Meningkatkan Engagement

Pentingnya Engagement Instagram

Buat para penggiat media sosial pasti udah nggak asing sama yang namanya ER atau Engagement Rate, ya kan? Terutama yang udah memonetisasi akun Instagramnya, ER ini penting sekali buat mendapatkan job dari para klien. 

Namun kita kadang merasa jenuh dalam mengoptimasi Instagram. Penyebabnya yang pertama, karena Instagram kita tidak berkembang, like koment sedikit, follower nggak pernah nambah. 

Kedua, selama mengelola Instagram, kita tidak mendapatkan personal branding/niche dari instagram sendiri. Niche-nya masih gado-gado dan belum memiliki tema yang jelas,

Ketiga, kita buta terhadap algoritma Instagram yang sering berubah.Sehingga kita tidak tahu bagaimana membaca dan memahami audiwnce dan bagaimana konten kita bisa dilihat oleh banyak orang? DAn masih banyak lagi segudang persolan yang dihadapi untuk mengoptimasi Instagram.

Baca juga: Drama Follow Loop Instagram 

Dikutip dari Medium.com, Engagement Rate adalah sebuah indikator interaksi antara sebuah akun sosial media dengan penggemarnya di mana formulanya melibatkan jumlah komentar, like dan followers. Klien lebih memilih akun IG yang jumlah ER-nya tinggi, karena peluang untuk menjual atau menyampaikan informasi ke para pelanggan lebih besar dibanding dengan akun yang minim interaksi. 

Kali ini saya berkesempatan untuk belajar dalam Kulwap Meningkatkan ER bersama Connecting Mama bekerja sama dengan Mas Helga Indra, seorang Mobile Photography & Instagram Enthusias. Semoga setelah ikut kelas ini, saya bisa praktek buat meningkatkan engagement ig sendiri, he, he.

Mas Helga mulai bergabung di Instagram sejak akhir 2011 dan aktif sampai sekarang. Fokus mengembangkan konten pribadi di akun @hlga, aktif membuat proyek foto street fotografi berupa e-book di Karyakarsa bersama 2 orang temannya. Hampir seluruh foto diambil dengan menggunakan handphone, sekitar 95% dan sisanya memakai kamera digital. 

Instagram yang kita kenbal di awal sebagai platform fotografi kini mengalami banyak perubahan, banyak fitur-fitur yang baru. Bila di awal, hanya berisi konten foto dan video, sekarang mulai bermunculan konten viral, inspiratif dan banyak lagi. 

Kalo dulu sebelum ada algoritma instagram, jumlah followers adalah acuan utama pengguna instagram dalam indikator keberhasilan konten, sekarang instagram mengubah sistemnya dari chronological (urutan foto terakhir upload) menjadi algoritma yang fokus pada minat dan relevansi pengguna. Sehingga kita dituntut untuk mendapatkan engageent yang tinggi serta relevansi agar tetap bisa sesuai minat audience kita. 

Indikator keberhasilan konten Instagram adalah follower bertambah secara organik ditambah engagement meningkat. Semakin kita muncul ke permukaan, semakin kita aktif berinteraksi, maka audience akan jauh mengenal kita dibanding akun yang jarang berinteraksi. Semakin engagement meningkat, menandakan konten kita relevan dengan minat audiens.

3 Faktor Utama Algoritma Instagram 


1. Minat (Interest)

Instagram menampilkan konten berdasarkan apa yang kita sukai serta minat terhadap topik tertentu. Misal, kita tertarik dengan desain grafis, Instagram akan menampilkan konten tersebut dengan porsi lebih dibanding konten lain. Semakin relevan konten, maka konten akan ditampilkan paling atas pada feed kita.

2. Hubungan (Relationship) 

Unstagram akan menampilkan konten pengguna lain yang sering berinteraksi dengan akun kita. Interaksi bisa berupa komentar, likes, tag, share hingga dm. Setiap akun memiliki tampilan feed yang berbeda menyesuaikan intensitas interaksi kita dengan pengguna lainnya.

3. Waktu Posting (Timeliness of Post)

Konten terbaru tetap menjadi prioritas untuk ditampilkan asalkan konten itu relevan dengan kita. Selain itu, instagram juga melihat seberapa sering kita aktif di Instagram. Instagram akan mensortir konten berdasarkan tingkat relevansi untuk kemudian ditampilkan kepada kita.

Semua foto yang tampil di feed maupun halaman pencarian pada dasarnya ada pada faktor minat, interaksi dan waktu posting. Instagram akan menampilkan konten yang relevan dengan minat kita, seberapa dekat kita dengan pengikut lain dan postingan terbaru yang akan ditampilkan sesuai dengan jam aktif kita sekalipun konten itu sudah di-upload 1-2 hari yang lalu. 

Sesuai dengan faktor timeless tadi, dengan meng-upload foto pada jam aktif akan menambah peluang engagement lebih tinggi dibanding jika kita upload di jam sepi. Kita bisa melihat jam aktif audience pada menu insight meski nggak 100% akurat tapi bisa menjadi acuan untuk posting di jam tersebut.

