Rahasia menikmati hidup bahagia dan rileks

Hai Sobat Catatan Yustrini, setuju nggak kalo aku bilang semua orang pasti pengen bisa selalu hidup bahagia? 

Tapi definisi kebahagiaan tiap orang kan beda-beda. Ada yang bilang, bahagia itu kalo bisa kumpul keluarga. Ada yang bilang, 'aku bahagia banget bisa karir yang bagus', 'punya pasangan setia', atau ada yang bilang 'ahh, aku bahagia kalo udah punya rumah dan mobil'. Benarkah demikian? 

Definisi Kebahagiaan itu Apa Sih? 

Dikutip dari Wikipedia, kebahagiaan adalah keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kecukupan hingga kesenangan, cinta  kepuasan, kenikmatan atau kegembiraan yang intens. 

Jadi kebahagiaan itu ada jika disertai dengan perasaan cukup, menikmati dan ada kegembiraan. Sungguh berkat yang luar biasa jika kita bisa menikmati kehidupan yang sudah diberikan Tuhan untuk kita. 

Masalahnya ada banyak orang malah membuat hidupnya sendiri menjadi kacau. Dan merasa bahwa ia masih tidak bisa enjoy dan selalu merasakan kesusahan. 

Intip Cara Pandang Orang Kaya di Indonesia

Beberapa waktu lalu aku sempat nonton Youtube-nya Merry Riana dan Boy William. Di video itu, mereka mewawancarai wanita-wanita cantik dan super kaya. 

Siapakah mereka? 

Pertama, Jessica Tanoesoedibjo yang diwawancara oleh Merry Riana. Tentu kita udah kenal dong sosok putri dari salah satu deretan konglomerat di Indonesia ini. 

Nah, dalam video itu, Jessica mengungkap bahwa dirinya sejak kecil nggak pernah merasakan apa yang namanya kekurangan uang atau barang apa pun. Semua serba berkecukupan bahkan dirinya harus belajar berbagi dengan sesama. 

Apakah hidupnya berjalan mulus? 

Tentu saja tidak, dia pernah merasa hampa saat kuliah di luar negeri. Bahkan nggak tahu apa tujuan hidupnya? Beruntung di keluarganya dibiasakan hidup selalu dekat dengan Tuhan, sehingga dirinya tidak lama-lama larut dalam kegalauan.  

Dan dia sekarang dipercaya jadi direktur di salah satu stasiun tv milik ayahnya. Masih muda banget namun dia merasa bahwa tanggung jawabnya justru makin besar. 

Ia nggak cuma bertanggung jawab sama ayahnya namun sama semua orang yang bekerja dengannya. Jadi yang masih suka iri, kenapa dia dikasih banyak dan aku enggak bisa mulai mengubah cara berpikir yang lama. Ingat dikasih banyak, tanggungjawab makin besar. 

Wanita kedua yang menarik perhatian aku adalah Valencia Tanoesoedibjo. Nah, ada yang menarik dari kata-kata yang diucapkan Valencia, saat dia berbincang dengan Boy William. 

Valencia berkata, kalo jadi anak orang kaya justru bebannya lebih berat. Jika berhasil, orang bakal ngomong, ya iyalah lu berhasil karena orang tua lu kan sukses. Dan jika gagal, ih gimana sih lu gak guna banget, masa hidup lu gagal kan orang tuamu sukses. 

Nah, kan...jadi siapa bilang hidup jadi orang kaya itu selalu enak. Beban dan tanggung jawabnya besar. Makin terkenal makin banyak mata yang memperhatikan. Salah dikit jadi omongan netizen. 

Banyak juga anak orang kaya hidupnya nggak karuan karena tidak bisa mengemban amanat kekayaan yang ada padanya. 

Dan yang ketiga adalah ibunya mereka yaitu ibu Liliana Tanoesoedibjo. Kalo ibu yang satu ini panutan banget buat aku. Udah kaya, cantik, awet muda dan kelihatan anggun. 

Kata yang menarik dari beliau adalah bukan uang yang membuat kita happy, tapi ketenangan. Bukan apa yang kita miliki namun apa yang dapat kita berikan ke orang lain. 

Menariknya saat ditanya, apakah anak ibu harus dapat pasangan konglomerat juga? Jawabannya menarik, pertama harus takut akan Tuhan dan cocok sama anak saya. Dan bukan hanya jadi pasangan aja namun bisa menjadi kawan sekerjanya juga. 

Jangan ada orang ketiga. Munculnya orang ketiga karena istri atau suami nggak bisa diajak curhat. 

Nah, kan? Jadi kalo mau curhat, jangan sama istri/suami orang ya! Tapi sama pasangan masing-masing. 

Satu lagi, ibu Liliana juga berpendapat kalo anaknya dapat artis ya, tengok dulu apakah kehidupan pribadinya kacau nggak? Jangan sampai (anaknya) masuk ke kehidupan yang kacau. Dunia ini udah cukup kacau. Dibikin simple aja, nggak usah dibuat ribet. 

