Penyebab anak susah makan


Hai Sobat Catatan Yustrini, adakah orang tua yang anaknya sedang mengalami fase susah makan? Jika iya, semoga artikel tentang cara cara mengatasi anak susah makan ini bisa bermanfaat. 

Penyebab Anak Susah Makan dan Cara Mengatasinya 

Makan merupakan hal yang baru bagi anak-anak, terutama di usia 1 sampai 3 tahun. Di mana mereka mulai mengenal makanan padat setelah sebelumnya hanya minum susu. Memasukkan makanan, mengunyah hingga menelan berbagai tekstur, warna, dan beragam makanan adalah sesuatu yang baru. Oleh karena itu, orang tua harus bersabar saat anak sedang tidak mau makan. 

Dibutuhkan trik dan strategi agar si anak nantinya tidak kekurangan nutrisi yang dibutuhkan di masa-masa pertumbuhan mereka. 

Faktor Penyebab Anak Susah Makan


Cara mengatasi anak susah makan


Persoalan anak susah makan memang bisa bikin pusing orang tua ya, Sobat Catatan Yustrini. Saya sendiri juga sering menghadapinya lho! Tak jarang perkara makan ini bikin saya jadi stress dan hampir menyerah. Setelah berkonsultasi dengan para ahli gizi, ternyata ada banyak faktor yang bisa menyebabkan anak jadi malas makan. 

Beberapa penyebab yang bisa membuat anak jadi susah makan adalah

1. Sakit 

Sama seperti orang dewasa jika sedang merasa tidak enak badan atau masuk angin, otomatis dia akan kehilangan selera makannya. Bila anak terlihat lemas, lesu, malas makan dan tidak aktif seperti biasa, kita wajib waspada. Mungkin ada sesuatu yang tidak nyaman di badannya. 

Tak perlu berlama-lama segera periksakan ke dokter, agar anak kembali sehat dan ceria. Jika badan sehat, selera makan anak pun segera kembali seperti semula. 

2. Sariawan dan Panas Dalam

Anak juga bisa menjadi susah makan saat sariawan atau sedang panas dalam. Bila ini penyebabnya, kita bisa berikan makanan yang lebih lunak, berkuah dan hangat. Berikan buah dan jus agar dapat mempercepat penyembuhan sariawan. 

3. Bosan dengan Makanannya

Makanan itu-itu saja bisa membuat anak menjadi bosan. Selingi dengan makanan bervariasi dan menarik agar anak tidak bosan. Mungkin para ibu bisa mencoba resep-resep baru untuk menghadirkan makanan di meja makan untuk keluarga.

4. Tipe Pemilih Makanan 

Memasuki usia 2 tahun, anak biasanya mulai bisa memilih makanan yang akan dimasukkan ke dalam mulutnya. Mungkin anak sudah mempunyai selera sendiri jadi dia memilih hanya memakan makanan yang disukainya. 

Sebagai orang tua, kita wajib mengenalkan berbagai variasi makanan. Jangan menyerah jika anak menolak. Proses pengenalan ini butuh waktu dan perlu dilakukan berulang-ulang sampai anak mau mencoba dan menyukai makanan yang ditawarkan.  

5. Faktor Kelelahan 

Kelelahan juga bisa menyebabkan anak jadi susah makan. Mungkin dia sudah mengantuk dan lelah saat diajak makan. Oleh karena itu, orang tua perlu mengatur waktu makan, bermain, belajar dan beristirahat. 

6. Ingin Bermain 

Anak-anak selalu suka bermain dan mengeksplor dunia di sekitarnya. Ada banyak hal yang menarik perhatiannya. Jadi wajar jika anak tidak mau makan saat dia ingin bermain.  


Cara Mengatasi Anak Susah Makan 


Setelah mengetahui penyebab anak susah makan di atas, mari kita cari solusi agar anak mau makan lagi dengan lahap. 

1. Jaga Anak Tetap Sehat 

Sehat merupakan kunci anak mau makan. Badan sehat membuat selera makannya jadi baik. Mengajarkan anak selalu mencuci tangan sebelum makan, menjaga lingkungan tetap bersih, dan menjauhkan anak dari orang sakit merupakan usaha yang dapat dilakukan oleh para orang tua dalam menjaga anak agar tidak sakit. 

