Senin, 23 Juli 2018

Menemukan Harta Karun di Pasar Kangen Jogja.


Halo teman-teman, gimana kabarnya? Pasti baik kan?! Yeah, bulan Juli ini saya baru baper, pengen tahu kenapa? Iya, karena saya habis ke Taman Budaya yang sedang mengadakan event Pasar Kangen mulai dari tanggal 7 Juli sampai tanggal16 Juli 2018. Di pasar ini ada jajanan dari jaman dulu seperti Sate Kere, Lempeng, Sagon, Aneka Jenang, makanan ndeso, Kipo, Es Limun, Sarparela atau minuman seperti model cola, kebanyakan yang dijual di sini itu sudah jarang banget kita jumpai. Ya, saya pun belum kenal jajanan macam itu. Mungkin hanya beberapa saja yang masih saya ingat pernah jadi jajan saya waktu saya kecil. 

Jujur saya nggak tertarik mencoba jajanan di sini karena saya sudah kenyang, ha, ha, ha. Pintar juga suami saya, mau ngajak pergi ke tempat kuliner tapi suruh makan dulu di rumah sebelum berangkat. Wkwkwk.  Alhasil di sana saya lebih tertarik sama tumpukan majalah lama seperti Bobo, komik-komik tipis Superman, Batman, buku cerita anak seperti Enid Blyton. Mata saya langsung berbinar-binar ketika menemukan novel karya Enid Blyton. Sayangnya waktu mau beli buku-buku incaran saya yang pertama ditawarkan 20 ribu/buku, kata suami saya itu mahal. Padahal untuk ukuran saya, buku itu murah karena itu novel lama yang susah dicari. Akhirnya saya berkelana menjelajah pedagang buku yang lain. Dan taraaa, dapat 2 buku Lima Sekawan dengan harga 30ribu dan 3 buku lagi seharga 20ribu. Tapi yang satu buku kecantikan. Jadi saya dapat 5 buku dengan harga 50ribu saja. 



Saya tertarik sama buku-buku ini. Ahh, tolong bawa saya pulang!!!

Majalah lawas ada di sini.

Hayoo, kamu liatin apa? Lupus, Lupus! 

Aneka barang dari jaman papa mama kita atau dari jaman kakek nenek kita ada di sini. 
Lama menjelajah aneka barang seperti perangko, kertas surat, poster, kartu mainan, membawa kita ke masa lalu waktu masih jaman remaja. Sesekali memekik, lho itu piringnya simak di sini, radionya papahku kok di sini, hahaha. Eh, ada Si Ular Putih (ketahuan deh umur saya berapa, he, he, he). Semoga di Jogja bisa sering-sering ada event kayak gini lagi. Dan harapan saya semoga tempatnya bisa diperluas lagi karena untuk masuk ke sini butuh perjuangan ekstra, belum lagi jalannya dari satu stan ke stan yang lain itu cukup sempit sehingga pengunjung harus jalan pelan-pelan. Untungnya para pengunjung di sini cukup tertib, hanya saya aja yang kadang melawan arus sehingga bikin macet, he, he, he. 

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.