Baca Juga: Cara Hemat Kuota Saat Nonton Video di Youtube

Strategi Membuat Konten untuk Meningkatkan Engagement


1. Konten Bermanfaat

  • Memberikan insight (wawasan baru)
  • Informasi yang relevan dan relate
  • How to dan trick
  • Bagikan pengalaman (story telling)
  • Relevan trend media sosial
  • Konten inspiratif
  • Ajakan, motivasi, quotes
  • Membuat mini-campaign

2. Aktif Berinteraksi

  • Luangkan waktu 15 menit sebelum dan sesudah posting untuk berinteraksi (komen & like) dengan akun lain yang relate/saling follow/follower baru
  • Balas semua komentar dengan memberikan pertanyaan balik
  • Like semua komen dan mention pada post maupun stories
  • Respon semua DM kecuali DM spam

3. Personal Branding

  • Menentukan niche
  • Optimasi hashtag yang relevan di bio
  • Selipkan keyword pada profile dan caption
  • Bahas topik yang kita kuasai
  • Upload stories setiap hari yang berkaitan dengan minat dan passion kita

4. Call to Action

  • Ajukan pertanyaan di caption
  • Gunakan fitur engagement di stories (pollong, kuis, dm me, question, challenge)
  • Buat headline caption yang menarik
  • Re-share postingan lama via stories
  • Maksimalkan fitur pinned comment
  • Semakin kita aktif=semakin orang tahu

5. Siapkan Waktu Bikin Konten

  • Konsisten itu susah
  • Manajemen waktu untuk berinteraksi
  • Manajemen waktu bikin konten (foto-edit & desain-bikin caption-upload)
  • Respon semua komen setelah posting
  • Jadwalkan posting (FB Creator Studio/draft dari Instagram)
  • Must have app: Snapseed, Canva, Photoshop di pc.

6. Evaluasi secara berkala

  • Evaluasi post & hastag
  • Evaluasi jam upload
  • Evaluasi caption
  • Evaluasi ide konten
  • Pelajari trend baru
  • Pelajari insight & statistik
  • Cari inspirasi (bisa ikuti trend yang ada)
  • Imperfect is good, terlalu fokus bikin konten yang perfect memakan waktu lama dan sering bikin insecure. Padahal dengan konten sederhana pun juga bisa. 

Sesi Tanya Jawab:


1. Apakah giveaway efektif meningkatkan engagement? 

Giveaway efektif dalam jangka pendek, bisa menambah follower dan engagement dalam waktu singkat. Kalo punya modal, bikin giveaway yang mudah persyaratannya dan hadiah banyak. Bikin per bulan/periode tertentu karena biasanya banyak audience yang unfollow kalo giveawaynya selesai. Syarat giveaway yang bikin nambah engagement tinggi adalah harus follow & tag/mention teman, apalagi jika harus repost banner. Cepat naik meski terkesan spamming.

2. Bagaimana cara menentukan niche?

Cara yang paling mudah adalah dengan menentukan niche itu sendiri dengan 3 pertanyaan: apa keahlian khususmu? Problem apa yang bisa kamu selesaikan dengan keahlian itu? Apa yang bikin kamu beda dengan yang lain dengan keahlian itu?

Niche ini bisa menentukan audience kita seperti apa? Misal niche mobile street photography, yang bikin beda, moto dengan hape. Berbagi tips motret, sharing pengalaman motret dan jualan e-book tentang mobile street.

3. Bagaimana bikin caption yang nggak kayak jualan?

Mungkin ini lebih ke soft selling y? Saya bakal nyeritain keunggulan produk yang saya jual di setiap postingan dan bahas apa kelebihan produk itu? Atau saya akan ganti kalimatnya dengan "yuk, kita belajar bareng street fotografi dengan mengeklik link di bio/dm. 

4. Bagaimana jika akun bisnis tapi sesekali juga ada post keluarga atau resep? Apakah akan membuat follower malah turun?

Di setiap postingan keluarga itu bisa diselipin value pada captionnya, entah sekedar share pengalaman, cerita kehidupan atau ajakan untuk berbuat kebaikan. Follower memang masih menjadi acuan, bahkan beberapa brand itu juga ngeliat jumlah follower kalo mau mengajak kerjasama. Caranya agar naik, cobalah berinteraksi dulu 15 menit sebelum dan sesudah posting. Pastikan juga konten kita memiliki nilai yang kuat dan tampil beda dengan yang lain. 

5. Seberapa efektifkah pengaruh hastag pada naiknya engagement?

Hastag berpengaruh untuk meraih jangkauan postingan kita, karena dengan memakai hastag, postingan kita akan muncul ketika orang lain mencari postingan dnegan hastag yang sama. Jangan memakai hastag yang bverulang berturut-turut misal 7 postingan seminggu, karena bisa dianggap spam. Imbangi juga dengan konten yang berkualitas. Berikan juga hastag yang relevan dengan isi konten.


Nah, demikian ringkasan Kulwap bersama Connecting Mama x Helga Indra. Semoga bermanfaat.


1 Comments

  1. Haai mba yus, berguna bangettttt tulisannya. Aku jadi ngerti di mana aku harus memperbaiki supaya ER IG ku bisa bagus. Kalo postingan sebisa mungkin aku konsisten di hari2 tertentu, Krn gabung juga dengan grub travelgram gitu.

    Kalo utk balas komen, like, itu sbnrnya udah dari dulu aku lakuin. Tapi berbeda dgn blogku yg memang udh punya Niche, utk IG aku berkesan bebas. Kdg trveling, kdg kuliner, kdg gambar lucu2 dll :D. Mungkin itu juga yg bikin jumlah followerku blm terlalu banyak :D.

    Tapi aku ttp pengen bisa ngerapihin feed ku , pelan2, juga ngelakuin beberapa tips yg mba tulis di atas :D. Supaya bisa makin banyak follower nya

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar yang masuk akan melewati tahap moderasi terlebih dahulu, spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.