Ya, banyak sih hidup artis yang kacau. Seakan mereka kurang bersyukur dengan apa yang udah didapatkan. 

Punya karir bagus, uang banyak, suami/istri mendukung, eh, selingkuh. Ya alamat deh, semua hancur. Dan jadi bahan bully satu negara, he, he. 

Cobaan bukan hanya saat kita dalam keadaan kekurangan tapi saat berada di puncak popularitas, iman kita diuji. Kuat nggak sama godaan harta, tahta dan wanita. Jangan sampai kayak di drama Penthouse deh! 

Gara-gara ambisi, jadi menghalalkan segala cara untuk mendapatkan segalanya. Padahal orang yang tinggal di Hera Palace semuanya tajir-tajir. 

Belajar Mencukupkan Diri dengan Apa yang Ada 

Mencukupkan diri di sini bukan berarti kita nggak punya visi untuk meningkatkan kualitas hidup lho! Tetapi bagaimana dengan segala apa yang sudah kita miliki bisa terasa cukup. 

Mencukupkan diri artinya jangan memaksakan diri melebihi kemampuan, tidak besar pasak daripada tiang. Banyak orang ketika merasa usahanya sudah mulai sukses, ia berambisi langsung memakai uang usaha untuk kepentingan pribadi. 

Merasa penghasilannya banyak, ambil kredit sana-sini. Nggak tahunya ada corona dan bikin usahanya mandeg. Akhirnya dia dikejar-kejar utang. Stress, kerja nggak fokus dan timbul sakit-penyakit. Gimana mau bahagia kalo hidupnya nggak tenang? 

Menikmati Hidup Bahagia Tanpa Utang

Tadi pagi aku nemu twit bunyinya, "nggak punya utang/cicilan itu nikmat. Serius deh."

Setuju nggak sama twit tersebut? Kalo aku setuju! Kenapa? Aku pernah ngalamin punya utang banyak dan bikin aku stress berat. Kayaknya seumur hidup tuh nggak pernah selo buat nggak mikir cicilan, hu, hu. 

Udah kenyang aku sama mamaku dikejar-kejar debt collector. Sampai trauma kalo ada orang pake jaket hitam. Ya, sampai separah itu. 

Tapi...kalo nggak utang, nggak bisa jalanin usaha, nggak bisa punya rumah/mobil/barang-barang.

Nggak punya utang hidup terasa membosankan, nggak ada dorongan buat kerja lebih keras.

Oke, oke bagi kalian yang suka utang silakan. Kalo merasa hidupnya kurang tantangan jika nggak ada cicilan. Atau merasa ahh, ngapain bayar cash kalo bisa nyicil? 

Rugi dong, langsung keluar uang banyak. Kalo dicicil kan, uangnya bisa buat yang lain dulu. 

Dulu aku punya pandangan yang seperti itu. Namun ada suatu kebenaran firman Tuhan bahwa, kita akan diberkati dan tidak akan meminta pinjaman bahkan sebaliknya akan menjadi pemberi pinjaman. 

Ulangan 28:12 TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman. 

Roma 13:8
Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.

Tetap Rajin Bekerja 

Rajin bekerja itu harus. Jangan kalah sama semut yang selalu bekerja mengumpulkan makanan. Mungkin kita juga bisa belajar dari semut, di mana mereka menyimpan makanan untuk musim dingin. 

Sisihkan penghasilan untuk ditabung, bayar cicilan (kalo ada) dan jangan lupa *persepuluhan. Sedikit menurunkan gaya hidup dengan nggak ikut-ikutan teman nggak mengapa. 

Jangan mudah terintimidasi untuk mentraktir teman padahal keuangan baru kacau, cicilan masih numpuk, bahan makanan habis. Biarlah dijauhi teman tapi keluarga tetap kecukupan. 

Dengan demikian kita bisa menikmati hidup dengan perasaan  yang rileks dan nyaman. Kurangi permusuhan, iri hati dan senantiasa bersyukur. 



Referensi: 
- https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kebahagiaan
- https://youtu.be/lwDQmAaiZZs
- https://youtu.be/msp_w6GR2VA
- https://youtu.be/1JApyLyO8Gk
‐ Seri kotbah gbika.org Rileks dan Nikmati Februari 2021
- kutipan Alkitab 
*perpuluhan= kegiatan memberikan 10% dari penghasilan ke tempat ibadah/gereja



2 Komentar

  1. Tetap bersyukur dengan keadaan yang dicapai saat ini, pasti merasa bahagia.

    Kurang bersyukur? Tinggal lihat orang yang nasibnya tidak lebih baik dari kita, masih banyak.

    BalasHapus
  2. belajar mencukupkan diri dengan apa yang ada, aku setuju mbak.
    Apa yang kita miliki sekarang dengan jerih payah selama ini, patut disyukuri pastinya
    aku nonton yutub boy sama valencia mbak, dan kereennnnn
    meskipun anak konglomerat tapi nggak neko neko

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar yang masuk akan melewati tahap moderasi terlebih dahulu, spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.