Jumat, 02 Desember 2016

Aku dan Arti Kehilangan


 #BlueValley
 #tantangannulis

Saya pernah mengalami kehilangan yang terberat tiga kali dalam hidup. Rasa kehilangan itu begitu membekas di hati sampai sulit hilang. Baru bertahun-tahun lamanya saya bisa melupakan semua itu. 

Yang pertama, saya pernah kehilangan sahabat semasa kecil. Kehilangan ini bukan dalam artian meninggal, tetapi dia pergi dan sampai sekarang kami tak pernah bertemu kembali. Saya kehilangan kontak dengannya, bahkan tak dapat menemukan bahkan di sosial media. 
Yang kedua, adalah papa. Beliau menutup usia saat usia saya masih 17 tahun. Saya merasa amat sedih karena ditinggalkan oleh salah satu orang tua. Saya pun belum sempat membuat bangga papa.
Dan yang ketiga adalah pacar pertama yang dulu sangat saya sayangi. Berduka cukup lama setelah dia memutuskan untuk bersama wanita lain. Saya berusaha untuk bangkit meski rasanya mustahil. Seiring waktu, saya sadari bahwa jalur kami berbeda, baik cara hidup, cara pandang, sampai keyakinan. Sementara aku merindukan pasangan yang nantinya justru membawa saya lebih dekat kepada Tuhan.

Tetapi saya belajar dari semua kejadian tadi. Belajar untuk menerima dengan ikhlas segala yang telah terjadi. Belajar percaya bahwa apa pun di dunia ini semua peristiwa adalah dalam kendali Tuhan. Jika Tuhan ijinkan terjadi maka percaya bahwa saya akan kuat melaluinya. Memang tidak mudah, namun saya terus berdoa, bersekutu dengan orang-orang seiman, terus berkomunitas, meski dalam jatuh bangun, kadang naik kadang turun tetapi Tuhan selalu kuatkan saya. Sehingga bisa melewati semua kehilangan itu.

Dan inilah saya hari ini, dikelilingi oleh orang-orang baru. Mereka yang senang hati menjadi teman baru di hidup saya. Kehilangan papa, membuat hubungan saya yang tadinya jauh dengan kakak laki-laki dan mama saya menjadi dekat. Kami jadi tim yang solid dalam menjalani lika-liku kehidupan. Saya pun akhirnya bertemu dengan lelaki yang mencintai saya, menerima saya, terlebih lagi kami berkomitmen untuk bersama-sama melayani Tuhan. Semoga di tahun depan kami bisa mewujudkan semua mimpi kami. 

Hari baru itu telah datang. Saya tahu bahwa saya takkan pernah bisa menghindari peristiwa kehilangan. Namun, saya berharap jika satu saat nanti mengalaminya lagi, saya bisa lebih kuat dan ikhlas dalam menjalaninya. Karena saya tahu bahwa dalam setiap kehilangan, Tuhan akan ganti yang lebih baik dari sebelumnya. Amin.



Tulisan ini dibuat untuk memenuhi #tantangannulis #BlueValley bersama Jia Effendie

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.