Seni Mengatur keuangan
Desain by Canva

Memasuki tahun 2026 aku merasakan keuangan rumah tangga makin ngos-ngosan. Apalagi masuk bulan Agustus ini. Rasanya dar, der, dor!!! 

Ada beberapa peristiwa yang terjadi di awal bulan kemerdekaan bangsa Indonesia, yang sempat bikin aku menangis. Peristiwa pertama, ada kabar kalo mamaku kehilangan HP di tanggal 3 Agustus. Syok banget lah. Padahal HP itu udah termasuk HP lama dan harganya juga hanya dikisaran 1 jutaan. Kok masih diincar maling. 

Walau harga 1 jutaan tapi HP itu hasil aku  nabung berbulan-bulan jadi sedihnya sangat kerasa. 

Trus di tanggal 5 Agustus, blog ini kena hapus blogger. Alasannya karena Malware dan konten serupa. Makin sedih dong. Karena aku udah lama nulis di sini. Dan aku udah pasrah dengan kejadian ini. Puji Tuhan ternyata nggak cuma aku aja yang kena, dan malam harinya udah pulih lagi. 

Dan lagi-lagi bikin sedih yaitu berita gempa 7,7 SR yang terjadi di NTT pada tanggal 15 Agustus 2026. 

Bersyukur semua acara 17-an bisa berjalan dengan lancar, baik di kampung sendiri, maupun di ibukota. 

Tapi persoalan belum selesai dan lagi-lagi bikin syok. Setelah didatangi petugas survey ekonomi, muncullah desil, wkwkw. Coba tebak aku di desil berapa? Mobil nggak punya, rumah nggak punya, penghasilan cuma dari suami itu pun di bawah UMR Jogja, dan nggak ada usaha sampingan. Ya, di desil 9. Nah, kok bisa??? 

Aku sih nggak ngarep bansos atau bantuan apa dari pemerintah. Tapi kepikiran soal sekolah anak, gimana nanti biayanya, pasti sekolah bisa cek keluarga calon murid ada di desil berapa. Kalo desil 9, apakah bisa dapat keringanan finansial? Lalu kalo kuliah gimana, bisa dapat beasiswa tidak? Hu,hu,hu. Belum lagi wacana larangan beli pertalite buat desil 9-10. Makin berat kan ekonomi kami? 

Strategi Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi yang Sulit 

Untuk saat ini yang bisa aku lakukan adalah tetap berdoa dan bertahan agar keuangan keluarga tetap sehat. Karena itu aku bikin banyak sekali gebrakan baru dalam mengatur keuangan rumah tangga. 

Berikut strategi keuangan yang aku lakukan: 

1. Beralih ke Produk yang Lebih Ekonomis

Bulan ini aku sudah tidak lagi membeli sabun cair, ganti dengan sabun batangan yang harganya jauh lebih murah. Shampo juga beralih ke sachet kecil, dan tidak beli kemasan botol karena terasa lebih boros pemakaiannya. 

Apalagi anakku lagi senang mainan sabun, jadi makin terasa borosnya jika beli sabun cair dan shampo botolan. 

Untuk sabun cuci piring aku juga beralih ke merk yang lebih ekonomis. 

2. Menanam Sayuran di Rumah

Aku baru memulai tanam sayuran di rumah. Lumayan bisa menghemat uang belanja. Sebenarnya ingin juga bisa memelihara ikan, tapi lahannya tidak memungkinkan. 

Ide ini muncul saat ada orang yang posting bikin kebun, peternakan ikan dan ayam sendiri. 

3. Belanja ke Pasar Tradisional

Dulu aku suka belanja ikan, buah dan sayur di supermarket tapi belakangan ini lebih milih ke pasar tradisional yang dekat rumah. Harganya lebih murah dan lebih hemat BBM. Selain itu bisa membantu penjual pasar agar dagangannya lebih laris. 

Pasar sekarang juga bersih kok, nggak kalah sama di supermarket. Malah bisa nawar atau kadang dikasih bonus. Tinggal pintar-pintarnya kita pilih pedagang yang baik dan jujur orangnya. Karena kadang ada juga pedagang yang suka jualin barang-barang kurang bagus. 

