Minggu, 02 Juni 2019

Yang Seharusnya Jadi Moment Terbaik Ramadan

Tahun 2019 adalah tahun yang begitu istimewa, karena beberapa hari raya keagamaan jatuh berdekatan dengan moment penting pilpres. Bagi umat nasrani, Minggu Paskah bersamaan dengan minggu diadakan Pemilu. Hari Rabu nyoblos, Kamis putih, Jumat Agung dan Minggu paskah. Sedangkan tanggal 19 Mei adalah hari Waisak bagi umat Hindu.


Sedangkan pengumuman KPU untuk hasil perhitungan suara dilakukan tanggal 21 Mei yang jatuh saat umat Islam masih berpuasa.

Sayang sekali yang seharusnya jadi moment penting dan istimewa itu, diwarnai dengan aksi kerusuhan dari pihak yang tidak bertanggungjawab. Kubu dari oposisi pun tidak mau menurunkan tensinya mengingat bulan ini adalah bulan yang sangat sakral untuk mendekat pada Sang Pencipta.

Hoaks pun merebak tak terkendali di sosial media hingga pemerintah dengan bijak membatasi WhatsApps, Instagram dan Facebook. Saya pun sebenarnya agak merasa terganggu karena pekerjaan saya, kebanyakan menyangkut sosmed dan WA.

Tapi saya mencoba ikhlas. Meski sebenarnya dalam hati juga mengutuk orang-orang yang nggak mau legowo menerima hasil KPU. Saya tahu betapa lelahnya anggota KPU dan para relawan untuk mengawal surat suara agar tidak terjadi kecurangan, tapi kok ya mereka sebelum ada hasil saja sudah bilang mau menolak. Ya, Tuhan. Betapa mereka haus kekuasaan. Yang lebih gila lagi, pendukungnya yang begitu gila-gilaan membela mereka.

Bisa dikatakan mereka telah menodai kesucian bulan Ramadan ini. Saya tidak bisa berbuat banyak selain berdoa untuk negeri ini agar tidak terpecah belah oleh orang licik yang hanya ingin mencari keuntungan sendiri. Dan semoga umat beragama di Indonesia makin rukun dan bergotong-royong menjaga NKRI.

Kalau boleh saya berandai-andai, mumpung masih ada beberapa hari sebelum hari kemenangan tiba. Saya berharap Pak Jokowi dan Pak Prabowo bisa bertemu dan bersilahturahmi. Nggak peduli siapa yang mulai duluan, mari saling berjabat tangan erat menjaga kedaulatan NKRI ini.

Yang suka nyebar hoaks juga cepat bertobat. Stop bikin hoaks lagi. Para provokator segera ditangkap dan diadili. Para korban aksi 22 Mei juga segera diselidiki penyebab kematiannya. Dan semua dijelaskan di hadapan publik sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman terhadap pemerintah.

Jadikan bulan Ramadan 2019 ini penuh moment yang membahagiakan dan penuh sukacita. Amin.






0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.