Berikan vitamin dan makanan yang bergizi tinggi pada anak supaya daya tahan tubuhnya terjaga. Atur waktu istirahatnya agar anak tidak kelelahan. 

2. Porsi Kecil tapi Sering 

Terkadang anak merasa terbebani jika harus menghabiskan satu porsi makan yang banyak. Orang tua bisa menyiasatinya dengan memberikan porsi yang sedikit tapi sering. Hal ini juga bertujuan agar anak tidak merasa bosan saat makan. 

3. Variasikan Makanan 

Selalu berikan makanan yang bervariasi agar anak tidak bosan makan makanan yang itu-itu saja. Kita bisa memberikan sekaligus mengenalkan makanan baru padanya. Sajikan makanan baru bersama makanan favoritnya, agar anak bisa lebih cepat menerima bahkan menyukai makanan baru yang diberikan.

4. Jadwal Makan yang Teratur 

Membuat jadwal makan yang teratur bisa membuat anak mengenal rasa lapar terutama di jam-jam makan. Keteraturan juga membangun kebiasaan anak jadi disiplin. 

Kita bisa mengatur jadwal makan 3 kali sehari dan 2 kali cemilan. Batasi juga waktu makan tidak lebih dari 30 menit. 

5. Buat Suasana Makan yang Menyenangkan 


Penyebab anak susah makan


Suasana makan yang menyenangkan bisa diciptakan dengan makan bersama. Anak cenderung merasa senang jika ada teman saat makan. Sesekali ajak teman-temannya untuk makan bersama. 

Jauhkan gadget, televisi, mainan atau apa saja yang dapat membuyarkan fokus si kecil. Biarkan si kecil mengambil sendiri bahkan ikut menyiapkan makanannya. Ibu bisa mengajak anaknya berbelanja, memasak dan menghidangkan sendiri makanannya. Dengan demikian, anak merasa senang dan  menikmati makanannya. 

6. Hindari Stress

Ketika orang tua merasa stress atau terbebani pikiran, anak pun bisa merasakannya sehingga dia menolak apapun makanan yang diberikan.

Jaga hati dan pikiran agar tidak stress bahkan di saat anak sedang tidak mau makan. 

Berjalan-jalan, bermain dengan anak atau menikmati makanan favorit bisa jadi cara untuk menghilangkan stress. 

7. Berikan Suplemen Penambah Nafsu Makan 


Cara mengatasi anak susah makan


Jamu Anak Sehat Sido Muncul bisa diberikan kepada anak sebagai suplemen penambah nafsu makan. Jamu ini mengandung bahan herbal alami seperti temulawak, temu ireng, jahe merah, akar manis, wortel, akar alang-alang dan madu. 

Tersedia dalam varian rasa yang disukai anak-anak, ada cokelat, stroberi, anggur, jambu dan jeruk. Jamu Anak Sehat Sido Muncul juga berkhasiat untuk mengatasi cacingan yang menyebabkan gangguan penyerapan. Dikemas secara aman dan terjaga kualitasnya, jamu ini juga telah mengantongi sertifikat BPOM, ISO, KAN, GMP dan MUI.

Jamu Anak Sehat Sido Muncul bisa diberikan untuk usia anak di atas 3-6 tahun  dengan dosis setengah bungkus sehari. Untuk usia anak di atas 6 tahun berikan 1 bungkus sehari. 

Bisa dikonsumsi dengan berbagai cara, dicampur dengan air dingin atau hangat, diberi es, atau bisa ditaburkan ke makanan si kecil. 

Nah, itu dia beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi anak susah makan. Yang terpenting, sebagai orang tua jangan mudah menyerah dan selalu berikan yang terbaik agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. 

1 Komentar

  1. Paling sedih klo pas anak sakit huhuhuuu..bakalan rewel dan susah makannya. Memang penting banget menjaga kesehatannya agar selalu lincah beraktivitas.

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar yang masuk akan melewati tahap moderasi terlebih dahulu, spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.