Jumat, 28 September 2018

Baturraden Tempat Penuh Sejuta Kenangan

Aku sangat menyukai kota Purwokerto, sewaktu aku masih kecil pernah bermimpi untuk bisa tinggal di kota ini. Dan ajaib Tuhan mengabulkan keinginan itu setelah belasan tahun berlalu. Kenapa saya suka dengan kota ini? Entahlah, seperti ada spirit yang tertanam dalam suasana Purwokerto yang berada di dekat tempat indah bernama Baturraden. Jika saya dan mama berjalan-jalan ke kota (demikian kami menyebut Purwokerto) selalu merasakan hawa dingin yang sejuk. Puji Tuhan setelah kami tinggal di Purwokerto, kami bisa mengunjungi Baturraden kapan saja karena letaknya lebih dekat ketimbang kami dari Kroya. Beberapa tahun setelah tinggal di Purwokerto ternyata saya harus pindah ke Yogyakarta, membuat saya jadi jarang ke Baturraden lagi.

Baturraden tempat sejuta kenangan


Anak Tangga di Kebun Raya Baturraden.
Nggak cukup sehari jika kamu ingin mengunjungi semua tempat di Baturraden, mulai dari Wana Wisata Baturraden, Kebun Raya Baturraden, The Small World, Telaga Sunyi, Pancuran Pitu, Pancuran Telu, Curug Gede, dan yang terbaru ada Caping Park. Menikmati udara sejuk pegunungan dan pemandangan yang indah bikin betah. Beberapa kali saya pergi ke tempat ini dengan keluarga, saudara, calon suami dan calon mertua waktu itu, ha, ha. Yang paling sering ya sama suami yang kala itu masih berstatus jadi pacar.

Awalnya, saya mengajak suami ke Baturraden karena ingin mengenalkan ini lho, kota saya nggak kalah kan sama tempat lain? Tapi ternyata justru cinta kami bersemi di Baturraden. Padahal menurut mitos masyarakat sekitar, pasangan muda-mudi yang pacaran di Baturraden akan putus. Puji Tuhan mitos itu nggak berlaku buat kami. Mungkin hanya untuk pasangan yang pacarannya sudah melebihi batas ya.
Foto kami saat masih pacaran.
Masa pacaran, kami sering ke Baturraden setelah pulang dari gereja. Berjalan-jalan menyusuri anak tangga yang lumayan bikin keringat mengucur dan perut lapar. Membeli sate kelinci jadi andalan kami. Pernah kami pagi-pagi ke Baturraden hanya untuk sarapan sate kelinci lalu pulang lagi. Ha, ha, ha. Tapi yang namanya pacaran ya tetap asyik. Tak disangka semua itu sekarang jadi kenangan yang indah untuk diingat.

Kenangan Indah Bersama Keluarga Di Baturraden


Lebaran kemarin saya dan suami pulang ke Purwokerto. Mama dengan semangatnya mengajak kami jalan-jalan ke Baturraden pagi-pagi naik motor. Jadilah hari itu kami pergi ke Baturraden dengan 2 motor. Satu saya dengan suami, yang satu lagi mama sama kakak laki-laki saya. Untuk menghemat supaya nggak jajan di sana, mama membawa bekal nasi ayam untuk kami semua. Wk, wk, wk. Maklum baru lebaran, harga tiket dan jajan naik semua.

Sebelum ke dalam selfie dulu ah.
Ada kejadian lucu. Saat sudah sampai depan loket, kami beristirahat dulu, karena waktu mau masuk kawasan wisata Baturraden macet parah padahal kondisi jalan menanjak. Saya dan mama masuk lewat gerbang masuk dengan berjalan kaki hendak ke toilet. Sementara kk dan suami masih ingin duduk di bawah pohon beristirahat.

Sesudah beberapa saat saya dan mama selesai keluar dari toilet dan menunggu mereka. Lama menunggu, akhirnya mama telepon suamiku. Ternyata kk dan suami sudah sampai di atas, katanya sedang mencari kami. Agak kesal juga saya bilang nggak mungkin kami berdua jalan kaki ke atas. FYI, jarak antara gerbang masuk ke Kebun Raya Baturraden masih 10 menitan kalo naik motor. Jalannya menanjak lagi.

"Lho, kalian kan jalan sudah lama." Sahut kk santai.

Aku cuma tepuk jidat, "kami kan cuma ke toilet yang dekat parkiran itu." Ah, cowok emang nggak peka! Mereka kurang mengerti apa yang dilakukan wanita.

