Tahun baru 2026


Halo Sobat Catatan Yustrini, apa kabar? Semoga dalam keadaan sehat, baik dan sukacita amin. 

Kita sudah melewati tahun 2025. Bila aku ditanya bagaimana tahun 2025 bagiku, mungkin jawabnya: tak mudah tapi aku masih bertahan.

Ya, tahun kemarin bukan tahun yang mulus, banyak hari yang dijalani dengan perasaan galau, cemas dan bertanya-tanya. Situasi politik yang sempat panas, perubahan cuaca, kenaikan harga sembako, kerjaan yang tidak terbayar. Hingga biaya sekolah di Jogja yang ternyata cukup wow untuk kaum mendang-mending kayak aku. 

Ada hari-hari di mana aku merasa kuat. Tapi lebih banyak hari di mana aku cuma bisa bertahan.

Ketika Hidup Tak Berjalan Sesuai Keinginan

Memasuki 2025, aku punya beberapa keinginan sederhana. Jadi konten kreator dan job blogger yang terus berjalan mulus. Tapi kenyataannya, hidup tak sesuai dengan rencana. 

Tiba-tiba ada job yang gagal bayar, padahal harus bayar ini itu. Kebijakan pemerintah yang sempat bikin pusing kepala. Kebutuhan anak makin bertambah. 

Sebagai ibu rumah tangga yang hanya di rumah, aku mengerti bahwa lelah nggak cuma fisik tapi juga pikiran. Lelah merasa kurang, lelah merasa tidak seperti ibu yang lain, dan lelah melihat pejabat publik/artis yang hidupnya makin mewah. 

Di titik tertentu, aku sadar bahwa aku tidak sedang gagal, aku sedang diuji untuk terus percaya. 

Belajar Bertahan dengan Iman

Ada satu hal yang terus kupegang sepanjang tahun lalu, Tuhan tak pernah meninggalkan meski keadaan tak berubah secepat yang kumau.  

1 Korintus 10:13 (TB)  Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. 

Ayat ini jadi pengingat bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan aku dicobai melebihi kekuatanku. Dan akan memberikan jalan keluarnya. 

Tuhan tak pernah berjanji hidup yang tanpa masalah tapi Dia berjanji akan selalu menyertai. 

Bentuk kesetiaan Tuhan tak selalu berupa uang, hadiah yang berlimpah. Tapi ada kekuatan dan sukacita yang melampaui segala akal untuk melewati hari. Kesehatan keluarga, anak yang terus ceria dan hati yang bisa bersyukur dalam keterbatasan.

Cukup Itu Tidak Memalukan

Tahun 2025, juga mengajarkanku satu hal penting: hidup cukup itu tidak memalukan. 

Aku belajar berhenti membandingkan hidupku dengan standar media sosial. Berhenti memaksa diri mengikuti gaya hidup orang lain. Berhenti merasa rendah, hanya karena hidupku sederhana.

Firman Tuhan berkata: Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah (1 Timotius 6:8).

Tuhan tahu batas kemampuan kita, Dia tahu apa yang kita butuhkan, bukan hanya apa yang kita inginkan.

Tuhan Setia dalam Hal-hal Kecil

Saat aku menoleh ke belakang, aku sadar bahwa Tuhan setia bukan hanya di momen besar. Tapi selalu ada di hal-hal kecil setiap hari. 

Misal saat pengen makan apa, eh, tiba-tiba ada yang kasih. Padahal belum bilang ke siapa-siapa. Rumah yang tidak mewah, tapi ada kehangatan dalam keluarga. 

Doa-doa singkat yang sederhana tapi didengar Tuhan.

Ratapan 3:22-23 (TB)  Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! 

Masuk 2026 dengan Hati yang Lebih Tenang

2025 mungkin bukan tahun terbaik, tapi bukan pula tahun yang sia-sia. Di situasi kurang baik, iman kita dibentuk, hati kita dikuatkan dan belajar tentang arti cukup. 

Bila kita bisa melewati tahun 2025 dengan langkah yang berat, ingatlah satu hal Tuhan tetap setia menyertai kamu. Tuhan tak pernah pergi meninggalkan. 

Tuhan Yesus setia...

Dia sahabat kita...

Amin 


0 Komentar