KTA
Sumber: https://unsplash.com/photos/2Tnr1FMHy2g

Kain tenun adalah kain khas Indonesia yang dibuat dengan proses yang cukup lama langsung oleh pengrajin sehingga menghasilkan kualitas terbaik. Dengan demikian, harga jual kain tenun ini sangat tinggi bahkan di pasar global.  Itulah mengapa, kain tenun menjadi salah satu ide bisnis yang menjanjikan untuk dikembangkan bersama KTA.

Untuk mengembangkan bisnis tersebut, kamu perlu mengetahui jenis-jenis kain tenun yang banyak diminati oleh masyarakat global. Setelah itu, kamu bisa mempelajari berbagai tips dan ide mengembangkan bisnis tersebut!

Jenis Kain Tenun yang Cocok Dijual di Pasar Global dengan KTA

Ada berbagai jenis kain tenun yang cocok dijual di pasar global. Ingin tahu apa saja? Berikut adalah daftarnya:

1. Ulos

Kain Ulos adalah kain yang berasal dari Suku Batak, Sumatra Utara. Kain ini sendiri berbentuk selendang yang terbuat dari tenunan benang dengan warna perak, emas, merah, putih, dan hitam.
Bagi masyarakat Batak, kain Ulos merupakan kain yang wajib dikenakan dalam acara-acara tertentu. Penggunaannya pun tak bisa sembarangan karena ada beberapa jenis Ulos dalam adat suku tersebut. Misalnya adalah Ragihotang yang dikenakan saat pesta adat dan Sibolang yang diberikan sebagai penghormatan

2. Sasak

Masyarakat dari Suku Sasak dari Nusa Tenggara Barat mempunyai kebiasaan yang telah dilakukan sejak lama, yaitu menenun. Bahkan ada kepercayaan bahwa seorang wanita harus bisa menenun dulu sebelum dinikahkan. Kini, ada suatu daerah wisata di mana para penduduknya menenun setiap hari.
Tenun Sasak dibuat dari bahan-bahan alam tanpa ada campuran kimia sedikitpun. Bahkan, mereka memintal benang sendiri dari kapas. Ragam hias yang dimiliki kain ini pun cukup cantik dan mempunyai arti mendalam yang berasal dari kepercayaan warga setempat.

3. Toraja 

Dalam budaya adat Toraja, Tenun Toraja mempunyai posisi yang tinggi. Bahkan, ia memiliki peran penting di berbagai upacara adat. Kain ini juga mempunyai berbagai simbol seperti hubungan manusia dengan alam, kejayaan, dan kemakmuran.
Ada beberapa motif yang terdapat pada Tenun Toraja. Namun biasanya, motif yang digunakan adalah tongkonan. Tongkonan sendiri adalah rumah adat Suku Toraja dengan kepala kerbau sebagai hiasannya.

4. Gringsing 

Kain Gringsing adalah kain yang berasal dari Desa Tenganan, Bali. Uniknya, kain ini ditenun dengan teknik dobel ikat. Kain ini pun dibuat dengan waktu yang sangat lama, yakni dua sampai lima tahun. 
Biasanya kain ini digunakan dalam acara-acara khusus seperti upacara. Ada banyak motif yang dimiliki oleh kain tenun ini dengan fungsi dan makna yang berbeda-beda. Namun umumnya, motif yang digunakan pada tenun ini berbentuk hewan atau bunga.

5. Pandai Sikek

Pandai Sikek adalah nama dari kain tenun khas Minangkabau, Sumatra Barat. Kain tenun ini sudah dikenal sejak lama baik oleh masyarakat Indonesia maupun mancanegara. Sejatinya Pandai Sikek adalah nama dari suatu desa di mana terdapat ratusan penduduk yang berprofesi sebagai penenun.
Tenun Pandai Sikek mempunyai berbagai nilai budaya seperti kesabaran dan keindahan. Selain itu, terdapat dua motif yang digunakan dalam kain ini. Ada juga dua jenis tenun yang berbeda berdasarkan penggunaan benang emas.

