Sewa villa tahunan di Bali
Foto Bali Villa Reality diedit dengan Canva

Halo Sobat Catatan Yustrini, mendengar kata 'Bali' pikiran kita pasti udah langsung membayangkan pantai, villa yang mewah dengan kolam renang, nuansa kental tradisinya, sunset dan kehidupan yang terasa lebih santai. Nggak heran kalo banyak orang memilih Bali bukan hanya untuk jadi tempat liburan, tapi jadi salah satu tujuan favorit bagi orang yang biasa kerja dari mana aja atau biasa disebut digital nomad.

Bagi mereka yang berencana tinggal di Bali bukan hanya beberapa hari atau minggu, urusan tempat tinggal tentu perlu dipikirkan matang-matang. Salah satu pilihan yang banyak dipertimbangkan adalah sewa villa tahunan di Bali, terutama bagi digital nomad yang ingin menetap lebih lama sekaligus mendapatkan biaya sewa yang lebih hemat dibandingkan menyewa dari bulan ke bulan.

Tapi, benarkah sewa villa tahunan di Bali selalu lebih menguntungkan? Atau justru sewa bulanan lebih cocok karena menawarkan fleksibilitas? Yuk, kita bahas bersama.

Alasan Bali Jadi Tempat Menarik untuk Digital Nomad

Pulau Dewata menawarkan banyak hal menarik bagi digital nomad. Seperti lingkungan yang nyaman, fasilitas seperti coworking space, kafe-kafe yang Instagramable, akses mudah ke pantai, pegunungan dan suasana yang kental dengan tradisi. Tak heran jika kini komunitas digital nomad makin berkembang di sana. 

Namun, perkembangan tersebut menimbulkan tantangan. Di mana harga properti dan biaya hidup menjadi lebih tinggi. Karena itu, digital nomad di Bali harus bisa memperhitungkan biaya hidup dengan cermat. Jangan sampai hasil pekerjaan kerja remote justru habis untuk biaya tempat tinggal dan biaya hidup. 

Terutama buat yang baru memulai, mungkin sewa villa bulanan di Bali bisa menjadi pilihan tepat. 

Sewa Villa Bulanan dan Tahunan di Bali, Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Digital Nomad Saat Ini?

Bekerja dengan laptop sambil menikmati pemandangan sunset di Bali dan angin sejuk memang terdengar menyenangkan. Tapi jangan lupakan satu hal yang amat penting yaitu, biaya tempat tinggal. 

Buat digital nomad yang punya rencana tinggal di Bali sampai berbulan-bulan atau bahkan satu tahun, perlu perhatikan biaya sewa villa yang tentu ada perbandingan biaya cukup besar.  

Lalu mana yang sebenarnya lebih menguntungkan? Sewa villa bulanan di Bali karena lebih fleksibel atau sewa villa tahunan di Bali karena harga per bulannya lebih murah? 

Sewa villa bulanan di Bali
Foto: Bali Villa Reality 

Berapa Harga Sewa Villa di Bali?

Harga sewa villa di Bali sangat bervariasi, mulai dari 10 juta hingga 60 juta per bulan dan sewa tahunan antara 140 juta hingga 600 juta per tahun, tergantung lokasi, jumlah kamar, fasilitas, kondisi bangunan, keberadaan private pool, dan akses menuju pusat aktivitas.

Area seperti Canggu dan Seminyak cenderung berada di harga yang lebih mahal, sementara Sanur, Denpasar, sebagian Ubud, dan beberapa wilayah lain dapat memberikan pilihan yang lebih ekonomis. 

Pilihan daerah di Bali yang cocok untuk Para digital nomad: 

- Canggu & Berawa: dekat dengan kafe dan pusat kebugaran, bisa dilalui dengan berjalan kaki. 
- Pererenan & Seseh: lebih tengah tapi masih dekat dengan pusat keramaian. 
- Seminyak: lokasi sentral, bergaya dan banyak tempat makan 
- Uluwatu: daerah pantai, tempat selancar dan klub tebing
- Sanur: ramah keluarga dan damai
- Ubud: dekat dengan alam, kesehatan dan ramah bagi ruang coworking space

Sewa Villa Bulanan vs Sewa Tahunan 

Bagi seorang digital nomad, keputusan untuk menyewa villa bulanan atau tahunan harus melalui banyak pertimbangan. Terlebih menyangkut kenyamanan dan kelancaran bekerja. Jangan sampai tinggal di Bali malah menghabiskan lebih banyak biaya namun kurang produktif karena ada banyak hambatan. 

Sewa villa tahunan di Bali
Foto DEZALB Pixabay 

1. Sewa Villa Bulanan di Bali

Menurut saya, sewa bulanan lebih fleksibel untuk digital nomad yang baru pertama kali mencoba tinggal di Bali. 

Kita tidak tahu apakah lebih cocok tinggal di Canggu, Sanur, Ubud atau daerah lain. Bila langsung sewa setahun, tentu akan rugi jika ternyata kita tidak betah. 

