Senin, 13 Maret 2017

Resensi Buku "Satu Lentera Seribu Cahaya"

Menemukan Lentera di tengah Kegelapan.



Judul buku  : Satu Lentera Seribu Cahaya

Penulis     : Alberthiene Endah

Penerbit    : PT. Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit : 2015, Januari

ISBN      : 978-602-03-1170-8
Jumlah halaman : 305 hal


Beranilah BERMIMPI karena dari MIMPI kita bisa MENGGENGGAM DUNIA.
Ketika kita ingin sukses, milikilah prinsip NIAT dan KARAKTER yang baik, harus seimbang, percayalah apapun yang kita raih dan kerjakan akan menjadi lancar dan terang, seterang matahari menyinari bumi.
-Aprie Angeline-
Buku ini mengisahkan cerita nyata yang dialami oleh seorang mahasiswi bernama Aprie Angeline dari kota Sorong. Berkuliah di jurusan kedokteran di sebuah universitas negeri kenamaan di Indonesia ternyata membuatnya depresi dan jatuh dalam masa kekelaman. Namun hal itu tak membuat semangatnya surut. Ia tetap berusaha mencari jalan agar dapat mencapai kesuksesan namun dalam bentuk yang lain. Jatuh bangun bisnis MLM, terjun ke dunia sinetron sampai akhirnya meraih kesuksesan dalam bisnis online shop berpenghasilan ratusan juta rupiah.
Dalam hidup sangat mungkin kita terjebak dalam pilihan yang salah(Hal 8). “Seharusnya kita mencintai apa yang kita lakukan, Angel. Karena dengan adanya rasa cinta maka setiap hal yang kita lakukan akan berjalan baik dan kita bisa mengupayakan hasil terbaik.” Saya mulai menemukan petunjuk jawaban. “Jika benar begitu, artinya saya masih bisa berjuang untuk menemukan bidang yang saya inginkan dan saya cintai.” (Hal 72)

Dengan sisa keyakinan yang masih ada saya terus memproduksi semangat setiap hari. Sedikit pun pikiran saya tak boleh memberi tempat pada keraguan. Apalagi keputusasaan. Saya sudah terlanjur nyemplung. Maka saya harus berenang, bukan tenggelam. (Hal 124). Saya yakin, di dalam kesulitan seperti apa pun, Tuhan adalah lentera terbaik dan paling bisa diandalkan. Saya selalu mengajak Tuhan ke mana pun saya melangkah. (Hal 150) Proses adalah bumbu kehidupan yang membuat kita bisa belajar dan mengerti arti tujuan hidup kita. (Hal 151)

Betapa ajaibnya Tuhan merancang skenario kehidupan manusia.. Kita tak akan bisa menerka apa yang akan terjadi dan melalui cara bagaimana. Selalu ada kejutan. (Hal 170) Nggak akan sia-sia segala yang pernah terjadi dalam hidup kita, kalau kita bisa mengambil banyak pelajaran dari sana. Loncatan besar biasanya sanggup dilakukan oleh mereka yang mau belajar dari kesalahan. (Hal 202)


0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.