4. Menabung Sisa Uang Belanja 

Setiap belanja aku suka simpan uang kembalian untuk ditabung. Nanti jika akhir bulan uang belanja sudah habis, uang ini bisa dipakai untuk menyambung kebutuhan dapur. 

Kadang kalo uang gajian dari suami belum turun, uang ini bisa dipakai untuk belanja dulu. Karena hidup harus terus berjalan, tapi uang gajian kadang cuma dikasih separuh hu,hu,hu. 

5. Bikin Daftar Belanja 


Bila mau ke pasar atau ke toko, biasakan bikin daftar belanja biar nggak bingung mau beli apa. Dan menghindari belanja secara berlebihan. 

6. Belanja untuk Satu Minggu 


Belanja seminggu sekali ternyata lebih hemat daripada belanja setiap hari. Karena kalo belanja pasti bawaannya pengen jajan melulu. 

Apalagi kalo bawa bocah, wah pasti bakalan boncos, karena minta jajan ini-itu. 

7. Pilih Wisata Murah di Jogja 

Atur keuangan rumah tangga
Dokumen pribadi

In this economy, aku pilih tempat wisata yang HTM-nya murah, bahkan gratis. Kebetulan aku tinggal di Jogja. Di sini ada kok yang HTM-nya gratis, misal di Ledok Sambi. Kita bebas biaya masuk, tapi nggak boleh bawa makanan dan minuman dari luar. Tujuannya tentu agar kita beli makanan di situ, tapi tenang harganya terjangkau banget kok!

Atau bisa ajak anak lihat kereta di dekat stasiun Yogyakarta, tinggal bayar parkir kalo bawa motor. 

Ajak anak naik Trans Jogja juga wisata yang cukup murah. Bisa keliling kota dengan bus itu menyenangkan. 

Berjalan-jalan di Alun-alun Kidul, Malioboro juga merupakan wisata Jogja yang murah-meriah. 

8. Manfaatkan Promo Belanja 

Biar hemat kita bisa manfaatkan promo belanja, misal di tanggal kembar atau tanggal 25 tiap bulan. Biasanya ada banyak promo. 

Kalo di toko offline, cek rak yang khusus promo, biasanya ada produk-produk yang didiskon khusus. 

Dengan manfaatin promo, kita bisa menghemat uang belanja dan bisa dipakai untuk membeli lebih banyak keperluan lain.

9. Biasakan Masak Sendiri 

Masak sendiri lebih hemat daripada beli makanan sudah jadi. Apalagi jika jumlah anggota keluarga banyak. 

Selain hemat, juga lebih bersih dan lebih sehat masak sendiri. 

10. Bayar Cicilan Tepat Waktu

Biasakan bayar tagihan dan cicilan tepat waktu agar tidak terkena denda. Bikin reminder di Hp kalo perlu agar tidak lupa bayar tagihan air, listrik, PBB, cicilan jika ada. 

11. Biasakan Jalan Kaki atau Naik Kendaraan Umum

Karena pemerintah berencana membatasi pembelian pertalite untuk yang berada di desil 9-10, sebaiknya kita mulai membatasi aktivitas keluar rumah naik kendaraan pribadi mulai sekarang. 

Selain irit beli bensin, kita juga bisa mengurangi polusi dengan berjalan kaki dan naik kendaraan umum. 

Aku kenal dengan beberapa orang yang sering jalan kaki sampai jarak lumayan jauh. Tetanggaku juga sudah mulai jalan kaki ke mana-mana, ke gereja, ke toko, ke pasar, dan jemput anak sekolah pakai kendaraan umum. Salut sama mereka. 

Jajan di Luar untuk Membantu Perputaran Ekonomi Usaha Kecil 

Meski keadaan ekonomi sekarang sedang tidak baik-baik saja, kita boleh kok jajan di luar. Sesekali aku pun gitu, karena bosan sama masakanku sendiri dan di lain kesempatan ingin bantu melarisi usaha orang lain. 

Bayangin kalo semua orang ngirit, warung-warung nanti nggak ada yang laku, ekonomi makin seret. 

Nah, itulah strategi ku dalam mengatur keuangan keluarga di tengah kenaikan harga barang terutama, bahan pokok. Mungkin ada tips lain dari Sobat Catatan Yustrini, yuk, bagikan di kolom komentar!










0 Komentar