Jumat, 14 April 2017

Menjadi Penulis Caraku untuk Terus Bertumbuh

Mau jadi apa setelah lulus nanti? Terus terang aku bingung menghadapi pertanyaan tersebut. Jujur, untuk kuliah orangtua saya tidak mampu untuk membiayai. Mencari beasiswa, prestasi akademis saya hanya sedikit di atas rata-rata. Menjadi penulis merupakan pilihan saya untuk tetap menjadi gravitasi bagi lingkungan sekitar. Tak perlu banyak modal cukup pakai kertas, pulpen dan pergi ke rental komputer untuk mengetik dan mengirimkan karya. Banyak mencoba menuangkan ide dan imajinasi terus saya coba setelah lulus SMA. Bermimpi untuk menjadi penulis terkenal seperti JK. Rowling pun terus saya pupuk hingga saat ini. Untuk pertama kalinya saya tidak langsung membuat novel tetapi cerpen.


Langsung dimuat.

Cerita pertamaku langsung dimuat di majalah MOP media pelajar saat itu. Menunggu hampir satu tahun, akhirnya wesel pos datang ke rumah. Dari sanalah saya tahu kalau cerpen saya dimuat. Perasaan saya campur aduk, senang, nggak nyangka, sekaligus agak kecewa. Karena tidak mendapat bukti terbit, yang kedua honor yang saya terima nggak sebanding dengan kerja keras saya membuat cerpen dan lama pemuatannya. Rasa menyesal kenapa saya tidak mencoba mengirim ke media yang kira-kira lebih banyak memberikan honor.

Namun rasa penyesalan itu tak berlangsung lama, selang beberapa bulan cerpen saya dimuat lagi. Kali ini dimuat di majalah ibukota, wow! Rasanya tak dapat dibayangkan. Senang dan gembira melihat ada uang yang mengalir ke rekening.

Hal ini membuat saya makin bersemangat menulis lagi, tapi ternyata jalan yang awalnya sudah terbuka lebar tak juga membawa saya pada kesuksesan berikutnya. Cukup lama bagi karya saya selanjutnya yang dapat dimuat kembali di media cetak. Ah, tak mengapa yang penting saya bisa terus menulis.

Sekarang saya bersyukur atas perkembangan teknologi HP yang sekarang dikenal dengan nama telpon pintar atau smartphone. Dengan adanya smartphone mengetik, mengirim cerpen dan membuat blog bisa dilakukan di mana saja. Saya tak perlu lagi ke warnet, cukup diam di rumah sembari menunggu warung makan saya bisa menulis di HP. Karya saya akhirnya dapat disebarkan ke masyarakat luas sehingga makin banyak yang membaca.


Smartphone LUNA.

Kecanggihan teknologi dalam smartphone tentu membantu aktivitas keseharian terutama dalam menulis, juga dalam mencari ide cerita. Dalam hal ini performa baterai yang prima sangat diperlukan.
Bukan hanya untuk browsing, mengetik pun cukup menguras isi baterai. Untunglah ada LUNA smartphone yang memiliki 3000mAh baterai besar, kapasitas lebih besar, daya tahan lebih lama. Dapat mengisi lebih cepat sampai 80% dalam waktu 1 jam dari daya yang tersedia. Sehingga menghemat waktu.


Desain.
Gambar : serba promosi 

Jika dilihat secara seksama, Luna smartphone memiliki kesamaan desain dengan iphone. Hal ini dikarenakan pengembang teknologi LUNA adalah Foxconn, perusahaan komponen elextronik terbesar di dunia yang dipercaya oleh apple untuk memproduksi iphone. Maka tak heran jika smartphone LUNA memiliki ketahanan dan desain yang indah seperti iphone. Selain kemewahan pada desain yang elegan, ponsel ini juga ringan dan tidak terlalu besar untuk digenggam. Cocok untuk orang Asia.

Layar.

Kecanggihan teknologi dengan menggabungkan layar high-end 5,5" FHD layar LUNA dengan 1930x1080 resolusi, menghadirkan pengalaman menonton yang menakjubkan. Memberikan sudut pandang lebar, garis penuh dengan pandangan kontras tinggi, resolusi tinggi, pengalaman visual sangat jelas melalui teknologi IPS dan built-in filter Blu-ray untuk mengurangi resiko kerusakan mata. Layarnya juga sudah dilapisi oleh Gorilla Glass 3 sehingga tidak khawatir layarnya akan tergores.




Gambar : LUNA.id 



Nikmati kamera yang canggih dari LUNA.

Dengan kamera yang dilengkapi dengan 1300 sensor Sony juta pixel dan cerah 2.0 lensa Aperture memungkinkan kita untuk mengabadikan momen dalam kondisi pencahayaan yang minim. Blog selalu membutuhkan foto yang mendukung tulisan. Kamera depan 8 MP pertama digabungkan dengan sudut pandang 80 derajat sehingga bisa menangkap objek foto lebih luas. Kita juga bisa mmenggunakan fitur burst shoot yang bisa melakukan pengambilan foto terus-menerua kemudian Best Shot akan memilihkan hasil yang terbaik secara otomatis. Ada pula fitur Slow motion untuk membuat videi dengan gerakan lambat serta time lapse yang berisi sekumpulan foto dengan periode beraturan yang disusun menjadi klip pendek. Dengan fitur-fitur canggih yang lain dalam smartphone, kita dapat menghasilkan foto yang paling indah. 

Multimedia.

Pengalaman mendengarkan musik atau memutar film akan lebih terasa mengasyikan dengan speaker yang jernih, keras dan detail, karena LUNA dilengkapi dengan speaker di bawah, di samping kanan dan di samping kiri. Kapasitas memori pun besar sehingga dapat menampung foto dan video.

Mari kita menjadi sumber gravity yang menginspirasi bersama LUNA smartphone, Be The Gravity. 


Spesifikasi Teknis Luna
Dimensi : 157.6 x 7.38 mm.
Berat: 186 gr
SIM : Dual Micro Sim
Resolution : 1080x1920 pixel (~480 pixel density) On-Cell (TOD)
Protection : Gorilla Glass 3
Platform : OS Android 6.0 Marshmallow
Chipset : Snapdragon; Quadcore 2.5 Ghz MSM 8974 Krait 400
GPU : Adreno 330
Memori : Card slot up to 128 GB
ROM : 64 GB
RAM : 3 GB
Kamera : 13 MP + 8 MP

Koneksi : 2G s.d 4G LTE



Sumber referensi : Luna.id dan serbapromosi.id

3 komentar:

  1. Tulisan yang menarik, salam kenal Mbak, Sokaraja itu Banyuma atau Purwokerto Mbak ? kalau saya Kebumen Mbak

    BalasHapus
  2. Terima kasih, salam kenal kembali Mas. Sokaraja itu termasuk kab. Banyumas, Purwokerto juga kab. Banyumas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh gitu ya Mbak, Purwokerto itu tak kira sudah kabupaten sendiri

      Hapus

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.