Dengan sewa sebulan pertama kita bisa tahu bagaimana suasana sekitar villa, koneksi internet-nya, dekat tempat kerja atau co-working space, atau ingin mencoba tinggal di tempat lain? 

Kelebihan dari sewa bulanan: 

- Tidak terikat terlalu lama, kita bisa pindah setelah satu bulan. 
- Cocok untuk pendatang baru
- Biaya terasa lebih ringan dibanding keluar uang sewa untuk setahun
- Bisa coba tempat yang baru dalam waktu dekat
- Tidak menanggung resiko kontrak jangka panjang jika ternyata villa tidak sesuai dengan yang diharapkan 

Namun bila dibandingkan harga sewa tahunan, sewa bulanan jadi lebih mahal per bulannya. 

2.Sewa Villa Tahunan di Bali

Bila sudah yakin akan tinggal di Bali dalam waktu lama, maka sewa tahunan jadi pilihan yang tepat. Terutama bagi yang akan membawa keluarga di Bali, tentu akan repot jika harus bolak-balik pindah. 

Harga sewa tahunan juga jauh lebih rendah dibanding sewa bulanan. Kita bisa memanfaatkan selisih harga itu untuk keperluan transportasi, internet dan lainnya. 

Harga Lebih Murah Belum Tentu Menguntungkan 

Kadang kita terjebak dengan kata' lebih murah'. 
Padahal belum tentu lebih menguntungkan. Misal kita dapat harga sewa 250 juta per tahun. 

Kelihatannya murah. 

Tapi baru enam bulan ternyata kita harus pergi ke tempat lain. Lalu bagaimana dengan uang sewa yang masih 6 bulan? Belum tentu uang tersebut bisa dikembalikan. 

Karena itu, digital nomad harus melihat resiko kontrak bukan sekedar harga. 

Tanyakan, apakah pembayaran harus lunas dj awal? Berapa besar deposit? Bisakah uang dikembalikan jika sewaktu-waktu harus keluar sebelum kontrak selesai? Bisakah kontrak dialihkan ke orang lain? 

Termasuk biaya kerusakan, apakah sudah termasuk listrik, Wi-Fi, air, kolam renang, adakah tambahan untuk kebersihan?

Hal-hal yang kecil namun kadang terlewat bisa menambah perbedaan pada total pengeluaran. 

Strategi yang Lebih Aman untuk Menentukan Sewa Villa Bulanan atau Tahunan 

Bila saya jadi digital nomad yang baru pertama tinggal di Bali, saya tidak akan menyewa villa selama setahun. 

1-2 bulan pertama, akan menyewa bulanan untuk mengenal lingkungan, budaya dan suasana sekitar. 

Sesudah menemukan kawasan yang cocok, baru mencoba memberanikan diri mencari opsi pilihan sewa jangka menengah 3-6 bulan. Baru jika dirasa cocok, dan yakin akan kerja di situ lama bisa langsung sewa tahunan.

Mungkin di awal terasa lebih boros karena sewa bulanan, tapi lebih aman dibanding terjebak pada villa yang tidak cocok. 

Perhatikan Biaya Hidup di Luar Villa

Ingat, tinggal di Bali bukan berhenti di harga sewa villa saja, tapi ada biaya lain yang juga perlu dipertimbangkan. 

Hitung juga biaya listrik, internet, air, transpotasi, makan, coworking space, laundry, kebutuhan pribadi, dll. 

Bisa saja biaya hidup lebih tinggi dibanding biaya sewa. 

Hidup di Bali juga bukan sekedar menyewa villa, namun kita perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan budaya masyarakat setempat juga menaati aturan yang ada. 

Kesimpulan: 

Menjadi digital nomad di Bali memang terlihat seperti kehidupan impian. Bangun pagi dengan suasana tropis, bekerja di villa, pergi ke pantai, sesekali berenang, lalu sore ke tempat makan baru. 

Tapi di balik gaya hidup tersebut tetap ada hitungan finansial yang perlu diperhatikan.

Sewa villa bulanan di Bali cocok bagi kita yang masih baru untuk mengumpulkan informasi, cek suasana dan lokasi. 

Sementara sewa tahunan cocok bagi yang sudah yakin akan tinggal dalam waktu yang cukup lama di sana. 

Jadi mana yang lebih menguntungkan? Semua bisa dijawab dengan berbeda bagi tiap orang. Karena kebutuhan setiap digital nomad juga berbeda. 

Yang terpenting bagi digital nomad adalah tempat tinggal yang nyaman, bisa mendukung pekerjaan digital yang sedang dilakukannya. Dan tidak membuat kondisi keuangan berantakan. 


Sumber Referensi : 

https://balivillarealty.com/villa/rental/kerobokan/umalas/4br-designer-villa-in-prime-umalas-with-private-pool-bbq/

https://balipremiumvilla.com/blog/sewa-villa-bali-bulanan-premium-2027/

https://www.discoverasr.com/id/destinations/indonesia/bali/hunian-ideal-untuk-digital-nomad-di-tengah-tren-remote-work



0 Komentar