa. Santi, istri korban sudah terlalu lama ingin melepaskan tekanan dari warga desa yang hanya ingin cari untung di tengah musibah. Ia juga mendalami peran sebagai janda dengan anak satu yang harus mengikis kesedihan dan terus berjuang mempertahankan dirinya.

Pada akhirnya penonton dibawa memahami apa sebenarnya arti mudik, kejujuran dan materi. Bagaimana sebaiknya suami istri menjalankan biduk rumah tangga dan kapan saatnya kembali berkumpul bersama keluarga.








3 Comments

  1. nonton film ini emosinya kaya ikutan masuk ke filmnya, relate sama kehidupan asli

    ReplyDelete
  2. belum nonton nih berarti di film ini gak di jelasin ya sebenrnya yang gak bisa punya keturunan siapa?

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar yang masuk akan melewati tahap moderasi terlebih dahulu, spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.