Ini liburan pertama bersama keluarga kami setelah saya menikah.
Setelah menikah, suami jadi jarang ke Purwokerto. Dia lebih sibuk kerja dan mencari lemburan. Dia baru bisa berlibur agak lama pas momen lebaran ini. Puji Tuhan kami bisa berpiknik bersama mama. Meski ke Baturraden itu bikin capek kaki karena jalannya menanjak terus. Anak tangga yang bikin ngos-ngosan selalu ada di mana-mana menantang kami untuk mendaki. Meski capek, semua itu terbayar dengan pemandangan indah dan udara yang sejuk.

Pura-pura sibuk selfie, padahal baru istirahat. Wkwkwk. 
Jalan-jalan membawa mama memang harus sabar jalannya, santai nggak usah terburu-buru. Beda sama kalo berdua, kami malah lomba menaiki tangga, wkwkwk. Tapi jangan salah diantara kami berempat mamalah yang paling semangat. Setelah menyelesaikan makan siang setelah menaiki tangga tadi, mama mengajak kami ke Pancuran Pitu yang letaknya lebih ke atas lagi, sekitar 2,5 kilometer dari Kebun Raya Baturraden. Oke, perjalanan berlanjut. Menempuh jalanan berbatu dengan mengendarai motor sekitar 20 menit sampailah kami ke Pancuran Pitu. Kali ini ratusan anak tangga yang menurun sudah menanti. Mama pun menyerah ketika sudah menempuh hampir separuh dari ratusan anak tangga. Mama memilih duduk di dekat penjual badeg, minuman fermentasi alami dari air nira kelapa. Kami bertiga terus menuruni anak tangga yang makin curam turun ke bawah. 

Nggak ketinggalan selfie dulu di Tebing dekat Pancuran Pitu.
Sudah banyak sekali orang yang berada di pancuran pitu yang konon airnya berkhasiat untuk menyembuhkan aneka penyakit kulit seperti jerawat, bisul dan gatal-gatal. Bukan karena mitos, tetapi memang air di Pancuran Pitu itu mengandung belerang dan airnya masih panas karena keluar dari Gunung Slamet yang sebenarnya merupakan gunung berapi. Jadi di tengah udara dingin pegunungan ada tersimpan air yang panas di dalam tebing yang menjadi pancuran berjumlah tujuh, karena itu disebut dengan Pancuran Pitu. 

Banyak sekali pengunjung ketika musim lebaran seperti ini.


Kalo ditanya maukah kami ke Baturraden lagi, jawabnya pasti mau. Kalo perlu bawa kamera biar bisa memiliki foto kenangan yang benar-benar bagus dan detail. Tapi kamera itu kan mahal, fungsinya cuma buat memotret. Kalo baru nggak berlibur seperti sekarang sayang juga dianggurin. Nggak mungkin dong cuma makan pengen foto makanan pake kamera, begitu repotnya bawa-bawa kamera. Maunya pake smartphone idaman di 2018 ini. Yang punya keunggulan banyak seperti kamera dengan teknologi AI, desain yang premium, kapasitas 128 GB dan harus memiliki kinerja yang kuat buat aktifitas saya di internet.


HUAWEI NOVA 3i, Smartphone Idaman Tahun 2018.

1. Desain yang fashionable

Huawei Nova 3i memiliki tampilan yang begitu memikat. Setiap orang yang melihatnya pertama kali pasti bakal mengira jika smartphone ini sangat mahal setara dengan harga motor. Namun ternyata harganya cukup terjangkau yaitu Rp. 4.199.000. Warna yang tersedia adalah hitam dan Irish Purple dengan warna gradasi biru dan ungu, akan makin terlihat keren jika terkena cahaya. Ukuran layarnya cukup lebar 6,3 inchi dengan aspek rasio layar 19,5:9. Dengan ukuran segitu saya rasa masih bisa masuk kantong celana ya.

2. Quad AI Camera

Ternyata ada 4 camera yang dipasang di Huawei Nova 3i. Mantap ya! Dengan resolusi 24MP+2MP untuk kamera depan sehingga selfie makin keren. Juga 16MP+2MP untuk resolusi kamera belakang. Diperkuat oleh agoritme AI yang didorong pengetahuan lebih dari 100 juta gambar, Huawei Nova 3i mampu mengingat 22 kategori dari 500 lebih momen dan menyediakan hasil potret yang dioptimalkan.

3. Powerfull performance

Procesor yang digunakan pada Huawei Nova 3i adalah Octa Core dengan chipset Hisilikon Kirin 710 dan RAM sebesar 4 GB. Yang tak kalah penting adanya GPU Turbo akan makin menambah performa smartphone ini untuk dipakai bermain game. GPU Turbo adalah tekmologi pengakselerasi pemrosesan grafis yang mengubah cara grafis diolah di level sistem. Fitur ini meningkatkan integrasi software-hardware, sehingga bisa menjalankan game yang memiliki grafis paling intensif sekalipun, dengan mendongkrak performa dan efisiensi. Fungsi ini bisa memaksimalkan grafis hingga 60% dan menghemat baterai hingga 30%.

