Sate Ambal
catatanyustrini.com

Sate Ambal 

Pernahkah teman-teman mencicipi Sate Ambal atau sekilas mendengar namanya? Sate Ambal merupakan salah satu makanan khas dari salah satu kecamatan yang ada di Kebumen. Namanya sudah terkenal di antara para pecinta kuliner nusantara. Maka tak heran jika yang makan di sana kebanyakan dari luar kota Kebumen. 
Pada musim mudik tahun lalu, aku bersama suami kebetulan melintas di Jalan Daendels untuk mudik Lebaran ke Purwokerto. Aroma khas dari daging ayam yang dibakar inilah, yang membuatku tak tahan untuk segera mampir ke salah satu warungnya. Padahal sebelum berangkat kami sudah sarapan terlebih dahulu.

Di sepanjang jalan Daendels yang merupakan jalur Jogja-Purwokerto ini memang berjejer Warung Sate Ambal. Ada yang kecil dan cukup besar sehingga muat untuk parkir mobil atau bus. Baik di sebelah kanan atau kiri jalan ada. Jadi tidak perlu repot untuk menyeberang jalan, cukup pilih saja warung yang searah.

Tak perlu khawatir salah pilih warung, karena semua menjual sate dengan harga yang relatif murah. Rasanya pun enak. Ada juga yang menyediakan Sate Kambing selain Sate Ayam tapi yang khas di sini adalah Sate Ayam Ambal. Umumnya sate terbuat dari daging ayam kampung.

Lauk Sate memang sangat menggoda selera. Baunya yang harum ketika dibakar membuat hati tidak sabar menunggu. Belum lagi jika sate disajikan bersama irisan lontong, ketupat atau nasi putih. Jangan lupa harus pakai bumbu satenya. Hmm...semuanya pasti makan dengan lahap!

Keistimewaan Sate Ambal



Sate Ambal
dokpri 
Sepintas tidak ada yang terlihat menonjol dari Sate Ambal ini. Penampakan Sate Ambal hampir sama dengan sate-sate ayam pada umumnya. Namun jika dicermati dan dirasakan, ada lho perbedaan yang cukup signifikan dari Sate Ambal. 

Yup, betul. Bumbunya bukan terbuat dari kacang! Aku pun sudah curiga ketika menemui bumbu pelengkap Sate Ambal. Barulah setelah menelusuri internet, aku tahu bahwa ada yang istimewa dari Sate Ambal ini.

Bumbu pelengkap Sate Ambal merupakan sebuah ciri khas dari daerah Kebumen yang membedakan dengan sate dari daerah lain. Tidak seperti Sate Ayam pada umumnya yang menggunakan bumbu kacang, Sate Ambal justru memakai bumbu tempe yang dihaluskan sebagai pelengkapnya. Hmm, jadi lebih sehat nih!

Tempe direbus bersama dengan cabai rawit, cabai merah dan bawang hingga matang. Selanjutnya, tempe dan bumbu-bumbu dihaluskan dengan blender, masak kembali sampai agak mengental. Bumbu sate ini memang dibuat tidak terlalu kental malah terkesan encer. Sekilas memang mirip dengan saus kacang tapi lebih merah dan encer. Dalam penyajiannya bumbu ini ditaruh terpisah dengan satenya di sebuah mangkok.

Bumbu sate yang terbuat dari tempe ini akan semakin lezat bila disuguhkan bersama Sate Ambal yang tak kalah enak. Untuk membuat satenya sendiri, membutuhkan proses yang agak lama agar menghasilkan rasa sate yang lezat. Maka tak heran tanpa bumbu pun, satenya sudah cukup lezat dimakan sebagai lauk. Dagingnya juga terasa juicy, ada rasa rempah-rempahnya dan lembut. 

Daging ayam harus dimarinasi dulu dengan bumbu rempah-rempah yang sudah dihaluskan. Bumbu rendaman Sate Ambal terbuat dari bawang merah, bawang putih, gula merah, kemiri, jahe, kunyit, merica, ketumbar dan garam. Bisa juga ditambahkan pala dan jintan.

Proses perendaman dilakukan selama 1 jam, malah aslinya 2 hingga 5 jam sampai bumbu meresap, ayamnya pun menjadi lebih empuk, lembut dan juicy ketika dimakan. Selanjutnya daging ayam akan dibakar seperti sate biasa sampai matang. 

Porsinya pun cukup besar, jika umumnya sate dijual dengan 10 tusuk per porsi, maka Sate Ambal per porsinya berisi 20 tusuk. Oleh karena itu, aku dan suami cuma pesan 1 porsi untuk berdua. Harga Sate Ambal berkisar 36 sampai 50 ribu per porsi tergantung jenis ayamnya, mau Ayam Kampung atau Ayam biasa. Tapi menurutku sih, lebih enak Sate Ayam Kampung, karena dagingnya lebih gurih. 

Nama Ambal sendiri, diambil dari nama daerah di Kebumen. Warung Pak Kasman Asli merupakan pelopor Sate Ambal. Pak Kasman ini adalah cucu dari  Pak Samikin, pencipta Sate Ambal.

Jadi jika kamu melintas atau sedang berada di Kebumen, jangan lupa untuk mencicipi kelezatan Sate Ambal ini.

14 Comments

  1. aduh keliatannya enak banget ya. Apalagi harganya juga ramah di kantong neh mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak kelihatannya, emang enak ini, hi, hi.

      Delete
  2. Wah deket dari rumah, tapi belom pernah ke sampean ke sana. Baru ngrasain soto entog doang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada Soto Entog juga ya di Kebumen? Wah belum pernah ngicipin.

      Delete
  3. Waaah baru pertama kali inii mbak denger tentang sate ambal, menarik buat dicobaa nih mbak apalagi bumbunya juga beda. Seporsi 20 tusuk cukup buaat satu keluargaa sampai kenyaang 😁😁😁 semoga pandemi ini segera berakhir biar bsa main" ke kebumen buat incipin sate ambal hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, amin ya semoga pandemi ini cepat berlalu, udah kangen jalan-jalan kulineran lagi nih!

      Delete
  4. klo bumbunya dari tempe tentunya aman untuk nyobain sampe 20an tusuk nih

    ReplyDelete
  5. Baru dengar ada sate Ambal di Kebumen. Bumbunya beda, kebayang enak. Setahuku baru bumbu kacang dan bumbu kecap aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa ini bedanya Sate Ambal dari sate biasa

      Delete
  6. Baru dengar Sate Ambal, jadi penasaran gimana rasanya sate pakai bumbe tempe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang jelas enak Mbak, he, he. Gurih dan sedikit pedas.

      Delete
  7. Wow, per porsi sate ambal ini 20 tusuk ya jadi bisa buat berdua. Harganya menurutku sih sesuai ya. Biasanya 10 tusuk sate biasanya bisa 25K. Istimewanya bumbunya pakai tempe. Kudu dicoba nih kapan2 kalau lewat Kebumen.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya jadi berdua cukup pesan 1 porsi sate saja :)

      Delete

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar yang masuk akan melewati tahap moderasi terlebih dahulu, spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.