6. Songket

Selain berbagai kain tenun di atas, ada juga kain tenun dari Palembang yang tak kalah populer, yaitu Songket. Kain ini sudah diturunkan sejak lama, bahkan sejak zaman Kerajaan Sriwijaya.
Bagaimanapun juga, berbagai budaya lain telah ikut mempengaruhi kain ini, seperti Cina dan India.
Ada berbagai jenis motif dalam kain Songket, seperti Lepus, Tretes Meder, dan Tawur. Biasanya, kain ini digunakan di acara pernikahan di mana mempelai, keluarga, hingga tamu undangan menggunakan kain ini. Selain itu, para penari juga mengenakan kain saat menyambut tamu penting.

Apa itu KTA Bank
Sumber:
https://unsplash.com/photos/OQ1LDghuOEk


Tips dan Ide Mengembangkan Bisnis Kain Tenun di Pasar Global

Ada berbagai tips dan ide yang bisa digunakan untuk mengembangkan bisnis kain tenun di pasar global, seperti:

Mengenal Pasar Lebih Dalam

Jangan terburu-buru mengajukan KTA! Hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengenal kondisi pasar. Artinya, kamu harus memahami jenis kain apa yang saat ini mempunyai permintaan tinggi di pasar global. Selain itu, kamu juga harus memahami karakteristik konsumen dan bagaimana kompetitor menjalani bisnisnya

Mengenal Produk Lebih Dalam

Kamu juga harus mengenal produk yang kamu jual lebih dalam. Bila perlu, datangi penenun asli dari kain tersebut lalu ajukan berbagai pertanyaan seperti makna dan motif dari kain tersebut. Dengan demikian, kamu bisa mengetahui nilai, kelebihan, serta kekurangan produk tersebut.

Memperluas Pemasaran Memasarkan

Sebelumnya kamu sudah mengetahui karakteristik konsumen. Hal ini bisa dijadikan acuan untuk menentukan strategi pemasaran dari kain tenun yang kamu jual. Jangan lupa juga untuk memanfaatkan teknologi agar lebih banyak menjangkau konsumen.

Berinovasi

Kamu bisa berinovasi dengan produk yang kamu jual. Misalnya, kamu menjual aksesoris atau hiasan rumah yang berbahan dasar kain tenun. Jadi, kamu bisa memperoleh peluang lebih untuk mengembangkan bisnis.

Memastikan Modal

Modal pasti diperlukan untuk mengembangkan bisnis. Nah jika kamu membutuhkan dana untuk hal tersebut, kamu bisa menggunakan Kredit Tanpa Agunan. Apa itu KTA bank? Ini adalah kredit dari bank yang menyediakan dana tanpa perlu memberikan jaminan.

Demikian hal-hal yang perlu diketahui untuk mengembangkan bisnis kain tenun. Jika kamu tertarik, maka kredit tanpa agunan dengan proses mudah dari digibank by DBS siap membantumu. Tertarik? Klik di sini untuk mendapatkan info lengkap tentang digibank KTA.

3 Komentar

  1. Mengenal produk secara mendalam dan punya modal pendanaan dalam melakukan proses pemasaran begitu saling berkesinambungan agar bisnis kain tenun begini berhasil baik. Sebenarnya di tanah air, masih banyak jenis wastra yang bisa dieksplorasi untuk ditawarkan ke pasar global. Jadi, sebenarnya peluangnya nampak besar.

    BalasHapus
  2. boleh kasih satu tips tambahan nih, mungkin bisa juga ikutan bazar dan pameran. karena biasanya investor asing sering banget dateng ke event bazar/pameran umkm dengan produk khas tradisi seperti kain tenun

    BalasHapus
  3. Tips dan ide yang disampaikan sangat berguna untuk mengembangkan bisnis kain tenun di pasar global. Mengetahui pasar, produk, memperluas pemasaran, berinovasi, dan memastikan modal merupakan langkah penting dalam meraih kesuksesan. Menggunakan Kredit Tanpa Agunan sebagai sumber dana tambahan juga dapat menjadi solusi. Semoga bisnis kain tenun semakin berkembang dan sukses di pasar global.

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung ke Catatan Yustrini. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf komentar yang masuk akan melewati tahap moderasi terlebih dahulu, spam, iklan dan yang mengandung link hidup akan saya hapus.