Kamis, 30 Maret 2017

Perempuan Hebat yang Mampu Mengubah Dunia dengan Kekuatan dan Kelembutan

Perempuan Hebat yang Mampu Mengubah Dunia dengan Kekuatan dan Kelembutan.

Kalau ditanya siapa sosok hebat dibalik seorang pria yang sukses, pasti jawabnya adalah perempuan yang ada di sekitar pria itu. Entah itu ibunya atau istrinya. Sebut saja mantan presiden BJ. Habibie, mantan presiden SBY, presiden kita Pak Jokowi dan masih banyak lagi. Saya yakin sosok ibu dan istri mereka yang berperan penting dalam mendukung karier mereka sehingga bisa berhasil.

Tak usah jauh-jauh mencari sosok perempuan inspiratif di sekitar kita. Sebut saja mama saya dan kakak perempuan saya. Merekalah yang menjadi perempuan inspiratif buat saya. 

Mengapa mereka begitu inspiratif?

1. Tahan uji.
    Di saat suami mereka tak dapat menafkahi keluarga, merekalah yang tampil untuk bergerak mencari sumber penghasilan. Kebutuhan ekonomi yang mendesak membuat mama lebih bekerja keras menghidupi kami, anak-anaknya. Papa dan mama bukanlah seorang pekerja kantor, mereka cuma memiliki toko kelontong yang dagangannya nyaris tidak ada. Mama berinisiatif untuk membuka warung makan dengan berbekal hobi masak dan bikin kue. Akhirnya, ekonomi kami bisa terselamatkan. 
    Sama juga dengan kakak perempuan saya, ketika suaminya keluar dari pekerjaan dan tak kunjung mendapat pekerjaan lagi. Ia berusaha mencari penghasilan lewat menjahit dan membuka usaha kue. Kini usaha kue inilah yang menjadi sumber pendapatan keluarga mereka.

2. Ibu super tangguh.
    Menjadi ibu pasti tidak mudah. Itulah yang dialami oleh mereka berdua. Kesabaran dan pengorbanan yang dicurahkan saat mendidik dan membesarkan anak oleh seorang ibu tidaklah terbatas. Sementara di sisi lain ada suami yang butuh perhatian, dukungan, dan juga butuh dihormati karena itu kebutuhan dasar seorang pria. Bayangkan kapan waktu me time mereka? 
Jadi ibu super tangguh pernah dialami mama. Ketika papa kerja ke luar kota dan kedua kakak saya juga bersekolah di luar kota. Mama dan saya hanya berdua di rumah tanpa siapa-siapa lagi. Jika dipikir-pikir kok bisa ya, mama mengurus rumah, toko, warung makan dan satu anak yang masih kecil di rumah sendiri? Wow, sosok ibu yang tangguh bukan? Belum lagi jika ada pria yang menggoda mama atau anaknya? Syukurlah, sampai hari ini kami berdua baik-baik saja.

3. Kekuatan yang Tidak Terduga.
    Energi yang dikeluarkan seorang ibu untuk mengurus keluarga tidak terbatas. Mama selalu tahu apa makanan kesukaan semua anggota keluarga. Nggak jarang mama memasak 5 sampai 8 macam menu sekaligus dalam sekali makan. Belum lagi jika menuruti kemauan saya yang dalam satu hari tidak mau makan, masakan yang sama. Duh, sekarang baru tahu, kalau masak terus itu capek. 
   Lain mama, lain kakak perempuan saya yang rela melembur saat ada pesanan kue. Di sela-sela kesibukannya, ia juga harus mengajari anaknya yang masih sekolah, mencuci baju, mengantar anak, memasak, mengurus suami, memasarkan kue. Wah, seabrek-abrek deh pekerjaannya. Tetapi semua itu dilakukan dengan cinta.

4. Tak tergantikan.
    Entah kenapa jika mama sedang pergi, rumah mendadak sepi. Walau semua pekerjaan digantikan oleh papa, tapi nggak ada yang beres. Hal ini saya alami saat mama menunggu nenek di rumah sakit yang terletak jauh di luar kota. Segala keperluan saya disiapkan oleh papa. Tapi nggak buat saya nyaman jadi rewel. Akhirnya papa menyerah dan menyusul mama ke sana.
    Kakak ipar saya juga demikian. Ia tidak bisa berbuat banyak ketika kakak perempuan saya dirawat di rumah sakit. Bisa mengantar anak ke sekolah, tapi tidak bisa memakaikan pita rambutnya. Padahal, anak perempuannya sedang ingin memakai pita rambut kala itu. 

5. Perempuan bijak.
    Yang dikatakan bijak di sini bisa berarti bijak dalam mendidik, bijak dalam bersikap, menghemat anggaran rumah tangga, dan bijak mengatur waktu. 
    Sikap bijak belum tentu dimiliki semua kaum wanita. Sebagai contoh, banyak wanita masa kini yang ketika suaminya jatuh bangkrut, tidak bekerja dan tidak punya uang malah digugat cerai. Atau sedang jatuh sakit malah dikembalikan ke rumah orang tuanya dan dibiarkan begitu saja. Kejam. Mana janjimu dulu? Ketika berjanji di hadapan Tuhan untuk saling setia saat suka maupun duka, saat sakit maupun sehat, saat senang maupun susah? 
    Janji inilah yang dipegang mama saat papa sakit dan tidak bisa lagi menafkahi keluarga. Mama dengan ikhlas menggantikan papa menjadi tulang punggung keluarga sampai kini anak-anaknya besar dan ada yang sudah menikah. 


Sebenarnya masih banyak perempuan di luar sana yang menginspirasi, namun saya di sini hanya ingin berbagi apa yang telah saya lihat dari sosok perempuan di sekitar saya yaitu mama dan kakak perempun saya. Bagi saya, mereka sosok yang luar biasa, kuat, tangguh dan memberi dampak bagi keluarganya. Menjaga keutuhan rumah tangga itu sangat penting di tengah-tengah masyarakat saat ini yang mudah sekali menyerah karena masalah ekonomi. 

Doa saya, semoga saya dan banyak perempuan lain pun bisa menjadi perempuan tangguh yang menginspirasi banyak orang, tak mudah menyerah dalam menghadapi persoalan dan berjuang untuk masa depan yang gemilang.



0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.