4. Smartphone termurah di kelasnya dengan storage 128GB

Kapasitas penyimpanan internal yang mencapai 128GB dan RAM 4GB memungkinkan kita bisa menyimpan file foto, video dan download berbagai macam aplikasi dari yang ringan sampai berat sekalipun. Bagi yang hobi jalan-jalan pasti smarphone seperti ini berguna banget ya! Dibandingkan dengan smartphone lain, Huawei Nova 3i merupakan smartphone termurah di kelasnya dengan storage 128 GB.

Spesifikasi: 
Layar : 6,3 inch, 16,7 juta warna, TFT LCD(IPS).
Resolusi : FHD+ 2340x1080, 409 PPI CPU HUAWEI Kirin 710 4xCortex A73 2,2 GHz + 4xCortex A53 1,7GHz.
Sistem operasi: Android 8.1 
EMUI : 8.2 
Memori: 4GB RAM +128GB ROM
Jaringan: 2G, 3G & 4G, LTE 
Konektivitas: 802.11b/g/n, 2.4 GHz Bluetooth 4.2, BLE, HWA, aptX and aptX HD Micro USB, USB 2.0 3,5 mm Headset Jack.
Kamera: Belakang: 16MP+2MP, F/2.2 aperture, supports autofocus (phase focus, contrast focus)
               Depan: 24MP+2MP, F/2.0 aperture, supports fixed focal length.
Baterai: 3.340 mAh 5V/2A charger.


4 Harapan saya tahun 2018:

1. Bisa kembali berjalan-jalan bersama keluarga di Baturraden.
2. Punya smartphone baru sebelum liburan akhir tahun tiba.
3. Bisa memenangkan giveaway yang berhadiah smartphone keren Huawei Nova 3i sehingga bisa dipakai untuk mendukung kegiatan ngeblog saya.
4. Harapan terakhir tentu saja agar semua harapan saya di atas bisa tercapai semua, amin.

Sumber referensi : https://nurulnoe.com/huawei-nova-3i/
Sumber gambar   : https://consumer.huawei.com/id/phones/nova3i/

8 komentar:

  1. Tempatnya sepertinya menarik ya. Saya ada family di Banjarnegara, kan deket ya ke Purwokerto, tapi belum pernah kesampaian berkunjung ke sana. Soalnya jauh. Pengen sih, soalnya penasaran, seperti apa dan apalagi ada wisata Baturaden.

    Selamat, mitos sesat sudah mba patahkan, hehehe.... Kalo emang udah jodoh, gak akan kemana. Iya gak??

    Nice story

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banjarnegara masih 2 jam perjalanan dari Purwokerto. Kapan-kapan ke Baturraden bersama keluarga, sekarang banyak dibuka tempat-tempat baru di Baturraden.

      He,he, amin. Kebanyakan mitos nggak terbukti tapi masih dipercaya. Semua kan dibawah kendali Tuhan bukan legenda atau mitos.

      Makasih mas Hendra sudah mampir dan komen :)

      Hapus
  2. hehehe lucu juga kisahnya saat di toilet itu mbak, hheee
    Padahal yang dicari di toilet yang mncari udah di atas heee
    Smoga bisa ke Wisata Baturaden sembari mengajak mama, kakak beserta suaminya mbake untuk bisa mengulang kembali momen sewaktu kesana yah mbak
    Semoga juga saat kesana udah pakai Smartphone huawei Nova 3i dengan kamera depan dan belakangnya yang super kece itu, 24MP+2MP sama 16MP+2MP
    Good Luck Mbak
    Salam kenal dari Bumi Jember ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal kembali Mbak. Makasih buat doanya, amin. Bisa ke Baturraden bawa Huawei Nova 3i. Biar foto makin keren. Makasih juga udah berkunjung ke sini:)

      Hapus
  3. Duh, jadi pengen piknik ke Baturraden. Momen liburan bersama keluarga itu memang asik banget ya, Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yo, ayo, yo, yo ayo... piknik ke Baturraden ^_^

      Hapus
  4. Bandrek di Baturraden dari fermentasi air kelapa ya? Kalau di Bandung dari jahe + gula merah + rempah-rempah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf ternyata saya salah nulis. Maksud saya Badeg, air nira sadapan dari pohon Aren. Makasih Mbak Triani udah mampir ke sini :)

      Hapus

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.