Sabtu, 06 Januari 2018

Menyusuri Jejak Romantisme Para Raja Di Balik Pesona Keindahan Taman Sari (Water Castle).



Selain bangunan keraton, Yogyakarta menyimpan banyak bangunan lama lainnya seperti Taman Sari atau Water Castle/ Istana Air. Taman Sari merupakan situs bekas taman atau kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kebun ini dibangun pada tahun 1758-1765 pada zaman Sultan Hamengku Buwono I. Pada awalnya, bangunan ini memiliki luas lebih dari 10 hektar dengan sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air maupun danau buatan, pulau buatan serta lorong bawah air. Namun sekarang kondisinya memprihatinkan, karena danau buatan itu tidak lagi berisi air tetapi berubah menjadi pemukiman penduduk. Yang masih bisa dikunjungi sekarang adalah tempat permandian, Sumur Gumuling, reruntuhan Pulo Kenongo, lorong air dan sebagian lemari penyimpanan pakaian. 

Ada dua jalan menuju ke tempat ini, yang pertama lewat jalur wisata Taman Sari dan yang kedua adalah lewat Pasar Ngasem. 


Pintu masuk Obyek Wisata Taman Sari. Tiket masuk cukup murah hanya Rp. 5000/orang untuk wisatawan lokal dan Rp. 12.000/orang untuk wisatawan asing. Namun jika membawa kamera kita dikenakan biaya lagi dan tidak boleh memakai kamera drone di tempat ini. Di sini banyak penduduk sekitar yang menawarkan jasanya untuk menjadi pemandu wisata. Biaya yang diminta biasanya sukarela tetapi umumnya wisatawan lokal memberi sekitar 30 ribu sampai 100 ribu tergantung keikhlasan. 















Reruntuhan bangunan Taman Sari dilihat dari pintu masuk Pasar Ngasem atau Plaza Ngasem. Danau buatan yang tadinya berisi air dan mengelilingi bangunan Pulo Kenongo kini telah berubah menjadi rumah padat penduduk.




Pemandangan taman yang tersisa sekarang masih menggambarkan keindahan arsitektur bangunan Taman Sari di masa lalu. Hanya bagian ini yang sepertinya bersih dari rumah penduduk.


Pemukiman penduduk yang berubah menjadi Desa Wisata.




Seiring berjalannya waktu, maka banyak rumah yang bermunculan di sekitar Taman Sari. Kampung ini pun berbenah seiring dibukanya obyek wisata Taman Sari. Mulai dari lukisan batik, pembuat batik Taman Sari, Kaos Lukis, kerajinan tangan dan cinderamata khas Taman Sari. Sebagian penduduknya pun banyak yang menjadi guide dan penjual makanan.


Pulo Kenongo.



Bisa dilihat bahwa bangunan ini tadinya bertingkat dua. Jika naik ke bagian atas maka akan terlihat kawasan keraton dan sekitarnya. Perlu diperhatikan jika berjalan-jalan di kawasan ini karena sebagian bangunan hanyalah tinggal puing-puing tembok yang roboh.

Kolam Permandian.



Inilah bagian yang paling eksotis dari Taman Sari. Kolam pemandian atau Umbul Pasiraman yaitu tempat raja, ratu, puteri raja dan para selir mandi yang terbagi dalam 3 bagian yang masing-masing dipisahkan oleh pintu gerbang. Salah satunya ada menara yang tinggi tempat raja melihat para selirnya mandi. Sedangkan di bagian bawah kanan kirinya terdapat ruangan untuk para puteri dan selir raja berganti pakaian.



Bangunan yang tinggi bertingkat tiga adalah periuk atau tempat untuk raja bersolek. Bagian bawah adalah tempat selir dan permaisuri untuk bercermin.



Kolam permandian dilihat dari bangunan tinggi yang tadi. Mungkin ditempat inilah Raja melihat para selirnya mandi. Perlu diketahui walaupun bangunan ini bertingkat tiga, tetapi tingginya tidak seperti bangunan bertingkat tiga sekarang.

Sumur Gumuling. 


Bagian atas kanan adalah pintu masuk ke Sumur Gumuling, kita harus melewati lorong panjang seperti di sebelah kanan atas. Bagian kiri bawah adalah bangunan yang dulu digunakan sebagai Masjid. Bentuk bangunan yang melingkar berbeda dengan bentuk Masjid pada umumnya ini membuat suara yang ada menjadi bergema.

Situs Sumur Gumuling dilihat dari Situs Pulo Kenongo (bangunan yang berbentuk melingkar) hampir tertutup oleh pemukiman penduduk. 

Sekedar tips saat berwisata ke Taman Sari:

1. Pakailah topi untuk melindungi diri dari panas matahari yang sangat terik terutama saat di kawasan Pulo Kenongo.
2. Bawalah air minum saat jalan ke dalam istana.
3. Jangan mengambil atau memetik sesuatu tanaman atau benda apapun di dalam area Taman Sari, karena ada suatu kepercayaan masyarakat bahwa apa yang ada di sini dikeramatkan.
4. Selalu bersikap sopan saat bertemu dengan penduduk di sekitar tempat wisata.
5. Sebaiknya pakailah jasa guide atau membuka internet tentang bagian-bagian Taman Sari karena keterangan di tempat ini sangat minim.
6. Selalu perhatikan jika hendak melewati pintu atau lorong karena bangunan pintu di sini pendek-pendek.

Sumber bacaan: Wikipedia Indonesia, Travel Detik.com, YogYes.com
Sumber foto: dokumen pribadi, Tripadvisor.co.za (Pintu masuk Sumur Gumuling) & Jelajah Wisata Kota Jogja (Masjid Sumur Gumuling). 

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.